Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Keusilan Arif


__ADS_3

Setelah sampai di dalam kamar hotel, Bila dan Arif langsung berganti pakaian agar tidak terkena flu dan penyakit lain nya.rencana bulan madu sesi 1 bisa gagal total jika salah satu di antara mereka sampai terkena virus yang mematikan.


" Rambut Kamu basah ngga sayang?" tanya Arif yang semakin khawatir dengan kondisi istri nya.tangan nya bahkan sudah bersiap hendak meraih hairdryer.


"Ngga kok Mas, 'kan tadi kita pakai payung,apalagi rambut ku juga tertutup sama jilbab." jawab Bila santai.


" Oh iya." sahut Arif nyegir.


" Mau makan di kamar atau di bawah saja sayang?" tanya Arif meminta pendapat sang istri.


" Aku ikut Mas aja,di kamar boleh....Di bawah juga boleh." balas Bila lagi.


" Patuh banget sih istri Aku ini,tambah sayang deh Aku sama Kamu!" ujar Arif yang langsung menyesap bibir Bila yang berubah menjadi warna biru karena menahan dingin.


Bila langsung membulat kan mata nya ketika melihat Arif yang sudah menyerang buas bibir nya.


" Mampus Aku."batin Bila.


wanita ini bergidik geli mengingat dirinya akan melewati siang yang panjang bersama sosok lelaki yang sudah mulai mengisi relung hati nya.


Pagutan ini semakin terasa memabukkan tatkala Bila ikut membalas ciuman yang di berikan oleh sang suami secara mendadak.


" Menolak untuk melayani suami itu dosa Nak,Bibi tau Kamu belum mencintai Nak Arif, tetapi belajar lah untuk menerima kehadiran dan juga segala perlakuan manis nya.belajar lah untuk bersikap lebih dewasa lagi." begitu lah bunyi wejangan yang di berikan Oleh Bibi Siti tempo hari ketika Bila berkata jujur tentang pernikahan nya.


" Cukup sampai di sini dulu sayang,nanti kita lanjut kan lagi,memadu kasih juga perlu tenaga." ucap Arif sambil memainkan kedua alis tebal nya.


Dari arah pintu terdengar bunyi bel berbunyi.


" Aku buka pintu dulu!" ujar Arif bergegas membuka pintu yang dia yakini adalah karyawan hotel nya yang datang membawakan makanan yang sudah dia request lewat pesan singkat.


" Bawa masuk." titah Arif mempersilahkan kedua karyawan itu mendorong troli yang penuh berisi makanan.


" Permisi Tuan muda." ucap mereka sebelum melangkah kan kaki nya masuk ke dalam.


Bila langsung memilih bersembunyi di balik selimut karena pakaian nya sangat terbuka sekaligus tanpa memakai kain penutup kepala.


" Ini buat kalian berdua." ucap Arif memberi kan 4 lembar uang merah sebagai tips kedua karyawan itu.


" Tidak perlu Tuan muda." tolak mereka yang merasa sungkan sekaligus malu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa,Ini untuk uang bensin kalian, Aku ikhlas memberi nya." ucap Arif memaksa kedua nya yang butuh tapi malu untuk mengambil nya karena Arif adalah atasan mereka sendiri.


" Te-terimakasih Tuan muda." ucap kedua pria itu dengan tangan gemetaran memegang uang itu.


" Iya." jawab Arif singkat lalu menutup kembali pintu kamar nya setelah melihat karyawan nya pergi meninggalkan kamar mewah ini.


Bila yang tidak lagi mendengar suara orang lain di dalam kamar mereka, sedikit membuka selimut yang menutupi kepala nya,lalu mengintip secara perlahan mengecek situasi terkini.


" Buka saja sayang! Mereka sudah pergi kok." ucap Arif yang tahu maksud dari arti pergerakan Bila.


" Huft.." Bila menghela nafas panjang nya setelah mengetahui dua karyawan itu sudah pergi dalam waktu yang singkat, bersembunyi di dalam selimut tebal ini membuat Bila merasa gerah sekaligus pengap dengan udara yang terbatas.


" Sini biar Aku ambilkan untuk Kamu Mas." ujar Bila ketika melihat Arif sudah bergerak cepat menata semua makanan di atas meja.


" Mau ambil apa sayang?"


" Makanan ini lah Mas, emang nya mau ngambil apa lagi?" jawab Bila ketus ketika menyadari suami nya kembali mengeluarkan jurus usil nya.


Bila langsung memasukkan nasi beserta semua jenis ikan ke dalam piring suami nya.lalu meletakkan kembali di hadapan sang suami yang sudah menunggu sambil duduk menatap wajah nya.


" Kamu cantik... Banget pagi ini sayang."


" Makan dulu Mas! Nanti lagi menggombal nya, perut Aku sudah sangat lapar sekali." tutur Bila memperingati suami nya yang tidak pernah bosan membuat dia semakin salah tingkah.


" Nih lagi makan,tapi habis ini janji ya di kasih double?" Arif sengaja menggoda istri nya supaya tidak terlalu tegang menanti peristiwa itu datang.


" Terserah Kamu saja Mas,jangan bicara terus ! Nanti keselek tulang ikan baru tau rasa."sahut Bila jutek.


Tak ada jawaban lagi yang keluar dari mulut lelaki itu selain senyuman nakal yang menghiasi bibir tipis nya.senyuman yang di yakini sangat menakutkan oleh Bila.


Meskipun mulut nya sibuk mengunyah makanan, tetapi jantung Bila berdetak tak karuan saat menyadari waktu nya sudah sangat menipis.


Ketika Bila hendak membereskan sisa makanan nya,Arif langsung menggandeng tangan nya menuju balkon kamar.


" Mas? Meja nya belum Aku bersihkan?" ujar Bila sambil mengernyitkan dahi nya.


" Tidak perlu sayang,nanti mereka akan datang lagi untuk membereskan nya." jawab Arif semakin mendekatkan jarak di antara mereka.


Kamar yang mereka tempati berada di lantai paling atas.pemandangan yang di suguhkan tidak kalah ketika mereka berada di ruang terbuka nya.

__ADS_1


" Kenapa harus mereka sih Mas,Aku masih bisa kok.lagian itu juga cuman sedikit doang." bantah Bila tidak setuju dengan perintah suami nya.


Bila semakin memundurkan langkahnya dan bersembunyi di balik tubuh Arif yang hanya memakai boxer dan kaos hitam polos.


" Nanti kamu capek sayang, tenaga nya Kamu simpan saja untuk kita nanti." jawab Arif sambil mengedipkan sebelah mata kepada Bila yang berdiri di belakang nya.


" Masuk yuk Mas,Aku ngga nyaman." sahut Bila lagi yang mengabaikan ucapan nyeleneh Suami nya.


" Ngga nyaman kenapa lagi sih sayang?" tanya Arif heran.


" Baju ku!" seru Bila kesal yang melihat suami nya kembali menjahilinya.


" Ngga akan ada yang bisa melihat kita sayang, kamar kita ini 'kan berada di lantai atas.jangan khawatir! Aku pun tidak rela jika ada orang lain yang menikmati melihat tubuh seksi mu ini." balas Arif semakin nakal.


Di dalam gedung Ahmad Company, Naima kembali datang demi bisa bertemu dengan Arif yang sudah sah secara agama sebagai mantan suami nya.


" Reno!" panggil Naima ketika tidak sengaja melihat Reno bersama karyawan lain ingin masuk ke dalam perusahaan.


" CK.. Untuk apalagi sih wanita siluman itu datang kesini?Apa belum kapok juga dia dengan ancaman yang diberikan oleh Tuan besar?Mau sampai kapan ?" batin Reno ngedumel seperti mak-mak yang kekurangan uang belanja.


" Stop Nona! Anda di larang masuk." tegur salah satu security yang sudah menghadang langkah kaki Naima.


"Awas! Minggir!" bentak Naima sambil melotot kan mata nya.namun security yang berjaga tidak merasa gentar sedikitpun dengan wajah seram Naima.


" Mau apalagi Anda datang ke sini Nona? Surat panggilan dari pengadilan akan di antar langsung ke alamat Nona,tidak perlu capek-capek untuk datang kesini lagi." Sindiran yang di berikan oleh Reno sukses membuat langkah kaki Naima melemah di tempat.wajah pias nya semakin menghitam kala melihat diri nya sudah menjadi tontonan orang lain.


" Silahkan pergi! Waktu Saya terlalu berharga untuk meladeni Manusia seperti Anda." Reno kembali memperingati Naima yang ingin membuka mulut nya.


" Jangan biarkan wanita ini masuk ke dalam perusahaan, awasi dia terus." perintah Reno kepada semua petugas keamanan lalu bergegas masuk sebelum Naima kembali memanggil namanya.


Hari ini Reno dan Naura sedang sibuk sekali, akibat absen nya Bos mereka secara mendadak pagi ini.semua jadwal meeting di ganti kan oleh Pak Rizal beserta asisten pribadi Pak Rizal.


Reno hanya kebagian jatah sedikit saja.


Karena merasa gagal menemui Arif, Naima kembali membuat ulah dengan berteriak sekeras mungkin,dia sudah kepalang malu untuk apalagi menahan diri,lebih baik menyebur sekalian ke dalam lubang malu yang telah di gali oleh Reno.


" Aku ngga mau pergi sebelum suami ku datang menemui ku." ucap Naima sekeras mungkin.


"Aku tahu dia sudah berselingkuh di belakang ku dengan wanita yang level nya jauh di bawah ku." sambung nya lagi dengan urat-urat leher yang sudah menonjol keluar.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍


__ADS_2