Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Balasan Mama Yolan


__ADS_3

Cukup lama mereka menunggu kedatangan Arif, tidak berapa lama muncul lah mobil hitam keluaran terbaru milik Arif dan perlahan masuk dengan sempurna di dalam gerbang nya.Bila sengaja memilih bersembunyi di belakang Bi Marni agar tidak terlihat oleh suami nya.


Merasa ada yang tidak beres telah terjadi di rumah mereka, Arif bergegas turun dari mobil ingin mencari tahu keberadaan istrinya.


Byur...Byur....


Saat Arif baru turun dari mobilnya,Selang air yang di pegang oleh Mama Yolan sengaja di arahkan ke tubuh Arif.


" Ma! Stop Ma." teriak Arif dengan sigap memutar badan nya untuk membelakangi tembakan air gas itu.


" Rasain Kamu! Berani -berani nya Kamu menyakiti menantu Mama.mau jadi apa Kamu ini hah? Mau jadi duda lagi?" hardik Mama Yolan begitu ganas nya.dia bahkan sengaja menghidupkan selang air sampai putaran nya habis tidak bersisa lagi.


Byur...Byur..


Tubuh Arif sudah basah terkena siraman air ini,untung saja dia belum sempat mengeluarkan tas kerja nya dari dalam mobil.Bila yang masih betah bersembunyi di belakang Bi Marni tertawa puas melihat penderitaan suami nya.ingin rasa nya dia menolong dan meminta Mama mertua nya untuk menghentikan semua pembulyan ini,namun karena hati nya masih terasa kecewa dan sakit dengan ucapan Arif ,Bila memilih diam dan tidak ingin ikut campur lagi.toh semua nya sudah di ambil alih oleh Mama mertua kesayangan nya dan sangat pengertian kepada dia.


" Ma ! udah Ma,kenapa Mama kayak anak kecil aja sih,Arif sudah tua tapi masih saja dia mandikan seperti ini."


" Malu Ma!" seru nya mulai tersulut emosi.


Para penjaga dan art yang sedang berdiri di dekat mereka hanya bisa menyaksikan tanpa bisa mencegah.mereka semua lebih tunduk kepada Nyonya besar ketimbang kepada Tuan muda nya.


Arif tidak pernah membayangkan jika Mama nya tega melakukan hal ini kepada dia, posisi nya di rumah ini benar-benar sudah tergeser oleh sang istri.


" Kenapa Kamu membiarkan istri mu pulang menggunakan ojek online? Mata Kamu buta atau bagaimana sih? "


" Kaki istri mu lagi sakit tapi malah Kamu biarkan seperti itu? Apa maksud Kamu menyamakan menantu Mama seperti siput? Memang nya Kamu pernah melihat siput secantik Bila? Hah?"teriak Mama Yolan di depan putra nya.


" Ma! Jangan teriak seperti itu,malu di lihat sama tetangga." seru Arif memperingati.


Sekarang pria ini mulai menyadari bahwa sang istri telah sampai di dalam rumah dan mengadukan semua nya kepada sang Mama.

__ADS_1


" Kenapa Aku nggak pernah di bela yah?" gumam Arif menatap iba dengan nasib diri nya yang mulai terlupakan di rumah nya sendiri.


" Biar kan saja mereka semua mendengar nya,kalau lelaki seperti Kamu ini terlalu bodoh memperlakukan istri mu sendiri."


" Untung saja istri mu tidak nyasar dan di bawa kabur sama orang itu,kalau sempat itu terjadi! Mama tidak akan segan-segan menjebloskan Kamu ke dalam penjara." ucap Mama Yolan merasa jengkel dengan ulah putra nya.


Pak Rizal yang baru turun dari mobil nya menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan mata nya.


" Ada apa ini?" tanya Pak Rizal sambil melangkah mendekat ke arah sang istri.


"Ini hukuman untuk anak nakal seperti dia Pa! " jawab Mama Yolan lalu mencium punggung tangan suami nya dan di balas kecupan manja di kening dari suami nya.


" Hukuman? Memang nya apa yang telah dia lakukan Ma?" tanya Pak Rizal terlihat ingin tertawa geli,namun melihat wajah sang putra nya seperti menahan sesuatu membuat Pak Rizal menahan keras tawa nya supaya tidak sampai meledak keluar.


" Tadi menantu Mama di biarkan pulang sendirian menggunakan ojol, sedang kan dia enak-enakkan duduk selonjoran di dalam mobil nya,mana pakai ngatain Bila kayak siput lagi?" ujar Mama Yolan menjelaskan.


" Naik ojol? Bila beneran naik ojol?" tanya Pak Rizal mengulang kata-kata yang sudah di ucapkan oleh istri nya.


" Tau tuh,Papa tanya sendiri aja sama anak Papa itu." Mama Yolan terlihat sangat lucu dalam memarahi putra nya,kedua tangan nya sudah terlipat manis di depan dada nya.


" Bukan Arif yang minta Pa,tapi Bila yang kabur duluan tanpa mau mendengar kan Arif." jawab Arif berusaha menyelamatkan diri nya dari hukuman kedua.


" Memang nya apa yang sudah terjadi sampai dia kabur begitu?" tanya Pak Rizal lebih dalam lagi.


" Ini hanya salah paham,nanti kami bicarakan." jawab Arif seadanya.


" Aku mau masuk dulu,Aku kedinginan." ucap nya lalu berlalu masuk meninggalkan semua orang yang ada di dekat nya dan melenggang begitu saja tanpa memperdulikan lantai rumah yang sudah basah terkena jatuhan air dari tubuh nya.


" Salah paham katanya,makan tuh salah paham." umpat Bila yang memang merasa tidak terjadi apapun di antara mereka berdua.


Tatapan mata Arif tidak sengaja berpapasan dengan manik mata sang istri yang sedang menatap kesal kepada diri nya.

__ADS_1


" Kamu!" Arif kaget melihat keberadaan istri nya yang ternyata sejak tadi ikut menyaksikan pertunjukkan gila itu.


" Ikut Aku." ucap Arif lalu menyeret paksa Bila untuk ikut bersama dia.


" Nggak mau." bantah Bila berusaha mencari pertolongan dengan berpegangan kepada Bi Marni.


Mama Yolan yang melihat Arif kembali memperlakukan Bila dengan tidak baik, langsung maju dengan wajah garang nya.


" Hei ! Apa Kamu belum puas juga mendapatkan hukuman tadi? untuk apa Kamu menyeret Bila seperti ini,Kamu pikir kaki nya nggak sakit apa?" bentak Mama Yolan berusaha melepas kan cengkraman tangan Arif dari kulit mulus Bila.


" Jangan ikut campur lagi Ma,ini urusan kita berdua,Aku hanya ingin mengajak istri ku masuk ke kamar,lalu di mana letak kesalahannya?" balas Arif merasa jengah melihat Mama nya yang selalu saja membela Bila.


" Salah nya itu! Kamu tidak perlu menarik nya seperti ini,Bila bisa berjalan sendiri tanpa harus Kamu paksa dan Kamu seret.ingat kaki istri mu masih sakit ." ucap Mama Yolan sambil menyentil dahi anak nya.


Pak Rizal yang berada di belakang istri nya sudah tidak mampu lagi menahan tawanya saat melihat Arif hanya bisa pasrah dalam keadaan seperti ini.


"Ma! Jangan lebay deh,Aku tidak akan menyakiti istri ku sendiri,jangan halangi Aku lagi." ujar Arif lalu membawa Bila untuk ikut bersama dia.


" Nggak mau.lepaskan." ucap Bila lirih berusaha melepaskan cengkraman tangan Arif yang sengaja menahan dia supaya tidak kabur lagi.


" Jangan membantah sayang,! Ikut saja,kecuali kalau Kamu mau melihat Aku mati tersiksa karena Mama." kata Arif dingin lalu kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke kekamar.kali ini dia memperlakukan Bila dengan lembut, cengkraman tangan nya sudah tidak sekuat tadi lagi, sedang kan langkah kaki nya sengaja dia perlambat untuk mengimbangi hentakan kaki Bila.


" Awas saja kalau sampai Bila terluka dan kembali menangis.detik itu juga Mama pastikan Kamu akan menginap di sel yang sama seperti wanita murahan itu." Mama Yolan sengaja berteriak lagi agar bisa di dengar kan oleh putra nya yang sudah jauh di atas lantai dua.


Hahahaha...


Pak Rizal terpingkal-pingkal melihat kelucuan keluarga nya,hanya beliau lah yang berani melepaskan tawa lucu itu, sedang kan yang lain nya mengunci rapat bibir mereka sebelum di tendang paksa dari rumah ini.


"Kok Papa malah ketawa sih?" Mama Yolan mulai kesal mendengar tawa suami yang tidak berkesudahan.


" Habis nya ini terlalu lucu untuk di lewatkan."

__ADS_1


" Sudah ayok kita ke kamar,biarkan saja Arif menyelesaikan masalah nya sendiri,Mama jangan ikut campur lagi." Pak Rizal memperingati istri nya untuk memberikan mereka berdua waktu agar bisa menyelesaikan semua kesalahpahaman yang telah terjadi di antara mereka.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍


__ADS_2