Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Firasat buruk


__ADS_3

Pyarrr...


Terdengar suara keras dari gelas yang sudah pecah berserakan di atas lantai ubin.seperti sebuah firasat buruk.


Bibi Siti yang saat itu hendak menuangkan air ke dalam gelas tiba - tiba tidak sengaja tersenggol oleh hijab panjang yang beliau kenakan.Bibi Siti merasakan sesuatu yang tidak enak telah terjadi dalam hidup nya.


" Ada apa ini?" batin Bi Siti langsung merasa cemas dan juga takut.dari arah belakang datang lah seorang wanita paruh baya yang memang di utus oleh keluarga Arif untuk menemani dan membantu Bibi Siti.


" Bi Siti! Ada apa?" tanya wanita ini yang langsung berlari ketika mendengar suara berisik dari dapur.


" Aku tidak sengaja menjatuhkan gelas Mar." jawab Bi Siti masih dengan raut wajah cemas nya.


" Ya sudah sini biar Saya bersihkan dulu Bi,nih minum dulu Bi." Mar langsung menyerahkan segelas air putih kepada Bibi Siti untuk menenangkan rasa aneh di dalam dada nya.


" Tolong bersihkan ya Mar,Bibi mau menelpon Bila dulu,entah kenapa perasaan Bibi tidak enak seperti ini."


" Iya Bi,semoga saja tidak terjadi apa-apa terhadap Nona Bila ya Bi."


"Amin Mar." Bibi Siti langsung masuk ke dalam kamar nya mencari ponsel Android yang sudah di beli kan oleh besan beliau khusus untuk Bibi Siti.rasa khawatir Bibi Siti bertambah dua kali lipat saat mendapati ponsel sang putri tidak aktif.tidak ingin menyerah begitu saja,Bibi Siti memutuskan untuk menghubungi ponsel Arif yang nomer nya sudah tersimpan langsung di dalam ponsel baru milik Bi Siti.


Rasa cemas dan khawatir itu semakin bertambah menjulang tinggi ketika mendapati ponsel Arif juga sedang tidak aktif.


Terakhir kali beliau berkomunikasi dengan Bila ketika 2 hari sebelum Bila di ajak dinner oleh Arif. hingga sampai detik ini Bila belum berbagi kabar lagi tentang keadaan nya.


" Aduh! Pada kemana sih anak-anak ini? Kenapa ponsel mereka tidak aktif semua?" batin Bi Siti merasa resah.


Seharian ini Bibi Siti merasa tidak tenang,entah kenapa beliau merasa tidak nyaman bahkan saat memasak di untuk makan siang saja makant yang sedang berada di atas kompor sampai gosong tidak berbentuk lagi.


Bibi Siti lalu membaringkan tubuh nya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 3 sore, tetapi belum juga ada panggilan masuk yang datang dari Bila maupun Arif.

__ADS_1


Tidak ingin semakin di buat resah, gelisah dan cemas,Bi Siti mencoba kembali untuk menghubungi sepasang suami istri itu, tetapi ponsel mereka berdua masih tidak aktif juga.


Bibi Siti berinisiatif menelpon besan kesayangan nya.rasa cemas itu akhirnya berganti dengan rasa bahagia kala mendengar cerita tentang Bila dan Arif yang sedang pergi berbulan madu.


" Bi! Semoga saja kita berdua secepat mungkin mendapatkan cucu ya Bi." ucap Ibu Yolan dengan suara mendayu nya.


" Iya Ibu besan,Saya juga ingin melihat Bila melahirkan dan menggendong anak nya.semoga saja sepulang nya mereka dari berbulan madu,ada kabar bahagia yang datang dalam waktu dekat."


" Amin..Sudah dulu ya Bi, Saya kebetulan lagi di tempat arisan. nanti kita sambung lagi kalau Saya sudah sampai di rumah." pamit Ibu Yolan yang merasa tidak enak harus menelepon terus sedang kan di depan sana ada seseorang yang sedang berdiri memberikan pengarahan.


" Iya Bu besan ,tidak apa-apa,maaf kan Saya yang menganggu waktu santai nya Ibu besan ,Saya terlalu cemas memikirkan Bila yang tidak bisa saya hubungi."


" Siap Bibi ..Jangan merasa sungkan seperti itu,kita ini keluarga dan Saya tidak merasa terganggu sedikit pun."


Sejenak rasa cemas itu langsung hilang setelah mendengar kabar bahagia dari besan nya,namun 1 jam telah berlalu rasa khawatir dan cemas tadi kembali muncul menyapa sanubari Bi Siti.


Menjadi ibu sambung bagi Bila mulai dari dia kecil membuat ikan batin yang terjadi di antara mereka sangat dekat sekali.Bibi Siti tidak bisa merasa tenang sedikit pun sebelum mendengar suara putri tersayang nya.


Setelah mengerjakan sholat Ashar Bi Siti tidak lupa berdoa meminta perlindungan kepada sang semesta untuk menjaga di mana pun Bila berada,wanita paruh baya ini terlihat khusyuk mengadu kan segala kegundahan hati nya kepada sang maha pencipta.


Karena terlalu lelah menangis, akhir nya Bila tertidur pulas di dalam pelukan Arif.tidak ingin membuat sang istri terbangun dari tidur nya,Arif memilih menggendong kembali tubuh Bila dan membawa nya masuk ke dalam kamar mereka.


" Huft... Istirahat lah sayang.Aku ngga tahu lagi apa yang bakal Mama lakukan nanti setelah kita sampai di rumah." ucap Arif lirih lalu menggeser posisi duduk ke atas sofa yang sengaja dia pindahkan ke sisi tempat tidur Bila.


" Semoga saja setelah di urut Kaki Kamu cepat sembuh sayang "


Kaki Bila masih membiru tetapi sudah tidak terlalu bengkak lagi.Arif seketika meringis membayangkan bagaimana keras nya kaki mulus Bila membentur Batu besar.


Sambil menunggu istri nya terbangun,Arif memilih menyibukkan diri nya dengan menatap laptop bermain dengan grafik saham yang sudah melambung tinggi.

__ADS_1


Bila terbangun di tengah malam karena merasa perut nya sudah sangat lapar.di lihat nya sang suami sedang tertidur pulas di atas sofa sambil memangku laptop.


Ketika Bila hendak turun dari ranjang, tiba-tiba saja wanita ini teringat akan kejadian yang baru dia alami tadi sore.


" Aw..." rintih Bila ketika kaki nya sudah menyentuh lantai kamar.


Dengan sangat terpaksa Bila kembali mendudukkan kembali bokong nya di tepi ranjang tidur.air mata Bila kembali turun berurai akibat rasa perih yang teramat menyiksa kaki dan menjalar hingga ke kepala nya.


Hiks..Hiks..Hiks..


Tangis Bila terdengar begitu menakutkan di tengah malam yang sunyi ini.ingin sekali dia membangun kan sang suami namun hati nya tidak tega melihat Arif yang sudah nyenyak.


" Maaf kan Aku yang suka ngeyel Mas,pasti Kamu capek banget ngurusin Aku sejak tadi." gumam Bila mulai meratapi kesalahan nya.


Arif yang sudah pegal tidur dalam posisi yang tidak nyaman langsung menggeliat kan badan nya lalu perlahan membuka mata nya.


"Sayang!" seru Arif ketika mendapati Bila sedang terisak dalam tangis nya.


" Kamu kenapa sayang? Masih sakit?" Arif bergegas menghampiri Bila lalu mengelap air mata Bila dan mengecek kondisi kaki nya.


"Aku..Aku..Pengen buang kecil Mas, perut Aku juga lapar." ucap Bila menjelaskan.


" Jadi gara-gara itu Kamu menangis?" tanya Arif merasa bersalah telah abai merawat sang istri.


" Bukan Mas,tadi pas Aku mau berdiri sakit di kaki Aku terasa perih sekali,Aku ngga sanggup lagi nahan sakit nya." jawab Bila sendu.


" Ya ampun sayang! Kenapa Kamu ngga panggil Mas aja.jangan di paksa dulu kaki nya di bawa jalan,kalau Kamu butuh apa-apa panggil Mas aja." Arif pun menggendong Bila menuju kamar mandi dan menunggu di dalam sampai Bila selesai menuntas kan hajat nya.meskipun mendapatkan penolakan keras dari Bila tetapi Arif tetap bertahan di dalam kamar mandi itu takut terjadi sesuatu kepada Bila.


Arif juga tidak lupa menyuapi Bila dengan makanan yang sudah dia pesan.dengan penuh kesabaran Arif begitu telaten merawat Bila yang masih belum bisa berjalan.

__ADS_1


" Tidur sayang,besok pagi kita harus pulang ." ucap Arif terpaksa menahan hasrat nya yang sudah terlanjur naik ke ubun-ubun.melihat kondisi Bila yang sedang tidak bisa di ajak berbagi peluh Arif berusaha sekuat tenaga menahan gairah nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2