
Naima langsung bersiap-siap untuk menuju apartemen tempat tinggal lelaki bayaran nya yang bernama Fandi.Naima menyetir mobil dengan senyuman licik yang tidak pernah pudar dari wajah bringas nya.
"Secantik apa sih, wanita yang sudah merebut suami ku? Selincah apa goyangan nya di atas ranjang sampai membuat Arif ku bertekuk lutut di hadapan nya." ucap Naima pelan di dalam mobil.tidak ada orang lain yang mendengar ucapan gila nya ini selain diri nya sendiri.
Begitu angkuh nya Naima sampai harus membanggakan kehebatan nya di atas ranjang.
Sesekali wanita ini juga terdengar menertawai diri nya sendiri yang begitu bodoh nya bisa kehilangan sumber mata uang nya.
" Aku ngga boleh kalah dari mata hina itu! Aku ngga mau kembali hidup melarat di tempat penampungan sana." imbuh nya sambil memukul-mukul setir mobil yang masih menyala.
Di dalam rumah keluarga Ahmad,Mama Yolan sedang di interogasi oleh suami nya.
Ya...Pak Rizal langsung bangun dari balik selimut tebal nya setelah melihat sang istri yang sudah tenang dan tidak mengamuk lagi.
" Ada apa Ma? Tadi marah-marah! Sekarang tertawa lebar.jangan bikin Papa salah paham deh Ma!" seru Pak Rizal menyadarkan sang istri yang tengah asyik menatap layar ponsel nya sambil tertawa renyah.
" Mama lagi senang banget Pa." jawab Mama Yolan sambil merentangkan kedua tangan nya sambil memejamkan kedua mata.
" Jangan bikin Papa tambah gagal paham deh Ma, cepat jelasin." pinta Pak Rizal sambil memperbaiki posisi duduk nya yang menjadi menyandar di headboard ranjang.
" Arif sama Bila tadi izin tidak pulang kerumah,karena mereka 3 hari ke depan mau menginap di hotel kita." jawab Ibu Yolan sambil tersenyum menatap wajah sang suami yang terlihat biasa saja.
" Papa kok ngga bahagia atau pun tertawa sih Pa?" tanya Mama Yolan penuh selidik.
__ADS_1
" Untuk apa Papa tertawa sih Ma, sedangkan Papa tadi siang sudah puas menertawai menantu kesayangan Mama yang bernama Naima itu.sebelum Mama menyampaikan masalah ini,Papa sudah terlebih dahulu mengetahui nya,Mama lupa kalau suami nya Mama ini siapa?" balas Pak Rizal tidak kalah heboh nya.gosip baru yang di bawa oleh Pak Rizal seperti nya lebih memikat hati Ibu Yolan ketimbang melanjutkan cerita nya sendiri.
" Iya yah.." jawab Ibu Yolan sambil nyengir kuda,yang sedetik kemudian langsung mengeluarkan taring nya.
"Itu bukan menantu Mama,jangan pernah berani lagi mengatai dia menantu kesayangan Mama, melihat nya pun mata Mama ini tidak akan pernah sudi menatap wajah palsu nya."Ibu Yolan merasa geram mendengar ucapan sang suami yang sungguh tidak masuk akal,sejak Arif menjalin hubungan dengan wanita itu,Mama Yolan sudah menentang habis jalinan kasih sang putra dengan wanita yang berkedok seorang model.kehadiran Naima di tengah keluarga mereka sama sekali tidak pernah terdaftar resmi di dalam buku keluarga Ahmad.
" Menantu kesayangan Mama hanya satu orang, yaitu Nabila Az-zahra." sambung Ibu Yolan begitu bangga nya ketika menyebut nama Nabila di hadapan suami nya.
" Hahahaha...."
" Jangan lupa Ma,wanita itu juga pernah menjadi istri dari putra mu itu.otomatis dia juga pernah menjadi menantu kesayangan Mama." Jawab Pak Rizal yang bersemangat membuat sang istri marah,ini merupakan pembalasan yang di berikan oleh Pak Rizal kepada sang istri yang telah tega merusak suasana tidur nyenyak nya.
" Ck...Stop Pa." ujar Ibu Yolan sambil menutup kedua kuping nya menggunakan bantal guling panjang.
" Tadi siang mantan menantu Mama datang membuat huru hara di kantor Arif, untung saja Papa masih berada di di dalam kantor itu....."
Pak Rizal terus menceritakan semua kejadian tadi siang kepada sang istri tanpa ada satu peristiwa pun yang terlewat kan.termasuk wajah pias Naima saat di ancam oleh Pak Rizal menggunakan Video tidak senonoh nya.
" Serius Papa ngancam dia seperti itu? Trus Arif bilang apa Pa?" tanya Ibu Yolan tidak sabaran lagi mendengar kekalahan mantan menantu jahat nya.
" Arif ngga bilang apa-apa karena dia memilih diam di dalam mobil,itu bukan hanya ancaman Ma, sebentar lagi wanita itu akan datang memohon ampun kepada kita semua,tidak akan ada lagi yang bisa menolong dia setelah Papa keluar kan semua identitas busuk nya.hanya tinggal menunggu waktu nya saja,Papa akan menghancurkan dia secara paksa." jawab Pak Rizal begitu emosional nya,tanpa di ketahui oleh Ibu Yolan, Naima juga pernah berusaha merayu Pak Rizal yang notabene nya adalah mertua sah nya menggunakan tubuh seksi nya.malam itu saat Pak Rizal tengah mengadakan meeting bersama rekan bisnis nya yang datang dari jepang, tiba-tiba saja Naima datang dengan rok pendek dan baju sebatas perut, langsung duduk di atas pangkuan Pak Rizal yang tengah duduk di atas kursi nya, untung saja rekan bisnis nya sudah pamit terlebih dahulu sebelum kejadian ini terjadi.
Dengan tidak tau malunya Naima menyatukan paksa bibir mereka berdua sambil berusaha memegang tongkat sakti milik sang mertua nya. Pak Rizal yang marah melihat perbuatan kotor dari wanita yang dia ketahui masih sah menjadi istri dari putra kandung nya, langsung meradang dengan mendorong kuat Tubuh Naima ke atas lantai cafe yang berbahan keramik kuat.
__ADS_1
Rintihan kesakitan yang keluar dari mulut Naima tidak membuat Pak Rizal iba sedikit pun kepada menantu yang tidak tahu diri ini.tangan Pak Rizal bahkan menarik kuat rambut Naima yang terurai indah menyentuh lantai keramik.suara mohon ampun dari mulut buaya Naima di abaikan begitu saja oleh Pak Rizal yang sangat-sangat kecewa dengan sikap murahan Naima.Pak Rizal bahkan menyuruh 3 orang bodyguard nya untuk menghukum sadis Naima menggunakan tubuh mereka sendiri.namun bukan nya menangis meratapi nasibnya,Naima malah tampak bahagia dan tertawa puas menikmati permainan ranjang dengan 3 orang pria sekaligus.
Mulai sejak itu,Pak Rizal bersumpah akan membuat hidup Naima hancur sehancur- hancur nya.
Pak Rizal memilih menyimpan rapat rahasia ini dari sang istri dan juga putra kandung nya, beliau bertekad akan memberikan pelajaran langsung kepada Naima yang sudah sangat di luar batas.
Dengan langkah cepat,Naima langsung masuk ke dalam apartemen yang tidak di kunci oleh Fandi.
" Selamat datang Honey.."sapa Fandi yang sudah menunggu kedatangan Naima sambil menyesap kopi hitam dan sebatang rokok yang masih menyala.
" Honey..." balas Naima langsung mengambil posisi di atas pangkuan Fandi yang sedang bertelanjang dada.
Tanpa berkata apa-apa, Naima langsung meraup bibir Fandi yang masih mengeluarkan asap rokok nya,kedua gundukan kenyal milik Naima sudah keluar dari sarangnya akibat ulah nakal nya sendiri.
"Aku butuh Kamu.. Honey."desah Naima begitu manja nya di samping telinga Fandi.
Fandi yang kebetulan sedang kelaparan, langsung menerima dengan tangan terbuka umpan yang di lempar kan oleh Naima.tanpa mengulur waktu lagi, Fandi langsung menggerus puntung rokok nya,lalu menggendong tubuh Naima menuju kamar tidur nya.
Kondisi pintu yang tidak tertutup rapat memudahkan Anak buah Pak Rizal untuk menyelinap masuk dan dengan begitu bebas nya mereka merekam setiap gerakan dari kedua pasangan tanpa ikatan ini.
Suara kicauan dan jeritan yang keluar dari mulut Naima membuat kedua mata-mata ini bergidik geli mendengar nya,jika bukan karena sedang menjalankan perintah dan misi dari Tuan besar,sudah sejak tadi mereka kabur keluar, dari pada harus mendengar suara laknat milik pasangan gila itu.
" Dasar manusia tidak punya urat malu! Sebentar lagi, tamatlah riwayat Kamu,wanita penghibur!"batin salah satu mata-mata itu begitu marah nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰