Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Arif Vs Seno


__ADS_3

" Akhir nya...Kita bertemu juga ya Mbak.cantik banget sih Mbak!" seru Seno yang terus saja menatap kagum kepada Bila.di saat dia hendak memeluk tubuh Bila.tiba-tiba saja tangan kekar Arif langsung menahan aksinya.


Srett...


Arif lalu menarik Bila berada di belakang punggung nya.


"Mau ngapain?" tanya Arif dengan wajah datar nya.tatapan mata tajam nya menghunus langsung ke dalam dada Seno.


" Pelit amat sih Mas?" keluh Seno yang hanya bisa mencium punggung tangan Bila saja.


Bila yang memang tidak tahu siapa yang berada di depan dia.hanya bisa berdiam diri memperhatikan raut wajah adik ipar dan juga suami nya yang sangat mirip sekali.


Bila benar-benar merasa berdosa dan sangat bersalah sekali tidak bisa mengenali wajah adik ipar nya.bukan karena dia sengaja melakukan nya, tetapi Arif memang belum pernah mengenal kan dia kepada sosok adik ipar nya.


" Sudah ayok pindah." ajak Arif ketika melihat Seno terus saja melihat wajah istri nya.


" Dasar beruang kutub." ledek Seno lalu pergi meninggalkan kedua pasangan itu yang masih berdiri di ujung tangga.


Kedua orang tua mereka hanya menyaksikan dengan tersenyum tipis.


" Menantu Mama ternyata cantik juga ya Ma, kenapa nggak di jodohkan sama Seno aja sih Ma?" omel Seno tanpa perduli dengan ekspresi wajah Arif.


" Sudah Seno! Jangan Kamu pancing lagi emosi Mas mu itu." tegur Pak Rizal yang tidak ingin melihat ada nya perdebatan di antara kedua anak nya.


" Yah..Nggak seru banget sih Pa, cariin satu untuk Aku yang kayak Mbak Bila ya Pa." pinta Seno.


" Jangan mikirin cewek melulu,urus dulu perusahaan mu baru bisa menikah." sahut Arif sambil membantu istri nya untuk duduk di kursi.


Seno yang melihat Bila duduk tepat di depan nya, membuat pria ini langsung tersenyum manis menatap sang kakak ipar.


" Hai Mbak! Nama Aku Seno." ucap nya kembali mengulur kan tangan nya.


" Hai..Nama Aku Bila.maafkan Mbak yang belum mengenal siapa Kamu." tutur Bila membalas dengan senyuman manis nya.


Bugh...


Arif langsung memukul pelan lengan Seno sehingga membuat adik nya melepaskan genggaman tangan nya dan langsung mengaduh kesakitan.


" Jangan lama-lama pegang tangan istriku." ucap Arif seolah acuh dengan rasa perih di tangan adik nya.


" Sakit loh Mas! Aku ini masih waras dan nggak akan mungkin suka kepada istri kakak nya sendiri.orang hanya mau kenalan doang,marah aja terus kerjaan nya." jawab Seno menggerutu kesal sambil mengelus tangan nya yang menjadi korban kekerasan sang kakak.


" Cemburuan amat sih jadi orang." imbuh nya lalu kembali fokus dengan makanan nya.


Arif yang sedang sibuk membantu istri nya memilih mengabaikan saja gerutuan sang adik.


" Susu nya jangan lupa di minum ya sayang." ucap Mama Yolan yang baru saja datang dari dapur dengan membawa satu gelas susu hamil dengan rasa coklat.


" Iya Ma, makasih ya Ma." jawab Bila merasa sungkan sudah menyusahkan ibu mertua nya.

__ADS_1


" Sama-sama sayang,jangan di di ambil hati kelakuan mereka berdua,kalau sudah bertemu pasti mereka selalu berantem terus,padahal sebenarnya mereka itu saling menyayangi satu sama lain." ucap Mama Yolan menjelaskan.


" Iya Ma." Bila lalu meminum susu hamil sebelum menyantap sarapan pagi nya.


" Kenapa ini anak tiba-tiba saja sudah berada di rumah sih Ma,Pa?" tanya Arif yang memang tidak pernah mendapatkan kabar tentang rencana kepulangan sang adik.


" Dia selalu merengek minta untuk pulang,karena Papa kasihan dia nggak punya teman dan keluarga yang menemani dia di sana, akhirnya Papa izin kan untuk pulang,dengan syarat!Dia harus mau mengurus perusahaan mengganti kan posisi Papa." jawab Pak Rizal agar putra sulung nya tidak salah paham.


" Baguslah! Dari pada kerjaan nya cuman ngabisin duit sama main sosial media terus." ujar Teguh cuek.


"Kamu mau makan pakai apa sayang?" imbuh nya mulai memperhatikan kembali sang istri.


" CK..." Seno berdecak kesal tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata pembalasan nya.


Mama Yolan yang berada tepat di samping dia langsung mengelus lengan Seno agar tidak terbakar emosi dan bisa lebih sabar lagi.


" Boleh nggak makan Buah aja?" pinta Bila dengan tatapan mata memohon nya.


Semua orang langsung mengangkat wajah nya memandang khawatir ke arah Bila.


" Makan nasi dulu ya? Habis ini baru boleh makan buah." jawab Arif begitu lembut nya agar tidak membangunkan mood sensitif istri nya.


Bila menggeleng pelan sambil menunduk kan wajah nya.


Mama Yolan dan Pak Rizal yang mengerti bagaimana perasaan menantu nya melewati selera makan nya yang tiba-tiba saja menghilang hanya bisa pasrah sambil menghela nafas panjang nya.


" Ada apa sih Ma? Kenapa Mbak Bila nggak mau makan nasi? Diet?" celetukan Seno langsung di balas tatapan tajam oleh ketiga anggota keluarga nya.


Seno lalu memutar mata nya dan tidak sengaja berpapasan dengan mata Arif yang menatap ke arah dia dengan tatapan membunuh nya.


" Kenapa mereka semua harus marah sih? Padahal Aku hanya bertanya dan menduga saja." gumam Seno lirih.mata nya terus menatap wajah ayu kakak ipar nya.entah kenapa Seno merasa sangat iri kepada Kakak nya yang bisa mendapatkan pendamping hidup yang cantik dan baik seperti Bila,padahal kakak nya bukan lah tipe lelaki romantis dan penuh kasih sayang.


" Beruntung banget sih Mas Arif bisa mendapatkan Mbak Bila." batin nya merasa tidak percaya.


Hoek..Hoek..Hoek..


Bila kembali merasa mual setelah mencium bau nasi goreng yang di bawakan oleh Bi Marni.rasa mual ini selalu datang tanpa di duga-duga oleh Bila dan juga suami nya.padahal baru tadi malam dia bisa makan dengan lahap meskipun pada akhirnya harus kembali keluar lagi.


Arif dengan sigap mengikuti langkah kaki istri nya dan membantu menggosok pelan punggung istri nya agar merasa lebih tenang lagi.


Hoek..Hoek..Hoek


Bila lagi-lagi mengeluarkan semua isi perut nya.susu hamil yang baru saja dia minum sudah habis keluar tanpa ada sisa lagi.


Arif lalu memeluk tubuh istri nya setelah melihat Bila berdiri dengan menyembunyikan wajah di dada nya.Arif lalu meraih tissue yang di berikan oleh Bi Minah lalu membersihkan bagian mulut istri nya.


" Minum dulu sayang." pinta Arif dengan menyodorkan segelas air putih untuk membersihkan mulut istri nya.


Bila lalu menggeser wajah nya dan membiarkan saja suami nya melakukan apapun sesuka hati nya.

__ADS_1


" Aku mau ke kamar saja Mas, mual!" ucap Bila pelan dan hanya mampu di dengar oleh Arif.


" Baiklah,kita bisa makan di dalam kamar saja." jawab Arif lalu menggendong mesra tubuh istri nya menuju ke kamar mereka.


Mama Yolan dan Pak Rizal tidak ingin lagi bertanya apapun kepada anak dan menantu nya karena mereka sudah sangat memahami kondisi nya.


" Bi! Tolong antar kan makanan ini untuk Arif dan juga Bila." titah Mama Yolan setelah memasukkan semua makanan yang dia rasa sangat cocok untuk mereka berdua.


Bi Minah pun mengangguk kan kepala nya lalu bergegas membawa nampan besi itu menuju lantai dua.


Tok..Tok..


" Siapa?" tanya Arif yang sedang memeluk tubuh istri nya di atas ranjang.


" Bibi Tuan." jawab Bi Minah dari arah luar.


" Masuk aja Bi, pintu nya nggak di kunci." teriak Arif lagi sementara tangan nya masih sibuk mengusap lembut perut Bila.


Ceklek


Bi Minah pun membuka sendiri pintu untuk diri nya sendiri.


" Nyonya meminta Bibi untuk mengantar kan ini ke kamar Tuan." ucap Bi Minah masih berdiri memegang nampan menunggu perintah berikut nya.


" Taruh di meja nakas aja Bi." jawab Arif.sedang kan Bila masih diam menikmati elusan hangat dari tangan suami nya.


Setelah meletakkan makanan itu dan menyusun nya dengan rapi,Bi Minah langsung pamit keluar meninggalkan kedua insan ini yang masih betah bersandar di sandaran ranjang.


Arif tiba-tiba saja merasa tidak rela dan tidak tega untuk meninggalkan istri nya dalam keadaan seperti ini.namun dia juga memiliki tanggung jawab besar dan masih harus dia selesaikan dengan tangan nya sendiri.


" Kamu mau makan buah nggak sayang? Atau mau minum susu dulu." tawar Arif setelah merasa cukup tenang.


" Tadi kan Aku udah minum susu Mas!" keluh Bila .


" Susu yang tadi sudah Kamu keluar kan semua nya sayang,nanti anak kita kehausan karena tidak mendapatkan cairan yang banyak." jawab Arif.


" Minum ya,ini susu nya udah di ganti sama Mama." pinta nya lagi sambil duduk dari posisi nya.


Bila pun akhirnya mengangguk ketika merasakan ucapan suami nya ada benar nya juga.


Bila menghabiskan kembali isi gelas kaca yang berukuran panjang itu.


" Mau makan buah?" tawar Arif lagi setelah menerima gelas kosong pemberian istri nya.


" Nanti aja Mas, perut Aku lagi nggak enak banget." tolak Bila yang merasa takut jika harus di paksakan dan susu yang baru saja dia minum akan kembali keluar.


" Baiklah,nggak papa." Arif lalu membantu kembali istri nya untuk berbaring di atas ranjang.hati nya sudah cukup puas melihat Bila yang masih mau meminum susu hamil nya meskipun merasa sangat tidak nyaman dengan perut nya.


" Yang sehat ya Nak! Jangan bikin Mama sakit seperti ini.kasihan Mama." bisik Arif lembut di dekat perut Bila,lalu mengusap nya dan menarik selimut untuk melindungi tubuh Bila dari dingin nya suhu pendingin ruangan yang sedang menyala.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰


__ADS_2