
Di dalam apartemen kecil milik Naima,mata wanita ini baru saja terbuka, padahal matahari baru saja ingin kembali ke tempat persembunyian.namun wanita ini sudah puas tertidur akibat lelah berteriak sambil meminum beberapa botol minuman yang sangat memabukkan.entah sejak kapan dia tertidur ,yang jelas saat dia terbangun teman kencan nya siang ini sudah pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan atau pun kesan.
Tubuh polos nya di biarkan begitu saja terlentang di atas ranjang tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi nya.
Bunyi ponsel sedari tadi terdengar menggema menandakan ada notifikasi pesan yang masuk,dengan sangat malas dan mata yang masih terpejam Naima terpaksa membuka ponsel nya dari pada bunyi ponsel itu terus mengacaukan tidur lelap nya.
Di saat pesan telah terbuka dan di baca oleh Naima,rasa malas itu berganti menjadi rasa marah dan kesal yang sangat luar biasa.kedua mata nya melotot sempurna dengan rahang yang sudah mengeras minta keluar dari sarangnya.jantung nya sudah tidak bisa lagi bekerja dengan sempurna .
" Sialan Kamu Arif...." teriak Naima begitu keras nya.
Penghuni apartemen yang berada di sebelah kanan atau pun kiri bisa mendengar nya.
" Ternyata Kamu sama saja dengan Aku, tega-teganya Kamu berkhianat di belakang Aku bahkan sampai menikahi wanita itu tanpa mendapatkan izin dari Aku selaku istri pertama mu." teriak Naima lagi dengan wajah yang merah menahan rasa kesal,marah dan emosi yang bergabung menjadi satu.
Belum reda sepenuhnya amarah yang membumbung tinggi ,bunyi ponsel nya kembali terdengar dari atas ranjang nya.
" Halo." sapa Naima begitu kasar nya .
" Aku sudah melakukan tugas ku,nanti malam Kamu jangan lupa datang untuk membayar semua nya.Aku tunggu di tempat biasa." jawab pria sang pengirim pesan.
" Aku bukan lah seorang pecundang,nanti malam Aku akan datang menemui mu." jawab Naima langsung mematikan ponsel nya.
Tanpa berpikir panjang Naima langsung mengiyakan ucapan pria itu,karena sejujur nya dia juga sedang butuh tempat untuk menyalurkan rasa emosi nya.dengan bercinta,Naima yakin bisa melupakan sejenak masalah yang terjadi.kepala nya pun akan terasa ringan setelah melepas kan semua beban nya dengan olahraga panas yang sangat menggiurkan bagi Naima.
****
Karena sama-sama merasa kan kedinginan,kedua nya memilih membaringkan badan dengan di tutupi oleh selimut tebal.ranjang yang mereka tempati berdua sangat luas sekali,bahkan kedua nya sengaja sama-sama terlentang menikmati langit-langit kamar yang begitu indah di pandang mata.
" Sayang! Kamu mau pergi bulan madu kemana?" tanya Arif ketika mengingat bahwa mereka belum melakukan bulan madu layak nya pasangan pengantin yang baru menikah.
" Memang nya perlu ya Mas? " tanya Bila masih dengan tatapan lurus menatap ke atas.
" Iya perlu dong sayang,kita bisa menghabiskan waktu berdua selama di sana,kita juga bisa lebih dekat lagi.pokok nya bermanfaat bagi kita yang masih saling mengenal ini." jawab Arif menjelaskan panjang lebar kepada sang istri yang nampak nya tidak terlalu tertarik untuk pergi berbulan madu.
" Oh..." jawab Bila sekena nya,karena sejujur nya dia tidak memiliki impian ingin pergi kemana pun.sudah hidup bahagia dan tenang saja sudah sangat cukup bagi Bila saat ini.
" Kok cuman oh doang sih sayang, Kamu ngga punya ide atau cita- cita mau pergi kemana gitu?" tanya Arif menepis jarak di antara mereka berdua.
__ADS_1
" Nggak .." Jawab Bila singkat.
" Ya ampun.. Sayang! Kamu kok polos banget sih, tambah cinta deh Aku sama Kamu." ujar Arif sambil menggelitik usil perut Bila yang masih tertutup oleh baju dress nya.
" Geli Mas.. Ampun...Geli.." teriak Bila di tengah ketawa lebar nya.
Hahahaha...
" Kamu usil banget sih Mas,lepasin!" pinta Bila yang sudah tidak sanggup lagi menahan rasa geli dari tangan suami nya.
" Cium dulu,baru Aku kasih ampun." jawab Arif yang terus berusaha membuat sang istri menyerah.
" Ngga mau..Enak di Kamu nya dong." balas Bila tidak terima ketika merasa permintaan suami nya membawa keuntungan besar bagi dirinya sendiri.
" Oke..Siapa takut." jawab Arif yang semakin bersemangat melancarkan serangan bertubi-tubi.
" Mas..Mas geli..Oke Aku menyerah." ujar Bila yang sudah tidak tahan lagi menahan sensasi yang menggelitik isi perut nya.
" Kalau menyerah itu arti nya Kamu tau kan harus melakukan apa?" goda Arif sambil tersenyum nakal.dengan tidak tahu malu nya Arif langsung memajukan bibirnya agar Bila bisa menjalankan tugas nya.
" Aku mau gosok gigi dulu ya Mas." ucap Bila yang hendak kabur dari janji yang sudah terlanjur dia sepakati.
" Tapi...Mas, Aku malu." cicit Bila sambil menggigit bibir bawah nya.
" Lakukan sekarang juga sayang, Kamu ngga mau ganti baju apa? Kenapa masih malu juga sih?"tanya Arif menyadarkan sang istri yang masih sibuk dengan pikiran nya.
Setelah memejamkan mata nya sebentar,Bila langsung menjalan kan tugas nya yang terpaksa harus dia lakukan.
Dengan secepat kilat Bila langsung menempel kan bibir chery nya kepada bibir Arif yang sudah maju 10 centi dari posisi nya.
" Ini bukan ciuman sayang!" kesal Arif ketika melihat sang istri hanya menempel sedikit bibir nya lalu pergi begitu saja.
" Lah yang tadi itu apa?" tanya Bila heran.
" Ciuman itu seperti ini sayang."jawab Arif yang langsung meraup habis bibir chery milik Bila yang masih memakai lipstik tipis.
Bila melotot melihat kelakuan suami nya,detik berikutnya Bila ikut membalas dan terbuai dengan permainan apik dari lidah Arif yang sedang berselancar bebas di dalam rongga mulut nya.
__ADS_1
" Ini yang baru di namakan ciuman, Kamu harus terbiasa melakukan nya sayang,karena Aku akan sering-sering meminta nya." ujar Arif setelah ciuman itu terlepas dan jari jempol nya langsung mengelap sisa saliva yang masih menempel di dagu runcing Bila.
" Curang!" protes Bila.
" Kok curang sih, Aku hanya mengajari cara yang benar,agar Kamu tidak salah lagi saat Aku meminta nya."Arif semakin mencondongkan wajah nya mendekat ke wajah Bila.
" Ingat! Setiap pagi dan malam, Kamu harus melakukan itu untuk menambah semangat Aku bekerja." ujar Arif lembut dan kemudian berjalan kembali naik ke atas ranjang.
Bila masih terdiam,otak nya sibuk mencerna kejadian yang baru saja dia alami.Bila mengusap lembut bibir nya lalu tersenyum kecil.
" Sayang! Sana Kamu mandi duluan,ini sudah larut,apa Kamu mau Aku mandi kan sekalian?" tanya Arif sambil memainkan alis nya yang sangat tebal.
" A-ku bisa sendiri Mas." jawab Bila langsung berlari masuk kedalam kamar mandi dan tidak lupa mengunci pintu kamar agar suami tampan nya tidak bisa masuk sembarangan.
Karena tidak kuat menahan rasa dingin yang semakin menembus nakal kulit mulus nya,Bila mempersingkat waktu mandi nya agar tidak sampai masuk angin.
Sementara itu Arif sudah duduk di tepian ranjang menunggu Bila keluar dari kamar mandi.
" Mandi dulu Mas,sekalian ganti baju nya." titah Bila yang sudah mengenakan setelan piyama tidur yang bermotif bunga mawar.
" Iya sayang." jawab Arif menurut begitu saja.pria ini langsung masuk ke dalam kamar mandi yang berukuran sangat luas.
Menit berikutnya Arif sudah keluar dengan wajah segar serta celana boxer nya.
Senyum di bibir Arif semakin merekah kala melihat sang istri sudah berkeramas bersih malam ini.
" Sayang..Sini Aku bantuin." ucap Arif langsung meraih hairdryer yang ada di tangan Bila.
Dengan sangat hati-hati,Arif berusaha mengeringkan rambut Bila agar tidak ada lagi air yang jatuh dari rambut hitam yang terurai panjang ini.
" Tamu nya sudah pergi ya sayang?" tanya Arif penuh selidik.
"Sudah Mas." jawab Bila malu.
" Yes..." Arif langsung melompat-lompat di dalam kamar ini, sebentar lagi dia akan mendapatkan apa yang sudah dia tunggu-tunggu selama ini.
" Sebaiknya kita langsung istirahat saja sayang.karena besok kita harus lembur sampai pagi." ujar Arif si pria dingin yang selalu judes ini kini berubah menjadi pria lembut dan sangat romantis sekali.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..😍🥰😍🥰