
Ting..
Bunyi pesan masuk ke ponsel Arif menyadarkan Arif yang tengah bersandar di kursi kebesaran.
" Reno? Kenapa dia harus mengirim pesan ? Bukan kah jarak ruangan dia dan Aku tidak terlalu jauh?" gumam Arif penasaran.
" Semua bukti yang Saya punya,sudah Saya kirim lewat email Bos,semoga bisa membantu anda sadar dari tidur buruk anda." pesan singkat yang di kirim oleh Reno sukses membuat Arif tersenyum masam.
Pesan yang di beri kan oleh Reno ada benar nya juga,sudah terlalu lama dia tertidur dalam mimpi buruk yang menghantui ketenangan nya, Sekarang saat nya dia untuk bangkit.
Tanpa menunggu waktu lagi Arif langsung mengotak-atik laptop nya dan membuka email nya.wajah nya tampak menahan amarah yang memuncak,gigi nya menggertak, asap-asap kemurkaan sudah mulai keluar di sertai dengan urat-urat yang sudah mengeras di sekujur tubuh nya.
Satu persatu foto kiriman Reno di buka oleh Arif. mulai dari foto Naima yang sedang tidur tanpa busana dengan selingkuhannya,foto Naima tengah mabuk-mabukan bersama sejumlah lelaki,serta foto Naima yang sedang bercinta dengan fotografer dan juga lelaki tua yang memakai jasa nya sebagai model.
" Keterlaluan Kamu! Aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi." gumam Arif dengan wajah tajam nya.
Dia tidak pernah menyangka wanita yang menjadi istri nya selama ini, ternyata sudah di pakai bergiliran oleh semua lelaki hidung belang di luar sana.
" Brengsek?" teriak nya lagi sambil menggebrak meja kerja nya.
Akibat kembali lupa menyalakan pereda suara di dalam ruangan nya,Naura dan Reno yang sedang berada di depan ruangan arif kembali bisa mendengar suara teriakan Arif yang sedang mengumpat kesal.
" Saya yakin! Bos pasti sudah membuka pesan yang Saya kirim,semoga mata batin anda lebih terbuka lagi Bos,dan wanita matre itu bisa di tendang jauh dari hidup anda." gumam Reno sambil tersenyum tipis.
" Reno! Bos kenapa? Di dalam ruangan itu tidak ada siapapun kecuali Bos,kenapa Bos bisa marah dan berteriak sekencang itu? " tanya Naura takut.kaki nya bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan kembali ke meja kerja nya.suara teriakan Arif bagaikan gempa bumi dengan skala yang besar.
" Reno!! Kenapa malah senyum-senyum sih,bikin Aku takut aja,lebih baik Kamu masuk ke dalam ruangan Bos,dan lihat keadaan Bos di sana." Naura berteriak sambil mengguncang tangan Reno yang terus tersenyum menatap lurus ke pintu masuk ruangan Presdir.
" Bos tidak apa-apa,sudah ayok kembali bekerja." ujar Reno langsung pergi masuk ke dalam ruangan nya.
" Idih! Di suruh ngecek keadaan Bos,malah main pergi aja.dasar aneh! Apa Aku aja yang masuk ke sana ya?" gumam Naura masih menimbang-nimbang.
__ADS_1
" Sebaiknya jangan deh,dari pada Aku ikut terkena omelan! Lebih baik Aku kembali bekerja saja." putus nya setelah lelah berjalan maju mundur.
Jutaan bukti yang di kirim oleh Reno belum tersentuh semua oleh Arif yang sudah terlebih dahulu merasa muak dan jijik melihat perangai istri nya yang selalu dia agung -agungkan selama ini.Bukti yang ada di tangan Reno saja sebanyak ini,belum lagi di tambah dari koleksi sang Papa.Arif benar - benar di buat tercengang sekaligus malu dengan apa yang dia hadapi sekarang ini.bisa- bisa nya dia terlalu naif menjadi seorang lelaki dan kepala rumah tangga.
" Sudah cukup Aku membiarkanmu bermain licik selama ini, sekarang giliran Aku lagi." gumam nya sambil meremas buku jari nya yang berdempetan.
Hingga sore menjelang,Arif sama sekali belum keluar dari ruangan nya, begitu pun Reno yang memilih tidak masuk ke dalam ruangan Bos nya yang sedang berduka karena bencana besar yang baru saja menghantam biduk rumah tangga nya.
Karena sudah tidak sabar lagi ingin mengakhiri semua drama kepalsuan Naima,Arif bangkit dari kursi dan berjalan menuju keluar dengan tas kerja yang berada di tangan nya.
" Apa anda sudah mau pulang Bos?" tanya Reno ketika berpapasan dengan Arif.
" Iya, Aku harus segera menemui wanita murahan itu! Supaya dia tidak lagi datang ke kantor ini." ucap Arif kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Reno yang sedang mengetik pesan di layar ponsel nya.
" Tuan,hari ini adalah hari keberuntungan untuk kita semua, Saya sudah mengirimkan semua bukti kenakalan Naima kepada Bos Arif.itupun atas perintah Bos langsung,bukan atas desakan dari Saya, seperti nya harapan Tuan besar akan segera terwujud." Reno sedang bertukar pesan dengan Tuan besar nya yang tidak lain adalah Papa dari Arif.
" Benar kah itu Reno? Jangan sampai ada yang ketinggalan, Kamu kirim semua bukti yang Kamu punya,jika perlu Saya juga akan mengirim bukti yang Saya punya langsung ke nomor ponsel nya Arif,sudah lama sekali Saya menunggu anak Saya sadar dari kekeliruan nya,hari ini akhirnya harapan Saya terjadi juga.terimakasih atas bantuannya, Saya jamin hari ini juga! Kamu akan mendapatkan bonus yang sangat besar." Pak Rizal nampak bahagia sekali mengetahui putra nya sudah mengetahui semua tingkah laku Naima jika berada di luar rumah.bahkan beliau sampai melompat karena saking bahagianya.
Dalam hitungan detik saja,kotak pesan dari tabungan nya muncul di layar ponsel nya.
Reno tersenyum sumringah melihat saldo tabungannya yang bertambah 10 kali lipat dari saldo awal.
" Ini semua berkat wanita ****** itu! Terimakasih Tuan besar." gumam Reno sambil tersenyum memeluk ponsel nya.
Naura yang berada tidak jauh dari posisi berdiri nya Reno, bergidik geli melihat wajah Reno yang tidak berhenti tersenyum dari tadi siang.karena merasa takut Naura langsung berlari keluar menuju lift meninggal kan Reno sendirian di lantai 10.
" Uang nya sebaiknya Aku simpan dulu, untuk biaya nikah kelak jika Aku sudah menemukan jodoh yang tepat." gumam Reno yang tidak berhenti menatap layar ponsel dengan jumlah angka yang tidak bisa di hitung lagi.
Naima tengah mengerang frustasi di dalam rumah nya, bukan tanpa alasan,sejak tadi pagi teman yang meminjam kan uang kepada ia tadi malam tidak berhenti menagih meminta di kembalikan hari ini juga.
" Nai! Aku mau Kamu kembali kan uang Aku sekarang juga,karena Aku lagi butuh banget."
__ADS_1
" Maaf Mei, Aku belum bisa balikin sekarang,karena suami Aku lagi ngga ada di rumah."
" Pokok nya Aku ngga mau dengar alasan apapun lagi,kan Kamu bisa minta di transfer! Apa susah nya sih,jangan kebanyakan alasan,atau jangan-jangan selama ini Kamu hanya berpura-pura berlagak sok kaya padahal ekonomi sulit."
" Jaga ucapan Kamu ya Mei, Aku memang kaya,suami ku seorang pengusaha sukses,mertua ku orang terpandang nomor satu di kota ini."
" Terserah Kamu saja,kalau memang keluarga suami Kamu kaya, cepat ganti uang Aku sekarang juga." Mei langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa mau mendengar bualan manis dari mulut Naima.
" Sial!Di matikan lagi,gimana cara nya Aku bisa mengganti kan uang dia? Sementara Aku saja tidak memegang uang sedikit pun." gerutu Naima.
Belum sempat dia menemukan ide untuk melunasi utang nya, Mei kembali mengirim pesan bernada ancaman kepada dia.
" Arghh...Dia pikir dia siapa bisa mengancam Aku seperti itu,awas Kamu." teriak Naima sambil membanting semua skincare mahal nya ke dinding kamar yang tidak punya salah apapun.
" Dimana Naima?" tanya Arif kepada salah satu asisten rumah tangga.
" Nyonya ada di kamar Tuan." jawab Bi Sri sambil menunduk kan kepala nya.
Arif langsung menuju kamar nya dengan sedikit berlari menaiki anak tangga.
"Prang." suara benturan keras kembali terdengar dari dalam kamar yang pernah mereka tempati berdua.
" Di mana Aku harus mencari uang sebanyak itu! Suami bodoh itu,tidak mau lagi mengirim kan sedikit pun uang nya kepada Aku, bagaimana ini?" Naima terus berteriak tanpa sadar jika suami yang dia katai bodoh sedang berdiri di depan pintu mendengar kan semua hinaan yang dia berikan.
"Kamu benar-benar wanita siluman." gumam Arif sambil menendang kuat pintu kamar yang berdiri kokoh.
Jangan lupa Like, Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰😍