
Bila yang sudah bosan selalu makan di dalam kamar merengek minta untuk turun saja kepada suami nya.
" Baiklah, untuk Kamu apapun akan Aku berikan." ucap Arif mengerlingkan mata nya sengaja menggoda Bila.
" Aaa..." teriak Bila saat merasakan tubuh nya sudah melayang di udara.
"Ayok kita makan di bawah." ajak Arif tidak pernah lupa mencuri sebuah kecupan hangat di kening Bila yang sudah memakai hijab berwarna navy.
" Tas Kamu belum di bawa Mas!" seru Bila tidak sengaja melihat Tas Arif masih tertinggal di atas ranjang lebar itu.
" Oh..Iya." Arif kembali menggendong Bila masuk kedalam kamar menggambil tas kantor nya lalu keluar lagi dan tidak lupa menutup kembali pintu kamar.semua nya Arif lakukan sendiri,Bila yang berada di gendongan nya hanya di boleh kan memeluk leher sang suami.
" Aku berat ya Mas? Kasihan Kamu nya?" tanya Bila saat tidak tega melihat suami nya harus menggendong tubuh Bila saat ingin turun ke lantai bawah.
" Nggak kok sayang, ringan kayak kapas." seloroh Arif yang berhasil mendapatkan sebuah jepitan panas di lengan nya.
" Jangan meledek Mas,Aku tahu Kamu pasti berbohong." sunggut Bila tidak terima di katai ringan sama Arif.
" Aww..Sakit sayang." keluh Arif dengan wajah manja nya, Bila yang sadar jika jepitan tangan nya terlalu keras langsung menggosok lembut lengan panjang itu.
" Maaf " ucap Bila.
" Sakit sayang." keluh Arif masih ingin menikmati usapan manja dari tangan mulus Bila.
Lagi-lagi pandangan mata kedua nya saling menatap, tatapan mata kedua insan ini menyiratkan sebuah perasaan yang dalam.tidak ada lagi amarah,dendam,atau pun wajah dingin.yang jelas saat ini mereka berdua sudah bersatu atas nama cinta.
Mama Yolan yang melihat adegan di depan mata nya sebenar nya senang, bahagia sekaligus iri.namun sekejap mata wanita paruh baya ini malah memasang wajah kesal ketika menyadari kalau dia sudah menunggu lama duduk di meja makan bulat ini.
" Sampai kapan Mama harus menunggu lagi,apa kalian masih butuh waktu tambahan untuk mengulang adegan romantis yang akan berakhir di dalam kamar,dan makan siang ini harus terlewati lagi oleh keinginan kalian itu?"tanya Mama Yolan yang spontan membuat Bila menoleh kan kepala nya ke sumber suara tetapi badan nya masih berada dalam gendongan sang suami.mata Bila langsung membulat sempurna saat tatapan mata mertua nya tidak terlepas dari mereka berdua.
" Sudah tidak usah malu seperti itu " bisik Arif mengajari sang istri agar tidak lagi menyembunyikan wajah nya.
" Malu." jawab Bila tetap memeluk erat leher Arif dengan wajah yang menyusup indah di dada Arif.
Arif memasang wajah datar nya lalu berjalan membawa Bila menuju meja makan yang sudah ada nyonya besar di sana.
" Pagi Ma." tutur Arif begitu sengaja ingin membuat sang Mama murka.
__ADS_1
" Siang Ma." jawab Bila yang menyadari bahwa matahari sudah jauh tinggi dari tempat persembunyiannya.
" Pagi Kamu bilang? Apa mata mu sudah mendadak tidak bisa melihat lagi setelah kelelahan bergadang sampai pagi tadi?" ucap Mama Yolan yang sengaja ingin menyindir kedua pasangan halal ini.
Bila langsung menunduk malu-malu, sedangkan Arif tampak lebih santai menghadapi kenyataan mempunyai seorang ibu yang super usil dan jahil.
" Pagi sayang." balas Mama Yolan begitu lembut nya.
" Mama kayak ngga pernah muda saja? Lagian ini Arif lakukan supaya Mama cepat mendapatkan seorang cu-cu." cibir Arif kesal dengan sengaja menekan kata cucu.
Mama Yolan terkekeh geli melihat wajah kesal sang putra dan menganggukkan membenarkan ucapan yang terakhir.
" Kamu benar,Mama memang sudah sangat ingin sekali menggendong bayi mungil.jangan lupa cepat kabari Mama jika sudah ada tanda-tanda kehadiran nya." goda Mama Yolan mengerlingkan satu mata nya khusus untuk sang menantu yang sedang malu-malu meong.
" Pasti." jawab Arif asal dan berbeda dengan Bila yang tidak berani lagi membuka suara nya.
Arif dengan penuh perhatian menarik kursi untuk di tempati Bila dan menurunkan nya dengan sangat hati-hati untuk duduk, seolah-olah Bila adalah benda keramat yang paling berharga dan harus di jaga sangat ekstra.kemudian baru lah dia mengambil tempat duduk tepat di sebelah sang istri.
" Terimakasih Mas." ucap Bila ketika mendapat perlakuan manis dari suami nya yang semakin tampan.
" Sama-sama sayang." balas Arif sambil tersenyum manis.
Arif langsung menggenggam tangan Bila seakan berkata jangan hiraukan ucapan sang Mama dan angkat wajah Kamu.
Bila yang mendapatkan perlakuan ini langsung mengangkat wajah menatap sang suami yang juga sedang menatap teduh kepada dia.
"Jadi kapan kita mulai acara makan siang ini?Apa kalian berdua tidak merasa lapar setelah menghabiskan tenaga yang cukup banyak malam tadi?" hardik Mama Yolan tidak memberikan kesempatan lagi kepada kedua insan ini untuk bisa saling tatap menatap.
" CK.." Arif berdecak kesal.
" Kenapa Mama suka sekali sih mengganggu kami? Sejak kapan Mama betah menunggu dengan lama seperti ini? Kalau Mama lapar ya makan saja." ujar Arif merasa aneh melihat sang Mama yang betah berlama-lama di meja makan.
" Jangan marah seperti itu! Kamu kayak nggak dapet jatah saja dari Bila, padahal Mama sangat yakin pasti Kamu minta nambah terus karena merasa ketagihan dengan menantu kesayangan Mama." Mama Yolan semakin menjadi membangun kan ular yang sudah jinak.
Deg..
Lagi-lagi Bila di buat terkejut dengan ucapan usil yang keluar dari mulut Mama mertua nya.
__ADS_1
" Maafkan kami yang sudah membuat Mama menunggu lama." ujar Bila pada akhirnya memberanikan diri untuk menengahi perdebatan panjang yang sedang terjadi.
" Tidak apa-apa sayang,Mama malah senang melihat kalian selalu betah di kamar,bahkan nih ya,putra Mama yang dulu gila kerja jadi berubah lebih betah di rumah ketimbang kantor nya itu." jawab Mama Yolan sengaja mengeluarkan kata sindiran sambil menatap wajah Arif.
" Khem..Kkem..Arif sengaja batuk kecil untuk menyadarkan kedua wanita yang sedang berbicara itu.
" Sebaiknya kita makan dulu,nanti lagi bicara nya." ucap Arif mengingat kan.karena dia juga harus segera berangkat ke kantor sebelum Reno mati mendadak karena kewalahan menghandle perusahaan dengan setumpuk pekerjaan.
" Akh iya..Mama rasa memang sebaiknya seperti itu.kasihan menantu Mama sudah kelaparan." Mama Yolan menyetujui apa yang di ucapkan oleh Arif, beliau sangat yakin bahwa Bila sudah sangat kelaparan karena melayani suami nya sampai melewati jam sarapan pagi.
Bila yang hendak berdiri mengambil makanan untuk suami nya langsung di tahan oleh Arif.
" Kamu duduk saja sayang,biar Aku saja yang mengambil kan untuk kita."tutur Arif.
" Tapi Mas.."Bila merasa tidak enak hati karena tidak bisa melayani suami nya, tetapi apa boleh buat,kedua orang yang berada di depan nya melarang keras niat nya.
" Nggak papa sayang,biar Arif saja,kaki Kamu masih harus istirahat dulu,jangan di paksakan untuk bergerak banyak " sahut Mama Yolan yang mengerti maksud wajah Bila.
" Segini cukup sayang?" tanya Arif setelah memasukkan nasi beserta ikan dan juga sayur pelengkap.
" Sudah Mas, terimakasih."jawab Bila .
" Sama -sama sayang ku." jawab Arif tanpa merasa malu langsung mengecup bibir Bila yang sangat menggoda iman nya.
Mama Yolan langsung melongo melihat tingkat mesum putra nya, benarkah yang berdiri di depan nya saat ini putra nya yang dulu menolak keras perjodohan ini?
Karena tidak ingin menganggu acara makan sang menantu kesayangan akhirnya Mama Yolan memilih mengunci rapat bibir merah nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰
Jangan lupa mampir juga di Novel saya yang lain nya.
" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."
" Terhalang Restu Orang Tua."
" Rumah Tangga Ku Hancur Di Tangan Ibu Mertua."
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍🥰