Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Kesiangan lagi


__ADS_3

Sebelum berangkat ke kantor nya,Pak Rizal terlebih dahulu menyempatkan diri untuk mengunjungi mantan menantu nya.kali ini Pak Rizal sengaja memakai masker serta kaca mata hitam untuk menutupi wajah nya.Pak Rizal tidak ingin jika kedatangan nya ke penjara ini membuat para pemburu berita bersenang hati memotret dan memberikan judul yang menyudutkan keluarga nya.


Saat ini Pak Rizal sedang duduk menunggu kedatangan Naima.


Tap..Tap.. Tap


Langkah kaki Naima semakin mendekat ke meja yang sedang di tempati Pak Rizal bersama dengan Komo.


" Apa kabar Kamu?" tanya Pak Rizal dengan nada sinis nya,Pak Rizal memilih tetap memakai masker nya dan juga kaca mata hitam nya.


" Bebaskan Aku dari penjara ini, Aku tidak bersalah.Aku bersedia melakukan apapun untuk membayar pertolongan anda." ucap Naima tanpa basa-basi lagi.2 hari berada di dalam jeruji besi itu membuat hidup Naima benar-benar tidak tenang.dia yang sangat suka dengan dunia bebas tiba-tiba saja harus terkurung tanpa berkegiatan membuat jiwa Naima hampir gila.


" Kenapa? Bukan kah tempat ini memang cocok untuk wanita kriminal seperti Kamu?" hardik Pak Rizal dengan begitu santai nya.


" Perlu Kamu ingat! Kedatangan Saya ke sini bukan untuk mendengar kan keluh kesah Kamu, tetapi untuk menyampaikan berita buruk tentang perceraian kalian yang tidak menghasilkan harta gono-gini." ujar Pak Rizal tersenyum miring.


" Kalian pasti bermain curang,Aku harus nya mendapatkan pembagian harta dari perceraian ini.licik kalian semua!" teriak Naima penuh emosi.bayangan Naima yang bisa terselamatkan oleh harta dari perceraian nya harus pupus sudah saat kesempatan itu tidak bisa terulang lagi,diri nya yang berada di dalam penjara membuat Naima susah untuk melakukan perlawanan.


" Terserah Kamu mau bilang apa,Saya tidak perduli." jawab Pak Rizal.


" Ayo Komo." ajak Pak Rizal langsung pergi meninggalkan Naima yang tampak lesu meratapi nasibnya.


" Awas Kamu Ahmad Rizaldi!" gumam Naima menggebrak meja yang ada di depan nya.


Pak Rizal bersama Komo berjalan sambil tertawa puas melihat wajah Naima yang sudah hancur tidak berbentuk lagi.


" Kamu lihat Komo! Wajah dia bahkan sudah sangat mengerikan sekali,padahal baru 2 hari dia menginap di dalam sel itu."


" Hukum alam benar-benar bekerja keras memberikan dia balasan atas semua perbuatan nya."papar Pak Rizal menjelaskan.


" Benar Tuan besar, seperti nya wanita itu benar-benar menderita di dalam sana.Tuan lihat sendiri bagaimana cara dia memohon tadi.wajah dan juga suara nya terdengar sangat menyedihkan." jawab Komo ikut-ikutan memberi tanggapan nya.


Hahahaha...Kedua pria itu tertawa puas sampai- sampai membuat perut buncit Pak Rizal terasa sakit.


Di tempat yang berbeda saat ini Arif tengah asyik menelisik tubuh sang istri.Arif langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos Bila,perlahan tapi pasti selimut tebal itu pun merosot dari tempat nya hingga menampakkan pemandangan yang begitu menyejukkan mata Arif,dua benda kenyal milik Bila masih kokoh berdiri di tempat nya.dari bagian leher hingga sampai ke perut Bila,betapa banyak nya jejak merah yang berhasil di lukis oleh Arif.pemandangan ini membuat Arif tersenyum bangga saat melihat maha karya nya yang tidak terhitung lagi jumlah nya.

__ADS_1


" Emghh..." Bila menggeliat kan badannya sambil mengeluarkan suara lenguhan kecil.saat merasakan ada benda hangat yang menyentuh tubuh nya.Bila yang awal nya masih mengantuk terpaksa membuka kedua mata nya dengan rasa malas yang sangat tinggi.Bila merasakan ada beban berat yang menimpa tubuh nya.


" Mas!" seru Bila menggunakan suara serak nya.


Bola mata Bila terbuka dengan sangat lebar saat melihat dengan jelas,bahwa Arif lah yang menghimpit tubuh nya.


" Selamat siang sayang!" sapa Arif penuh kebahagiaan.


" Siang." beo Bila langsung menatap jam dinding yang memang sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB.karena merasa kaget yang teramat sangat, Bila langsung menggoyang kedua kaki nya hendak turun dari ranjang sampai lupa dengan keadaan kaki nya.


" Aww.." rintihan kesakitan keluar dari mulut Bila.


" Mau kemana?" tanya Arif heran.


" Mau bangun lah Mas,kita kesiangan." jawab Bila salah tingkah,dia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dan membiarkan tubuh Arif terpampang nyata.


" Bilang dong sayang kalau mau ke kamar mandi,jangan main turun aja,sakit kan kaki nya?" tanya Arif yang semakin mendekat kan jarak nya kepada Bila.


Bila yang belum siap mendapatkan serangan dadakan dari Arif langsung menutup mulut nya karena takut kalau sampai Arif mencium bau tidak sedap dari mulut nya saat bangun baru tidur seperti ini.


" Mas! Aku belum gosok gigi tapi masih aja di cium terus." gerutu Bila yang tidak habis pikir dengan sikap mesum suami nya.


" Jangan ngomel-ngomel terus,nanti cantik nya hilang loh sayang,ayo Mas gendong ke kamar mandi habis itu biar sarapan sekalian makan siang.setelah itu Kamu boleh tidur lagi."


Bila hanya mengangguk pasrah mengikuti semua ucapan suami nya.kaki Bila yang masih terasa sakit jika di gerakkan membuat Bila terbiasa berada di gendongan suami nya.


" Maaf ya Mas,Aku bangun nya ke siangan." ujar Bila merasa bersalah.


" Nggak papa sayang,Nggak akan ada yang marahin Kamu, palingan cuman kena ledek sama Mama." jawab Arif yang memang sudah bisa menebak apa yang di lakukan oleh Mama nya kepada mereka berdua, terutama terhadap Bila yang memang selalu malu kalau membahas tentang ranjang.


" Ah..Iya Mama." seru Bila dengan suara melemah.


" Mama kenapa sih Mas suka banget bikin wajah Aku merah.mana di depan Bibi sama yang lain lagi ngomong nya! Aku kan malu Mas!" imbuh nya dengan suara manja,Bila yang sadar sedang tidak memakai apapun di tubuh nya tidak berani menatap ke bawah.wajah nya selalu dia angkat demi menghindari tubuh polos mereka berdua.


" Sifat Mama dari dulu memang seperti itu sayang,susah di rubah nya." Arif yang memang sudah terbiasa di kerjain oleh sang Mama sejak dari kecil sudah merasa kebal dengan segala bentuk keusilan nya.

__ADS_1


" Tetapi sebenarnya hati Mama itu sangat baik.Mama itu sangat menyayangi Kamu loh sayang,Aku di rumah ini serasa anak mantu bukan anak kandung lagi." imbuh pria ini menjelaskan sekaligus mengeluarkan uneg-uneg yang dia rasakan selama ini.


" Hahahaha..." Bila tertawa mendengar ucapan sang suami.


" Mana boleh begitu Mas,di rumah ini kan Aku yang anak menantu,Kamu cemburu?" tanya Bila sambil menatap wajah tampan sang suami.


" Nggak cemburu sayang,masa sama istri sendiri cemburu,Aku malah senang Kamu bisa di terima dengan baik sama kedua orang tua ku,tidak seperti..."


" Mbak Naima, istri pertama Kamu." Bila langsung menyambut ucapan Arif yang sempat menggantung.


" Mantan sayang,nggak ada istri pertama ataupun istri kedua.saat ini ! Detik ini juga, istri Aku cuma satu yaitu Nabila Az-zahra." jawab Arif merasa kesal saat Bila selalu lupa menambah kan kata mantan.


" Iya itu maksudnya.sensi amat sih Pak,udah sana Kamu keluar dulu Mas,Aku mandi sendiri aja." Bila mendorong asal tubuh Arif agar bergeser dari bathtub yang dia tempati.


" Mandi bareng lebih seru loh sayang." sahut Arif menggoda Bila sambil menggigit bibirnya.


" Mas! Jangan mesum deh,ini sudah kesiangan malah mau Kamu bikin kesiangan lagi,Aku yakin kalau mandi bareng nggak akan bisa satu jam saja." jawab Bila semakin merasa kesal dengan ulah suami nya.jika sudah berada di kamar mandi berduaan seperti ini,Arif pasti akan menagih jatah pagi nya di dalam bathtub.


" Cuman mandi doang sayang,nggak lebih! Aku juga punya rasa kasihan loh sama Kamu,nggak mungkin Aku membiarkan Istri ku kelaparan di saat melayani suami nya." Arif berucap dengan bersungguh-sungguh,dia tidak akan meminta jatah lagi karena tidak tega mendengar bunyi perut Bila yang sejak tadi sudah berbunyi nyaring.


" Tapi awas ya kalau berani macam-macam." ancam Bila sambil menunjuk wajah Arif menggunakan jari mungilnya.


Siang ini Arif benar-benar menepati janji nya tanpa berani meminta lebih dari itu, kondisi perut mereka yang sudah kelaparan membuat Arif sadar diri untuk tidak dulu menyerang sang istri.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.


Hari ini spesial update 2 bab.


Jangan lupa mampir juga di Novel saya yang lain nya.


" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."


" Terhalang Restu Orang Tua."


" Rumah Tangga Ku Hancur Di Tangan Ibu Mertua."

__ADS_1


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰😍


__ADS_2