
Arif buru-buru turun dari mobil lalu berjalan masuk tanpa memperdulikan keadaan sekitar nya.dia butuh sekali bertemu dengan istri nya.karena dia tahu obat dari semua masalah ini hanyalah pelukan hangat dari tubuh istri nya.
" Sayang.." panggil Arif ketika baru sampai di depan pintu dan bertepatan dengan Bila yang sedang turun dari lantai atas.
" Mas!" Bila sampai terkejut kala Arif tiba-tiba memeluk erat tubuh nya.dan langsung menyelusup kan wajah nya masuk ke dalam jilbab yang sedang Bila pakai.
" Tumben Mas Arif pulang cepat hari ini?" gumam Bila dalam hati nya.
Tubuh Bila seperti tersengat aliran listrik ketika Arif dengan sengaja menempel kan mulut nya di kulit leher milik Bila.
Bila segera menetralkan detak jantung nya dan berusaha menetralkan diri nya.
" Apakah pelukan ini tulus dari dalam hati mu Mas? Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman."batin Bila sendu.
Semua asisten rumah tangga menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.sang Tuan muda yang terkenal dingin,judes dan selalu cuek dengan istri kedua nya mendadak menampilkan sebuah keromantisan di depan mata mereka semua.Ibu Yolan yang hendak keluar dari dalam kamar nya juga ikut ternganga melihat penampilan langka ini.
" Akhir nya Kamu takluk juga di hadapan menantu kesayangan Mama." ucap Ibu Yolan lirih menatap haru ke arah tangga.
Hati Ibu Yolan bahagia sekali melihat mereka bersatu seperti ini.Ibu Yolan sudah tahu semua tentang pernikahan pertama anak nya.beliau sangat bersyukur sekali mengetahui Arif telah menjatuhkan talak nya kepada mantan menantu yang tidak dia harapkan.
" Mas Kamu kenapa? Tolong lepaskan dulu tangan Kamu ini,malu di lihat sama orang lain." tegur Bila yang berusaha melepas lilitan tangan Arif.
"Biarkan begini sebentar saja sayang! Aku capek sekali, kepala ku juga sangat pusing, Aku hanya butuh pelukan damai yang begitu menenangkan dari harum tubuh mu."Arif menolak permintaan Bila.bahkan kedua tangan Bila sengaja dia taruh di pinggang nya agar terasa lebih romantis lagi.
" Ya tuhan, meskipun Aku tahu Mas Arif melakukan ini tanpa memiliki rasa cinta kepada ku, tetapi Aku tetap harus berterima kasih kepada mu,karena telah memberikan Aku kesempatan untuk merasakan di cintai dan di sayangi oleh suami." batin Bila sambil memejamkan mata nya.
Kedua insan ini hanya diam sambil menikmati setiap rasa yang muncul di hati mereka masing-masing.hingga terdengar sebuah suara yang mengusik ketenangan mereka berdua.
Hem...Hem...
Ibu Yolan sengaja berdehem untuk menyadarkan anak beserta menantu nya yang tengah asyik berpelukan tanpa perduli dengan orang yang berada di sekitar mereka.
" Ngga harus di tangga juga kali Rif! Bawa istri mu masuk ke dalam kamar,di sana Kamu boleh memeluk nya sampai kapan pun ,jika ingin lebih juga boleh,jangan kelamaan berdiri di sana,tuh kasihan mata Bibi harus tercemar melihat Kamu yang mendadak bucin seperti ini." tegur Ibu Yolan dengan senyuman meledek nya.
__ADS_1
" CK.. Apaan sih Ma, ganggu aja deh!"Arif berdecak kesal dengan teguran yang di berikan oleh sang Mama.
" Mas! Lepas." pinta Bila lirih,wajah Bila sudah bersemu merah muda menahan malu karena menjadi tontonan para asisten rumah tangga.
" Ngga usah di dengerin omongan Mama Sayang, Kamu kayak ngga tahu sifat jahil Mama aja." Arif masih tetap memeluk sang istri meskipun Bila berusaha menolak nya.
" Arif..." teriak Ibu Yolan dengan nada suara naik satu oktaf ketika sang putra tidak merespon apapun yang keluar dari mulut nya.
" Mama ngeselin banget sih! Ayo kita pindah ke kamar aja sayang." ajak Arif yang langsung mengangkat bridal style istri nya.
" Mas! Kamu mau ngapain sih,turunin Aku." pinta Bila sambil memukul dada Arif dengan sekuat tenaga nya.
" Tenang sayang,jangan bergerak terus! Nanti kita bisa jatuh loh." bisik Arif begitu lembut nya di samping telinga Bila.
" Turun kan Aku dulu! Aku bisa jalan sendiri Mas." Bila terus merengek minta untuk di turunkan namun sang suami seolah tidak memperdulikan lagi rengekan manja yang keluar dari bibirnya.
Karena sudah lelah berteriak akhirnya Bila memilih pasrah mengikuti kemauan sang suami.
" Menurut sama suami seperti ini kan pahala bagi Kamu sayang." ujar Arif sambil tersenyum manis,tas kantor yang dia bawa dari perusahaan nya tadi sudah jatuh begitu saja di atas undakan anak tangga.
" Dasar anak muda!" kecam beliau langsung menyelamatkan benda-benda yang tercecer di atas tangga.
Sedang kan Arif dan Bila masih terus saling menatap di depan pintu kamar mereka.tidak ada yang membuka suara,hanya mata mereka yang saling berkomunikasi menggunakan mata batin.
" Tolong bukain pintu nya sayang, Kamu masih betah berdiri begini sampai nanti!" ujar Arif menyadarkan Bila dari tatapan memuja nya.
" Kenapa Aku jadi geli sendiri ya mendengar Mas Arif memanggil Aku dengan sebutan sayang." gumam Bila masih dengan tatapan kosong nya.
" Sayang! Bukain pintu nya." Arif kembali mengulang ucapan ketika melihat Bila tidak segera memegang gagang pintu.
" Sayang." bisik Arif sedikit membungkuk kan badan nya demi bisa menggigit daun telinga Bila yang tersembunyi di balik hijab cantik nya.
" Awww.. Sakit Mas! Kenapa di gigit?" Bila terheran-heran melihat tingkah suami nya yang sangat berbeda sekali dari biasa nya.satu tangan nya langsung menggosok pelan telinga nya yang terasa sedikit perih.
__ADS_1
" Kamu lagi mikirin apa sih sayang? Kenapa ngga di buka juga pintu nya? Kamu ngga mau apa masuk ke dalam kamar? Hm?" tanya Arif sambil menunjukkan wajah ceria nya.
" Oh..." hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Bila ,lalu tangan nya dengan cepat membuka kan pintu agar mereka berdua bisa masuk ke dalam kamar .
Ketika pintu terbuka lebar Arif langsung menerobos masuk dengan menutup kembali pintu kamar menggunakan satu kaki nya.
Dengan sangat pelan Arif meletakkan tubuh Bila di atas kasur.setelah itu baru dia melepaskan semua pakaian kantor nya dengan hanya menyisakan celana boxer nya saja.dada nya bahkan sudah dalam keadaan polos tak memakai baju lagi.
" Mas! Aku ngga ngantuk! Kenapa kamu bawa ke sini?" tanya Bila dengan mengerutkan dahi nya.
Arif terkekeh melihat tingkah bingung istri nya.dia hendak memeluk tubuh Bila namun Bila buru-buru menghindar dengan menggulingkan badan nya ke arah samping.
" Sayang!" kesal Arif ketika tidak menemukan apa yang dia cari.
" Lagian Kamu ada-ada aja!" keluh Bila dengan bibir yang mengerucut lucu.
" Apa nya?" tanya Arif kembali menggoda sang istri.
" Aku ngga ngantuk Mas, kalau Kamu mau tidur ya tidur aja, kenapa mesti harus ngajak Aku segala." keluh Bila sengaja menutup semua badan nya menggunakan selimut tebal.namun Arif dengan gerakan cepat melepas kan semua kain penutup itu.
" Temenin suami apa salah nya sih sayang, Aku ngga bisa tidur kalau ngga ada Kamu di samping Aku!Mau nya di peluk sama Kamu." ujar Arif dengan sikap manja nya.
" Mau ya?" tanya Arif yang tanpa menunggu jawaban Bila langsung menarik kembali tubuh istri nya agar mendekat ke arah dia.
" Astaga!" ucap Bila sembari menggoyang kan kepalanya.
" Tidur sayang,jangan berisik." sahut Arif yang sudah sangat nyaman dengan posisi tidur nya saat ini.satu tangan nya memeluk pinggang istri nya,satu tangan nya lagi menjadi bantal untuk kepala Bila yang sudah tidak tertutup hijab lagi.entah kapan Arif membuka kan nya ,Bila pun tidak menyadari nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍😍🥰😍