Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Menyelesaikan masalah 2


__ADS_3

Mata Naima nyaris berlari keluar dari lubang nya ketika melihat Arif mengacak lemari dan mengambil semua barang pribadi nya lalu memasukkan asal ke dalam koper.


" Jangan sayang! Kita ngga bisa bercerai begitu saja.Aku cinta sama Kamu dan Kamu juga sangat mencintai Aku bukan?Kita sudah lama menikah,ngga bisa seperti ini! Aku janji akan mengikuti semua kemauan Kamu.Aku akan mundur dari pekerjaan Aku selama ini, asalkan kita masih bisa tetap bersama." tukas Naima kembali berusaha mengingkari kata talak yang telah terucap oleh Arif.


" Tidak ada guna nya Kamu mundur dari pekerjaan gila Kamu itu,percuma saja...Semua nya sudah terlanjur hancur, begitu juga dengan perasaan Aku kepada kamu! Kita bukan lagi sepasang suami istri.dan jangan lupa! Dalam waktu 1x24 jam Kamu harus angkat kaki dari rumah ini,karena rumah ini bukan milik Aku ataupun Kamu."ucap Arif dengan tatapan tajam.


Naima langsung menggeleng dengan cepat.


" Ngga ! Kamu tidak boleh mengusir Aku begitu saja! Karena saat ini Aku sedang mengandung Anak Kamu." tegas Naima masih kekeuh mencari jalan untuk tetap bertahan dalam kehidupan yang bergelimang harta.


Brak..


Naima menggigil ngeri melihat sikap brutal Arif malam ini,3 tahun hidup seatap dan saling berbagi ranjang, Arif sama sekali belum pernah berlaku kasar apalagi membentak menggunakan suara keras.


Pintu lemari yang terkena hantaman keras dari kaki Arif langsung jatuh patah tak berbentuk lagi.


"Hahahaha.."


Arif tertawa keras seperti seorang psikopat.


Kata hamil yang keluar dari mulut Naima sungguh membuat dia semakin jijik dengan wanita yang ada di depan nya,wanita yang dia nikahi dengan secara sah.


Wanita yang rela dia pertahankan walau pun dengan cara yang salah.


" Jangan pernah berani Kamu mengancam Aku dengan kata hamil,Aku sangat yakin betul! Kamu pasti ingat kapan terakhir kali kita berdua berhubungan badan,dan Aku tidak pernah lupa memakai alat pengaman.itu pun atas permintaan Kamu yang tidak pernah mau hamil,karena takut badan seksi ini rusak dan melar." Arif berbicara sambil menunjuk wajah Naima, kemudian dia kembali menepis kasar rahang Naima yang sudah berani berkata bohong dan mengarang cerita palsu.


"Hhhhh." raungan kesakitan kembali keluar dari mulut Naima.


Dia terpaksa berkata seperti itu supaya Arif tidak sampai hati menceraikan nya,dan tetap membiarkan dia untuk tetap tinggal di rumah ini.karena hanya rumah ini lah yang menjadi harapan satu-satunya yang di punya.tidak ada lagi harta benda yang bisa di jual sebagai penyambung kehidupan di hari esok.


Semua sudah ludes dia korban kan untuk semua lelaki brondong yang pernah berkencan dan menghabiskan malam panjang bersama nya.

__ADS_1


" Sayang! Aku mohon jangan sakiti Aku seperti ini, kasihanilah Aku dan anak Kamu! dia tidak berdosa.Aku sama sekali tidak pernah selingkuh dengan lelaki manapun.hanya Kamu lah pria yang tidur dan berhubungan dengan ku.tidak ada pria lain di dalam hati ku selain nama Kamu." tutur Naima selembut mungkin, Meskipun sekujur tubuh nya terasa sangat sakit, tetapi dia berusaha mengabaikan nya,demi bisa mengejar suami harta Karun nya.


" Aku tidak ingin lagi mendengar apapun yang keluar dari mulut serigala Kamu itu,bukti sudah ada di tangan Aku,bukan hanya satu ! Tetapi jutaan." jawab Arif tegas.


Semua barang -barang penting sudah Arif kemasi ke dalam koper besar.dia sudah tidak sudi lagi kembali datang kerumah ini.


Naima yang melihat Arif hendak pergi meninggalkan kamar tempat pertengkaran terjadi, langsung menghadang Arif dengan merentangkan kedua tangan nya.


"Kamu ngga boleh pergi begitu saja sayang,kita masih bisa memperbaiki hubungan ini." mohon Naima sambil berusaha memeluk tubuh penuh emosi Arif.


" Minggir." bentak Arif yang kembali menepis bentangan kedua tangan Naima.


" Oh ya...Jangan lupa segera kosong kan rumah ini, sebelum Aku datang menyeret tubuh kotor mu itu keluar dari rumah orang tua ku." ujar Arif dingin, dan berlalu meninggalkan Naima di dalam kamar yang masih berantakan.


" Aku ngga akan pernah mau pergi dari sini,Aku akan menuntut semua harta dan perusahaan yang Kamu punya,dan nama baik perusahaan Kamu akan menjadi taruhan nya." teriak Naima dari dalam kamar.


Arif langsung menghentikan langkah nya.


" Silahkan Kamu tuntut sesuka hati mu,Aku tidak akan pernah takut dengan ancaman yang Kamu berikan."


" Sial!" batin Naima menatap tajam wajah Arif yang sedang tersenyum penuh kemenangan.


" Jangan pernah berani lagi main-main dengan Aku! Sedikit pun Aku tidak akan membiarkan Kamu lolos begitu saja." kecam Arif sambil menarik kuat rambut Naima yang panjang bergelombang.


Naima melotot kaget,tubuh nya semakin bergetar hebat.


" Kamu ngga boleh pergi dari sini sayang,rumah kita di sini, Aku tidak bersalah,ada orang jahat yang sengaja memprovokasi Kamu untuk menceraikan Aku." teriak Naima yang kembali menetes kan air mata kepalsuan nya.


" Terus saja membela diri Kamu sendiri,Aku sudah tidak mau perduli lagi." kesal Arif langsung menyeret cepat 2 koper besar menuju ke mobil nya.


Nafas Arif terdengar tersendat-sendat kala menahan emosi nya yang sudah memuncak tinggi. kata hamil yang di lontar kan oleh Naima sebagai tameng supaya dia tetap bertahan ,tidak membuat Arif gentar sedikitpun,karena dia sangat yakin Naima pasti sedang bermain sandiwara lagi,dan kalaupun benar dia sedang hamil,Itu bukan lah darah daging nya karena mereka sudah 2 bulan lebih tidak pernah berhubungan badan layak nya seorang suami istri.

__ADS_1


" Adnan.." panggil Arif dengan suara keras nya.


" Siap Tuan muda." balas pria yang bernama Adnan.


" Kamu jaga rumah ini,dan pastikan dalam waktu 1x24 jam,wanita gila itu sudah keluar angkat kaki dari sini,jika dia masih tetap menolak,maka seret paksa saja." titah Arif dengan begitu tegas nya.


" Baik Tuan muda." jawab Adnan mengangguk patuh.


Arif memijit pelipisnya yang terasa berdenyut hebat.kepala nya terasa mau pecah saja.


Arif langsung menyalakan mesin mobil nya ketika merasakan kepala nya sudah agak membaik.bukan nya menjalankan mobil nya, Arif malah dengan sengaja menimbulkan kebisingan dari suara deru mesin mobil yang di gas habis.


" Akhir nya Aku bisa terlepas juga dari kesalahan yang sudah lama Aku perbuat. ternyata Naima bukan lah wanita yang harus Aku pertahankan." batin Arif lalu melajukan mobil nya meninggalkan Naima yang masih betah meraung-raung di dalam kamar.


"Tidak! Ini tidak boleh terjadi, Aku tidak mau menjadi janda miskin.Aku harus membuat perhitungan dengan keluarga Ahmad." teriak Naima sambil membanting kembali semua benda yang ada di sekitar nya.


" Harta gono-gini harus Aku dapat kan,jika cerai adalah jalan satu-satunya." ucap nya lirih.


Para Asisten rumah tangga yang berada di lantai bawah,sedang bergadang bersama karena tidak bisa tidur akibat suara keras dari lantai atas.


" Rasain tuh! Tuan Arif memang sebaik nya pergi dari sini,dari pada hidup bersama wanita gila seperti dia." ucap Bi Sri penuh semangat


" Iya tuh,makan tuh kesombongan yang selama ini dia pelihara." sambung Mbok Darmi yang sudah kadung gedek dengan tingkah laku sang majikan.


" Sudah mari kita tidur,biarkan saja dia meratapi kehancuran nya,karena sebentar lagi dia akan menjadi gelandangan di luar sana." Bi Rohana langsung mengajak kedua sahabat nya untuk kembali dalam kamar mereka.ketimbang menghabiskan waktu percuma untuk membahas majikan yang tidak ada benarnya.


" Awas Kamu Arif! Aku akan membalas semua perbuatan mu ini." ucap Naima dengan mata berkilat terang.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2