
" Kamu ambil yang ini saja sayang,ini lebih cocok untuk Kamu." ucap Ibu Yolan memberikan baju hasil pilihan nya.
" Yang ini juga! Nah ini juga bagus sekali sayang!" seru ibu Yolan nampak antusias memilih baju untuk menantu nya.
Selama ini beliau selalu belanja dengan di temani teman arisan atau asisten rumah tangga nya.
Hari ini hati ibu Yolan sangat bahagia sekali bisa shopping bersama anak perempuan nya.salah satu doa yang sering beliau ucapkan akhirnya menjadi kenyataan.
" Ma pakai kartu Bila aja,sekalian ajarin bila cara menggunakan nya." bisik Bila di telinga mertua nya.
3 keranjang baju,1 keranjang tas,dan 1 keranjang sepatu mulai di hitung oleh petugas kasir.mata Bila membulat sempurna melihat harga satu helai baju yang dia beli. itu baru harga satu helai baju belum lagi satu keranjang penuh.kaki Bila seketika lemas tak bertulang.
" Ma,apa tidak sebaik nya kita cancel kan saja belanjaan Bila yang sebanyak ini? Bila takut uang nya ngga akan cukup untuk membayar belanjaan dengan jumlah yang banyak.harga nya sangat mahal Ma!" Bila kembali berbisik di telinga mertua nya.
Belanjaan milik Ibu Yolan sama banyak nya dengan belanjaan milik Bila.wanita paruh baya ini terlihat santai menunggu giliran nya.
Tidak terlihat sama sekali wajah cemas ataupun takut dari raut wajah Ibu Yolan.itu lah yang membuat Bila menjadi bingung.
" Kamu tidak perlu takut sayang, belanjaan yang kita beli ini belum seberapa dengan isi saldo yang ada di ATM milik Kamu, tenang saja! Kamu akan semakin terbiasa,jika ingin suami kamu betah di rumah,maka berikan penampilan yang semenarik mungkin supaya dia selalu jatuh cinta kepada Kamu sayang." ujar sang Mama panjang lebar.
" Tapi Ma.." namun jari telunjuk milik Ibu yolan dengan cepat menahan bibir Nabila yang masih ingin mengeluarkan pendapat nya.
" Kamu tenang saja,Arif tidak akan marah." sambung beliau lagi.
" Sini Mama ajarin cara membayar nya." Ibu Yolan mulai mengajari Nabila cara menggunakan kartu sakti milik nya.
" Gampang kan sayang!" seru Ibu Yolan.
" Iya Ma." jawab Bila .
Ini adalah kali pertama nya dia menggunakan kartu ATM, selama hidup di kampung,dia sama sekali belum pernah melakukan pembayaran menggunakan kartu debit.maka nya Bila terlihat sangat grogi memegang kartu sakti unlimited pemberian suami dadakan.
Setelah menyelesaikan acara pembayaran semua belanjaan mereka, Ibu Yolan kali ini mengajak Nabila untuk menarik tunai jatah uang bulanan pemberian suami nya.
" Bagaimana? Bisa ngga?"tanya Ibu Yolan setelah mengajari langkah-langkah nya.
" Bila coba sekali lagi ya Ma,biar ngga lupa." jawab Bila melangkah maju.
__ADS_1
" Ya sudah, Kamu coba saja sampai lancar." ujar Ibu Yolan.
Bila mulai menekan satu persatu tombol yang ada di kotak mesin ATM itu, walaupun masih canggung akhirnya Bila bisa menyelesaikan nya sendiri tanpa bantuan dari Mama mertua nya.
" Bila bisa Ma!" seru Bila sambil memeluk tubuh tubuh Ibu Yolan.
" Ya sayang, tapi ambil dulu kartu Kamu! Jangan sampai lupa mengambil nya dan akhirnya ketinggalan." jawab Ibu Yolan sambil tersenyum.
" Terimakasih Ma,sudah mau mengajari Bila." ucap Bila.
" Sama - sama sayang,jika ada yang ingin Kamu tanyakan langsung saja tanya sama Mama,dengan senang hati Mama akan mengajari Kamu." balas Ibu Yolan terlihat sangat tulus.
Bila adalah wanita beruntung yang ada di dunia ini,menikah dengan pengusaha sukses.tinggal di rumah mewah,baju yang dia pakai bagus-bagus. dan mendapatkan mertua yang serasa seperti ibu kandung nya sendiri.
Kehadiran Bila di rumah keluarga suami nya benar-benar di sambut dengan tangan yang terbuka.
Mana ada mertua yang rela melihat menantu nya menghabiskan uang putra nya, tetapi Ibu Yolan dengan bersemangat nya mengajarkan Bila cara menghabiskan uang putra nya.bahkan beliau sama sekali tidak keberatan jika bila belanja dengan jumlah yang fantastis.
Berbeda sekali dengan sikap beliau kepada Naima.
Satu harian penuh ini Bila menghabiskan waktu nya bersama Mama mertua,tidak ada sedikit pun kecanggungan di antara mereka berdua, Walaupun baru bertemu,tetapi kedua mertua dan menantu ini terlihat dekat dan berinteraksi dengan sangat lepas.
" Masih sepi." ujar Ibu Yolan melangkah masuk yang di ikuti oleh Bila di samping beliau.
" Kemana Bapak sama Arif Bi?" tanya Ibu kepada asisten rumah tangga yang sedang. melintas di depan mereka.
" Bapak baru saja sampai Nyonya,kalau den Arif belum pulang." jawab Bi Rini yang bertugas di bagian mencuci dan menyetrika pakaian.sedang kan untuk memasak sudah ada chef khusus yang mereka pekerjakan.
Bi Marni dan Bi Aminah hanya bertugas di bagian bersih-bersih,sesekali juga ikut membantu di bagian dapur.
" Oh ya sudah ,Bibi lanjut kan saja pekerjaan nya,makan malam nya jangan lupa di siap kan ya Bi." pinta Ibu Yolan dengan lembut.
Beliau selalu berkata dengan tutur kata sopan kepada semua para pekerja nya,tidak pernah sekalipun beliau membentak mereka dengan bahasa yang tidak pantas untuk di ucapkan.
" Bila mau ke kamar dulu ya Ma." ujar bila sambil membawa 3 kantong belanjaan nya, sedangkan sisa yang lain nya sudah di bantu di bawa oleh sopir pribadi Ibu Yolan.
" Iya sayang, Mama juga mau bersih-bersih dulu." jawab Ibu Yolan.
__ADS_1
Nabila keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai jubah mandi nya serta handuk yang masih melilit di kepala nya.
Di saat dia ingin memakai mukena nya.dering bunyi ponsel nya terdengar cukup kuat.
"Mas Arif." ucap Bila.
Ternyata ada satu pesan yang masuk dari nomor milik suami nya.
" Malam ini Aku akan pulang kerumah Naima,jadi Kamu tidak perlu menunggu Aku pulang." bunyi pesan masuk yang di kirim oleh suami nya.
Tanpa di sadari air mata mengalir di pipi nya.
Nabila mengusap air mata yang terus saja mengalir tanpa bisa di bendung.
Nabila terduduk menangis di lantai kamar nya.dia terus menepuk dada nya yang terasa sesak.bohong sekali jika dia tidak merasa kan cemburu ketika suami nya bilang ingin pulang ke rumah istri pertama nya.hati nya berdenyut nyeri tak tertahan kan.
"Kenapa Aku harus menangis,bukan kah Aku sudah mengetahui nya, Aku harus bisa menerima semua ini,Aku ngga boleh cengeng,Aku harus kuat."
Nabila berusaha menguatkan diri nya, bahwa dia bukan lah satu-satunya wanita yang ada di dalam hidup suami nya.
" Aku tidak boleh terlalu berharap lebih,jika tidak ingin merasakan hancur dan sakit hati ketika mendapat kan kenyataan yang tak seindah yang aku bayangkan." gumam Bila berdiri dari lantai.
Ketika Nabila hendak membasuh muka supaya lebih segar.terdengar suara Bibi yang memanggil dia dari luar.
" Iya Bi, sebentar." jawab Bila dari dalam kamar mandi.
" Nona Bila di tunggu Nyonya di meja makan." ujar Bibi dari luar.
" Sebentar lagi Bila akan turun, terimakasih ya Bi." ucap Bila sambil menunduk kan wajah nya.
Nabila membasuh kembali wajah nya untuk yang kedua kali nya.namun seberapa kali pun dia berusaha menutupi wajah sembab nya, tetap saja tidak akan membawa perubahan yang signifikan.
Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍😍😍😍😍