Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Menginap di Hotel suami


__ADS_3

Setelah mengirim pesan kepada sang Mama,Arif langsung membawa Bila menuju ke sebuah kamar yang sudah menjadi tempat istirahat nya selama ini.sebuah ruangan yang di depan pintu nya bertuliskan president suite.


" Mas! Ini hotel punya Kamu?" tanya Bila ketika mendengar setiap pegawai selalu memanggil suami nya menggunakan kata Tuan muda.


Arif langsung tersenyum dan detik berikutnya mengangguk kan kepala.


" Jangan kaget seperti ini dong sayang,ayok kita masuk." ajak Arif ketika seorang pelayan sudah membantu membukakan pintu untuk mereka berdua.


" Silahkan Tuan muda...Nona muda,jika perlu sesuatu anda bisa memanggil kami menggunakan telepon yang ada di atas meja sana."ujar pelayan begitu ramah nya.


" Terimakasih." jawab Bila sopan dan berbeda terbalik dengan sang suami yang langsung menerobos masuk tanpa mengatakan apapun.


" Saya pamit undur diri Nona muda." pelayan itu langsung menutup kembali pintu kamar mewah ini, segala fasilitas nya sudah sangat lengkap sekali.mulut Bila tidak berhenti berdecak kagum ketika melihat sebuah kamar luas yang memiliki ukiran yang begitu indah dan sangat elegan di pandang mata.


" Wawww..Ini benaran nyata? Kenapa indah sekali?" ucap Bila pelan namun masih bisa di dengar kan oleh Arif yang sedang duduk di tepi ranjang.


" Lucu banget sih wajah kaget mu itu sayang." batin Arif sambil tersenyum.


Bila tampak bersemangat mengelilingi setiap ruangan yang tertutup oleh pintu rapat,rasa kaget Bila lagi-lagi mampu merobek jantung nya,setiap ruangan ini memiliki desain interior yang berbeda.lukisan yang terpajang di dinding nya merupakan karya pelukis terkenal di seluruh penjuru dunia.


" Ini baju punya siapa ya?" gumam Bila ketika membuka lemari pakaian dan tidak sengaja melihat ada banyak potongan baju wanita dengan berbagai jenis model,bahkan ada lingerie berbahan tipis yang tergantung rapi masih dengan take label yang ada di bagian belakang nya.


" Apa punya Mbak Naima Ya?" gumam Bila pelan.namun di saat yang bersamaan ada sebuah tangan kekar yang melingkar sempurna di balik pinggang ramping nya.hembusan nafas berbau mint ini semakin menusuk ke dalam indra penciuman nya.


" Jangan salah paham dulu! Itu bukan punya Naima.Ini semua sengaja di siapkan oleh Mama untuk Kamu." ujar Arif berusaha menjelaskan terlebih dahulu sebelum sang istri terlanjur merajuk.


" Jangan bohongi Aku Mas,ngga mungkin tiba-tiba saja ada baju untuk Aku di dalam sini, sedang kan kita berdua baru saja menikah,dan Aku juga baru pertama kali nya datang ke tempat ini." Bila melepaskan semua rasa curiga nya kepada Arif.dia tidak mudah percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan oleh suami nya.meskipun sorot mata Arif memancarkan sebuah kejujuran yang berasal dari hati nya.


" Kalau Kamu ngga percaya,Kamu boleh tanya sama Mama sekarang juga.nih kamu ngomong sendiri." Arif langsung menyodorkan ponsel nya yang sudah tersambung ke nomor kontak sang Mama.entah kapan dia menghubungi nya,yang jelas saat ini suara Mama Yolan sudah terdengar memanggil dari seberang sana.


" Arif,ada apa Kamu menelpon Mama malam-malam begini? Apa terjadi sesuatu kepada menantu kesayangan Mama? Awas Kamu ya! Mama tidak akan tinggal diam jika Bila sampai terluka walaupun cuman seujung kuku saja." Mama Yolan langsung ngegas begitu saja,tanpa mendengar kan terlebih dahulu apa yang ingin di katakan oleh putra dan juga menantu nya.

__ADS_1


"Arif..Kamu dengar Mama tidak?" teriak Mama Yolan yang membuat Pak Rizal yang sudah tertidur kembali terbangun karena rasa kaget nya mendengar suara istri nya yang sangat nyaring.


" Ma.." panggil Pak Rizal sambil menutup kedua telinganya menggunakan tangan.


" Diam Pa! Mama lagi emosi ini!" ujar Ibu Yolan begitu ketus nya.


Karena tidak ingin menjadi sasaran empuk dari rasa emosi sang istri,Pak Rizal memilih bersembunyi di balik selimut tebal.sedangkan Arif dan Bila masih menunggu dengan ponsel yang sengaja di jauhkan dari telinga mereka berdua.


" Arif.." teriak Mama yolan lagi.


" Apaan sih Ma! Ngapain pakai urat segala? Mama ngga takut apa jantung nya bocor gara-gara keseringan marah- marah." jawab Arif memperingati sang Mama di selingi dengan ledekan maut nya.


" Ngga usah sok-sokan mengingat kan Mama, sekarang jelas kan! Kenapa Kamu tiba-tiba menelpon Mama tengah malam begini?"tanya Ibu Yolan sangat khawatir.


" Nih Bila mau ngomong sama Mama? Sampai begitu nya gara-gara mengkhawatirkan menantu kesayangan nya! Coba saja kalau Arif, pasti ngga bakal di tanyain sampai marah-marah begini."


" Mana menantu Mama, berikan ponsel nya kepada Bila. Mama muak mendengar ceramah lebay Kamu itu."


"Ngga mau..Mas ngomong sendiri saja." bisik Bila di telinga Arif.


Arif memejamkan sejenak mata nya,lalu mengangguk setuju.


" Ma! Ini Bila nanya! Baju yang ada di dalam kamar ini punya siapa katanya?" ujar Arif mewakili Bila yang masih malu.


" Kamu ngga lagi bohongin Mama 'kan Rif? Mana Bila nya,biar Mama ngomong sendiri sama menantu kesayangan Mama." jawab Mama Yolan masih tidak percaya.


" Bila malu kalau bertanya langsung,maka nya Arif ganti kan."


" Sayang,nih ngomong sedikit saja,biar Aku ngga di tuduh ngapa-ngapain Kamu." ucap Arif sedikit memaksa agar sang istri mau membuka suara nya.


Karena tidak tega mendengar suami nya kena omel sang Mama mertua, akhirnya Bila terpaksa membuka mulut hanya sekedar menyapa saja.

__ADS_1


" Iya Ma, Bila ngga kenapa-kenapa kok,Mama jangan khawatir." sahut Bila dan melupakan sejenak pertanyaan yang ingin dia tanyakan.


" Syukur lah sayang,Mama pikir terjadi sesuatu kepada kalian, selamat bersenang-senang ya sayang,dan jangan lupa pulang nya bawa cucu yang banyak untuk Mama,kalau perlu kembar 5 sekalian." tutur Mama Yolan sambil cekikikan.


" Ma! Memang nya Bila induk ayam apa? Kenapa harus sebanyak itu?" balas Bila dengan membulat kan mata nya.


" Hahahaha...."


" Bukan begitu sayang..Itu hanya harapan Mama saja,tetapi jika yang maha kuasa benar-benar memberi nya ,maka kita ngga akan bisa menolak rezeki pemberian nya."


" Iya Ma,Bila tau." jawab Bila pasrah,karena untuk menjawab pun Bila sudah kehabisan akal .


"Ma..." mulut Bila terasa kelu sekali ketika ingin bertanya tentang perkara baju berbahan tipis yang tergantung di dalam lemari pakaian yang mereka tempati saat ini.


" Ma..." lagi dan lagi bila menggantung kan ucapan nya,karena tidak memiliki keberanian yang cukup besar.


" Ada apa sayang?Jangan bikin Mama khawatir begini dong! Kamu mau ngomong apa? Tentang baju- baju yang ada di lemari itu?" Mama Yolan langsung menembak tepat sasaran apa yang ingin di ucap kan oleh menantu nya.


" Iy..iya Ma." jawab Bila pelan,di samping nya ada Arif yang tertawa puas melihat Bila yang sedang malu-malu karena ketahuan sedang cemburu.


" Oh....Itu memang khusus Mama persiapkan untuk Kamu sayang! Mama sengaja menyiapkan kamar itu agar kalian bisa menghabiskan waktu bersama.wanita murahan itu tidak pernah masuk ke dalam kamar khusus ini,karena Mama selalu melarang keras Arif membawa nya datang kesana.Kamu lah wanita pertama yang di bawa Arif masuk ke dalam kamar mewah dan elegan itu, ngomong-ngomong Kamu sedang cemburu ya sayang?" goda Mama Yolan kepada Bila yang sedang berbahagia mendengar fakta yang mengejutkan ini.


" Ng-nggak kok Ma,Bi-bila cuman memastikan saja,takut nya yang punya baju nanti marah kalau Bila lancang memakai nya." Jawab Bila berkelit dari kenyataan yang sebenarnya.


" Beneran nih Kamu ngga cemburu? Tapi kok Mama merasa nya seperti itu ya!" balas Ibu Yolan tidak mau kalah.


" Mama..." ucap Bila dengan memanyunkan bibirnya.


Rasa jengkel nya bertambah dua kali lipat ketika sang Mama mertua mematikan secara sepihak sambungan telepon setelah puas meledek nya.


Jangan Lupa Like,Vote dan Komen ya guys..

__ADS_1


😍🥰😍🥰


__ADS_2