Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Drama pagi


__ADS_3

Sementara di lantai bawah,Mama Yolan sudah meminta para art nya untuk menyiapkan sarapan pagi.Mama Yolan yang menyadari anak dan menantu kesayangan nya belum turun juga sejak tadi, langsung bergegas naik ke lantai atas untuk memanggil mereka ikut sarapan bersama.


Mama Yolan mengetuk pintu kamar berulang kali namun tetap saja tidak mendapatkan sahutan dari dalam kamar, wanita paruh baya ini dengan sengaja menempel kan telinga nya pada daun pintu mencoba menguping sesuatu tetapi dia tidak mendengar kan suara apapun.


Mama Yolan memutuskan untuk mengintip anak dan menantu kesayangan nya,dia mencoba membuka pintu kamar Bila secara perlahan dan nasib baik nya keberuntungan sedang berpihak kepada Mama Yolan karena pintu kamar ini tidak dalam keadaan terkunci.dia membuka secara perlahan pintu kamar Bila.nampak lah pemandangan indah di atas kasur itu,Bila dan Arif masih terlelap sambil berpelukan mesra.hal ini sontak saja membuat jiwa renta Mama Yolan bergejolak melihat keromantisan kedua insan ini.


" Ya ampun! Manis banget sih kalian berdua." gumam Mama Yolan menatap dengan wajah tersenyum nya.


" Suami posesif mu ini terlalu takut untuk kehilangan Kamu sayang." seloroh Mama Yolan dalam hati nya.


Tidak ingin kedua anak nya kembali melewati sarapan pagi,Mama Yolan memutuskan untuk membangun kan kedua nya yang masih belum menyadari juga akan kehadiran nya di dalam kamar.


" Sayang! Bangun ini sudah pagi." ucap Mama Yolan membelai lembut mahkota Bila yang tidak tertutup hijab.


Bila yang sayup-sayup mengenali suara seseorang tengah memanggil nama nya perlahan membuka kedua mata nya.


" Mama!" seru Bila ketika melihat sang Mama sudah berdiri di dalam kamar nya sedang kan di luar sana sinar matahari sudah semakin terang menyinari bumi.


" Ayo Bangun sayang! Kita sarapan sama-sama." ucap Mama Yolan pelan.


" Iya Ma." jawab Bila singkat.


" Mama turun duluan ya,jangan lupa bangunin juga suami posesif mu itu." kata Mama Yolan dengan sangat usil.


Bila mengangguk dengan tersenyum tipis,saat ini Bila benar-benar merasa malu ketahuan sama Mama mertua nya masih ngorok padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


Percakapan kedua wanita ini sama sekali tidak mengusik penghuni kamar yang satu nya lagi.lelaki itu tampak betah bermain di alam mimpi nya.


Cup...


Cup...


Cup..


Bila dengan iseng nya menciumi seluruh wajah suami nya yang masih terlelap.entah jam mereka berdua tertidur tadi malam yang jelas Arif benar-benar tidak melepas sedikit pun istri nya untuk beristirahat dengan tenang.Arif yang merasa tidur nya terganggu dengan benda kenyal favorit nya dengan terpaksa membuka kedua matanya.

__ADS_1


" Nakal! Sudah mulai berani menggoda lagi ya!"ucap Arif sambil mengecup bibir istrinya lalu menggesek-gesekkan hidung mancung nya ke hidung mungil milik istri nya.


"Bangun! Sudah siang Mas." ucap Bila pelan.pikiran nya masih mengingat keagresifan nya tadi malam.dengan begitu liar nya Bila memimpin permainan sehingga membuat suami nya mendesah panjang dan menolak untuk berhenti.


" Memang nya sudah jam berapa sayang?"tanya Arif yang masih betah bermalas-malasan di atas kasur, tubuh nya terasa sangat lelah setelah menggempur habis istri nya tadi malam.


"Sudah jam setengah tujuh Mas." jawab Bila.


Bukan nya bangun dari atas ranjang nya, lelaki ini malah sengaja menarik istri nya agar ikut berbaring bersama dia.


" Aku masih ngantuk banget loh sayang,kita bobok lagi yuk,tadi malam Kamu main nya pintar sekali." ucap nya sambil mengendus leher Bila.


" Nggak usah di bahas Mas,besok Aku nggak mau lagi kalau Kamu suruh main di atas.malas!" kesal Bila berusaha melepas dekapan tangan suami nya yang sengaja menahan dia agar ikut tidur lagi bersama dia.


" Ayok bangun!Kita udah di tungguin sama Mama,tadi Mama sengaja datang ke sini supaya kita nggak telat lagi ikut sarapan nya." imbuh nya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum suami mesum nya meminta ikut mandi bersama dia.


" Mama masuk ke kamar kita?" tanya Arif dengan tampang bodoh nya.dalam hati nya mengucap syukur karena sudah memakai pakaian lengkap,bisa gawat kalau Mama nya masuk dan melihat mereka masih dalam keadaan polos,tujuh hari tujuh malam wanita paruh baya itu tidak akan pernah berhenti meledek mereka.kapan perlu wajah mereka di buat sampai gosong baru lah Mama nya akan berhenti mengeluarkan sifat usil nya.


" Hmm.." Bila mengangguk lalu menutup cepat pintu kamar mandi.


Pak Rizal yang melihat istri nya hanya turun seorang diri mengernyit kan dahi nya.


" Loh! Mana Bila sama Arif Ma?" tanya Pak Rizal kepada istri nya.


" Mereka masih mandi Pah,tadi Mama Masuk ke dalam kamar itu, mereka masih tidur nyenyak.Papa kayak nggak tahu anak Papa aja deh." tutur nya mencebikkan bibir nya merasa kesal melihat tingkah anak nya sama persis seperti suami nya.sama-sama posesif dan sama-sama hobi membuat istri nya bergadang.


" Ya.. Wajar aja dong Ma,nama nya pengantin baru,biarkan saja mereka menikmati hari-hari bebas nya sebelum di repot kan dengan kehadiran malaikat kecil."jawab Pak Rizal sangat pengertian sekali.


"Kenapa bibir Mama di majuin seperti itu? Pengen kayak mereka juga?" goda Pak Rizal yang mengerti jika istri nya sedang marah karena tadi malam mereka juga harus bergadang sampai jam 01.00 dini hari.


" Jangan macam-macam ya Pah,badan Mama masih pegal-pegal ini,nggak ingat umur banget deh sih Papa ini." gerutu Mama Meri memilih menyibukkan diri nya dengan piring kosong ketimbang meladeni ucapan vulgar dari mulut ember suami nya.


" Nanti Papa pijitin deh,asal kan Mama bersedia saja.Papa akan langsung tancap gas." Pak Rizal semakin gencar menggoda istri nya.kali ini dia yang menguasai keadaan.bukan lagi istri nya yang ceplas ceplos itu.


" Dasar tua-tua keladi!Makin tua makin jadi aja itu perangai,ingat umur! Bentar lagi mau gendong cucu." ucap Mama Yolan sambil berkacak pinggang,satu tangan nya memegang sendok nasi yang dia gunakan untuk menunjuk wajah suami nya.

__ADS_1


Bila dan Arif yang sudah keluar dari kamar mereka langsung terperangah melihat konflik yang sedang terjadi di antara kedua orang tua nya.


" Kalau masih mau berantem,pindah ke kamar aja Ma,jangan sampai istri ku kabur dari rumah ini karena kaget punya mertua yang hobi nya suka bertengkar." ujar Arif dengan wajah datar nya.dengan santai nya dia menarik kursi untuk Bila lalu mempersilahkan istri nya untuk duduk seolah-olah tidak terjadi apapun di depan mata nya.


" Papa Kamu tuh yang mulai duluan, pagi-pagi udah ngajak ribut aja.kesal Mama." jawab Mama Yolan emosi tetapi dia masih bisa menatap Bila dengan tersenyum manis.


Bila yang melihat perubahan sikap mertua nya langsung tertawa tanpa bisa dia tahan lagi.


Hahahaha...


Semua orang yang berada di depan Bila langsung menatap heran dengan bunyi tawa Bila yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.


" Kamu kenapa sayang? Apa nya yang lucu?" tanya Arif memutar kan badan nya agar bisa menatap seluruh wajah istri nya.


" Uppps..." Bila langsung menghentikan tawa nya sekuat tenaga.


" Mama lucu banget deh! Sebentar marah -marah, sebentar lagi tersenyum kayak nggak terjadi apa-apa gitu." beber Bila melepas rasa penasaran suami nya.


" Mama Kamu memang seperti itu sayang,jangan heran lagi! Baik dan manis nya hanya untuk Kamu seorang, sedang kan kami berdua kebagian galak nya." sahut Pak Rizal sengaja memelankan suara di akhir kalimat.


Hahahaha...


Lagi-lagi Bila di buat tertawa dengan bercandaan dari Papa mertua nya.hidup di tengah-tengah keluarga Ahmad membuat Bila sangat bahagia sekali.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


Mampir juga di novel saya yang lain nya.


" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."


" Terhalang Restu Orang Tua."


" Rumah Tangga Ku Hancur Di Tangan Ibu mertua."


Terimakasih semuanya 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2