Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Rencana balas dendam Seno


__ADS_3

Seno yang sangat merasa penasaran akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri nya untuk bertanya kepada kedua orang tua nya mumpung sang Kakak sedang tidak berada di dekat mereka.


" Ma ,Pa, sebenar nya Mbak Bila sedang sakit apa sih? Kenapa dia nggak mau makan dan mengalami muntah-muntah?" tanya Seno menatap seksama wajah kedua orang tua nya secara bergantian.


" Mbak Kamu itu nggak lagi sakit, tetapi dia lagi mengalami masa-masa hamil muda." jawab Mama Yolan menjelaskan dari pada Seno selalu saja bertanya.


" Oh...Mbak Bila hamil?" tanya Seno tidak percaya.


" Iya dan kandungan nya baru memasuki minggu ke 5.maka nya Mbak mu selalu saja susah makan dan merasa mual." jawab Mama Yolan, sedang kan Pak Rizal hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.


" Jago juga itu si beruang kutub,Aku pikir cuman jago menipu rekan bisnis nya, ternyata manusia dingin itu begitu lincah juga." ujar Seno yang mampu mengundang gelak tawa dari kedua orang tua nya.


" Akhir nya sebentar lagi Aku akan memiliki seorang keponakan yang lucu dan akan Aku jadikan tempat pembalasan dendam akibat perbuatan bapak nya." imbuh nya yang langsung membuat Mama Yolan menghentikan tawa nya.


" Awas saja Kamu kalau berani mengganggu cucu Mama, hadapi dulu Oma nya." sahut Mama Yolan tidak terima.


" Jangan macam-macam Kamu Seno! Lebih baik Kamu segera berangkat ke kantor dari pada memikirkan rencana licik mu itu,yang Papa yakini tidak akan pernah berhasil." ujar Pak Rizal menimpali.


" Yah....Belum lahir aja tuh bayi udah punya banyak pendukung,gimana dengan Aku?" ucap Seno dengan wajah sendu nya.


" Seno masih capek juga Pa, besok-besok aja ke kantor nya." tolak Seno dengan berbagai macam alasan.


" Jangan menghindar,Papa tunggu Kamu di kantor hari ini juga." ucap Pak Rizal lalu bergegas mencium pipi istri nya dan berangkat ke kantor nya dengan di antar oleh sopir pribadi .


" Ma! Seno masih butuh waktu untuk mengikuti keinginan Papa." ucap Seno meminta bantuan kepada wanita yang biasa nya selalu ikut membela dia.


" Tepati saja janji mu kepada Papa, bekerja di perusahaan itu adalah pekerjaan yang sangat gampang,Kamu tega apa melihat Papa yang sudah berumur itu tetap berangkat bekerja sedang kan di dalam rumah ada Kamu yang kerjaannya hanya makan tidur dan main ponsel doang. Tega? Hah?" hardik Mama Yolan agar putra nya mau mengerti.


" Sana ganti baju mu dan segera lah berangkat ke kantor, sebelum Kamu kembali di deportasi dari rumah ini." imbuh nya lalu pergi untuk mengecek kondisi menantu kesayangan nya.


Huft...


Seno menghela nafas berat nya.Seno hanya membayangkan diri nya yang akan merasa jenuh jika harus berlama-lama menatap berkas dan hanya duduk berdiam diri dengan di temani oleh laptop.


" Sungguh menjengkelkan." gerutu nya tetapi tetap mengikuti permintaan orang tua.


" Awas saja nanti kalau Aku sudah kaya,akan Aku rekrut orang pintar untuk mengganti kan Aku mengurus perusahaan itu sedang kan Aku hanya perlu duduk santai mengawasi nya." gumam nya lalu segera masuk ke dalam kamar sebelum sang Mama kembali menceramahi nya.


Sedang kan di dalam kamar mereka,Arif yang baru saja selesai menyuapi Bila makan buah-buahan hasil pilihan nya sendiri langsung mengelap mulut kotor sang istri.


" Mau makan yang lain?" tanya Arif.


Bila membalas dengan gelengan kepala nya.

__ADS_1


"Ya sudah sini biar Aku bantu tidur lagi." ucap Arif yang sudah bersiap-siap untuk membantu istri nya.


" Nggak usah Mas! Aku duduk seperti ini saja." jawab Bila menolak.


" Ya sudah lah,tapi nggak boleh turun dari ranjang ya,kalau mau minta apa-apa tinggal bilang saja." ucap Arif mengingat kan.


"Iya Mas." jawab Bila patuh.


" Mmm...Boleh berangkat ke kantor nggak sayang? Hanya sebentar saja, setelah urusan nya selesai Aku kan langsung pulang." tutur Arif dengan penuh kehati-hatian.


Keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh nya.dia sangat takut sang istri akan salah paham dan berubah menjadi merajuk.sebenar nya hati Arif juga tidak sampai tega meninggalkan istri nya, tetapi tuntutan pekerjaan yang begitu banyak membuat pria ini harus menjadi lebih tega.


" Boleh Mas,kasihan Reno kalau harus bekerja sendiri sedangkan sekretaris mu saja masih berada di dalam tahanan." jawab Bila begitu tegar nya,wajah nya sama sekali tidak menunjukkan sebuah kesedihan yang sangat berarti.


"Kamu beneran? Nggak papa kan kalau Aku tinggal sebentar." tanya Arif memastikan.


" Ya nggak papa Mas,kan ada Mama sama Bibi yang akan membantu Aku." ucap Bila santai meskipun harus mengesampingkan kepentingan pribadi nya.


" Makasih ya sayang,maafkan Aku yang nggak bisa di samping Kamu selama 24 jam.Aku janji akan segera pulang begitu pekerjaan nya sudah siap." Arif lalu memeluk tubuh istri nya dan tidak lupa mengecup kening dan juga punggung tangan istrinya.setelah itu pria ini beralih mencium bertubi-tubi perut Bila yang terdapat anak mereka di dalam nya.


" Papa berangkat kerja dulu ya sayang,jangan bikin Mama muntah-muntah lagi ya.jangan rewel selama Papa nggak ada di sini.yang baik ya Nak.love you junior nya Papa." bisik Arif begitu hangat nya di depan perut istri nya.


Setelah itu dia lalu menegakkan tubuh nya dan membisikkan kata yang sama untuk istri nya.


" Jilbab nya di pakai terus ya,nanti Seno bisa saja tiba-tiba menyelonong masuk ke dalam sini." pinta nya lalu memakai jas kantor nya dan segera meraih tas kerja yang tergeletak di atas sofa.


" Aku berangkat ya sayang." ucap nya pelan dengan hati yang campur aduk.


"Iya Mas." jawab Bila meskipun rasa nya dia ingin sekali menangis melihat kepergian suami nya.jika boleh egois dan meminta,Bila sangat ingin Arif tetap berada di samping dia mendampingi dia melewati masa-masa kehamilan muda nya.tetapi akal waras nya masih bekerja dengan baik untuk tidak mementingkan keinginan dirinya sendiri.


Arif yang sedang menuruni anak tangga tidak sengaja berpapasan dengan sang Mama.tatapan mata kedua nya saling bertemu dan mengisyaratkan sebuah kegelisahan.


" Ma,Arif titip Bila ya, Arif harus segera berangkat ke kantor." ucap Arif pelan.


" Iya..Kamu nggak usah khawatir,sana cepat berangkat." jawab Mama Yolan.


" Tadi Bila cuman makan buah aja loh Ma,nanti jangan lupa di tawarkan makan nasi putih sama sayur,kali aja dia mau Ma." ucap Arif.


" Iya... Tenang aja,serahkan semua nya kepada Mama." jawab Mama Yolan lalu pergi menuju kamar Bila, sedang kan Arif berlalu menuruni anak tangga menuju ke kantor nya.


Di dalam kantor nya,Arif langsung di sambut oleh Reno dan juga security yang sedang membahas penahanan Naura.


"Lepaskan saja wanita itu! " titah Arif kepada penjaga pintu tahanan itu.

__ADS_1


" Lepas? Lalu harus kami berikan pelajaran apa lagi Tuan?" tanya Security.


" Tidak perlu! Biarkan saja dia pergi dari sini,dan Reno! Kamu urus semua tentang dia.usir dia dari sini dan minta dia untuk tidak lagi datang menganggu ku kalau tidak ingin mendapatkan balasan yang lebih parah lagi termasuk ibu nya." jawab Arif panjang lebar.


" Baik Tuan." jawab Reno lalu pergi mengikuti langkah kaki security yang berada di depan nya.


Ingin sekali rasanya Reno meminta agar hukuman wanita itu di perpanjang lagi dan efek jera nya lebih dari yang kemarin, tetapi hati nya juga ikut tercubit kala mengetahui Ibu dari Naura sedang menangis menjerit mencari keberadaan anak nya.


Dengan penampilan yang sangat kusut dan jauh dari kata bersih,Naura keluar dari ruangan pengap itu dengan pandangan mata yang tertunduk.setelah mengingat semua yang dia lalui selama dua hari di dalam sana,hati dan kepala Naura tiba-tiba berdenyut nyeri.sekaligus merasa malu yang teramat parah.


" Angkat kaki mu dari perusahaan ini sekarang juga,jangan pernah lagi kembali ke sini karena di sini bukan tempat menjalang atau pun menjual diri." ujar Reno begitu melihat Naura sudah berdiri di depan dia dengan baju lusuh nya.


" Dan ingat! Hukuman untuk penghianat ini belum seberapa,kalau saja Kamu masih berani mendekati Tuan muda dan kembali menganggu keluarga nya,ibu mu pun akan merasakan dampaknya.ingat! Tuan muda tidak pernah main-main dengan ucapan nya,jadi kalau masih ingin hidup tenang dan aman.jangan pernah coba-coba mengulangi kebodohan mu itu." imbuh nya dengan tatapan mata tajam lurus kearah depan.


Naura yang sedang meratapi nasibnya hanya bisa mengangguk pelan tanpa mengeluarkan suara dengan yang sengaja menunduk ke bawah.


" Apa mereka juga sudah menyakiti Ibu?" guma nya dalam hati namun tidak berani bertanya secara langsung.


" Cepat bawa wanita ini keluar dari sini ! Dan pasti kan dia tidak masuk lagi ke area perusahaan ini." titah Reno begitu tegas.


" Baik Asisten Reno." jawab dua orang security itu lalu menarik paksa tangan dan tubuh Naura agar mengikuti langkah mereka.


Bugh...Semua barang-barang Naura di lempar secara brutal ke arah Naura.


" Ini semua barang-barang anda Nona,silahkan pergi dan jangan pernah kembali lagi kesini karena anda sudah di pecat dari perusahaan ini."


Naura yang sedang mogok bicara memilih memunguti semua harta benda nya yang berserakan lalu memasukkan kembali ke dalam tas nya.


" Bodoh nya Aku tanpa memikirkan dampak panjang nya, kegagalan itu membuat Aku kehilangan semua nya, termasuk harga diri ku yang tidak seberapa ini." gumam Naura sambil menatap penuh sesal gedung pencakar langit yang berada di depan mata nya.


" Aku pamit! Tapi pasti akan kembali dengan keadaan yang sudah berbeda." imbuh nya lalu berdiri dan berjalan dengan rasa nyeri yang masih terasa mengganjal di paha nya.


Tetes demi tetes air mata Naura jatuh membasahi pipi nya, berulang kali dia menyetop taksi untuk mengantar kan dia pulang, tetapi satu pun taksi yang dia setop tidak ada yang berniat menolong dia.


" Apa orang bawahan yang berpenampilan seperti ini selalu mendapat kan diskriminasi? Kapan dunia ini akan adil?" gumam nya terpaksa harus berjalan kaki sampai batas kesanggupan nya walaupun harus dengan menahan rasa perih dan nyeri yang teramat menyiksa akibat terkena hantaman benda tumpul milik para algojo Arif.


Sudah puluhan kilo Naura berjalan menyusuri jalanan ini,entah sudah berapa puluh taksi yang dia mintai tolong, tetapi tidak ada satu pun dia antara mereka yang bersedia menolong nya.mereka bahkan mengatainya dengan ucapan yang sangat kasar dan juga menyakiti hati.


Hiks...Hiks...Hiks..


" Aku memang wanita hina dan juga wanita penggoda! Tapi Aku mohon ! Jangan perlakukan Aku seperti ini." batin nya dengan hati yang sudah menjerit keras.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2