Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Telat Bangun


__ADS_3

" Ya Tuhan... Aku sampai kebablasan seperti ini?" gumam Bila ketika telah terbangun dari tidur lelap nya.


Tubuh Bila mendadak lemas ketika melihat jam di dinding kamar telah menunjukkan pukul 9 pagi itu tanda nya dia sudah terlelap selama 5 jam lebih.


" Aku harus ngapain?" Bila di buat bingung oleh keterlambatan nya pagi ini.dia sungguh merasa tidak enak hati kepada kedua mertua nya.


" Sayang! Kamu kenapa?" tanya Arif ketika melihat Bila tidak berhenti berputar-putar mengelilingi luas nya ruangan kamar.


"A-aku bangun nya telat Mas, bagaimana ini?" tanya Bila seperti orang yang sedang ketakutan.


Hanya karena perkara terlambat bangun sudah membuat Bila seperti orang yang sedang melakukan dosa besar.karena selama tinggal di kampung halamannya,Bila sama sekali belum pernah bangun di jam segini.


Arif benar-benar ingin sekali tertawa dengan keras saat ini,tanpa memperdulikan lagi wajah Bila yang terlihat ingin menangis.


" Hahahaha..."


Mata Bila langsung membulat sempurna ketika


melihat suami nya malah menertawai kesalahan nya.


" Bagaimana ini Mas? Kenapa Kamu malah tertawa.padahal kan...Ini semua gara-gara Kamu." ujar Bila pelan.


" Bagaimana apa nya sih sayang? Kamu ngga perlu takut seperti itu?" ujar Arif menenangkan istri nya yang sejak tadi tidak kunjung tenang.


Baru saja Bila ingin membuka bibir nya untuk menjawab kata-kata dari suami nya, tetapi urung dia lakukan kala suara milik mertuanya terdengar dari balik pintu.


" Bila...Arif...Kalian masih tidur juga?" tanya Ibu Yolan dengan nada suara sedikit tinggi.


Bila langsung meremas kuat ujung piyama tidur nya,karena tidak tau harus menjawab apa atas kesalahan nya pagi ini.


Di detik itu juga,mulut Arif kembali meledakkan tawa dengan sekeras mungkin,bahkan sampai perut nya terasa nyeri serta air mata yang sudah menetes keluar.


" Mas.." Bila kembali menegur suami nya.

__ADS_1


Mau tidak mau Arif langsung menghentikan tawa nya.


" Kamu sangat lucu dan polos sekali sayang! Tidak perlu merasa takut seperti ini! Tidak akan terjadi apapun kepada Kamu hanya karena perkara terlambat bangun." Arif langsung memeluk tubuh Bila yang terlihat tidak bersemangat.


" Tapi Mas..." lagi-lagi suara panggilan dari Ibu mertua nya membuat Bila harus mengurungkan niat bicara nya.


" Mama pasti kecewa sama Aku." ucap Bila lirih dengan wajah yang sudah berubah sendu, mata teduh nya terus menatap pintu yang sedang di ketuk oleh sang mertua.


" Tidak akan ada yang kecewa atau pun marah kepada Kamu sayang, percayalah.Mama pasti bahagia melihat kita bangun telat seperti ini." Arif langsung menyunggingkan senyum jahil nya.


" Anggap saja hari ini kita sedang latihan bangun telat sebelum nanti benar-benar terjadi." bisik Arif dengan lembut nya.


Bila yang tidak mengerti maksud dari ucapan sang suami berjalan ke arah pintu dengan rasa gelisah yang masih menyelimuti hati nya.


Karena tidak ingin membuat Ibu mertua nya terlalu lama menunggu di depan kamar mereka, Bila akhirnya memberanikan diri nya untuk membuka pintu kamar secara perlahan.


Semua tingkah lucu Bila tidak terlepas dari sorot mata geli suami nya yang sedang menahan tawa dengan masih bertelanjang dada.


"Mama." sapa Bila ketika pintu telah terbuka sempurna.


" Biasa lah Ma,kayak ngga paham aja si Mama ini." sahut Arif dari dalam kamar.


Mama Sonia langsung mengangguk cepat mendengar bualan sang putra, keadaan Arif yang tidak memakai baju membuat Ibu Yolan langsung percaya saja dengan apa yang di ucapkan oleh sang putra.


" Kalian harus sarapan dulu,jangan sampai gara-gara lembur mencetak cucu untuk Mama kalian sampai mengidap penyakit sakit lambung." goda Ibu Yolan dengan senyuman manis nya menatap ke arah Bila yang sedang menunduk menahan malu.


" Bila minta maaf ya Ma, Bila tadi sebenarnya sudah bangun pagi, tetapi ketiduran lagi . gara-gara semalam Mas Arif..."


Ibu Yolan langsung menutup mulut menantu nya. seolah-olah dia sudah tau apa yang akan di ucapkan oleh Bila.


" Kamu tidak perlu minta maaf seperti ini sayang,Mama tidak marah sedikit pun kepada Kamu.karena Mama juga pernah muda ." Mama Yolan malah mengusap lembut kepala Bila yang tidak tertutup hijab, sangking gelisah nya menghadapi ibu mertua nya,wanita yang masih virgin ini sampai lupa memakai hijab nya.


" Sekarang Kamu bersih-bersih dulu,terus jangan lupa turun kebawah untuk sarapan yang sudah sangat telat ini.jangan mau di kurung terus sama duda ngenes itu." sang Mama mertua langsung mengedipkan sebelah mata nya kepada Bila yang sedang di landa rasa bingung.

__ADS_1


Bila dengan cepat menutup kembali pintu kamar nya setelah sang Mama pergi menjauh dari kamar mereka.


"Kamu ngga berangkat ke kantor ya Mas?" tanya Bila yang masih melihat Suami nya berdiam diri dengan ponsel di genggaman tangan nya.


" Aku masuk siang aja sayang,masih pengen nyantai dulu." ujar Arif mengangkat wajah nya menatap wajah Bila yang sedang mengajak dia mengobrol.


" Oh...Kalau begitu Aku mau mandi dulu ya Mas." ucap Bila langsung membawa masuk pakaian yang sudah dia siap kan.


" Iya." jawab Arif ramah.


Baru saja Arif ingin kembali menidurkan tubuh lelah nya,dia kembali di paksa bangun oleh suara deringan ponsel milik nya.


" Reno!" ucap Arif sambil berjalan menuju balkon kamar nya.


" Ada perkembangan apa Ren?" tanya Arif ketika sambungan telepon mereka telah terhubung.


" Tim pengacara kita sudah memasukkan gugatan perceraian Bos dengan wanita itu ke pengadilan agama.dalam waktu satu minggu lagi...Akan datang surat panggilan sidang pertama."Reno berbicara dengan sangat serius sekali. malam tadi Asisten hebat ini sudah mencari pengacara terhebat di kota ini untuk membantu membela Arif di persidangan nanti.


" Pastikan wanita itu akan kalah telak di meja hijau nanti,jangan sampai ada satu persen pun uang ku masuk ke dalam rekening gendut nya itu." tambah Arif lagi.


" Siap Bos,sudah Saya sampaikan semua nya kepada Bapak Hotlan.Bos tidak perlu khawatir.beliau adalah pengacara terhebat di negeri ini."


" Aku tau itu...Hanya saja,jangan sampai keluar berita yang tidak-tidak ke awak media." pinta Arif sambil menatap tajam ke arah depan.


" Siap Bos." jawab Reno langsung mengakhiri sambungan telepon nya.


" Akan Aku tunjukkan bagaimana sisi kasar nya Aku yang sesungguhnya.Kamu tidak akan bisa lagi masuk ke dalam kehidupan ku ini."gumam Arif dengan buku jari yang sudah mengepal kuat.


" Semua ini belum sebanding dengan apa yang telah Kamu lakukan selama ini terhadap Aku dan juga keluarga ku." bisik Arif sambil menutup kedua mata nya.


Sekelebat bayangan menjijikan dari aksi pergulatan panas Naima kembali melintas di kepalanya.


" Dasar wanita gila." geram Arif langsung membuka kedua mata nya karena merasa tidak sudi lagi untuk mengingat kembali aksi tidak senonoh mantan istri nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..


🥰😍🥰😍


__ADS_2