Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Kampung sakti


__ADS_3

Siang ini Arif sengaja membawa Bila untuk jalan-jalan mengelilingi permukiman penduduk setempat yang terletak tidak jauh dari kawasan hotel milik nya.


Kali ini Arif sengaja memilih pergi menggunakan mobil dengan dia sendiri yang berada di belakang setir kemudi nya.


Hamparan sawah dan pengunungan nampak hijau membentang luas di permukiman ini.para pendatang biasa menyebut permukiman ini dengan sebutan kampung sakti.setiap orang yang datang ke kampung ini pasti tidak ingin pulang dari kampung ini karena terlanjur merasa nyaman dengan alam nya dan juga penduduk nya yang terkenal sangat ramah.


" Anda datang lagi Tuan muda!" sapa seorang Bapak tua yang sedang berjalan menyusuri jalan setapak sambil membawa cangkul dan tas ransel usang di punggung nya.


" Iya Pak Mulyo,Bapak dari mana?" tanya Arif menghentikan laju mobil nya dan bercengkerama santai dengan Bapak itu.sedangkan Bila hanya menyapa dengan senyuman karena dia belum mengenal dekat orang yang sedang ngobrol dengan suami nya.


" Biasalah Tuan muda,Saya baru pulang dari ladang.itu siapa Tuan muda?" tanya Pak Mulyo yang merasa penasaran melihat ada wanita cantik yang duduk manis sambil tersenyum di samping Arif.


" Oh perkenalkan ini istri Saya Pak Mulyo." jawab Arif sambil menggeser tubuh nya agar Pak Mulyo bisa bebas melihat wajah ayu sang istri.Bila langsung mengulur kan tangan hendak mencium punggung tangan Pak Mulyo yang usia nya lebih tua dari mereka.


" Aduh! Jangan atuh Nona muda,tangan Saya kotor begini." ucap Pak Mulyo merasa sungkan membalas uluran tangan Bila sedang kan dia baru saja pulang dari ladang.


" Tidak apa-apa Pak,sama saja." jawab Bila lalu mencium sopan punggung tangan yang sudah tidak lagi mulus itu.


" Cantik sekali istri anda Tuan muda, beruntung sekali anda bisa mendapatkan istri sesempurna ini." puji Pak Mulyo merasa terharu melihat kerendahan hati Bila, meskipun dia sudah menjadi istri dari seorang pria kaya tetapi Bila tidak merasa risih bersentuhan langsung dengan orang asing.


" Pak Mulyo benar sekali,Saya memang merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Bila Pak,doain rumah tangga kami segera di karunia momongan dan selalu rukun sampai akhir hayat."


" Pasti Tuan muda.ngomong-ngomong Tuan muda hendak kemana ini?" tanya Pak Mulyo merasa penasaran.


" Saya mau membawa Bila jalan-jalan mengitari sejuk nya kampung sakti ini sekalian mau mampir sebentar ke telaga biru."


" Harus itu Tuan muda,Nona muda harus melihat langsung bagaimana cantik nya Telaga biru apalagi di kunjungi siang hari begini.kecantikan nya akan bertambah dua kali lipat dari biasa nya."


Dari arah depan mereka ada sebuah sepeda motor jadul yang di kendarai oleh seorang anak muda yang masih memakai pakaian sekolah nya.anak muda itu berhenti tepat di depan mobil Arif.

__ADS_1


" Saya duluan ya Tuan muda,anak Saya sudah datang." pamit Pak Mulyo ketika melihat sang putra sudah datang untuk menjemput nya.


" Baik Pak Mulyo, salam untuk istri Pak Mulyo." jawab Arif sambil menyodorkan sebuah amplop putih kepada Pak Mulyo yang hendak pergi menghampiri sang putra.


" Ini untuk membantu membeli beras dan kebutuhan lain nya Pak." ucap Arif memaksa memasukkan amplop itu ke dalam genggaman tangan Pak Mulyo.


" Terimakasih Tuan muda,semoga rezeki Tuan muda selalu berlimpah dan berlipat ganda."ucap Pak Mulyo merasa tertolong dengan pemberian Arif .


" Ini untuk Kamu dek." ucap Arif sambil memberikan 3 lembar uang merah kepada Anak Pak Mulyo.


" Terimakasih Om." jawab nya merasa bahagia bisa memegang uang sebanyak ini.


" Iya sama-sama,rajin lah belajar biar bisa membahagiakan Bapak."


" Iya Om,kami pamit dulu." ucap nya lalu menjalankan sepeda motor tua itu meninggalkan mobil Arif yang masih berhenti di tepi jalan.


Arif memang sudah sangat di kenal dekat oleh penduduk setempat, setiap 1 tahun sekali Arif selalu berbagi sembako kepada semua penduduk setempat yang dia anggap masih membutuhkan uluran tangan nya.dia bahkan sudah hapal semua nama-nama penduduk lokal yang tinggal di kampung yang tidak terlalu luas ini.jika sedang berkunjung ke hotel milik nya,Arif selalu menyempatkan waktu nya untuk berkeliling dan menyapa seluruh penduduk yang sudah membantu menjaga hotel nya.


" Hm...Aku sering datang kesini untuk menikmati sejuk nya udara di kampung sakti ini.Kamu akan betah kalau berada di sini sayang, selain udara nya yang bagus, penduduk dan semua makanan yang mereka jual sangat enak-enak sekali,Kamu wajib mencoba nya sebelum kita kembali pulang ke Kota,nanti Aku juga akan membawa Kamu ke sebuah telaga yang sangat indah yang biasa di sebut telaga biru."


" Serius Mas,Aku jadi penasaran ingin melihat nya."


" Ya sudah let's go.." balas Arif langsung menghidupkan kembali mesin mobil nya melewati setiap pepohonan yang masih rimbun di temani dengan suara kicauan burung yang terdengar sangat merdu.


" Kita mampir makan soto ayam khas Kampung sakti dulu ya sayang!" ajak Arif langsung turun dari mobil nya dan membantu membukakan pintu mobil untuk Bila.di belakang sepasang suami istri ini ada dua mobil milik bodyguard Arif yang sengaja mengikuti kemana pun Arif pergi.Bila juga sudah mulai terbiasa dengan suasana yang super ketat seperti ini.


" Tuan muda.." teriak semua anak-anak yang kebetulan juga sedang duduk main di dekat warung berdinding kan bambu kuning.


Arif menyapa meraka dengan melambaikan tangan kiri nya sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


" Sini..Sini." ajak Arif memanggil mereka semua untuk ikut bergabung memakan soto bersama dia dan juga Bila.


Seketika semua anak-anak itu langsung berhambur menyerbu Arif yang memang terkenal dermawan.


" Halo Nona muda." sapa mereka ramah dan bergantian mencium punggung tangan Arif dan juga Bila.


" Lucu banget sih kalian semua." ucap Bila sambil tersenyum manis.


Bila merasa terkejut sekali mengetahui sisi positif yang tersembunyi dari suami nya ,selama ini Bila hanya tahu jika suami nya adalah seorang pengusaha sukses,kaya ,dingin , sombong dan juga judes.tetapi hari ini semua nya mengubah dugaan buruk Bila kepada sang suami.Arif terlihat begitu santai nya duduk bersebelahan dengan penduduk biasa.tawa mereka semua terdengar begitu riuh memenuhi bilik bambu usang ini.


" Ayo..Di makan soto nya,kalau mau nambah monggo silahkan saja." Arif menginterupsi di tengah ramai nya suasana saat ini.


" Siap Tuan muda." jawab mereka semua merasa senang.


Bila yang memang sangat suka anak kecil dengan mudah nya bisa menyatu bersama anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini.celotehan lucu dari mulut mungil mereka mampu membuat Bila tertawa terpingkal mendengar nya.Ibu- ibu di kampung ini juga ikut mengobrol bersama Bila.mereka menyambut Bila begitu ramah dan hangat sekali.


" Boleh Bila mencoba menggendong adek bayi nya Bu?" tanya Bila yang merasa penasaran ingin menggendong seorang bayi mungil yang berada di pangkuan sang Ibu.


" Boleh Nona muda." jawab sang Ibu lalu menyerahkan putri kecil nya ke dalam dekapan Bila.


Bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan itu langsung tertawa gemas melihat wajah cantik Bila.dengan sangat hati-hati Bila menimang dan mengajak bermain bayi mungil ini.


" Nona muda sudah sangat cocok sekali menjadi seorang ibu,anak Saya sangat betah sekali berada di gendongan Nona muda." ucap sang Ibu merasa bersyukur putri nya bisa merasakan hangatnya pelukan dari seorang istri pengusaha sukses.


" Doain saja ya Bu,semoga saja kami segera di karunia bayi cantik seperti ini." jawab Bila sambil tersenyum.


Arif yang sedang asyik bermain bola dengan anak laki - laki menatap seksama ke arah Bila yang sedang menggendong seorang bayi mungil.


" Sebentar lagi kita juga akan memiliki nya sayang." batin Arif sambil menatap bangga kepada sang istri yang mau bergabung dan berbaur dengan penduduk setempat.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😍


__ADS_2