
Byur....
Arif dan anak- anak kampung ini melompat dari tebing tinggi hingga masuk ke dalam telaga jernih ini.
Tawa mereka semua mampu menghidupkan suasana di antara Bila dan Arif.di atas tebing pembatas jalan,ada 10 pria berbadan kekar sedang menjaga Tuan muda nya dari jarak jauh.semua penduduk kampung sakti ini juga sudah mengenal dekat dengan sejumlah pria berotot besar itu.
" Sayang! Mau kemana?" tanya Arif merasa curiga melihat Bila yang hendak menaiki tebing tinggi tadi.
" Mau..." Bila langsung mengarah kan jari telunjuk ke arah tebing tinggi dan memberikan kode hendak melompat seperti yang Arif lakukan tadi.
" No! Kamu ngga boleh melakukan itu sayang, bahaya!" tegur Arif dan langsung keluar cepat hendak menyusul Bila supaya tidak sampai melompat.Bila yang tidak mau sampai rencana indah nya gagal total langsung berlari cepat tanpa memperdulikan suara sang suami posesif yang terus memanggil nama dia.
" Sayang...Sayang jangan..Kamu ngga..." mulut Arif di buat menganga lebar melihat sang istri si kepala batu sudah melompat cantik masuk ke dalam telaga dengan gerakan salto nya.
Byur..Byur.. Byur..
Bila dan ke 4 anak kecil tadi tertawa puas setelah mendarat sempurna di dalam air jernih ini.
Tanpa Bila sadari sang singa sudah bersiap-siap hendak menerkam diri nya dari belakang.
" Sayang..." Arif menampilkan raut wajah yang tidak bersahabat lagi.anak -anak yang berada di samping Bila perlahan mundur bersembunyi di balik badan Bila yang tidak seberapa ini.
" Mati Aku! Tapi Aku juga penasaran.gimana dong." batin Bila sambil menggigit bibirnya.
" Kak Bila..Tuan muda seperti nya sedang marah." bisik anak kecil yang bernama Ratih.
"Jangan takut,dia tidak akan memakan kalian.tenang saja!" seru Bila mengingat kan, tetapi berbeda dengan jantung nya yang sedang berdegup kencang.
Dug...Dug..Dug..
Hentakan irama jantung nya sudah tidak sesuai lagi dengan ritme nafas nya.situasi seperti ini cukup membuat Bila panik.dia semakin gelisah saat Arif sudah sampai di depan mata nya.
Sett...
Arif menarik tangan Bila agar lebih dekat lagi kepada dia.
Arif terus meneliti setiap sisi tubuh Bila agar tidak ada yang sampai lecet sekecil apapun.
__ADS_1
" Mas!" seru Bila merasa jengah dengan sikap posesif Arif yang tidak beralasan.
" Apa ada yang sakit sayang?" tanya Arif sangat khawatir.
Bila menggeleng sedetik kemudian mengangguk lagi.
"Mata ku yang sedang sakit." ucap Bila santai.
" Sungguh? Kenapa mata Kamu bisa sakit?" tanya Arif merasa aneh.harus nya kaki atau tangan Bila yang sakit, tetapi Bila malah mengatakan mata nya yang sakit sedang kan Arif bisa melihat jika mata Bila terlihat baik-baik saja.
" Sakit karena melihat wajah seram Kamu itu! Tuh! Anak-anak ini sampai bersembunyi gara-gara takut melihat wajah galak Kamu itu." bisik Bila pelan agar tidak sampai di dengar oleh anak-anak jika dia sedang memarahi sang suami.
Arif menghela nafas panjang nya sambil menggaruk hidung nya yang tidak terasa gatal.
" Aku itu khawatir sama Kamu sayang.seorang wanita itu tidak boleh melompat seperti tadi lagi,bahaya! Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Kamu? Mama pasti akan menyerang habis Aku yang di anggap lalai menjaga menantu kesayangan nya."
" Tapi kan Aku baik-baik saja Mas,jangan pasang wajah garang itu lagi, kasihan anak-anak ini merasa tertekan.lagian aneh banget deh,ini ngga boleh..Itu juga ngga boleh.terus Aku mau ngapain ikut ke sini kalau ngga boleh ikut bermain sama kalian." Bila merajuk merasa di kekang oleh Arif.rasa ingin mencoba Bila muncul saat melihat Arif dan anak-anak ini puas tertawa sambil melompat dan berenang sesuka hati nya, sedang kan Bila hanya di perbolehkan duduk di tepi telaga sambil menyaksikan pertunjukkan lucu ini.oh No! Bila yang pernah merasakan bagaimana seru nya mandi di kali langsung berlari menunjukkan skill yang dia punya.
" Bukan kayak gitu sayang,jangan salah paham ini semua demi kebaikan Kamu." tutur Arif menjelaskan lalu memeluk tubuh Bila yang sudah basah kuyup.
" Ya sudah..Ayo kita pulang ke hotel, lagian ini sudah sore." ajak Arif yang merasa sudah puas dan tidak ingin lagi sang istri berbuat hal aneh lain nya.
" Kita pulang sekarang ya anak-anak!"seru Arif yang langsung di jawab Iya oleh mereka semua.
" Iya Tuan muda."
Arif menggenggam tangan Bila menaiki satu persatu batu besar yang menjadi pembatas Telaga biru ini.karena masih merasa penasaran ingin menampilkan gaya salto yang kedua.Bila langsung berlari melepaskan cengkraman tangan Arif lalu melompat hendak masuk ke dalam telaga biru,namun naas nya gaya salto Bila yang kedua ini tidak tepat sasaran dan membuat kaki Bila nyangkut di sela batu berukuran besar.
" Sayang!" teriak Arif saat melihat Bila sedang melakukan ancang-ancang ingin melompat.
" Tahan dia." teriak Arif kepada anak buah nya agar bisa menahan tubuh Bila supaya tidak sampai melompat lagi.
Pergerakan Arif dan semua anak buah nya kalah cepat dengan kegesitan Bila.
" Awwww..." Bila meringis sampai mengeluarkan air mata nya.kaki Bila yang terhimpit batu besar langsung membiru dan bengkak.
" Ya ampun sayang!" teriak Arif lalu berlari turun lagi,di belakang Arif ada 5 bodyguard yang juga ikut turun membantu Arif mengeksekusi Bila yang sedang terlentang pasrah.
__ADS_1
Arif yang hendak mengeluarkan sumpah serapah nya langsung jinak ketika melihat Bila meringis dan menitikkan air mata nya.
" Mas...Sakit." keluh Bila sambil menarik lepas kan nafas nya agar bisa menyamarkan rasa sakit yang teramat menyiksa di kaki kiri nya.
" Biar Aku saja yang menggendong Bila,kalian urus anak-anak ini, pastikan mereka pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing."perintah Arif ,lalu berjalan dengan Bila yang berada di gendongan nya.
" Tahan sebentar sayang." ucap Arif sambil meletakkan hati-hati tubuh Bila ke dalam mobil nya.
" Jalan Karso,tolong carikan tukang urut ." pinta Arif tegas.badan kedua pasangan suami istri ini masih basah oleh air.Arif tidak sempat lagi berganti pakaian karena melihat Bila yang sudah sesenggukan.
" Cengeng amat sih! Tadi aja berani melawan." sindiran Arif membuat Bila semakin menjerit di dalam mobil ini.
" Maka nya ! Kalau di kasih tahu sama suami itu di dengar kan,jangan melawan atau pun membantah nya.nih Kamu lihat sendiri akibat keras kepala Kamu itu." Arif langsung memarahi Bila yang dia anggap susah sekali untuk di kasih tahu.namun dia juga tidak tega melihat Bila yang sedang sesenggukan menahan rasa sakit nya.
" Maaf! Kamu kenapa marah-marah terus sih Mas,bantu obati kek.apa lah ...Ini malah sibuk mengomel."
" Aku ngga marah lagi sayang,tapi kesal melihat tingkah bar-bar Kamu itu."ucap Arif pelan tetapi tangan nya tetap membantu mengelap air mata Bila yang sudah banjir di wajah cantik nya.
" Kita sudah sampai Tuan muda!" seru sang bodyguard yang sudah mengambil alih setir kemudi.
" Hm.." Arif pun langsung menggendong kembali tubuh Bila memasuki sebuah rumah yang di depan nya terdapat tulisan "Pijat Mbak Sukiyem"
Sebelum membiarkan sang istri di urut oleh Mbah Sukiyem,Arif membantu terlebih dahulu Bila mengganti pakaian nya.
" Sakit..Sakit.. Jangan di pegang lagi." teriak Bila mengeluh merasa tidak nyaman di saat kaki nya di mulai di pegang dan di elus oleh Mbah Sukiyem.
" Tenang sayang! Kamu peluk Mas saja biar sakit nya ngga terlalu terasa." ujar Arif menenangkan istri nya.
Mbah Sukiyem merasa kesusahan mengurut kaki Bila yang terus memberikan perlawanan.Arif terpaksa meminta bala bantuan kepada 2 orang bodyguard nya untuk membantu memegang Kaki dan juga tangan Bila.
" Jangan macam-macam! Kalau bukan karena ingin cepat selesai,Aku tidak akan pernah membiarkan kalian memegang tubuh istri ku." Arif terdengar memperingati keras dua anak buah nya agar tidak bertindak di luar batas.
" Siap Tuan muda." jawab mereka patuh.
" Sakit..Mas kita pulang saja." ucap Bila pelan dan lama kelamaan suara nya semakin tidak terdengar lagi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1