
2 anak manusia itu masi tidur saling berpelukan padahal jam sudah menunjukan pukul 7 lewat mungkin karna terlalu nyaman makanya mereka egan untuk bangun tapi sepertinya gadis itu mulai membuka matanya,dewi melepas pelukannya pelan-pelan agar suaminya itu tidak terbangun.gadis itu beranjak dari kasur itu menuju ke kamar mandi karna sudah tidak tahan lagi untuk memuntahkan isi didalam perutnya.setelah memuntahkan semuanya gadis itu pun membersikan tubuhnya
selesai mandi dan berpakaian dia pun duduk didepan meja rias gadis itu mulai mengoles make up sedikit kewajahnya tanpa ia sadari sedari tadi suami nya sudah memperhatikannya,ketika dewi berbalik dia sudah mendapati suaminya duduk ditepi ranjang.gadis itu menghampiri suaminya
"kakak mendingan mandi,habis itu kita sarapan bareng.dewi turun duluan yah mau bantuin bibik"alfin menarik tangan dewi lalu dia dudukan gadis itu kepangkuannya
"kamu mau kemana,ko dandan gini"tanya alfin sambil memeluk dan mengelus-elus perut istrinya,dewi merasa heran kenapa alfin akhir-akhir ini suka mengelus perutnya tapi gadis itu hanya diam saja tidak curiga sedikit pun
"pagi ini dewi mau jalan2 sama teman-teman dewi.boleh kan"tanya gadis itu sambil tersenyum
"kemana"tanya alfin
"ke mall doang ko kk,dewi ngk akan kk lama perginya"dewi menjelaskannya sambil menatap suaminya itu
"kk udah bilang kamu ngk boleh capek-capek jadi kk ngk bolehin kamu.tetap dirumah yah"ucap alfin lembut sedangkan dewi memasang muka cemberut
"kk dewi udah ngkpp"jawabnya alfin menggeleng
"klo kk bilang ngk boleh yh ngk boleh.jadi lah gadis penurut dewi kk ngk usah dibantah"tegas alfin sambil mendudukan dewi keranjang,sebelum pria itu beranjak dia mentap dewi dan berkata
"kamu tungguin aku disini,ngk usah bantu bibik.aku mau mandi dulu"alfin mencium bibir dewi dan pergi kekamar mandi
setelah menunggu sekitar 20 menit alfin pun keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk putih dipinggangnya.gadis itu berdiri dan memberikan pakaian untuk suaminya yang sudah dia siapkan alfin mengambilnya dan memakai didepan dewi.gadis itu hanya bisa menunduk malu
"ngk usah nunduk gitu,toh kamu juga sudah pernah melihat,bahkan merasakannya"ucap alfi datar,gadis itu hanya diam menunduk setelah selesai berpakaian alfin dan dewi segerah turun kelantai dasar.mereka berdua menuju kearah meja makan yang tidak ada orang
"bik siti dan kk lulu kemana yah kk,ko tidak keliatan dari tadi"tanya dewi sambil mengambil makanan untuk suaminya
"ngk tau,kan kk baru bangun sama kamu"jawab alfin santai,gadis itu hanya mengangguk
"kk mau yang ini"tanya dewi menunjuk sayur santan
__ADS_1
"boleh tapi airnya saja"alfin memperhatikanaa karna makanan yang dihidangkan didepannya
"aku mau sayur yang dioseng aja"dewi pun mengambilkannya setelah selesai mengambilkan untuk suaminya dia pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri hanya sedikit gadis itu tidak yakin akan menghabiskannya
alfin pun menikmati makanannya sedangkan dewi merasa mual.alfin yang melihat itu berhenti makan dan memandang istrinya itu
"mual lagi"gadis itu mengangguk baru beberapa suap dia makan sudah merasakan mual.gadis itu beranjak dari kursinya dan berlari kerah kamar mandi yang berada didekat dapur dan diikuti oleh alfin dibelakangnnya
"huek huekkkk"alfin memijit tekuk istrinya
"kk,dewi ngk kuat.ini dewi kenapa sih"tanya dewi yang sudah menangis
"kk juga ngk tau wi"bohong alfin sambil memeluk dewi
"kata bik siti ini cuma terjadi sama ibu hamil tapi dewi kan ngk hamil kk,apa dokter salah periksa lagi yah.apa kita kedokter lagi untuk memeriksanya kembali.gimana kk"tanya dewi
alfin hanya diam membisu
"kak"panggil dewi sambil mendongak keatas melihat suaminya,alfin tersenyum dan mengangguk,dia sudah memikirkan cara supaya mertua dan orang tuanya tidak tau klo dewi sedang hamil
"yah udah ayok kita kerumah sakit"ajak alfin,gadis itu pun mengikuti langkah suaminya
setelah melewati kemacetan alfin dan dewi sudah sampai dirumah sakit mereka pun menuju keruang dokter kandungan tapi antrian sangat panjang alfin membawa istrinya itu untuk duduk dikursi antrian
"apa kita lain kali aja kesini kk,antriannya panjang bangat"ucap dewi pelan
"tapi kamu ngk penasaran"tanya alfin gadis itu menunduk
"kamu mau pulang"gadis itu menggeleng
"kita tunggu aja yah kk,tapi kk ngk sibuk kan"alfin menggeleng sambil merangkul istrinya
__ADS_1
"ngk sama sekali"dewi mengangguk.mereka pun menunggu antrian yang sudah tidak sebanyak tadi
"dek mau program hamil yah"tanya ibu-ibu disamping dewi yang sudah keliatan besar perutnya
"saya cuma mau mastiin aja bu,saya hamil atau ngk"ucap dewi lembut
"oh gitu,emang udah berapa lama kalian menikah"tanya ibu itu lagi
"seperti udah 3 bulan lebih bu"jawab dewi
"oh pengantin baru"dewi mengangguk
"suami ibu kemana"tanya dewi tapi ibu itu terdiam
"yah begitu lah laki-laki dek klo kita sedang hamil pasti dia selingkuh awalnya saya hamil pertama dia perhatian sekali tapi tetap saja dia selingkuh pas saya hamil anak kedua dan ketiga sampe ketujuh ini dia tidak perhatian lagi,tapi semoga suami adek ngk kaya gitu yah"dewi yang mendengar klo ibu-ibu disamping nya ini memiliki anak 7 sangat kaget
udah tau suaminya selingkuh dari awal dia hamil anak pertama tapi tetap aja mau dihamilin sampe anaknya 7 gini,semoga saja aku tidak seperti ibu ini,apa kk alfin akan seperti itu yah pikir dewi dalam hati sedangkan alfin hanya memasang muka datarnya mendengar cerita ibu itu
"ibu sangat kuat yah"ucap dewi
"hah maksud kamu"kaget ibu itu apa kah gadis disampingnya ini sedang meledeknya kuat dalam artian apa apak kuat bikin anak maksudnya pikir ibu itu
"maksud ku ibu kuat bisa melahirkan anak sebanyak itu.ibu sangat hebat.klo aku jadi aku pasti tidak akan kuat.ibu harus sabar yah semoga saja suami ibu secepatnya sadar dan tidak lagi selingkuh"dewi memberikan senyum manisnya dan semangat buat ibu itu.ibu itu membalas senyum dewi dan mengangguk kan kepalanya
"ibu indri"nama ibu itu dipanggil oleh perawat
"dek ibu masuk dulu yah"ucap ibu indri sambil beranjak dari kursinya.dewi mengangguk
"hati-hati bu"ucap dewi
baca dari episode 27 karna alur cerita aku ubah sedikit
__ADS_1