Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Menuju Rumah Sakit


__ADS_3

Jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 03.15 dini hari.tetapi Bila sejak tadi tidak berhenti keluar masuk dari kamar mandi akibat merasakan sakit yang teramat menyiksa di bagian perut nya.


Berulang kali Bila meringis atau bahkan sampai meneteskan air mata.entah sudah berapa puluh kali dia mengganti posisi tidur nya berharap bisa menolong dia menyamar kan rasa sakit ini.


Arif tampak begitu setia menemani istri nya.pria ini ikut terbangun ketika telinga nya ikut menangkap suara rintihan yang keluar dari mulut Bila.dia sama sekali tidak bisa lagi memejamkan kedua mata nya meskipun Bila berulang kali mengatakan bahwa dia sedang baik-baik saja dan hanya sakit perut biasa.


Ketika Bila merasakan sakit yang teramat parah, Arif juga ikut di buat ketar-ketir sambil mengelus perut Bila untuk menenangkan putra nya yang berada di dalam.


Arif yang semakin tidak tega melihat sang istri menderita kesakitan.berinisiatif menelpon sang Tante yang merupakan dokter kandungan istri nya.


" Tante! Bila sejak tadi mengeluh sakit perut." ucap Arif to the point.


" Baiklah,Arif akan segera bawa ke rumah sakit sekarang juga." Arif lalu memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak begitu mendapatkan perintah tegas dari sang Tante.


" Mas sakit! Hiks...Hiks..." Bila semakin merintih dengan menggenggam erat jemari nya menyalurkan rasa sakit nya.


" Sabar ya sayang! Kita ke rumah sakit sekarang juga." ucap Arif lalu membisikkan sesuatu di depan perut sang istri dengan tangan yang mengusap lembut perut Bila.


Sebelum membawa Bila keluar dari kamar,Arif terlebih dahulu menghubungi sang adik agar menyampaikan kabar ini kepada kedua orang tua mereka.


"Ini anak tidur atau pingsan sih!" gerutu Arif ketika Seno tidak kunjung menerima panggilan telepon nya.


Arif yang sudah gregetan langsung menggendong keluar tubuh Bila menuju ke mobil nya.


" Sen! Seno!" Arif kembali menggedor pintu kamar Seno di tambah dengan tendangan kaki nya yang sangat kuat.


Sedang kan di dalam kamar itu,Seno terus mengumpat kesal dengan menutup telinga nya menggunakan bantal.


" Arif! Ada apa?" tanya Mama Yolan yang sudah ikut terbangun mendengar keributan yang di ciptakan oleh putra nya dini hari ini.


" Bila mengeluh sakit perut perut Ma,tadi kata Tante Husna suruh bawa ke rumah sakit sekarang juga,katanya Bila sudah mau melahirkan." jawab Arif menjelaskan.sedangkan Bila yang masih berada di gendongan sang suami hanya bisa mengangguk karena tidak kuat lagi untuk mengatakan apapun kecuali suara rintihan yang tidak berhenti dia gaung kan.


" Mas....Sakit." Bila terus memegang perut nya.beruntung nya Arif tadi sudah memakai kan dia piyama tidur panjang dan tinggal di tambah dengan hijab instan untuk menyempurnakan penampilan nya.


" Iya sayang! Kamu tarik nafas yang dalam lalu keluar kan dari mulut ya." Arif nampak menenangkan istri nya namun jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam,Arif juga di landa ketakutan dan rasa panik yang hebat.

__ADS_1


Berbeda hal nya dengan Mama Yolan yang terlihat tenang dan juga santai sekali menanggapi keluhan Bila.


" Sekarang lebih baik kita segera pergi ke rumah sakit.Kamu minta antar sama sopir atau para penjaga saja,nanti Mama sama Bibi Siti menyusul di belakang." tangan Mama Yolan juga terulur menyapa calon cucu nya yang sudah tidak sabar lagi meminta untuk keluar.


Arif mempercepat langkah kaki nya dan berteriak memanggil siapapun yang berada di gerbang depan untuk menyiapkan mobil dan mengantar kan dia ke rumah sakit detik ini juga.


" Ada apa sih Ma?"Seno terpaksa keluar dari kamar nya karena sudah tidak bisa lagi melanjutkan tidur nya, keributan yang dia harapkan cepat mereda ternyata semakin panjang dan memekakkan telinga nya.


" Mbak mu mau melahirkan,dari tadi Kamu di bangunkan sama Mas mu kenapa nggak bangun -bangun sih? Giliran udah pergi aja bangun,Kamu nggak kasihan apa melihat Mbak mu kesakitan begitu?" hardik Mama Yolan yang tidak habis pikir dengan cara tidur anak bungsu nya.


" Seno ngantuk banget Ma, terus Mas Arif sama Mbak Bila nya mana?" tanya Seno dengan tampang polos nya.


" Ya udah jalan ke rumah sakit,dari pada nungguin Kamu yang nggak bangun-bangun." Mama Yolan pergi ke kamar tamu untuk memberitahu kepada besan nya.


Beruntung nya kondisi jalanan sedang sepi sehingga mempermudah pergerakan mobil yang di tumpangi oleh Bila dan juga Arif.


Setiba nya di rumah sakit,Arif bergegas menggendong Bila keluar dari mobil dan di depan pintu masuk itu sudah menunggu Dokter Husna beserta dua perawat lain nya.


" Langsung bawa ke ruang bersalin ya sus." titah Dokter Husna kepada perawat yang membantu mendorong kursi roda Bila.


Di samping Bila ada Arif yang terus menggenggam tangan istrinya, berharap bisa menyalurkan energi positif untuk sang istri yang sedang berjuang melawan rasa sakit.


Setiba nya di dalam ruangan bersalin,Bila lalu di minta untuk berganti pakaian.setelah itu di minta untuk berbaring di atas brankar karena akan di lakukan pemeriksaan untuk mengetahui sudah masuk ke pembukaan berapa.


" Baru pembukaan 4,kalau sakit nya teratur seperti ini terus , pembukaan nya akan bertambah dengan cepat,kalau bisa ajak Bila jalan-jalan kecil di ruangan ini supaya mempermudah proses persalinan nya."Ucap Dokter Husna.


Arif nampak mengangguk kan Kepala nya.


" Tante keluar sebentar ya, setengah jam lagi akan kembali." Dokter Husna yang masih memiliki pasien lain nya terpaksa meninggalkan Bila sambil menunggu pembukaan nya lengkap.


" Tapi ini sakit banget Tan!" keluh Bila kembali menitikkan air mata.


" Sabar ya sayang! Ini hanya sebentar saja, nanti setelah bayi kalian lahir,rasa sakit itu tidak akan terasa lagi dan berganti dengan rasa bahagia,begini lah perjuangan kita sebagai seorang ibu.jangan takut, tenang kan diri mu dan bikin serileks mungkin.nanti Tante kembali lagi ya."Dokter Husna mengelus perut Bila sembari memberikan wejangan khusus kepada keponakan nya.


" Dampingi istri mu!Beri dia perhatian dan dukungan yang penuh." imbuh nya sambil menepuk bahu Arif.biasa nya mereka berdua selalu berdebat setiap kali bertemu.tetapi di malam yang gelap ini kedua nya terlihat kompak memberikan semangat untuk Bila.

__ADS_1


Mama Yolan,Bibi Siti dan juga Pak Rizal yang baru saja datang berjalan cepat mengejar Dokter Husna.


" Husna! Husna!" teriak Mama Yolan tanpa perduli dengan tatapan semua orang.


Dokter Husna yang mengenali suara seseorang yang memanggil dirinya lalu menoleh kan Kepala ke belakang.


" Mbak Yolan,Mas Rizal." sapa nya tersenyum hangat.


" Bagaimana keadaan menantu ku Hus?" Mama Yolan sudah tidak sabar lagi ingin mendengar kabar dari dalam ruangan bersalin itu.setelah berganti pakaian dengan baju yang lebih rapi,mereka bertiga langsung bertolak menuju rumah sakit dengan mulut yang tidak berhenti mengucapkan doa keselamatan untuk Bila dan juga calon cuci mereka.


" Baru pembukaan 4 Mbak,kita masih harus menunggu beberapa jam lagi,Aku harus mengecek keadaan pasien ku yang lain nya, nanti Aku akan kembali lagi ke kamar Bila." pamit Dokter Husna setelah menjelaskan secara rinci.


" Apa tidak bisa Kamu tetap stay di kamar Bila saja?" tanya Mama Yolan yang tidak ingin terjadi apa-apa kepada menantu kesayangan nya.


" Kalau Aku bisa sudah aku lakukan sejak tadi Mbak,tapi maaf! Karena malam ini hanya ada dua dokter kandungan yang berjaga, sehingga mengharuskan Aku untuk ikut turun tangan langsung.setengah jam lagi Aku akan kembali,jangan khawatir begitu,di dalam sana sudah ada perawat yang Aku tugaskan untuk mengawasi keadaan Bila." Setelah mengatakan itu Dokter Husna bergegas masuk ke dalam ruangan yang berada tepat di samping Kamar Bila.


Ceklek


Mama Yolan,Bibi Siti dan Pak Rizal masuk ke dalam ruangan bersalin itu dengan wajah tegang dan jantung yang dag dig dug menanti kelahiran calon pewaris Ahmad Company.


" Sayang! Yang sabar dan kuat ya." ucap Mama Yolan memberikan semangat.


" Iya Ma! Tapi ini sungguh sakit sekali,sampai berapa lama lagi sih Bila harus menunggu?" tanya Bila dengan nafas yang ngos-ngosan.


" Tidak lama lagi kok sayang,hanya 3 sampai 4 jam saja,kalau pembukaan nya lebih cepat terjadi maka proses persalinan nya juga bisa segera di lakukan." Mama Yolan berdiri di samping Bila mengusap keringat yang membasahi wajah cantik milik menantu nya.


" Jangan lupa berdoa Nak,minta ampun kepada yang maha kuasa.semoga saja Kamu di berikan kelancaran dalam persalinan ini." Bibi Siti memijit kaki Bila dengan wajah sendu nya.Bila yang dulu masih kecil di tinggal pergi selama-lamanya oleh kedua tua nya, sekarang akan menjadi ibu untuk anak nya yang sebentar lagi akan lahir melihat keindahan dunia ini.


" Koper persalinan yang kita siap kan kemarin sudah kalian bawa ke sini kan?" tanya Mama Yolan memastikan.


" Belum Ma,tadi Arif nggak sempat bawa apa-apa karena panik." sahut Arif yang setia berdiri di samping kanan Bila.


" Ya sudah nggak papa,nanti biar Mama telepon Seno saja untuk mengantar kan koper itu ke sini." Mama Yolan langsung mengeluarkan ponsel nya dan berdiri agak menjauh dari brankar Bila.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2