
Bisik-bisik manja di antara karyawan Arif mulai terdengar setelah kepergian Tuan muda mereka.sesuai dengan perkataan Arif tidak ada yang berani membicarakan secara terang-terangan di hadapan Arif.mereka semua terlalu pengecut untuk melakukan nya.
" Siapa gadis berkerudung hitam itu?"
" Wajah Nya sangat cantik sekali!"
" Apa itu kekasih baru Tuan muda? Kalau pun iya Aku sangat mensyukuri nya,setidak nya Nenek lampir itu sudah tidak punya tempat lagi di perusahaan ini."
Hahahaha....
Semua karyawan yang sedang berkumpul itu tertawa bahagia di atas penderitaan Naima.
"Seperti nya wanita itu orang yang spesial untuk Tuan muda,kali ini Tuan muda sangat romantis sekali."
" Aku pikir Tuan muda itu dingin dalam segala hal, ternyata bisa semanis itu juga." bisik-bisik itu masih terus berlanjut tanpa ada yang bisa mencegah nya.
Sesampai nya di lantai paling atas,Arif terus menggendong Bila menuju ruangan khusus nya.beruntung Arif sering menghabiskan waktu nya dengan berolahraga berat, sehingga dia tidak merasa tersiksa saat harus membantu sang istri seperti saat ini.
" Tuan,Nona muda kenapa?"tanya Reno panik saat melihat Bila berada dalam gendongan Arif,Reno memang belum mengetahui tentang kecelakaan yang di alami oleh Bila.
Seorang wanita cantik, tinggi dan seksi yang baru keluar dari kamar mandi di buat tercengang saat melihat Arif sang idola nya sedang menggendong seorang wanita cantik yang berpakaian tertutup.sangat berbanding terbalik sekali dengan gaya pakaian yang dia kenakan.
" Jadi, seperti ini selera Tuan muda." gumam nya memandang rendah Bila .
" Apa sih hebat nya wanita itu? Sampai-sampai bisa menaklukkan hati Tuan muda, jelas -jelas Aku lebih segala nya di banding kan dengan dia." gerutu Naura merasa sakit hati melihat perlakuan manis Arif kepada istri nya.
" Aku nggak papa kok Asisten Reno."bukan Arif, tetapi Bila sendiri yang menjawab nya.
" Kaki nya sedang sakit akibat insiden kecil kemarin,Aku mau masuk ke dalam dulu." ujar Arif dengan cepat, agar Reno tidak lagi memandang wajah sang istri.entah kenapa dia merasa tidak rela melihat tatapan mata Reno terus tertuju kepada Bila.
Reno yang mengerti maksud Tuan muda nya langsung mengangguk dan berlari membantu membukakan pintu.
" Apa ada yang perlu Saya bantu lagi Tuan?" tanya Reno menunggu perintah berikut nya, tetapi kedua bola mata nya tetap mencuri pandang kepada Bila yang tengah sibuk merapikan jilbab plisket nya.paras cantik Bila membuat Reno terpana melihat nya.
__ADS_1
" Suruh Naura bikin kan teh hangat serta cemilan untuk istri ku,dan satu lagi! Jangan lagi datang ke ruangan ku jika hanya ingin memandang wajah istri ku.itupun kalau Kamu masih sayang dengan kedua mata mu itu." ujar Arif sengaja menyindir halus Reno akan kelancangan nya.
" Maaf Tuan muda,Saya hanya..Kagum saja dengan Nona muda." jawab Reno jujur tetapi masih saja menatap ke arah Bila.
" Kagum? Kamu di larang keras mengangumi istri ku,Aku tidak akan pernah rela mendengar jika ada laki-laki lain mengagumi sosok istri ku.camkan itu! Sudah sana kerjakan yang Aku perintahkan,dan jangan lupa bawa berkas-berkas yang harus Aku kerjakan." seru Arif dengan wajah membunuh nya.
"Galak banget sih jadi laki! Dulu aja nolak Nona Bila, sekarang bucin parah.sampai-sampai melirik sedikit saja tidak boleh." batin Reno ngedumel kesal.
" Huh...Dasar mantan suami nya Nenek lampir ." imbuh nya dalam hati.
" Baik Tuan muda.Saya pamit keluar dulu, mari Nona muda." ujar Reno menyapa Bila sebelum kesempatan itu habis.
" Iya.." jawab Bila ramah, melihat tingkah posesif sang Suami nya yang semakin menjadi-jadi membuat Bila geli sendiri di buat nya.
" Ini beneran suami Aku kan?" gumam Bila menarik ke samping bibir nya.
" Aku kerja dulu ya sayang,Kamu istirahat di sini aja." pamit Arif hendak menuju kursi kebesaran nya.
" Iya Mas." jawab Bila tersenyum.
Cup..
Cup.
Cup.
" Geli Mas, udah sana kerja!" ucap Bila sambil mendorong kuat dada Arif agar menjauh dari wajah nya.
" Geli apa enak?" goda Arif dengan wajah mesum nya.
Bila memutar malas kedua bola mata nya melihat tingkah usil Suami nya kembali keluar mengerjai diri nya.
" Geli!" seru Bila kesal.
__ADS_1
" Kalau mau yang enak-enak, nanti kita pikirkan." Arif langsung berlari kabur setelah mengatakan itu.
" Dasar Bapak-bapak mesum." ucap Bila lirih.
" Kamu bilang apa sayang?" tanya Arif yang tidak mendengar nya dengan jelas.
" Mm nggak kok, selamat bekerja suami ku." kilah Bila agar tidak ketahuan oleh suami nya.
" Oke sayang ku." jawab Arif yang lupa dengan apa yang dia tanya kan tadi.
Reno yang baru keluar dari ruangan Tuan muda nya, langsung bergegas menuju meja kerja Naura.
" Woii... Melamun bae.mikir apaan sih sampai nangis segala?" tanya Reno meledek.
" Apaan sih! Ganggu orang aja deh." keluh Naura emosi.
" Udah Aku bilang,jangan pernah lagi memuja Tuan muda, istri Tuan muda lebih segala-galanya dari apapun.Kamu lihat sendiri kan bagaimana sempurna nya paras Nona muda.Aku saja sampai iri melihat nya." ucap Reno panjang lebar,pria ini bahkan sampai lupa mengucapkan perintah dari Tuan muda nya akibat terlalu bersemangat menjabarkan tentang kesempurnaan seorang Nabila Az-Zahra.
" Cih..Cantik apaan.baju nya aja tertutup begitu, mending Aku.seksi sekali." jawab Naura tidak terima mendengar pujian yang di ucapkan oleh Reno.
" Yang tertutup itu bukan berarti tidak cantik.kecantikan itu bukan melulu tentang pakaian ketat dan terbuka, tetapi lebih ke hati dan aura yang dia miliki.modelan kayak Kamu ini ,di simpang lampu merah mah banyak." ujar Reno yang tanpa ragu berani menyindir kepercayaan diri yang di miliki oleh Naura.
" Kurang ajar!" seru Naura langsung menimpuk punggung Reno menggunakan berkas yang ada di atas meja.
" Lah kenapa marah,Aku ngomong jujur loh.maka nya jaga penampilan mulai sekarang juga,kalau tidak ingin di rendah kan lagi." ujar Reno lalu berjalan cepat menuju ruangan nya.
" Hahaha..Mampus Kamu wanita genit." ucap Reno lirih ketika berhasil menyentil ulu hati Naura yang keras kepala.
" Sial! Reno!" teriak Naura merasa tidak terima dengan ucapan Reno yang sangat merendahkan harga diri nya.
" Awas Kamu kadal buntung." ucap Naura lirih meremas kuat pulpen yang ada di tangan nya.
Reno yang baru ingat tentang perintah yang di berikan kepada dia tadi,langsung berlari kembali menghampiri Naura yang masih mengamuk.
__ADS_1
" Oh iya.tadi Tuan muda minta di siapkan dua teh hangat dan juga cemilan ringan untuk Nona muda.jangan lupa di antar secepat nya ke ruangan Tuan muda.masih ingat kan jalan nya,dan jangan lupa melihat bagaimana wajah istri Tuan muda." seloroh Reno lalu pergi secepat kilat menghindari amukan Naura yang sangat ganas sekali.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍