Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Mencari Cimol enak


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, usia kehamilan Bila kini sudah memasuki bulan ke 8.Bila sudah mulai tenang karena telah berhasil melewati trimester pertama dengan segala bentuk drama kehebohan yang tidak pernah masuk di akal semua orang.Bila sekarang sudah jarang merasakan mual , selera makan nya juga sudah berubah drastis.


Bila yang kebetulan sedang duduk selonjoran di atas sofa kamar nya tiba-tiba saja ingin memakan cimol yang dia lihat di layar ponsel nya.saliva nya bahkan sampai keluar akibat terlalu menghayati rasa dari makanan yang sedang di makan oleh orang lain.


Bila pun bergegas mengambil ponsel nya untuk menghubungi sang suami yang masih berada di kantor nya.


Baru satu detik berdering saja panggilan telepon nya sudah langsung tersambung tanpa harus menunggu lama.


" Ya halo sayang! Ada apa? Apa Kamu lagi sakit? Atau ingin sesuatu?" tanya Arif dengan rasa cemas nya,pria ini bahkan sengaja mengubah volume ponsel nya berubah menjadi lebih nyaring lagi agar bisa mendengar kapan pun istri nya menghubungi dia.Arif benar-benar menjadi sosok suami yang protektif dan sangat mementingkan istri nya.dia juga bahkan rela menuruti keinginan istri nya yang hanya ingin makan jika di temani oleh dia.tidak jarang Arif harus rela bolak balik dari kantor nya hanya demi memenuhi keinginan sang istri.


" Masih di kantor ya Mas?" tanya Bila memastikan.


" Iya sayang lagi di kantor,memang nya ada apa?" tanya Arif mulai curiga,jika Bila sudah bertanya seperti itu pasti ada sesuatu yang sedang dia ingin kan saat ini.


" Nanti pas Kamu pulang tolong belikan Aku cimol sama bakso goreng ya Mas. tapi Kamu pulang nya jangan kemalaman.terus beli nya di tempat Abang-abang yang jualan di pinggir jalan,Aku nggak mau kalau Kamu beliin di restoran." pinta Bila sekaligus mengingatkan dengan sangat lengkap.pasal nya selama ini Arif sering mengelabui nya dengan membeli makanan di restoran mahal demi terjaminnya kehigienisan makanan yang dia konsumsi.


" Memang nya kalau sore begini masih ada? Aku telepon chef di hotel kita aja ya,biar mereka yang membuat nya untuk Kamu." tawar Arif mulai keberatan dengan permintaan Bila.selama ini Arif sudah kenyang dan hapal betul permintaan aneh dan nyeleneh dari istri nya.setiap hari ada saja yang harus Arif wujudkan dan tidak boleh sampai tidak.kalau saja belum mendapatkan keinginan istri nya,Arif tidak akan berani pulang menghadapi kemarahan dan wajah jutek istri nya.


" Masih lah Mas, justru sore-sore begini mereka mangkal nya! Pokok nya Aku nggak akan rela kalau Cimol itu buatan chef hotel Kamu, memang nya Kamu tega apa melihat anak mu ileran karena sering tidak terpenuhi keinginan nya." ucap Bila judes.


" Memang nya kenapa penjual nya harus Abang-abang sih sayang,buatan chef hotel lebih enak dari pada buatan mereka." ujar Arif.


" Kalau Kamu nggak mau beliin Aku cimol sama bakso goreng ya udah Mas,Aku juga nggak papa kok."jawab Bila geram.


Bila menampilkan wajah yang di tekuk, dia tidak ingin lagi melihat wajah suami nya.tidak hanya itu saja,Bila bahkan sampai hati menutup sambungan telepon itu.melihat istri nya yang sedang merajuk membuat Arif menghela nafas berat nya.tangan nya lalu menyugar paksa rambut nya kearah belakang.dia sudah tidak mampu lagi menolak permintaan istri nya apalagi Bila bisa marah besar begitu tahu kalau Asisten Reno yang membeli kan semua keinginan nya.


Arif kembali menghubungi nomer ponsel istri nya.


" Jangan ngambek kayak gitu dong sayang,ini Aku mau langsung pulang biar bisa membeli kan Kamu apa tadi?"bujuk Arif sambil menahan tawa nya karena gemas melihat wajah bulat Bila yang sedang merajuk dengan kedua pipi yang mengembang sempurna.


Bila yang sedang merasa kesal hanya diam tidak mau lagi membalas ucapan suami nya.


" Sayang! Jangan diam aja dong,nanti dedek bayi nya juga ikut-ikutan ngambek loh! Tadi Kamu minta apa? Aku lupa nama nya."ucap Arif lembut berharap Bila mau membuka suara.


" Maka nya kalau Aku lagi pengen tuh ! Jangan banyak larangan nya,ini nggak boleh itu nggak boleh.selagi Aku masih mau makan,jangan di halang-halangi dong Mas,emang nya Kamu mau kalau Aku susah makan kayak dulu lagi?Hah?" hardik Bila panjang kali lebar agar suami nya tidak terlalu teliti memperhatikan kebersihan makanan yang dia inginkan.


" Iya sayang! Aku minta maaf ya,jangan ngambek lagi.sekarang Kamu kirim kan dulu nama makanan yang Kamu inginkan ke nomer Aku.takut nya nanti Aku salah dan lupa nama nya."


" Iya." jawab Bila singkat.


" Ya sudah,Aku jalan dulu ya sayang,nanti kalau masih ada yang Kamu inginkan lagi beritahu saja.mumpung Aku masih berada di luar." ucap Arif yang tidak ingin lagi di kerjain oleh istri nya yang harus rela keluar dini hari demi mencari penjual es dawet manis.untung saja Seno selalu mau menemani nya meskipun meraka sering bermusuhan.


" Jangan lama-lama ya Mas,Aku sudah lapar banget." sahut Bila sambil mengetik sesuatu di layar ponsel nya.

__ADS_1


" Iya sayang,dada sayang....Dada anak Papa." ucap Arif lalu mematikan sambungan telepon nya.Arif lalu berdiri dari kursi nya sambil membaca dan mengingat apa yang di request oleh sang istri.


" Cimol? Sama Bakso goreng?" beo Arif dengan dahi yang mengernyit sempurna.seumur hidup nya pria ini sama sekali belum pernah memakan makanan sejenis ini.hidup nya yang serba higienis membuat Arif terpaksa menekan ego nya demi memenuhi masa mengidam sang istri.


" Di jalan mana lagi Aku harus membeli makanan aneh ini?" batin Arif bertanya-tanya.


Arif lalu keluar dari ruangan nya dan menuju lobby kantor.


" Mas! Mau kemana?" tanya Seno yang ternyata sudah berada di dalam kantor nya.


" Mau ngapain Kamu kesini? Memang nya pekerjaan mu sudah beres? Jangan keseringan keluyuran." hardik Arif dengan wajah datar nya.


" Santai aja kali Mas! Jangan pekerjaan melulu yang di pikirin,Aku datang kesini ingin meminta bantuan Mas.Aku nggak ngerti sama isi proposal yang di kirim kan oleh Mister Alex dari perusahaan gelora company." tutur Seno menjelaskan sebelum Arif kembali memarahi nya.


"Minta ajarin sama Seno aja,kalau nggak sama Tono juga boleh,Aku harus pulang sekarang juga." jawab Arif.


" Memang nya Mas buru-buru mau kemana sih? Mas Seno juga lagi sibuk, sekretaris Mas yang bernama Tono juga lagi ke bawah menemui karyawan yang bermasalah." Seno kembali menjelaskan agar sang Kakak mau meluangkan waktu nya untuk mengajar kan dia tentang dunia bisnis.


Arif sengaja meminta Reno agar mencari sekretaris yang berjenis kelamin sama seperti mereka berdua,dia tidak ingin lagi kejadian gila kemarin kembali terulang di kemudian hari.


" Memang nya Kamu butuh kapan proposal itu?" tanya Arif menghela nafas dengan sangat pelan.


" Besok." jawab Seno singkat.


" Cimol! Ya Cimol." ulang Arif masih dengan membaca pesan yang di kirim kan oleh Bila.


Seno terhenyak mendengar permintaan kakak nya.kali ini dia kembali di paksa terlibat untuk memenuhi permintaan sang kakak ipar nya.


"Tapi nanti janji ya ajarin Aku sampai selesai?"


" Iya..Udah ayok cepetan jalan,nanti Mbak mu keburu ngambek karena kelamaan." Arif langsung menyeret paksa tangan Seno dari lantai atas.Reno yang sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya memilih tidak ingin ikut campur.


Arif dan Seno sengaja pulang dengan menggunakan satu mobil, sedang kan mobil milik Seno sudah di bawa pulang oleh Pak Man.


" Mau beli di mana Mas?" tanya Seno ketika mereka sudah berjalan cukup jauh.


" Pokok nya cari yang jualan nya di tepi jalan,Bila nggak mau kalau beli dari restoran." jawab Arif sibuk membaca email yang di kirim oleh rekan bisnis nya, sedang kan Seno sedang berjuang sendirian memikirkan di mana tempat pangkalan makanan pinggir jalan.


" CK... Kenapa jadi Aku yang repot-repot ikut mikir sih? Yang bikin siapa yang susah siapa?" gumam nya lirih tapi masih bisa di dengar oleh telinga tajam milik Arif.


Bugh...


" Jangan hitung-hitungan! Kamu kan mantan anak jalanan,masa nggak tahu sih di mana biasa nya tempat makanan enak." ucap Arif kesal.

__ADS_1


" Sakit loh Mas!Udah di bantuin bukan nya berterima kasih ini malah di aniaya." Seno meringis memegang paha nya yang terasa sangat panas.


" Lagian kenapa harus bawa anak jalanan segala sih,nggak enak banget buat di dengar nya." imbuh nya lalu sengaja menghentikan mobil nya di dekat Ibu-ibu yang kebetulan sedang ramai-ramai berkumpul.


Arif memperhatikan sekitar mobil nya.dia sama sekali tidak melihat ada nya penjual apapun yang berada di dekat mereka.pria kutub Utara ini langsung melotot kan mata besar nya kepada sang adik.


" Hey! jangan main-main." tegur nya begitu judes.


" Siapa juga yang mau main-main sih Mas,dari pada kita jalan jauh nggak ada hasil, mending kita tanya dulu sama ibu-ibu ini,kali aja mereka tahu di mana tempat Cimol yang enak." Sergah Seno lalu membuka sedikit kaca mobil nya agar bisa berbincang dengan Ibu-ibu yang sedang menatap genit kepada nya.Seno sangat yakin kalau sang Kakak pasti tidak akan pernah mau melakukan hal ini.


" Permisi Bu!" ucap Seno dengan sopan.kaca mata hitam masih bertengger sempurna di batang hidung mancung nya.


" Iya anak ganteng,lagi cari siapa ya?"ucap Ibu-ibu yang memakai jilbab berwarna hitam.


" Ganteng banget sih Kamu nak, jadi suami anak ku mau?"ucap Ibu-ibu yang tidak memakai jilbab.


Seno hanya bisa nyengir mendengar kegenitan Ibu-ibu ini,Seno juga mulai merasa risih dengan kedatangan semua Ibu-ibu yang ada di kompleks ini.


" Astaga ! Gini amat ya memenuhi permintaan ngidam nya Mbak Bila,si beruang kutub malah asyik mengerjakan pekerjaan nya.sedangkan Aku harus berjuang sendirian." batin Seno dalam hati nya kala melihat jumlah ibu-ibu itu sudah bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.


Arif yang sedang fokus membaca email nya hanya tersenyum miring melihat sang adik yang menjadi sasaran para Ibu-ibu kompleks.


Seno mencolek paha Arif meminta bantuan nya.


" Tolongin Mas! Jangan diam aja." bisik Seno sangat pelan sekali.


" Maka nya jangan asal bertindak, cepetan tanya apa yang mau Kamu tanyakan,jangan lama-lama." sahut Arif cuek.


Seno menggaruk kesal rambut nya yang tidak bersalah sama sekali.


" Maaf Bu! Jadi gini, istri Saya kan lagi hamil nih, terus dia minta nya di beliin cimol sama bakso goreng yang ada di pinggir jalan.karena Saya nggak tahu di mana penjual cimol dan bakso yang enak,jadi Saya memutuskan untuk bertanya kepada Ibu-ibu semuanya." ucap Seno menjelaskan secara rinci bahkan sampai rela berbohong jika dia sudah menikah.


" Ohh..Jadi Kamu sudah punya istri toh? Yah sayang banget ya. padahal anak ibu cantik banget loh."sergah Ibu itu lagi.


" Terimakasih Bu! Silahkan cari menantu yang lain saja.apa Ibu tahu di mana penjual Cimol nya?"


" Cari saja di dekat taman komplek ini Dek,biasa nya sore-sore gini mereka pada mangkal di sana,cimol nya juga enak-enak." jawab Ibu itu sambil mengarahkan jalan yang harus di lalui oleh Seno.


Arif dan Seno bergegas menuju ke taman yang mereka maksud,di sana memang terdapat banyak sekali pedagang yang sedang melayani pembeli nya.


Setelah menemukan Cimol dan bakso goreng yang di maksud oleh Bila,kedua kakak beradik ini bergegas masuk kembali ke dalam mobil agar mereka bisa segera pulang ke rumah.


Satu kantong plastik hitam sudah penuh dengan berbagai macam jajanan pasar.Seno yang juga tertarik melihat jajanan enak itu ikut membeli untuk diri nya sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍


__ADS_2