Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Sebuah petunjuk


__ADS_3

Bila langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.setelah selesai mandi dan berganti pakaian Bila langsung turun ke bawah.


" Mama!" panggil Bila saat melihat Mama mertua nya hendak menaiki anak tangga.


" Sayang,baru saja Mama mau menyusul Kamu ke kamar." ujar Mama Yolan sambil tersenyum manis.


" Ada apa Ma?" tanya Bila.


" Tadi suami posesif mu itu menelpon Mama nanyain Kamu udah makan apa belum? Terus ya Mama jawab belum,tapi kata dia Kamu sudah bangun sejak tadi dan ketika dia mencoba menelpon Kamu malah nggak di angkat-angkat.maka nya dia minta Mama untuk melihat Kamu ke kamar." papar Mama Yolan menjelaskan.


" Oh...Bila tadi lagi mandi Ma, berendam di kamar mandi malah ketiduran lagi di sana.terus Bila nggak buka-buka ponsel lagi."


" Ya ampun sayang,kenapa nggak tidur di atas kasur aja sih, bahaya! Lain kali jangan di ulangi lagi ya." pinta Mama Yolan sambil mengajak menantu nya menuju meja makan.


" Iya Ma,habis nya Bila masih ngantuk malah di suruh bangun sama anak Mama itu, padahal ini semua gara-gara dia." gerutu Bila masih merasa kesal kepada suami nya.dia bahkan lupa bahwa sudah di pergoki oleh Mama mertua nya tadi malam.


" Nanti Mama kasih pelajaran berharga buat dia.sekarang Kamu makan dulu ya sayang.ini sudah siang." Mama Yolan langsung ikut duduk di samping menantu nya untuk menemani Bila menyantap makanan nya.


" Kamu mau yang mana sayang?" tanya Mama Yolan yang sudah bersiap hendak mengambil kan Bila ikan beserta sayurnya.


" Nggak usah Ma,biar Bila ambil sendiri aja." jawab Bila yang hanya di balas anggukan kepala oleh Mama Yolan.


Sebelum mengisi piring nya dengan lauk ,Bila terlebih dahulu mengurangi porsi nasi yang ada di dalam piring nya.


Bila nampak tidak berselera untuk menyantap hidangan yang sudah di sajikan di depan nya.semua makanan itu dia ambil dengan porsi yang kecil.bahkan untuk memasukkan ke dalam mulut nya saja Bila harus sedikit memaksa dengan memejamkan mata nya.entah kenapa dia merasa ingin muntah melihat makanan ini, padahal sebelumnya Bila bukan lah tipe orang yang pemilih dalam hal makan.


Mama Yolan yang melihat nya pun mendadak khawatir dan juga cemas.


" Apa Kamu sedang sakit sayang? Apa kaki mu kembali terasa perih?" tanya Mama Yolan penuh perhatian.


" Nggak papa Ma,kaki Bila juga sudah sembuh." jawab Bila tersenyum tipis.


" Kenapa Kamu seperti tidak berselera untuk menyantap makanan ini? Kamu nggak suka menu siang ini?" tanya Mama Yolan selalu saja memberikan perhatian lebih nya kepada sang menantu,di dunia ini susah sekali di temui mertua yang sebaik Mama Yolan.

__ADS_1


" Entah lah Ma,Bila juga nggak tahu,padahal perut Bila sudah terasa sangat perih sekali, tetapi nafsu makan Bila tiba-tiba saja hilang ketika sudah mencium bau makanan ini.Bila juga nggak tahu kenapa?" jawab nya dengan wajah sendu, entah kenapa wanita ini tiba-tiba saja merasa ingin menangis tanpa ada sebab dan juga akibat.


" Nafsu makan Kamu hilang karena mencium makanan ini?" tanya Mama Yolan dengan segala teka-teki yang ada di kepala nya.


" Iya Ma,Bila juga rasa nya ingin muntah dan juga nangis.Bila nggak ngerti kenapa?" ujar nya sudah berurai air mata.tangis itu semakin pecah tak terbendung lagi.Mama yolan dan beberapa Asisten rumah tangga lain nya yang kebetulan masih melihat kejadian ini saling menatap tidak percaya.


" Nggak papa sayang,Mama nggak marah kok,mungkin saja karena Kamu telat makan,maka nya perut Kamu mogok ketika hendak Kamu dengan isi nasi." tutur Mama Yolan menenangkan menantu nya mengusap lembut punggung Bila yang masih bergetar.


" Bila nangis bukan karena Mama,tapi Bila juga nggak ngerti kenapa rasanya pengin nangis aja.biasa nya Bila selalu suka makan, entah kenapa siang ini perut Bila terasa sangat enek melihat makanan ini." jawab Bila begitu jujur sekali.


Mama Yolan lalu menerima tissue yang di berikan oleh BI Marni lalu membantu mengelap air mata Bila yang sudah jatuh sampai ke dagu nya.dengan penuh kasih sayang Mama Yolan terus membersihkan wajah Bila meski air mata itu tiada henti keluar dari sudut mata Bila.


" Sebentar lagi Aku akan memiliki Cucu." gumam Mama Yolan tersenyum sumringah.entah kenapa wanita paruh baya ini sangat yakin sekali bahwa menantu nya itu sedang berbadan dua.semua perilaku aneh Bila hari ini menunjukkan gejala seseorang yang sedang hamil muda.namun dia masih belum mau terlalu gegabah sebelum dia membuktikan sendiri dengan mata dan kepala nya.


" Sekarang Kamu makan dulu ya,biar Mama suapin,atau Kamu mau makan yang lain saja?" ujar Mama Yolan berusaha membujuk supaya ada nasi yang masuk ke dalam perut Bila.


"Mmmm..." Bila nampak berpikir dan menimbang apa yang ada di dalam kepala nya saat ini.


" Sekarang?" tanya Mama Yolan yang mulai Paham bahwa ini merupakan permintaan cucu kecil nya.wanita ini tersenyum simpul namun masih belum mau memberi tahukan Bila tentang penyakit apa yang dia alami saat ini.


" Ya sudah ,Mama pesan kan dulu di toko kue langganan Mama ya,tapi sambil menunggu puding nya datang, Kamu harus makan nasi walaupun hanya sedikit.Mama takut nanti Kamu punya penyakit lambung." tutur nya sambil membuka ponsel dan mengetik sesuatu di layar ponsel nya.


" Sudah Mama pesan kan, sebentar lagi akan di antar,tapi Mama suapin Kamu dulu ya." pinta Mama Yolan sambil mengatupkan kedua tangan nya.


Bila mengangguk pasrah meskipun sebenarnya mulut nya terasa berat sekali menerima makanan itu.


" Baiklah,tapi sedikit saja ya Ma." jawab Bila pelan.


" Iya sayang,yang penting ada nasi yang masuk." Mama Yolan pun mulai menyuapi Bila dengan nasi yang ada di dalam piring nya.mulut Bila terlihat enggan untuk mengunyah nasi itu,bukan karena tidak sayang atau pun perduli dengan rasa aneh yang melanda menantu nya, tetapi Mama Yolan hanya tidak ingin menantu nya tambah sakit tanpa ada nasi yang mengisi perut nya.


" Udah Ma." ucap Bila yang sedang mengunyah nasi di suapan pertama.


" Beneran? Mual ya?" tanya Mama Yolan memastikan.

__ADS_1


Bila pun mengangguk kan kepala nya lalu meraih air putih yang ada di depan nya.


Glek....Glek...


Bila terpaksa mendorong masuk nasi itu menggunakan dua gelas air putih.


" Ya sudah! Ayo Mama antar Kamu ke kamar,nanti kalau puding nya sudah sampai akan Mama bawa ke kamar." putus Mama Yolan yang bahkan belum menyentuh sama sekali nasi yang ada di hadapan nya.


" Iya Ma." Bila yang juga sudah tidak tahan lagi mencium segala bau yang ada di atas meja makan langsung berdiri dan bergelayut manja di lengan Mama mertua nya.


Di saat kedua nya sedang menaiki anak tangga, tiba-tiba saja ponsel milik Mama Yolan berdering dan menghentikan langkah kaki kedua wanita ini.


" Ada apa lagi?" tanya Mama Yolan yang jengah melihat sikap posesif dari anak nya.


" Istri Arif di mana Ma? Kenapa panggilan Arif ngga pernah di terima?" tanya Arif dari sebrang sana,sudah satu jam lebih dia menunggu Bila menerima panggilan telepon nya,tapi nyata nya setelah dia selesai meeting untuk yang kedua kali nya Bila masih belum membalas juga panggilan yang dia lakukan.hati nya mendadak cemas dan juga sangat khawatir sekali dengan keadaan istrinya.


" Ini Bila lagi sama Mama,tadi kita habis makan." jawab Mama Yolan belum mau berterus terang kepada putra nya.dia ingin menjadi orang pertama yang mengetahui kabar baik ini meskipun itu terdengar sangat egois sekali.


" Bila nggak bawa ponsel Mas,ponsel nya ketinggalan di kamar." sahut Bila ketika Mama Yolan menyodorkan ponsel kehadapan nya namun enggan untuk memegang nya.


" Iya sayang nggak papa,yang penting Kamu udah makan dan Mas bisa tenang kerja nya.kalau masih ngantuk! Kamu tidur aja lagi sayang." ucap Arif sudah bisa bernafas lega.sebelum lelaki ini mendengar suara merdu milik istri tercinta nya,dia tidak akan bisa tenang menjalani hari-hari nya selama berada di dalam kantor.


" Iya Mas, Kamu lanjutkan kerja nya,Aku mau ke kamar dulu."


"Iya sayang,I love you istri ku." ucap Arif begitu mesra nya.


" I love you more than anything." jawab Bila asal.tetapi mampu membuat pria itu berbunga.


" Sudah ya! Sana lanjut cari cuan nya.Mama mau antar Bila ke kamar dulu.jangan terlalu posesif jadi orang." Tut....Mama Yolan langsung mematikan sambungan telepon nya setelah menjahili sang putra.


" Mama...." teriak Arif mendapati kelakuan Mama nya yang selalu saja mengganggu ketenangan hidup nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2