Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Hijrah nya Ahmad Arif Hidayat


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nabila sudah terbangun dari tidur nya,dengan sangat berhati-hati Bila turun dari ranjang dengan melepaskan terlebih dahulu tangan kekar Arif yang memeluk pinggang nya.


Berkali-kali Bila harus diam sambil menahan nafas karena Arif menggeliat kan badan nya, sampai Arif tertidur kembali baru lah Bila memulai perjuangan nya untuk terlepas dan turun dari ranjang,sejak tadi adzan subuh sudah terdengar berkumandang di ponsel milik Bila yang berada di atas nakas.


Setelah selesai melakukan wudhu,Bila lalu membentang kan sajadah nya untuk memulai melakukan ibadah sholat nya.meskipun hubungan nya dengan sang suami sudah membaik,Bila masih belum berani untuk mengajak Arif sholat berjamaah.


Ketika Bila sudah selesai sholat,Arif mulai terjaga dari tidur lelap nya,ketika merasakan guling hidup nya sudah tidak berada di samping nya lagi,Arif langsung duduk sambil membuka selimut yang menyelimuti tubuh nya.


" Sayang!" panggil Arif begitu lembut nya.


" Iya Mas." jawab Bila sambil mengangkat wajah nya agar bisa menatap sang suami yang sedang memanggil dia.


" Kamu udah selesai sholat nya? Kenapa ngga bangun Mas ?" tanya Arif sambil menguap.


" Bangun kan Untuk apa Mas? Ini masih pagi! Apa Mas sudah mau berangkat kerja pada jam segini?" Bila merasa bingung dengan pertanyaan yang di berikan oleh suami nya,baru saja semalam dia mengajak Bila untuk menginap di hotel selama beberapa hari ke depan, tetapi pagi ini Arif sudah bertanya kenapa tidak di bangun kan dari tidur nya, padahal jam pun masih menunjukkan pukul 05 pagi.matahari juga masih enggan untuk menampakkan sinarnya.


" Aduh!! Mas belum ngasih tau Kamu ya? Mulai hari ini dan seterusnya kita sholat berjamaah.Kamu mau kan? Ya walaupun bacaan sholat Aku belum sesempurna Kamu, tetapi Aku masih hapal kok semua urutan bacaan nya." tutur Arif menjelaskan semua nya kepada sang istri.meskipun sering meninggalkan sholat 5 waktu, tetapi otak Arif masih menyimpan rapi semua hal yang bersangkutan dengan tuhan nya.


Arif tidak sepenuhnya meninggalkan kewajiban nya, hanya saja dia terlalu lalai dan terlena dengan cara hidup mantan istri nya dulu.


" Ya mau lah Mas." jawab Bila begitu antusias nya.


" Ya Allah Terimakasih engkau telah membuka mata dan hati suami hamba,tuntun lah langkah kami menuju jalan kebenaran mu, berkahi rumah tangga kami ini ya Allah." batin Bila penuh haru dan tidak lupa mengucapkan rasa syukur nya atas hidayah yang di berikan kepada sang suami.

__ADS_1


" Aku sebenarnya takut untuk membangun kan Mas,karena selama kita tinggal bersama... Aku belum pernah melihat Mas melakukan sholat." jawab Bila apa adanya.


Arif langsung terdiam mendengar ucapan Bila yang mampu menyentil ulu hati nya.apa yang di katakan oleh Bila benar adanya,bahkan Arif terlihat cuek jika sudah mendengar suara Adzan berkumandang.


" Itu dulu sayang, sekarang Aku sudah menemukan orang yang tepat, yang bisa membawa Aku kembali menuju jalan kebenaran.maaf kan Aku yang belum bisa menjadi imam yang baik untuk rumah tangga kita.Aku janji akan terus belajar dan berusaha sekuat yang Aku bisa." ujar Arif yang terlihat sangat menyesali semua perbuatan masa lalu nya.kehadiran Bila di dalam hidupnya mampu menggetarkan hati dan juga akal pikiran nya.


" Kita akan sama-sama belajar Mas,Aku juga belum sesempurna itu,jadi jangan pernah sekalipun merasa malu atau minder untuk memulai sesuatu kebaikan,Aku akan selalu berada di samping Kamu untuk memberikan semangat." jawab Bila yang langsung memeluk tubuh Arif ketika melihat sang suami sudah berdiri di hadapan nya.


" Terimakasih sayang." balas Arif dan tidak lupa mencium seluruh wajah Bila yang tampak semakin cantik dan bercahaya saat menggunakan mukena.


" Jadi cerita nya..Kamu udah ngga malu-malu lagi buat memeluk Aku duluan!" Arif menggoda Bila yang sedang asyik menikmati pelukan hangat di pagi buta.


" Mas!!! Ihhhhh...Kamu ngesellin banget sih jadi orang." ujar Bila sambil memukul-mukul dada Arif dengan sebelah tangan nya.


"Bercanda sayang! Jangan di lepas." ucap Arif kembali menahan tangan Bila yang hendak terlepas dari pinggang nya.


" Katanya Mas mau sholat! Buruan,nanti keburu habis waktu subuh nya." ujar Bila mengingatkan sang suami agar tidak lupa menjalankan kewajiban nya.


"Oh iya ya...Kenapa Aku bisa lupa,ini gara-gara Kamu loh sayang,suka banget sih menggoda Aku." jawab Arif sambil menoel pelan hidung Bila yang sedang kembang kempis.


" Aku ngga pernah menggoda Kamu loh Mas,memang nya wajah Aku ini ada tampang penggoda nya ya? Padahal Aku loh ngga ngapa-ngapain ." Bila terlihat kesal saat suami nya kembali menuduh dia yang telah sengaja menggoda nya.


Muachhh..

__ADS_1


Bukan nya menjawab ucapan sang istri,Arif malah menghadiahkan bertubi-tubi ciuman mesra di seluruh wajah Bila.hati Bila ikut menghangat mendapat kan perlakuan semanis ini.


" Jangan marah,Aku malah suka kok kalau Kamu terus menggoda Aku.dengan senang hati akan Aku layani." ujar Arif sambil menaik turun kan alis nya,lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Bila yang sudah bersiap ingin menghajar diri nya.


" Dasar Gunung es! Sekali nya mencair selalu saja bikin Aku kesel." ucap Bila pelan yang tidak berhenti mengomeli atas sikap ngeselin sang suami.


Untuk menghilangkan rasa kesal nya, Bila memilih merapikan ranjang tidur sambil menunggu sang suami selesai mandi.


" Ini Mas, Kopiah,baju sama kain sarung nya." ujar Bila sambil memberi perlengkapan sholat untuk Arif yang masih mengeringkan rambut basah nya.


" Kalau sudah wudhu, ngga boleh bersentuhan Mas." imbuh nya mengingat kan Arif yang suka aneh-aneh.


" Iya tau sayang,takut banget sih Aku apa-apain." jawab Arif sambil tersenyum tipis.


" Aku juga ingat waktu loh sayang, sarapan dulu ! Habis itu baru tempur." sambung nya lagi dengan rasa tidak sabar nya yang sangat luar biasa.


" Jangan macam-macam Mas,ini masih pagi." tutur Bila sambil menatap intens wajah Arif yang sudah khusyuk melaksanakan ibadah nya.


Aura ketampanan Arif bertambah dua kali lipat ketika menggunakan baju Koko,kain sarung serta kopiah hitam di atas kepala nya.


" Ganteng banget sih." ucap Bila pelan.baru kali ini Bila berani memuji terang-terangan suami nya,selama ini dia hanya memendam di dalam lubuk hati nya yang paling dalam.namun semua nya mulai berubah saat Arif begitu gagah nya menyatakan perasaan nya kepada Bila.


Arif sampai menitikkan air mata nya ketika menengadah kan kedua tangan nya kepada sang pencipta, sekelebat bayangan dosa-dosa masa lalu nya berseliweran di tengah kekhusyukan nya.arif bahkan sesenggukan memohon ampun atas semua yang telah dia perbuat.Bila yang ikut mendengar isi doa yang di ucapkan oleh suami nya,juga ikut menitikkan air mata haru dan bahagia nya.setidak nya sang suami sudah mau berubah untuk diri nya sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰


__ADS_2