
Sesampai nya di depan rumah mereka,Arif langsung berlari masuk ke dalam rumah demi bisa segera bertemu dengan pujaan hati nya.dia meninggalkan begitu saja Seno yang masih mematikan mesin mobil nya.
"Dasar bucin!" umpat Seno saat melihat Arif yang tidak sabar lagi ingin berjumpa dengan istri nya.
Arif yang melihat sang Mama sedang berdiri di dekat sofa ruang tamu lalu berinisiatif untuk menghampiri nya.
" Ma!" panggil Arif dengan suara lantang nya.
Mama Yolan pun memutar kepala nya lalu dengan gerakan cepat meletakkan jari telunjuk di depan mulut nya.
" Sttt..." titah Mama Yolan dengan ekor mata yang mengarah ke arah sofa.
" Ada apa?" tanya Arif yang masih belum paham dengan maksud permintaan sang Mama.
" Istri Kamu lagi tidur! Jangan berisik." jawab Mama Yolan mengingat kan.
Arif pun mengangguk namun sedetik kemudian pria ini menghela nafas panjang nya ketika melihat Kantong plastik yang masih berada di genggaman tangan nya.
" Mbak Bila di mana Ma?" tanya Seno dengan setengah berteriak.
Seno langsung menghentikan langkah kaki nya begitu menyadari ada tatapan mata tajam dari kedua manusia yang sedang berdiri di dekat sofa.
" Ada yang salah?" tanya Seno masih sedikit meninggikan suara nya.
Mama Yolan berjalan cepat karena sudah terlanjur merasa kesal terhadap anak bontot nya.
" Awww... Sakit Ma." Seno merintih ketika merasakan telinga nya sudah tebal bercampur dengan rasa panas.
" Maka nya jangan main teriak-teriak aja,ini itu rumah bukan hutan!" tangan Mama Yolan masih betah bertengger di daun telinga Seno yang sudah berwarna merah pekat.
" Lepasin Ma! Emang nya Aku bikin kesalahan apa sih? Kalau hanya berteriak bukan kah Aku sudah sering melakukan nya sejak dulu? Lantas kenapa baru sekarang di permasalahkan sih?"
Arif yang tidak tertarik ikut menyidangkan adek nya memilih berjalan mendekati sang istri yang terlelap damai.
"Masalah nya sekarang itu Kamu teriak nya tidak di waktu yang tepat,tuh! Mbak mu lagi tidur,kalau dia tiba-tiba saja terbangun gara-gara mendengar suara laknat mu itu bagaimana? Kamu tidak kasihan apa melihat nya?" hardik Mama Yolan menyeret tangan Seno untuk melihat siapa yang sedang berbaring di atas sofa.
" Maaf." sahut Seno merasa bersalah.
" Lain kali! Jangan di ulangi lagi." ucap Mama Yolan mengingat kan.wanita paruh baya ini sangat mengerti sekali bagaimana rasa kantuk yang menyerang menantu nya,sudah 3 bulan terakhir ini Bila selalu mengeluh susah untuk tidur dan mencari posisi nyaman agar tidur nya bisa nyenyak.tidak jarang Arif pun terpaksa harus ikut bergadang demi menemani istri nya.
" Ngantuk banget ya? Padahal Cimol nya udah Aku bawa loh." gumam Arif menatap lekat wajah Bila yang sangat cantik walaupun sedang terlelap.
Tadi malam saja entah jam berapa Bila tertidur,Arif yang sudah tidak sanggup lagi menemani nya terpaksa memejamkan mata nya dengan setengah sadar,dia harus tetap berjaga-jaga jika saja sang istri tiba-tiba membangun kan nya karena membutuhkan sesuatu.
"Rasa nya sungguh nano-nano ya ngadepin ibu hamil, giliran pergi di cariin,kalau sudah dekat di bilang bau.ada- ada saja permintaan aneh nya setiap hari.giliran udah di turuti malah asyik tidur. untung nya Aku sayang dan sangat cinta mati! " imbuh nya masih dalam hati dan tidak berani menyentuh seujung kuku pun tubuh istri nya karena takut menganggu waktu istirahat sang ibu hamil.
Seno yang teringat dengan cimol yang dia belikan khusus untuk diri nya.kembali turun kelantai bawah menemui sang Kakak yang sedang menjaga istri nya agar tidak terjatuh dari sofa.
" Mas! Cimol Aku mana?" bisik Seno di telinga Arif.
__ADS_1
Tanpa mengeluarkan kata-kata apapun Arif hanya memberi tahu lewat jari telunjuk nya.
" Jangan di ambil semua nya,nanti Mbak mu nyari." ujar Arif mengingat kan.
" Iya ,cuman satu plastik ini doang." jawab Seno lalu membawa satu plastik cimol dan satu kotak kue pukis setengah matang menuju meja makan.
Mama Yolan yang melihat sang putra nya sedang lahap menyantap makanan nya langsung berlari menghampiri.
" Seno! Bukan kah itu pesanan makanan Mbak mu? Kenapa di makan sih?" tanya Mama Yolan yang sudah tahu tentang permintaan menantu nya siang tadi.Mama Yolan yang tidak ingin terjadi drama merajuk atau pun merengek bergegas memperingati Seno sebelum makanan yang berada di tangan lelaki itu habis tidak bersisa lagi.
Seno menghentikan aksi makan nya ketika merasakan ada tangan yang menempel di bahu nya.
"CK..." Seno berdecak sebal merasa acara makan nya terganggu oleh wanita paruh baya yang berada di belakang nya.
" Seno nggak akan berani memakan punya Mbak Bila Ma,ini tuh khusus Seno beli untuk Seno sendiri dengan campuran cabe yang sangat banyak, kalau punya Mbak Bila ada di meja sana." jawab Seno sebelum sang Mama kembali menyalahkan diri nya.
" Awas Kamu ya kalau sampai berbohong." ancam mama Yolan begitu mengerikan,dia tidak akan pernah rela melihat cucu nya tersiksa karena tidak mendapat kan keinginan nya.
" Ya ampun Ma! Seno nggak bohong,kalau Mama nggak percaya silahkan tanya kan saja sama anak Mama yang nomer satu itu." Seno kembali melahap habis isi kantong plastik putih yang sedang dia pegang erat,bukan karena apa-apa, Seno hanya takut jika sang Mama tiba-tiba saja menarik paksa makanan yang sudah sangat lama tidak bisa dia nikmati.
Mama Yolan kembali memutar tubuh nya menghampiri Arif yang sedang terduduk di atas lantai.
" Dimana pesanan istri mu Rif?" tanya Mama Yolan memastikan.
" Di atas meja sana Ma." jawab Arif masih fokus dengan ponsel nya tanpa menatap ke arah sang Mama.
Mendengar jawaban dari mulut Arif Mama Yolan pun mengangguk kan kepala nya sambil melirik kantor plastik yang berisi banyak jenis makanan.
" Sayang! Bangun yok,ini sudah Maghrib loh." bisik Arif lembut sambil mengusap mesra pipi Bila yang sedang membulat berisi.
Cup..
Cup..
Arif mencium kening Bila kala menyadari bahwa wanita yang berada di samping nya begitu sangat berarti untuk hidup nya saat ini.
Kehadiran Bila di dalam hidup nya membawa dampak positif yang sangat banyak sekali.
" Sayang!" panggil Arif lagi ketika melihat semua anggota keluarga nya sudah turun dari lantai atas dan bersiap-siap untuk menikmati makan malam.
" Bila masih tidur juga ya Rif?" tanya Pak Rizal yang sudah selesai membersihkan diri nya.
" Iya Pa,Aku nggak tega buat bangunin nya,soal nya tadi malam saja dia mengeluh tidak bisa tidur karena perutnya yang semakin membesar." jawab Arif sambil mengusap pelan perut sang istri yang sejak tadi tidak berhenti bergoyang.
" Ya seperti itu lah perjuangan istri mu,Kamu harus selalu menemani dan beri dia dukungan dan perhatian yang lebih,jangan membuat mood istri mu hancur jika tidak ingin berpengaruh terhadap anak mu."pak Rizal terlihat menasehati putra nya yang terkenal paling kaku dan datar sejagad raya.
" Iya Pa." jawab Arif, pria ini menatap heran melihat ketiga anggota keluarga nya malah ikut duduk di dekat mereka berdua.
" Kita tunggu Bila sampai bangun saja untuk makan malam nya,kasihan dia kalau harus makan sendirian." tutur Mama Yolan menjelaskan.
__ADS_1
Arif,Seno dan juga Pak Rizal nampak mengangguk sebagai pertanda setuju.
Bila yang sayup-sayup mendengar suara percakapan yang terjadi di depan nya mulai mengerjabkan mata nya secara perlahan.
" Mas! Cimol Aku mana?" tanya Bila begitu tersadar dari tidur nya.
Arif lalu tersenyum menanggapi pertanyaan sang istri.
" Cimol nya udah dingin loh sayang,tadi waktu Aku sampai rumah Kamu nya sedang tidur." jawab Arif lalu meraih kantong plastik itu dan memberikan nya kepada sang istri.
" Atau Kamu mau yang baru saja,biar Aku cari kan lagi." imbuh nya yang tidak tega melihat sang istri harus memakan makanan yang sudah tidak gurih lagi.
" Nggak papa Mas,yang ini aja.rasa nya masih tetap sama kok." Bila tersenyum lalu menusuk satu buah cimol dan memasukkan ke dalam mulut nya.
" Mmm...Enak! Makasih ya Mas." imbuh nya dan setelah kesadaran nya terkumpul penuh,ibu hamil ini baru menyadari bahwa di sekeliling dia ada semua anggota keluarga yang sedang tersenyum menatap ke arah nya.
" Mama,Papa Seno!" seru Bila merasa malu karena tanpa mencuci muka atau pun berkumur-kumur terlebih dahulu dia malah langsung menyantap makanan nya.
Bila hanya bisa nyengir mengembalikan plastik cimol nya keatas meja panjang.
Arif bernafas lega ketika mendengar Istri nya malam ini tidak mengeluarkan permintaan aneh nya lagi.
" Nggak apa-apa sayang! Habis kan saja." ujar Mama Yolan yang mengetahui bahwa sang menantu sedang menahan malu nya.
Seno yang tidak percaya dengan sikap aneh dari kakak ipar nya ikut tersenyum penuh makna.
" Mbak Bila ternyata jago juga melawak juga ya." ucap nya hanya dalam hati.
" Nanti aja Ma,Bila mau ke toilet dulu." jawab Bila ketika merasakan sesak di bawah sana.
" Kita ke kamar saja ya sayang, sekalian bersih-bersih.ini sudah jam 7 malam." sahut Arif sebelum Bila turun dari sofa nya.
Mata Bila membulat ketika mendengar suara suami nya.
" Benarkah? Berarti Aku sudah sangat lama tidur nya." mulut Bila terbuka lebar ketika mata nya ikut melirik ke arah jam besar yang berdiri di pojok ruangan ini.
" Maafkan Bila ." ucap nya sambil menunduk kan wajah nya.
" Tidak ada yang perlu di maafkan sayang,Kamu juga butuh istirahat yang banyak,Mama tahu pasti tadi malam Kamu tidak bisa tidur kan?" Mama Yolan turun dari sofa yang dia duduki lalu menghampiri Bila dan mengusap lembut kepala sang menantu.
" Sekarang Kamu mandi dulu ya, setelah ini kita makan malam,kasihan dedek nya sudah lapar." Mama Yolan tersenyum menatap wajah Bila.
" Iya Ma." jawab Bila pelan.
Arif yang tidak ingin terjadi apa-apa kepada istri nya lalu menggendong tubuh Bila tanpa meminta izin terlebih dahulu.
" Mas! Aku berat loh, nanti kita bisa jatuh." seru Bila yang sangat sadar dengan keadaan nya saat ini.
" Siapa yang bilang Kamu berat sayang,Aku masih kuat kok kalau harus menggendong Kamu ke kamar kita,tangan nya pegangan dong." jawab Arif lalu membawa dengan langkah penuh hati-hati tubuh istri nya menuju kamar mereka.
__ADS_1
Mama Yolan,Pak Rizal dan Seno hanya tersenyum iri melihat keromantisan yang kedua pasangan itu bagikan di depan mata mereka bertiga.sambil menunggu Bila dan Arif yang sedang membersihkan badan nya di atas sana.ketiga anggota keluarga ini memilih menyibukkan diri dengan ponsel canggih mereka masing-masing.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍🥰