
Setelah merasa puas dengan tidur nya,Bila menggeliat lalu membuka secara perlahan kedua mata nya, Bila merasa ada sesuatu yang menimpa tubuh nya.
Dia melihat kebawah ternyata tangan suami nya yang sedang memeluk perut nya.
" Aku dimana ya? Perasaan tadi Aku tidur nya di atas sofa deh." gumam Bila menelisik setiap benda yang ada di kamar ini.
" Ini juga bukan kamar kami." Bila merasa kesulitan menebak di mana dia berada saat ini.
Disingkirkan nya tangan suami nya secara perlahan agar tidak mengusik tidur lelap Arif.
Namun baru juga dia menyentuh tangan suami nya,Arif justru semakin mengeratkan pelukan nya.dan memeluk nya seperti guling saja.Arif bahkan dengan sengaja nya mendusel kan wajah nya di ceruk leher Bila yang sudah tidak tertutup oleh hijab.seketika Bila langsung merinding merasakan hembusan nafas Arif menyentuh kulit nya langsung.
Bila kembali mencoba menyingkirkan tangan suami nya dari pinggang ramping nya.namun tetap saja tidak bisa.padahal dia sudah sangat ingin sekali pergi ke kamar mandi untuk membuang air.
" Mas! Kamu jangan usil deh,Aku tahu Kamu sudah bangun sejak tadi.jangan mencari kesempatan." ucap Bila kesal.
Membuat Arif tersenyum tipis mendengar gerutuan istri nya.sebenarnya dia sudah bangun sejak tadi saat Bila membalikkan badan nya.namun Arif enggan membuka mata nya,pria ini malah mencari kesempatan untuk memeluk istrinya lebih lama lagi.Arif sengaja memindahkan Bila ke dalam ruangan pribadi saat melihat Bila sudah tertidur menunggu dia selesai meeting.
" Mas ! Bangun Aku sudah kebelet sekali ini."Bila merengek merasa kesal dengan suami nya yang tidak kunjung melepas kan pelukan nya.membuat nafas nya terasa sesak dan menyulitkan pergerakan nya.
" Hmmm..Ada apa sayang?" tanya Arif pura-pura dengan suara serak bangun tidur nya.
" Jangan bermain drama Kamu Mas,Aku mau ke kamar mandi,cepat lepasin."pinta Bila dengan judes nya.
Hahahaha...
Arif tertawa puas melihat wajah kesal Bila,tangan nya pun terlepas dari dari tubuh Bila.
Setelah terlepas dari suami nya,Bila langsung turun dari ranjangnya dan berlari menuju kamar mandi.
" Awas jatuh sayang! Hati-hati." teriak Arif khawatir melihat cara berlari istri nya yang sangat brutal.padahal kaki nya masih belum betul.
Bruk...
Bila menutup pintu kamar mandi dengan sekuat tenaga nya.
Arif yang sedang tersenyum usil terlonjak kaget mendengar nya.tangan nya mengelus dada,tingkah Bila memang aneh,kadang kalem dan patuh, kadang judes dan kadang lagi bar-bar.
__ADS_1
Tak lama kemudian Bila keluar dari kamar mandi, nampak wanita itu belum mandi dan masih memakai pakaian nya dengan lengkap.Bila mulai membiasakan diri nya untuk berjalan sendiri agar kaki nya tidak terasa kaku dan otot nya menjadi lemah.
" Kamu nggak langsung mandi sayang?" tanya Arif dengan mengerutkan dahi nya.
" Aku nggak punya baju ganti Mas! Nggak mungkin Aku masih pakai baju kusut ini setelah mandi nanti." jawab Bila merengek manja sambil berdiri di depan suami nya.mata nya menatap ke bawah untuk melihat keadaan kaki yang sengaja dia bawa berlari tadi.
" Baju Kamu ada di lemari sana,Aku sudah meminta Reno menyiapkan semua keperluan Kamu di dalam kamar ini." jawab Arif mengikuti kemana arah mata Bila melihat.
" Kamar ini? Kita ada di mana sih Mas,tadi kan Aku tidur di kantor Kamu? Terus kenapa pindah kesini?" tanya Bila dengan bingung.
Arif tersenyum tipis menanggapi kebingungan istri nya.
"Kita masih tetap di kantor sayang,beda nya kita berada di dalam ruangan yang khusus Aku siap kan untuk tempat beristirahat,Aku nggak tega lihat Kamu tidur di atas sofa,maka nya Aku pindahkan ke dalam ini."
" Oh..." Bila membulatkan mulutnya dan mengangguk.
" Kaki Kamu udah nggak sakit lagi?" tanya Arif memastikan.
" Kayak nya nggak deh Mas,soal nya pas Aku bawa lari tadi nggak terasa apa-apa." Bila langsung menggerakkan kaki nya sambil berputar kesana kemari.
" Syukur lah,nanti malam bisa minta lagi." ucap Arif genit mengedipkan sebelah mata nya, lelaki ini turun dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Hingga beberapa puluh menit berlalu.Arif keluar dari kamar mandi, terlihat Bila sedang asyik bermain ponsel sedang kan di samping nya ada baju ganti yang sudah dia siap kan untuk dirinya.
Arif dengan usil nya menyambar ganas pipi Bila yang sedang mengembung tertawa lincah.
" Mas! Kamu ngagetin aja deh." keluh Bila sambil menggosok-gosok pipi nya yang sudah terkena saliva suami nya.
" Gemas! Kamu lagi ketawain apaan sih?" tanya Arif tetapi tatapan mata nya sibuk memindai layar ponsel Bila yang nampak masih menyala.
" Lagi balas pesan sama teman,Kamu udah siap mandi nya?"
" Hm..Udah." jawab Arif kepo dengan isi pembahasan chat yang ada di ponsel Bila.
" Sana mandi dulu sayang, setelah itu kita pulang, ini sudah mau magrib." tutur Arif lagi.
" Iya." jawab Bila patuh.saat dia hendak mematikan ponsel nya, Arif langsung menahan tangan nya.
__ADS_1
" Jangan di tutup dulu sayang, pinjam ponsel Kamu sebentar,Aku mau menelpon Pak Man minta untuk di jemput." ucap Arif berdusta.
" Oh..Ini pakai aja." jawab Bila menyerah kan ponsel nya dengan sepenuh hati tanpa merasa curiga atau pun takut.lalu pergi masuk ke kamar mandi dengan membawa sehelai handuk bersih.
Setelah melihat tubuh Bila sudah hilang di balik pintu kamar mandi,Arif bergegas membuka isi pesan Bila yang sangat menggelitik hati nya.
Mata Arif langsung meradang saat melihat ada nama cowok mengirim pesan untuk Bila dengan kata kangen.pria posesif ini semakin tertarik melihat ke bawah lagi.Bunga,citra, Munaroh, lestari,dan Hiro.jantung Arif kembali berdenyut nyeri kala melihat nama Hiro tersimpan di ponsel Istri nya bahkan tidak segan-segan memanggil Bila dengan sebutan Ibu peri.
" Siapa Billy dan juga Hiro? Seperti nya mereka sudah kenal dekat dengan Bila?"
" Alay banget sih,pakai panggilan ibu peri segala." Arif terlihat kesal dan sangat resah kala mengetahui Bila pernah bertukar pesan dengan cowok lain.
Tanpa di duga dan tidak ingin cowok-cowok kampung itu mendekati istri nya, Arif langsung memblokir kedua nomer itu dengan hati yang dongkol.
" Jangan sok kegantengan,Bila sudah menikah." batin nya sambil menatap tajam foto profil Hino.
Mendengar Bila yang hendak keluar dari kamar mandi,Arif langsung mengembalikan ponsel Bila ke atas ranjang.lalu berpura-pura memakai pakaian nya.
Bila yang merasa tidak punya salah apapun bersikap seperti biasa nya.tanpa ada yang di kurangi atau di lebih kan.
" Tumben diam aja,biasa nya kalau lihat Aku keluar hanya menggunakan handuk pendek begini dia langsung beraksi." batin Bila merasa aneh dengan tingkah suami nya yang mendadak kalem.sebenar nya Bila sempat ragu untuk keluar dengan hanya menggunakan handuk,namun karena hanya ada ini yang bisa dia gunakan terpaksa Bila melangkah dengan hati yang sangat ragu.
Arif yang sebenarnya tengah melirik Bila menggunakan ekor mata nya, tidak sanggup lagi menahan hasrat nya, tubuh putih Bila membuat hasrat Arif naik dari permukaan nya,kaki mulus Bila semakin melambai minta di belai, sedang kan dua bongkahan kenyal nya nampak menyembul minta untuk di sentuh.
" Sial! Kenapa malah jadi begini." gumam Arif saat menyadari tubuh nya sudah sangat berhasrat melihat kemolekan tubuh istri nya.
Karena sudah tidak tahan lagi melihat pemandangan indah itu,Arif dengan sengaja membalikkan tubuh nya untuk menghadap ke arah tembok.
" Kamu kenapa Mas?" Bila akhirnya angkat suara saat melihat keringat membasahi dahi suami nya,dengan wajah Arif yang semakin di tekuk.
" Mas! Kamu kenapa sih? Aneh banget deh!" seru Bila meminta penjelasan dari sikap aneh suami nya.
" Nggak papa kok." jawab Arif kembali ke mood judes nya.
" Kalau nggak papa tapi kenapa wajah Kamu ngesellin begitu." jawab Bila yang sudah siap memakai pakaian dan juga hijab nya.
" Sudah ayok pulang." Arif langsung keluar dari kamar khusus nya tanpa mempedulikan istri nya yang kesusahan mengejar langkah kaki nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍