
Karena masih terlalu pagi untuk turun dan mencari sarapan,Arif akhirnya memutuskan untuk mengajak Bila jalan-jalan untuk mengitari semua kawasan hotel milik nya, dan sekalian Arif bisa memantau lebih dekat lagi kondisi dan situasi hotel ini.
" Kita mau kemana Mas?" tanya Bila saat Arif terus menuntun nya menuju pintu keluar.
" Kita mau jalan- jalan sebentar, suasana di sini sangat bagus sekali kalau masih pagi loh sayang,kamu harus melihat nya sendiri." ujar Arif menjelaskan.
" Segar banget sih udara nya,kayak di tempat tinggal Aku dulu." sahut Bila sambil merentangkan kedua tangannya,namun sedetik kemudian pikiran nya langsung tertuju kepada sang Bibi yang sudah 2 hari tidak ada kabar berita, biasanya mereka selalu bertukar kabar karena Bila yang selalu menghubungi terlebih dahulu,namun saat ini Bila sedang di luar dan tidak mungkin untuk bermain ponsel.
" Mau jalan kaki atau mau naik kendaraan sayang?" tanya Arif memberi pilihan kepada sang istri yang sangat dia cintai.apapun permintaan Bila pasti akan di kabulkan,begitu lah definisi bucin nya seorang Ahmad Arif Hidayat.
" Sayang?" Arif kembali memanggil Bila yang sedang menunduk kan kepala nya seraya meremas ujung jilbab nya.
" Kamu kenapa? Kamu ngga suka suasana seperti ini?" tanya Arif sambil mengangkat pelan dagu sang istri.
Dengan cepat Bila menggeleng kan kepalanya,dia sudah tidak sanggup untuk berbicara,buka mulut sedikit saja sudah di pastikan air mata nya pasti akan ikut keluar juga.Bila akan menjadi sensitif jika berhubungan dengan sang Bibi yang merupakan Bidadari penyelemat kehidupan nya.
" Kamu capek? Lebih baik kita kembali ke kamar saja biar Kamu bisa beristirahat." ucap Arif yang sudah bersiap memutar badan nya.
" Ja-jangan Mas." Bila langsung menahan tangan Arif yang hendak melangkah masuk.
" Aku minta maaf,Aku suka kok pemandangan nya." imbuh nya lagi dengan tatapan mata yang masih berkabut awan hitam.
" Kalau Kamu suka jangan diam sama murung begini dong sayang? Aku ada salah ya sama Kamu?" tanya Arif cemas, meskipun dia merasa tidak berbuat kesalahan tetapi Arif harus tetap waspada agar masalah ini tidak semakin besar.
Bila kembali terlihat menggeleng kan kepala nya dengan ekspresi wajah yang lucu sekali.
" Terus kenapa wajah Kamu seperti menahan beban berat?" tanya Arif lagi.
" A-ku cuman kangen sama Bibi, melihat suasana sejuk seperti ini membuat Aku rindu untuk pulang ke kampung sana." ujar Bila takut-takut.
" Ya ampun sayang!Jadi gara-gara itu wajah Kamu mendadak layu seketika,Aku pikir Kamu lagi sakit atau marah sama Aku.bikin Aku khawatir aja sih Kamu ini." Arif langsung menarik paksa tubuh Bila masuk ke dalam pelukan nya, meskipun di sekitar mereka ada beberapa orang pegawai nya,namun Arif seolah mengabaikan keberadaan mereka semua.
" Nanti kalau Aku sudah ngga sibuk di kantor lagi,kita akan mengunjungi Bibi Siti,Aku janji,tapi ngga boleh sedih kayak gini lagi.ini kan bulan madu pertama kita sayang,masak harus pakai pertumpahan air mata sih? Malu dong! Tuh Kamu sampai jadi tontonan mereka semua." ujar Arif sambil memutar badan Bila agar melihat ke belakang.
__ADS_1
Bila yang merasa malu setelah melihat banyak orang yang berada di belakang nya, langsung bersembunyi di belakang tubuh arif.wajah cantik nya langsung berwarna merah.
" Mas! Kenapa Kamu ngga bilang kalau sejak tadi mereka terus mengikuti kita." bisik Bila pelan agar tidak kedengaran sama mereka semua.
" Maka nya Kamu ngga boleh cengeng-cengeng lagi.Aku yang sengaja meminta mereka untuk mengikuti kita,Aku takut tiba-tiba cuaca mendung ini berubah menjadi hujan, apalagi setelah melihat air mata Kamu keluar,pasti bumi ini juga akan ikut menangis."
" Jangan ngaco ! Aku bukan siapa-siapa jadi ngga ada hubungan nya sama air hujan." Bila memberi sebuah cubitan gemas di pinggang Arif yang sedang berhadapan langsung dengan nya.
" Sakit sayang!Suka banget sih main cubit-cubitan." keluh Arif sambil menggosok pinggang nya yang sama sekali tidak terasa sakit.
" Jangan lebay deh Mas, Aku cubit nya cuman pelan doang kok." hardik Bila yang jengah melihat tingkah usil Suami nya.
" Mereka suruh masuk aja lagi Mas,payung sama jacket hujan nya kita bawa sendiri saja." sambung bila mengeluarkan pendapat nya.
" No! Aku mau romantis- romantis sama Kamu tanpa ada barang tentengan,toh posisi jalan mereka tidak akan sama dengan langkah kaki kita sayang,Aku juga sudah lama tidak datang kesini,kalau kita kesasar kan ada mereka yang sebagai penunjuk jalan." jawab Arif sambil merangkul pinggang Bila agar mau menerima keputusan nya.
" Baiklah, terserah Kamu saja,ngga lucu kan , tiba-tiba saja keluar berita di sosial media tentang hilangnya pemilik hotel kicauan burung karena tersesat saat mau kembali ke hotel milik nya."
Hahahaha...
" Aku 'kan ngikutin gaya hidup Kamu,cuek ya Aku balas cuek lagi.untuk apa Aku sok-sokan manis , tetapi di marahin ! Ya mending diam dan masa bodoh aja." jawab Bila santai.
" Oke baiklah,mulai hari ini juga Kamu di larang keras kembali ke mood cuek Kamu itu,Aku akan memberikan Kamu hukuman jika Kamu berani mengabaikan Aku.karena Aku ngga akan bisa kerja dan tidur nyenyak jika ngga ada Kamu di samping Aku."
Cup..Cup.. Arif mencium kening Bila dengan kadar perasaan cinta yang luar biasa.
" Mas ! Malu sama mereka." ucap Bila pelan.
" Mereka ngga akan berani protes, palingan cuman membatin aja.Ayok lanjut lagi ."
Arif langsung menggandeng kembali tangan Bila yang sempat terlepas dari genggaman tangan nya.kedua pasangan romantis ini berjalan menuju ke sebuah bukit yang terletak tidak jauh dari Hotel milik nya ,tanah yang mereka injak saat ini masih merupakan milik Arif,rencana nya tahun besok akan di bangun tempat wisata lain nya untuk menunjang keberadaan hotel dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru masyarakat sekitar. sedangkan di balik gunung ini ada perumahan penduduk lokal.
3 orang pegawai hotel ini membawa semua keperluan Tuan muda nya,mulai dari payung, jacket hujan , botol minuman,dan juga Snack sudah mereka angkut agar tidak mendapatkan teguran dari Tuan muda nya.di belakang mereka bertiga ada 5 orang pria yang bertubuh besar yang selalu menjaga kemana pun Arif pergi.
__ADS_1
Bila nampak bahagia menikmati suasana pagi ini,senyum sumringah selalu keluar dari bibir manis nya.
" Ternyata untuk membuat Kamu bahagia sangat lah sederhana.Aku janji akan mengajak Kamu ke tempat yang lebih romantis lagi." gumam Arif yang tidak berhenti mengabadikan momen bagus ini.
Saat rintik hujan mulai turun membasahi Bumi Pertiwi, Arif mengajak Bila untuk segera kembali ke dalam hotel.
" Pakai ini dulu sayang." ujar Arif sambil membantu memasang kan jacket hujan di tubuh Bila.semua ini tidak terlepas dari pandangan semua anak buah nya.
Arif lebih mementingkan Bila terlebih dahulu ketimbang dirinya sendiri.
" Tuan muda bisa romantis juga ya ternyata." gumam pria yang berada paling ujung dari barisan.
" Mereka berdua sangat cocok sekali!" batin yang lain nya lagi.
Hujan turun semakin deras disertai dengan hembusan angin kencang, Bila langsung mengeratkan genggaman tangan nya ketika merasa takut dengan cuaca ekstrim seperti ini.
Pepohonan yang berukuran panjang tampak melambai-lambai terkena tiupan angin kencang.
" Nggak papa sayang,ada Aku! Sebentar lagi kita akan sampai ke hotel." ujar Arif sedikit mengeraskan volume suara nya agar terdengar oleh Bila.
" Iya Mas." jawab Bila, wanita ini langsung tersadar dengan apa yang dilakukan oleh suami nya.untung saja dia mengiyakan ucapan suami nya tadi,jika tidak...Sudah di pastikan mereka akan berjalan berduaan di tengah jalan yang di guyur hujan deras sedangkan petir bertalu-talu menyamar permukaan bumi.
" Pantas saja Mas Arif menjadi pengusaha sukses,semua yang dilakukan selalu di persiapkan dengan matang." gumam Bila dalam hati nya.
Sejenak Bila merasa beruntung bisa menikah dengan sosok pria yang menjadi suami nya.meskipun di awal pernikahan harus menjadi istri kedua dan di abaikan, tetapi kuasa tuhan bekerja dengan sangat cepat.
Entah sampai jam berapa Naima dan Fandi mengakhiri olahraga ranjang nya,yang jelas Naima sudah terbangun saat matahari sudah tinggi dari tempat terbitnya.
Dengan badan yang masih bau keringat percintaan,tanpa merasa malu atau minder sedikit pun,Naima melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi tanpa memakai sehelai benang pun,Fandi yang melihat mangsa nya sedang berjalan begitu seksi nya, langsung berlari dan menutup kasar pintu kamar mandi.Naima yang sedang buang air kecil sontak kaget melihat kedatangan Fandi yang juga masih naked .
Senyuman nakal terbit di bibir Fandi,sambil menjulurkan lidah nya,Fandi mendekati Naima yang masih terdiam memperhatikan urat-urat Fandi yang semakin menonjol jika sedang berjalan seperti ini.
" Mmmm...Mantap nih." batin Naima yang bersusah payah menelan saliva nya.
__ADS_1
" Eng..." lenguhan manja keluar dari mulut Naima ketika tangan Fandi sudah bermain lincah di kedua bukit kenyal nya.sambil berdiri di tengah kamar mandi,kedua insan yang sedang di mabuk nikmat,kembali mengulang aksi nya.Naima tetap menjerit meskipun hanya bermain di kamar mandi.berulang kali Fandi membolak-balik badan Naima demi menemukan rasa nikmat di setiap gaya yang berbeda-beda, berulang kali juga suara jeritan Naima terdengar keluar memenuhi semua ruangan itu.Naima bahkan nampak bersemangat meskipun Fandi bermain sangat liar sekali.kedua nya sama sekali tidak merasakan capek atau pun lelah dalam berbagi peluh.kerja sama yang mereka lakukan sangat menguntungkan satu sama lain.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍🥰