
" Nggghh ....Mas...." desah Bila.
" Iya sayang! Keluarkan suara merdu mu sayang." balas Arif begitu lembut nya. satu tangan nya sudah berselancar bebas di bukit kembar Bila, sedang kan yang satu lagi sibuk bermain di gua basah di bawah sana.
Dengan hasrat yang kian membumbung tinggi,Arif mulai menancap ular piton nya ke dalam sarang nya yang sudah basah akibat dia obok-obok menggunakan tangan nya.
Hentakan demi hentakan terus di lakukan oleh Arif dengan mulut yang sibuk menyesap benda kecil yang sudah mengeras.
Suara merdu kedua insan ini saling bersahutan-sahutan sampai menganggu tetangga sebelah.karena terlalu berhasrat tinggi membuat Arif dan Bila lupa menyalakan peredam suara.
"Astaga! Suara mereka sampai kedengaran jelas seperti ini." batin Mama Yolan yang tidak habis pikir dengan ulah anak dan juga menantu nya.
" Mbok ya di hidupkan dulu itu peredam suara nya, kalau Papa sampai dengar suara laknat ini! Aku yakin malam ini akan kembali di ajak bergadang." imbuh nya sambil menggeleng.tidak ingin sampai itu terjadi,Mama Yolan tanpa pikir panjang langsung mengetuk pintu kamar pasangan yang sedang memadu kasih itu.
" Arif! Aktif kan dulu peredam suara nya.Kamu pikir hanya Kamu saja yang tinggal di rumah ini.ganggu banget." ujar nya sambil menempelkan daun telinga nya di dekat pintu.
Wanita paruh baya ini langsung tertawa cekikikan setelah berhasil membuat kedua nya menghentikan permainan panas mereka,ketika suara laknat itu sudah tidak lagi terdengar, Mama Yolan kembali lagi ke kamar nya menemui suami nya yang sedang terlelap.
" Bobok yang nyenyak ya Pa, terimakasih banyak nggak sampai terganggu dengan suara anak nakal itu." bisik nya pelan lalu kembali masuk ke dalam selimut tebal nya.
Sedangkan di dalam kamar panas itu,wajah Bila sampai bersemu merah mendengar suara Mama mertua nya.
" Mas! Mama ..." ucap nya sambil menahan rasa nikmat yang diberikan oleh suami nya.
" Nggak usah di dengerin sayang." jawab Arif lalu meraih asal remote control yang ada di atas nakas dan memencet tombol untuk mengaktifkan peredam suara.
"Mama nggak akan bisa dengar lagi,jangan takut." imbuh nya terus memberikan setiap hentakan dengan gelombang yang berbeda-beda.Arif bermain dengan sangat lembut dan tidak ada permainan kasar yang dia berikan.
" Mas! Aku mau keluar." jerit Bila saat merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari sarangnya.
"Kita lakukan sama-sama sayang." balas Arif.
__ADS_1
Arif semakin mempercepat gerakan permainan nya agar mereka bisa menuju puncak secara bersama-sama.
" Akhh...." teriak mereka secara bersamaan.
Akhir nya Arif bisa melepaskan rasa panas yang melanda tubuh nya.beruntung nya dia masih bisa bertahan dan melampiaskan nafsu nya hanya kepada istri nya.
" Terimakasih sayang." bisik Arif sambil mendekap tubuh istri nya.
" Iya Mas." jawab Bila sambil mengatur deru nafas nya.
Arif langsung meraih gelas yang ada di atas nakas untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa sangat kering setelah sibuk konser bersama istri nya.
" Minum dulu sayang." ujar nya penuh perhatian.
Bila yang juga merasa kehausan langsung mendudukkan setengah badan nya agar bisa menerima gelas pemberian suami tersayang nya.
" Terimakasih Mas." ucap Bila setelah berhasil menghabiskan isi gelas itu.
Karena rasa penasaran nya yang masih sangat tinggi, Bila sengaja menahan rasa kantuknya demi bisa mendengar kan apa yang sudah terjadi kepada suami nya.
" Siapa yang sudah menjebak Kamu Mas?" tanya Bila pelan.
" Kamu belum tidur?" bukan nya menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Bila,Arif malah kembali melayang kan pertanyaan kepada istri nya.
" Mas! Jangan malah balik nanya,gimana sih?" keluh Bila merasa kesal dengan ulah suami nya,dia sudah mati-matian menahan mata yang ingin tertutup tetapi Arif malah semakin memperlambat waktu nya.
" Hahahaha.....Sabar sayang! Jangan marah-marah." tegur nya sambil menarik ujung hidung Bila sampai membuat Bila kembali meringis.
" Mas sakit! Aku nggak mau lagi ya bantu Kamu setelah ini." ancam Bila melepaskan pelukan tangan nya lalu memilih membaringkan tubuhnya ke arah tembok.
Arif yang melihat istri nya semakin marah dan menolak memberikan service nya lagi membuat pria ini menggaruk kepala dengan asal.
__ADS_1
" Sensitif amat sih Buk! Bercanda sayang,emang nya sakit beneran ya?" tanya nya sambil mengendus leher Bila dari belakang dan menggosok pelan hidung Bila yang sudah berubah menjadi warna merah.
"Bercanda Kamu nggak lucu,udah ah Aku mau tidur aja lagi,jangan ganggu Aku lagi." tutur Bila lalu menarik selimut sampai sebatas leher nya.
" Yah ngambek beneran deh!" gumam Arif frustasi.
" Sayang! Kamu benaran nggak mau dengar cerita Aku?" Arif terus mencoba membuat Bila agar kembali menghadap ke arah nya.
" Ya udah! Aku cari cewek lain aja yang mau di ganggu sama Aku,yang mau aku ajak tidur bareng." imbuh nya terlalu berani dan sangat berisiko tinggi.
Bila pun langsung melotot kan mata nya ketika mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh suami nya.
" Awas saja kalau Kamu berani melakukan nya,Aku nggak mau lagi tinggal di sini,ular piton mu itu akan Aku rebus di air panas sampai tidak sanggup berdiri lagi." ancam Bila memukul dada suami nya yang sedang tersenyum usil kepada nya.
" Maka nya jangan sok-sokan ngambek, giliran di tinggal pergi nangis!" goda Arif semakin tertarik membuat istri nya marah.
" Kamu mau pergi? Ya udah sana.nggak usah balik-balik lagi." ujar Bila santai.entah kenapa rasa nya wanita ini ingin sekali menangis setelah mendengar ucapan suami nya, tetapi dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjatuhkan air mata nya di depan Arif.
" Maaf sayang,Aku mana sanggup pergi berjauhan dari Kamu,Aku sangat cinta mati sama Kamu." tutur Arif langsung memeluk tubuh istri nya yang sudah tergenang air mata.
" Kamu kok jahat banget sih sama Aku!" Bila yang berjanji tidak ingin menangis akhirnya kalah juga kala merasakan sesak di dada nya.
" Ya ampun! Kenapa istri Aku mendadak cengeng seperti ini ya?" gumam Arif menatap dalam wajah Bila lalu membantu menghapus air mata nya.
" Maafkan Aku yang sudah jahat sama Kamu ya,Aku hanya bercanda sayang,nggak ada maksud lebih." ujar Arif menenangkan istri nya mengelus lembut mahkota Bila yang sudah berantakan.
Isakan tangis itu semakin lama semakin hilang dan tidak terdengar lagi, mendengar ada suara dengkuran halus dari mulut istri nya membuat Arif tersenyum tipis melihat tingkah lucu istri nya.
" Ternyata dia nya sudah tidur,hari ini dia berubah menjadi si tukang ngambek sama tukang nangis." bisik nya lembut lalu memposisikan tubuh Bila dengan baik di atas ranjang.
" Kamu kok berbeda sekali hari ini sayang?" imbuh nya terus menatap lekat wajah Bila dan tidak lupa menghadiahi kecupan hangat di seluruh wajah nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰😍🥰