
" Sayang!" Arif yang sudah berpakaian rapi dengan setelan kantor nya menghampiri Bila yang sedang asyik membaca Novel online.
" Mas,Kamu ngagetin Aku aja." jawab Bila menatap wajah Arif yang berada tepat di depan wajah nya.
" Lagi ngapain sih? Sampai kaget segala, jangan -jangan...." Arif mulai berpikir yang tidak-tidak tentang istri nya yang takut ketahuan saat bermain ponsel.
" Jangan-jangan apa Mas? Aku lagi baca novel ini." jawab Bila langsung menunjukan ponsel nya yang berisi koleksi novel yang sudah dia baca.
" Oh..Kirain lagi sibuk bales pesan sama gebetan Kamu yang ada di kampung sana." balas Arif nyegir lalu mencium gemas wajah Bila yang sedang melongo mendengar penuturan nya.
Cup..
Cup..
Cup..
" Mas! Lama-lama wajah Aku bisa penyet gara-gara di cium terus sama Kamu." keluh Bila merasa geli suami nya selalu mencium dalam jumlah yang tidak terhingga.
" Nggak akan..Nanti kalau rusak kita operasi plastik aja." jawab Arif santai sambil memegang dagu lancip Bila.
" Gini nih! Kalau berurusan sama orang kaya.ngomong nya enteng bener,Kamu kira enak apa? Hidup dengan wajah palsu?"
" Jadi bahan gibahan emak-emak komplek,sama susah ngapa-ngapain."imbuh Bila yang sudah menjadi korban sinetron.
" Bercanda sayang! Jangan di anggap serius dong,tapi kalau Kamu beneran mau operasi juga nggak masalah sih toh uang Aku cukup mampu untuk membayar berapa kali pun Kamu mau melakukan operasi nya." jawab Arif tersenyum mengejek.
" Aku berangkat dulu ya,kalau ada apa-apa panggil Mama saja." imbuh nya lalu kembali mengecup wajah dan bibir Bila.
" Hati-hati Mas,maafkan Aku yang ngga bisa melayani Kamu." ujar Bila merasa bersalah telah lalai menjalankan tugas nya sebagai seorang istri.
" Nggak papa sayang,Kamu kan lagi sakit, malaikat juga ngga akan tega memasukkan nya ke daftar dosa Kamu." goda Arif lalu berdiri mengambil tas dan juga ponsel nya yang masih tertinggal di atas sofa.
"Mas! Kamu suka banget sih usil sama Aku."Bila merengek memanyunkan bibirnya.
" Habis nya Kamu itu lucu dan gemesin banget." jawab Arif menaik turun kan alis nya.
" Aku berangkat ya." pamit Arif yang masih berat untuk menutup pintu kamar.entah kenapa rasa nya malas sekali untuk berpisah dengan istri nya,apalagi Bila dalam keadaan sakit begini.
"Kamu ngga papa Aku tinggal dulu?" tanya Arif masih betah berdiri di dekat pintu.
__ADS_1
" Ya nggak apa-apa Mas,ada Mama sama Papa dan Bibi yang akan bantuin Aku.Kamu berangkat aja." jawab Bila meyakinkan suami nya agar tidak khawatir lagi.
" Dada sayang." Arif melambaikan tangan nya sebelum akhir nya menutup pintu dengan hati yang berat.
Bila yang sudah merasa ngantuk langsung membenarkan bantal nya agar merasa nyaman dalam tidur nya.
Tap..Tap..Tap..
Arif berjalan menuruni anak tangga lalu berputar menuju kamar sang Mama.
" Ma." panggil Arif ketika sudah berada di depan pintu kamar kedua orang tua nya.
" Iya Ada apa ?" Ibu Yolan membuka pintu kamar nya dengan wajah yang memakai masker hitam.
" Lagi ngapain sih Ma? Udah tua tapi kelakuannya aneh-aneh aja deh." Arif terheran -heran melihat kelakuan sang Mama yang menutupi seluruh wajah nya seperti orang yang abis terbakar hangus.
" Jangan mencela Kamu! Ini perawatan wanita dan Kamu mana mengerti sama yang beginian."
" Cepat katakan ada apa Kamu memanggil Mama? Apa kedatangan mu kesini hanya ingin menghina Mama saja?" sindir Ibu Yolan yang tidak pernah akur dengan sang putra.
" Jangan berpikiran buruk dengan Aku Ma,titip Bila sebentar ya Ma,Arif harus berangkat ke kantor sekarang juga." ujar Arif menyampaikan niat nya.
Arif menggeleng kepala lalu menggerutu kesal melihat tingkah Mama yang suka menindas nya sesuka hati.
" Pak Man, tolong antar kan Aku ke kantor." ucap Arif saat melihat Pak Man baru keluar dari dapur.
" Baik Tuan muda." jawab Pak Man bergegas menghabiskan segelas kopi yang baru dia bikin lalu berlari mengejar Arif yang sudah keluar terlebih dahulu.
" Silahkan Tuan muda." Pak Man mempersilahkan Arif untuk duduk di kursi penumpang yang sudah dia buka lalu menutup kembali pintu itu setelah melihat Arif sudah duduk dengan tenang.
Naima di masukkan ke dalam sel penjara yang di huni oleh tahanan wanita lain nya.
" Pak lepaskan Saya, Suami Saya orang kaya bahkan sanggup membeli penjara ini." teriak Naima tidak tahu malu.
" Pak Saya bisa memuaskan Bapak jika Bapak mau,tapi Saya mohon bebaskan Saya dari sini." wanita ini terus mengobral murah harga diri nya sambil berteriak,semua mata tertuju tajam kepada dia.
" Diam Kamu pelacur! Pantas saja tuan muda Ahmad Arif menceraikan Kamu yang ngga punya harga diri lagi." tegur salah seorang narapidana wanita yang duduk bersandar sambil mencari kutu nya.
" Wanita macam Kamu memang cocok jadi perusak rumah tangga orang." celetuk yang lain nya lagi.
__ADS_1
Hahahaha...
20 orang napi wanita yang ada di sel yang sama tertawa puas bisa meledek Naima yang seorang artis dan model terkenal.wajah Naima yang sudah habis terkena cakaran membuat kecantikan nya tidak terlihat lagi.
Naima menatap sekilas orang-orang yang sudah menghina tanpa berani melawan.
" Pak..Bebaskan Saya Pak." Naima terus berteriak memohon untuk bisa di lepaskan dari sel yang pengap ini.
" Diam..Kamu pikir Kamu siapa bisa berteriak sesuka hati mu di sini." teriak wanita yang merupakan ketua di sel ganas ini.
" Ini penjara bukan rumah ataupun mall." lanjut nya sambil memegang dagu lancip Naima hasil operasi plastik.
Naima memberontak saat merasakan sakit di bagian dagu nya.
" Lepaskan tangan bau Kamu itu dari wajah Aku!" balas Naima menatap tajam wanita berbadan besar yang ada di depan dia.
Prak..Prak..
Wanita bertubuh besar itu menghadiahi 2 kali pukulan di wajah Naima yang masih menetes darah.
" Aw... teriak Naima memegang pipi nya yang terasa terbakar api.
Disaat Naima hendak membalas pukulan wanita itu,dua orang napi yang lain datang dari belakang langsung menahan tangan Naima sehingga wanita yang ada di depan nya dengan bebasnya menyiksa Naima.
" Jangan pernah berani lagi menghina Aku,nyawa mu bergantung di tangan ku." ancam nya sambil menarik kuat rambut Naima sehingga membuat Naima terpaksa menengadah kan kepala nya.
" Lepaskan." ucap Naima dalam hati nya namun tangan nya terulur menahan agar rambut yang di tarik tidak sampai lepas dari akar kepala nya.
" Arif! Bantuin Aku...Tolong bebas kan Aku dari penjara ini." batin Naima menahan tangis nya agar tidak sampai jatuh.dia tidak sanggup lagi menerima penyiksaan dari semua penghuni sel ini.
" Pijit Aku sekarang juga." pinta nya kepada Naima yang masih menahan rasa sakit akibat penyiksaan massal yang mereka lakukan.
" Buruan!" teriak nya lagi saat melihat Naima masih tetap duduk di ujung pagar sel.
" Iy-iya."jawab Naima ketakutan.
Dia tidak berani menolak meskipun tangan dan seluruh badan nya juga perlu mendapatkan pengobatan dan pijitan.Naima berdiri lalu berjalan dengan terseok-seok menuju singgasana ketua sel yang sedang menatap membunuh kepada dia.
" Jangan cengeng jadi orang, jalan nya yang cepat,jangan sampai kedua kaki mu itu Aku bikin patah beneran." ancam nya lagi dan berhasil membuat Naima mempercepat langkah kaki nya meski harus menahan rasa sakit.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰