
Karena sudah terlanjur kesal ketika mendengar Naima mengatai dirinya suami bodoh,Arif sampai lupa membahas masalah karyawan nya yang menjadi korban premanisme dari Naima yang sudah berstatus mantan istri nya.
"Bodoh! Kenapa juga Aku bisa sampai lupa memberi tahu dia tentang keadaan korban yang sedang kritis di rumah sakit." keluh Arif pada diri nya sendiri ketika menyadari kepikunan nya.
" Masa bodoh lah! Biar polisi saja yang datang menjemput nya." gumam Arif tersenyum puas.
Mobil yang di kemudikan oleh Arif melenggang menyusuri jalan raya.
Hati nya mendadak berdebar tak karuan ketika mengingat wajah manis Nabila sedang tersenyum menatap ke arah nya.jiwa nya mendadak menjadi tenang dan damai.
" Kenapa Aku malah membayangkan wajah dia ya? Tapi dia sangat cantik sekali, senyum nya,bibir nya, mata nya.Ahkk! Bikin Aku jantungan saja." ucap Arif pelan sambil mengelus dagu nya.
Seketika ular piton milik Arif yang sedang tidur di dalam sangkar nya langsung menyembur dari dalam celana dan minta di muntah kan lahar panas nya.
" Dasar!" umpat Arif tidak menyangka ular piton nya bisa langsung bereaksi padahal hanya membayangkan wajah nya saja.
" Sabar piton!Sebentar lagi,ngga boleh main patok langsung,harus pakai pendekatan terlebih dahulu." ujar Arif berbicara sambil mengelus ular piton yang sedang tegak berdiri.
Tin..
Tin.
Bunyi klakson mobil mewah Arif terdengar berbunyi saat hendak memasuk ke dalam pekarangan rumah nya.
" Selamat malam Tuan muda,maaf telah membuat anda menunggu lama." ucap Pak penjaga sedikit takut karena tidak sengaja ketiduran di pos penjagaan.
" Hm." jawab Arif lalu memasukkan mobil nya ke garasi depan rumah.
Arif melangkah masuk ke dalam rumah dengan wajah lelah dan beban pikiran yang bercabang.
Dari sudut lantai dua,ada sepasang mata yang sedang mengintip kepulangan putra nya.
" Papa yakin Kamu bisa menyelesaikan sendiri masalah ini." gumam Pak Rizal sang pengintip yang ada di balik pintu ruang kerja nya.
Arif membuka pintu kamar dengan sedikit hati-hati.dan mendapati Nabila sedang tertidur meringkuk di atas ranjang.
Senyum bahagia langsung terpancar dari wajah kusut Arif.hati nya terasa sangat lega setelah melihat pemandangan indah di depan matanya.
__ADS_1
Arif melangkah mendekati ranjang,lalu membenarkan selimut Bila yang sudah turun ke kaki nya.
" Kamu tidur nya bar-bar juga ya." ucap Arif lirih.entah dalam keadaan sadar atau tidak,dia langsung saja mengecup kening Bila dengan penuh perasaan.
" Sekarang Kamu adalah istri Aku satu-satunya." bisik nya pelan di telinga Bila yang sedang terlelap.
" Kamu habis nangis?"Arif tidak sengaja melihat sudut mata Bila yang masih basah oleh air, hidung nya bahkan masih terlihat merah.
Arif langsung mengambil posisi duduk di samping tempat Bila tidur,jari telunjuk nya terulur mengelap sisa air mata yang masih berbekas di wajah sembab nya.
" Apa yang telah membuat Kamu menangis hingga sesedih ini?" tanya Arif yang belum memahami kesalahan nya.
" Bagaimana Aku tidak jatuh cinta kepada Kamu, berdekatan seperti ini saja,sudah membuat jantung ku kalang kabut di dalam sini" gumam Arif sambil tersenyum teduh
menatap wajah wanita yang beberapa hari ini sudah mulai memenuhi ruang hati nya, padahal saat hari pertama menikah dia sendiri lah yang meminta supaya Bila tidak sampai jatuh hati kepada nya.tetapi hukum karma itu ternyata berlaku juga kepada diri nya yang kaya raya.
" Ternyata Aku benar -benar manusia paling bodoh yang ada di dunia ini, bisa-bisa nya Aku melarang istri ku sendiri untuk jatuh cinta kepada ku, sementara di luar sana banyak lelaki yang bersedia mengemis cinta kepada nya jika Aku lengah sedikit saja." Arif terus bermonolog dengan pikiran nya sendiri.
Untuk yang kedua kali nya Arif kembali mengecup mesra kening Bila dalam waktu yang lama.dia tidak akan berani berbuat seperti ini jika saja sang empunya masih terjaga,jadi selagi masih tidur Arif terus memanfaatkan keadaan yang menguntungkan bagi nya.
Setelah puas menatap wajah cantik istri nya,Arif lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dari keringat yang menetes sepanjang hari.
Satu tangan nya dengan sengaja dia lingkar kan di pinggang ramping milik Bila,rambut hitam bercahaya milik Bila mengeluarkan aroma yang begitu meneduh kan penciuman Arif,Bila sudah mulai terbiasa tidur tanpa hijab yang menutupi kepalanya.
Baru saja dua jam mata Arif tertidur pulas,kini kembali terbuka lebar akibat cacing di dalam perut nya sudah berdemo minta jatah makan malam.karena sibuk mengurus Naima,Arif sampai lupa mengisi perut nya sendiri.
Krucuk.... Krucuk...
Perut kempes Arif terdengar berbunyi kencang.
Bila bahkan sampai terbangun karena kaget mendengar suara kencang itu dari balik tubuh nya.
" Astaghfirullah Mas!" pekik Bila karena merasa kaget melihat keberadaan suami nya yang sudah duduk di belakang nya.
Arif hanya tersenyum menanggapi kekagetan istri nya.wajah bantal Bila masih saja terlihat cantik di mata nya, meskipun rambut nya sudah acak-acakan.
" Kamu kapan pulang Mas? Bukan kah tadi Kamu bilang ingin pulang ke rumah Mbak Naima?"ada keraguan di hati Bila ketika ingin mengucapkan nama sang madu,bahkan raut wajah nya langsung berubah muram.
__ADS_1
" Aku hanya sebentar di sana,dan langsung pulang pada pukul 11.30 tadi." jawab Arif menjelaskan sebelum terjadi kesalahpahaman. Rasa lapar dari perut nya tidak bisa dia tahan lagi,ketika dia hendak beranjak mengambil air putih yang berada di atas nakas.perut nya kembali berbunyi kencang.
" Kamu belum makan Mas?" tanya Bila ketika menyadari bunyi yang dia dengar tadi ternyata dari perut suami nya.
" Iya nih,Aku belum makan malam sejak sore tadi,Kamu kalau masih ngantuk tidur saja,nanti biar Aku ambil sendiri di bawah." jawab Arif merasa kasian karena telah mengganggu waktu tidur sang istri.
" Nggak papa kok Mas, biar Aku siapin aja makanan nya untuk Kamu." jawab Bila lalu bergegas mengambil hijab yang dia gantung di dekat lemari lalu memakai nya sebelum turun ke lantai bawah.
" Terimakasih Bil." ucap Arif pelan.
Bila lalu membalas dengan tersenyum manis.
" Ini sudah menjadi tugas Aku sebagai istri Mas,malah Aku akan sangat merasa berdosa sekali telah membiarkan Kamu kelaparan sepanjang malam, padahal Aku tidur dalam keadaan kenyang,lain kali kalau perlu sesuatu jangan sungkan untuk membangun kan Aku." jawab Bila tanpa merasa terbebani sedikit pun.
Sikap perhatian dan patuh dari Bila membuat Arif merasa bangga telah memiliki istri sebaik ini.ingatan nya langsung berputar ke masa lalu yang begitu menyedihkan, tetapi sayang nya waktu itu dia terlalu buta untuk bersikap tegas kepada Naima mantan istri nya.
" Aku benar-benar beruntung bisa memiliki wanita sesempurna Kamu, berbeda sekali dengan Naima yang tidak pernah perhatian sedikit pun kepada ku,dia hanya perduli dengan uang dan uang saja.bahkan dia rela meninggalkan Aku dalam keadaan sakit hanya karena ingin tetap pergi liburan bersama teman- teman nya."
Suara bunyi pintu tertutup langsung menyadarkan Arif dari lamunan kosong nya.
" Tungguin Bil! Aku ikut." ucap Arif lalu bergegas keluar menyusul Bila yang sudah mulai melangkah turun dari tangga.
Tanpa berkata sepatah katapun,Arif langsung menggandeng mesra tangan Bila menuju ke lantai bawah.Bila yang bingung dengan sikap Arif langsung menatap ke arah tangan dan wajah Arif secara bergantian mencari jawaban dari semua sikap aneh nya.
" Lihat jalan Bil,jangan liatin Aku terus." tegur Arif merasa salah tingkah di perhatikan oleh Bila.
" Tangan nya di lepas aja Mas! Mama sama Papa juga lagi tidur.jadi kita ngga perlu bersusah payah bersandiwara." ucap Bila gamblang.
Arif tersenyum tipis mendengar sindiran telak yang keluar dari mulut Bila.
Arif bukan nya melepaskan genggaman tangan mereka berdua.tetapi malah menggenggam erat dan mengecup lembut punggung tangan milik istri nya.
" Siapa juga yang mau bersandiwara di depan Mama sama Papa! Orang Aku selalu serius dan ngga pernah main-main." jawab Arif menatap mata Bila yang juga sedang menatap kepada nya.
" Aku tidak pernah main-main dengan apa yang sedang Aku lakukan,ini semua murni dari dalam hati." sambung nya lagi sambil membawa tangan Bila di dadanya.
" Jangan bercanda Kamu Mas, Aku bukan lah tipe orang yang cepat baper." Nabila tertawa kecil dan berlalu meninggalkan Arif yang masih terdiam membisu di tempat nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote dan komen ya guys