Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Gagal total


__ADS_3

Sebelum memberi kan kejutan kepada suami dan juga anak nya,Mama Yolan memutuskan untuk membawa Bila ke dokter kandungan untuk memastikan kebenaran hasil testpack tadi.


" Sayang! Kita langsung ke dokter kandungan saja ya? Atau Kamu mau memakan puding nya dulu." ucap Mama Yolan saat melihat kondisi Bila sudah tidak mual-mual lagi.


" Bila mau makan puding dulu boleh nggak Ma?"jawab Bila bersemangat.


" Ya sudah, sebentar ya sayang! Mama minta tolong Bibi untuk membawanya ke sini." ujar Mama Yolan kemudian keluar dari kamar dan terdengar memanggil nama Bibi dari pagar pembatas lantai 2.


" Ini sayang." Mama Yolan masuk ke dalam kamar membawakan beberapa potongan puding yang sengaja di simpan ke dalam sebuah kotak makanan.


" Makasih Ma." jawab Bila tersenyum sumringah.


" Bila makan ya Ma." imbuh nya saat tangan nya sudah memegang puding mangga.


" Ya sayang, makan saja sepuasnya." jawab Mama Yolan menatap haru menantu nya yang tengah hamil muda.


Bila langsung melahap dengan bersemangat puding mangga yang sangat menggugah selera nya, mulut nya bahkan sudah tidak bisa berhenti lagi untuk mengunyah.semua potongan puding yang di bawa oleh Mama Yolan sudah habis di makan oleh Bila.


Seperti nya dedek bayi nya sangat menyukai puding mangga ini yang memiliki rasa manis bercampur dengan asam.


" Enak Ma." ujar Bila sambil nyengir ketika menyadari jika tempat makanan itu sudah kosong tidak berpenghuni lagi.


Mama Yolan hanya mengangguk menatap tidak percaya melihat tingkah lucu dari menantu nya.dia bahkan tidak percaya bahwa Bila mampu menghabiskan setengah dari puding yang baru saja dia pesan.


" Mau lagi?" tanya Mama Yolan menyadari tatapan mata Nabila.


" Nanti lagi aja Ma,Bila sudah kenyang." jawab Bila yang merasa perut nya sudah mengembung terisi penuh.


" Kalau makan nasi bagaimana? Mau nggak?" tanya Mama Yolan memastikan berharap Bila mau mengisi perut nya dengan beberapa sendok nasi putih lengkap dengan sayur dan juga ikan nya.


" Bila mual kalau cium bau nasi Ma,rasa nya mau langsung muntah saja." tolak Bila,dengan hanya membayangkan nya saja perut Bila sudah mulai mual belum lagi dia benar-benar memakan nya.sudah bisa di pastikan bahwa puding mangga yang baru saja mendarat cantik di perut nya akan kembali terbang keluar meninggalkan tempat persinggahan nya.

__ADS_1


" Ya sudah nggak apa-apa,kita langsung berangkat ke rumah sakit ya sayang,ini sudah sore." tutur Mama Yolan.


" Iya Ma,Bila ganti baju dulu." jawab nya lalu bergegas menuju ruang ganti meninggalkan Mama Yolan yang sedang sibuk menelpon dokter kandungan milik keluarga mereka.


" Siapa yang hamil Ma?" Mama Yolan terkejut mendengar pertanyaan itu,dia sama sekali tidak menyadari kedatangan putra nya sedari tadi.


" Arif! Kamu kapan sampai?" tanya Mama Yolan menatap tidak percaya bahwa Arif sudah pulang dari kantor nya.


" Dari tadi, emang nya siapa yang hamil sih Ma? Bila mana?" tanya Arif gregetan yang melihat Mama nya malah bengong menatap kepada dia.


" Mama!" seru Arif ketika melihat sang Mama masih betah bungkam.


" Iya...Nggak usah teriak-teriak! Telinga Mama masih bisa mendengar, istri mu yang sedang hamil."


" Lagian Kamu kenapa pulang cepat sih? Gagal dong rencana Mama yang mau kasih kejutan untuk Kamu dan juga Papa." gerutu Mama Yolan tidak terima Arif pulang lebih cepat hari ini.


Mendengar Bila yang tengah hamil dan mengandung anak nya membuat Arif membelalakkan matanya.sedetik kemudian berubah menjadi tersenyum semanis madu.


Bila yang tidak tahu apa-apa tengah sibuk memilih baju yang akan dia gunakan.tangan nya terulur mengusap lembut perut nya sembari tersenyum bahagia.


" Yang sehat ya sayang, Mama bahagia sekali." gumam nya menatap takjub perut nya yang sudah memiliki penghuni mungil.


Bila yang baru keluar dari ruang ganti di buat tidak percaya dengan pelukan tangan milik suami nya.


" Kamu benaran hamil sayang? Berarti di perut Kamu ada anak kita?" tanya nya sambil mencium perut Bila yang sudah memakai pakaian rapi.Arif benar-benar bahagia hari ini.beginikah rasa nya mendapat kan kabar kalau istri sedang hamil.


" Kamu sudah tahu ya Mas?" tanya Bila dengan tatapan mata meminta penjelasan kepada sang Mama.


Mama Yolan yang mengerti maksud dari tatapan mata Bila langsung mengangguk kan kepala nya.rencana kejutan ini gagal karena mulut Mama Yolan yang berbicara tanpa melihat situasi.


" Sudah sayang,kenapa nggak langsung kasih tahu Aku?" tanya Arif.mata nya semakin berbinar saat melihat ada dua benda yang tergeletak di atas meja nakas.

__ADS_1


" Itu kan alat tes kehamilan." batin nya lalu kembali mengecup kening,pipi dan seluruh wajah Bila.


" Kita akan menjadi orang tua sayang,Aku jago juga.sangat jago sekali." ucap nya sambil memeluk tubuh Bila.


" Jangan di peluk istri nya Arif! Kasihan Bila nya." gerutu Mama Yolan yang tidak terima melihat Arif mendekap erat Bila.wanita paruh baya ini takut jika menantu nya kesulitan bernafas.


" Emang nya kenapa sih Ma? tanya Arif heran.


" Istri mu bisa sesak nafas.anak mu bisa tertekan di dalam sana." jawab Mama Yolan asal.sedetik kemudian bibir nya tertarik ke samping mencibir Arif yang sudah termakan oleh omongan nya.


" Oh gitu! Maaf ya sayang." ujar Arif kembali mengecup mesra bibir sang istri.


Mama Yolan kembali berdecak kesal melihat ulah mesum sang putra yang selalu saja berhasil memanfaatkan setiap kesempatan.


" Ayok sayang kita berangkat, tinggalkan saja suami posesif sekaligus mesum ini." ajak Mama Yolan menarik pelan tangan Bila agar menjauh dari Arif.


" Mau kemana sih Ma? Bila nggak boleh keluar." bantah Arif menahan tubuh Bila dengan sengaja memeluk nya dari belakang.


" Lepaskan Arif! Kamu apa-apaan sih?" sergah Mama Yolan yang benar-benar sudah jengah melihat tingkah anak nya.


" Mau Mama bawa kemana istri Arif? Sebelum pergi minta izin dulu sama suami nya,jangan main culik saja." ujar nya tidak terima.sedangkan Bila yang sudah merasa semakin pusing akibat pertengkaran kedua orang yang berada di dekat nya memilih memejamkan mata nya agar bisa menyamarkan rasa nyeri di kepala nya.


" Siapa juga yang mau menculik istri Kamu? Mama hanya mau mengantarkan Bila ke dokter kandungan untuk memastikan kebenaran kehamilan Bila.awas sana minggir!" Mama Yolan berusaha menghempas paksa tangan Arif yang melilit di pinggang Bila.


" Arif juga mau ikut,Arif mau lihat bagaimana bentuk anak Arif." sahut Arif lalu melempar asal jas kantor nya dan hanya menyisakan kemeja panjang yang menempel di tubuh tegap nya.


Tidak ingin mengulur waktu lagi,Mama Yolan terpaksa mengiyakan permintaan Arif karena dia sendiri tidak punya kuasa lebih untuk menolak nya.Arif yang tidak ingin istri nya kecapean memilih menggendong Bila menuju ke mobil.kali ini Mama Yolan sangat setuju dengan sikap posesif nya.


Mereka bertiga berangkat menuju ke rumah sakit dengan menggunakan satu mobil, dengan Arif yang harus mengalah duduk di samping Pak Man, sedang kan di kursi penumpang belakang ada sang istri dan juga Mama tercinta nya.


Dalam waktu 20 menit,mobil yang di kendarai oleh Pak Man sudah sampai di sebuah rumah sakit besar dan tentunya memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍


__ADS_2