Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Antara Posesif dan juga Protektif


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit tadi,Arif menjadi lebih posesif dan protektif dari biasa nya,turun dari mobil saja Bila tidak di izinkan untuk berjalan meskipun jarak teras depan dengan kamar mereka tidak terlalu jauh.


" Mas ! Aku bisa jalan sendiri." protes Bila saat merasakan tubuh nya sudah melayang di atas udara.


" Kamu tidak ingat,apa yang di katakan oleh Tante Husna tadi? Kamu tidak boleh kecapean sayang." ujar nya begitu santai.


Bila yang sudah tidak punya kekuatan lebih untuk mengajak suami nya berdebat memilih diam dan mengikuti semua keinginan suami nya.


" Nggak kayak gitu juga Arif! Kalau hanya jalan,masih boleh.jangan semua nya Kamu larang." tutur Mama Yolan mengingat kan.sejak tadi mulut nya sudah terasa sangat gatal ingin mencela prinsip hidup dari putra nya.


" Aku hanya ingin menjaga istri dan anak ku Ma,jangan ikut campur." jawab Arif mengabaikan tatapan tajam dari sang Mama dan bergegas membawa masuk Bila menuju kamar mereka.


Dengan sangat perlahan Arif merebahkan tubuh Bila di atas kasur empuk yang ada di dalam kamar mereka.


"Halo jagoan Papa!Yang pintar ya Nak."bisik nya mengajak bicara janin yang berada di perut Bila.


" Ini Papa Kamu loh Nak,dan yang ini nama nya Mama! Apa Kamu bisa mendengar suara Papa?" bisik nya lagi sambil mengusap pelan perut Bila yang masih datar.Bila yang awal nya ingin segera tidur menjadi terkekeh geli melihat tingkah absurd dari suami nya.bagaimana mungkin seorang CEO dingin dan judes bisa melakukan hal konyol seperti saat ini.


Arif lalu menegakkan tubuh nya beralih mencium bertubi-tubi kening Bila.


Cup..Cup..Cup..


" Aku sangat merasa bahagia sayang,rasa nya Aku sudah tidak sabar lagi menanti kelahiran nya, dan sedetik pun Aku tidak mau lagi berpisah dari kalian." ucap nya menatap dalam kepada sang istri.


" Jangan lebay deh Mas,Kamu harus bekerja, perusahaan mu akan bangkrut kalau Kamu selalu libur dan menemani Aku di rumah." gerutu Bila tidak habis pikir dengan pola pikir suami nya yang mulai aneh menurut nya.


" Kita tidak akan jatuh miskin sayang,ada Reno yang akan menggantikan Aku,harta Papa masih sangat banyak dan sangat cukup untuk membiayai hidup kita." jawab nya begitu santai tanpa merasa berdosa sedikit pun.


" Kamu ngomong nya semakin ngawur aja deh! Udah sana lebih baik Aku tidur saja dari pada mendengar kan ucapan yang tidak masuk akal itu." ucap Bila yang tengah bersiap-siap menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


" Jangan marah sayang! Aku cuman bercanda doang." papar Arif menjelaskan sebelum Bila terlanjur ngambek kepada dia.saat ini Arif mulai menyadari kenapa istri nya menjadi lebih sensitif akhir-akhir ini.


Arif membuka paksa selimut yang menutupi tubuh istri nya,di dalam selimut itu nampak jelas bahwa tubuh Bila sedang bergetar lincah,pertanda telah terjadi sesuatu kepada dia.


Hiks...Hiks..Hiks..


Arif di buat tercengang setelah dia berhasil membuka selimut tebal yang menutupi tubuh istri nya.


" Sayang! Ka-mu kena-pa menangis?" tanya Arif gelagapan.

__ADS_1


Hiks..Hiks...Hiks..


" Sayang!" Arif lalu memeluk tubuh Bila agar istri nya merasa lebih tenang, meskipun dia sebenarnya sangat bingung dengan penyebab pecah nya tangisan sang istri.


" Ada apa?" tanya Arif begitu lembutnya,dia tidak ingin lagi membuat istri sensitif nya semakin histeris dengan tangisan pilu nya.


" Kamu kenapa berubah menjadi pemalas sih Mas? Apa karena Kamu nggak suka sama anak ini? Maka nya Kamu tidak mau lagi menafkahi Aku?" ucap Bila di sela tangisan nya.


" Astaga." Arif menepuk jidat nya kala mengetahui dia sudah salah berucap dan istri nya pun salah menangkap maksud ucapan nya.


" Bukan begitu sayang,Kamu salah paham,Aku sangat merasa senang dengan kehamilan mu ini,Kamu dan anak kita sangat berarti untuk Aku,maka nya Aku tidak ingin berpisah jauh dari kalian,bukan karena Aku pemalas untuk bekerja, tetapi karena Aku tidak sanggup berpisah terlalu lama dan melewati setiap tahap dalam kehamilan mu ini." ucap Arif menjelaskan secara pelan-pelan agar istri nya mau mendengar kan dan bisa mengerti maksud ucapan nya.


" Benarkah? Bukan karena Kamu benci dengan anak ini?" tanya Bila memastikan.


" Ya Allah sayang! Ya bukan lah." jawab Arif yang mulai sadar harus lebih sabar lagi menghadapi istri nya.


Cup..


"Jangan sedih lagi,nanti dedek bayi nya juga ikut bersedih melihat Mama nya sesenggukan seperti ini." bisik Arif mengusap lembut punggung Bila.


Wanita ini mengangguk-anggukkan kepalanya ikut membalas memeluk suami nya.


Beberapa menit kemudian, pintu kamar mereka terdengar di ketuk dari arah luar.


Arif melepas perlahan pelukan nya dan bergegas membukakan pintu untuk melihat siapa yang berada di sana.


" Sebentar ya sayang." pamit Arif sebelum terjadi lagi kesalahpahaman di antara mereka.


" Hm.." jawab Bila pelan.


Arif berjalan mendekat ke arah pintu dan menekan kunci nya agar pintu putih ini bisa terbuka lebar.


" Ada apa Bi?" tanya Arif ketika melihat ada 3 orang asisten rumah tangga berdiri di depan pintu kamar nya dengan membawa sejumlah makanan yang ada di tangan mereka masing-masing.


" Permisi Tuan muda, Nyonya meminta kami untuk mengantar kan ini untuk Nona muda." jawab Bi Marni yang berada di barisan paling depan.Arif bisa melihat jelas apa yang berada di tangan mereka saat ini, beberapa macam potongan buah segar, puding mangga,satu mangkok bubur ayam.dan segelas susu putih yang belum di ketahui apa fungsi nya,dan setahu dia istri nya selama ini tidak pernah mengkonsumsi susu.


" Oh..." Arif membulat kan mulut nya.lalu membuka pintu lebar-lebar agar mereka bisa masuk ke dalam kamar nya.


" Bi! Itu susu apa?" tanya Arif menuntaskan rasa penasaran nya.

__ADS_1


" Ini susu hamil yang wajib di konsumsi oleh Nona muda,mulai hari ini Bibi akan rutin membuat kan Nona muda susu hamil setiap hari nya." tutur Bi Marni menjelaskan.


Semua makanan yang di bawakan oleh Asisten rumah tangga ini sudah di susun dengan rapi di atas meja nakas.


" Terimakasih ya Bi." ucap Arif sambil tersenyum hangat.


Ketiga Asisten rumah tangga itu mendadak Tremor sendiri melihat perubahan Arif yang tanpa sungkan memberi senyum dan juga kata terima kasih nya.


" Tuan muda berubah semakin lembut." gumam Bi Marni senang.


" Kami pamit keluar dulu ya Tuan,Nona,kalau Nona muda butuh sesuatu panggil saja Bibi." ucap Bi Marni lalu bergegas meninggalkan kamar ini bersama kedua rekan nya.


" Terimakasih ya Bi Mar,Bi Imas dan Bi Aminah." ucap Bila pelan dengan posisi dia yang masih duduk di atas ranjang.


" Sama-sama Nona muda." jawab mereka kompak.


Setelah ketiga Asisten itu pergi, Arif bergegas mengunci pintu kamar nya kembali agar sang Mama tidak bisa menyelonong masuk ke kamar mereka.


" Sayang! Perhatian dan kasih sayang Mama seperti nya akan semakin besar kepada Kamu! Bahkan akan lebih protektif dari pada Aku." ucap Arif tersenyum lalu mengangkat mangkuk buah dan menggeser kan nya kepada sang istri.


" Aku mau makan puding itu aja Mas." sahut Bila ketika melihat sang suami hendak menyendok kan potongan buah ke dalam mulut nya.


" Baiklah! Akan Aku suapin." jawab Arif pasrah, permintaan istri nya saat ini mutlak harus dilaksanakan.


Bila membuka mulut nya menikmati rasa dari puding mangga yang begitu menyegarkan mulut nya.sisa puding mangga ini kembali habis di tangan Bila.Mama Yolan bahkan sengaja tidak memakan nya hanya karena tidak ingin menantu nya merasa kurang.


" Mau lanjut makan bubur ngga?" tanya Arif setelah melihat kotak puding itu sudah kosong.


" Satu sedang saja ya Mas, kasihan Mama kalau nggak Aku makan." jawab Bila terpaksa menelan satu sendok Bubur ini untuk menghargai perhatian yang di berikan oleh Mama mertua nya.


" Kalau Kamu nggak suka,jangan di paksakan,nanti biar Aku yang bantu habis kan." ujar Arif yang tidak tega melihat raut wajah istri nya.


" Beneran?" tanya Bila ragu-ragu.


" Iya sayang! Nanti Kamu malah muntah kalau di paksa mengunyah bubur ini." Arif lalu menyodorkan segelas air putih untuk membersihkan mulut sang istri dari bau yang mampu membuat perut nya terasa ingin muntah.


" Makasih Mas." ucap Bila merasa bahagia mendapatkan perhatian khusus dari suami nya.


" Sama-sama sayang.sekarang Kamu istirahat ya." pinta Arif lalu membantu membenarkan bantal dan posisi tidur istri nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2