Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
7.bikin dedek yok


__ADS_3

"buka pintunya"pinta laki laki berpakaian hitam,dewi pun mulai panik di buatnya,karna supir taksi itu sudah tak sadar kan diri gara gara 4 pria tersebut menghajar supir taksi itu


"cepat keluar klo tidak saya hancur kan kaca nya"ucapnya lagi pria itu,dewi hanya bisa menggelengkan kepala nya


tak lama ada suara mobil dari depan yang dewi lihat adalah mobil suaminya dia pun bernafas dengan legah,dewi pun takut takut karna melihat suaminya yang sudah keluar dari mobil,dan penjahat tersebut menyerang suaminya


"ahhhh......"jerit dewi saat melihat suaminya yang hampir saja ditusuk oleh penjahat tersebut.dewi pun antara keluar tapi klo dia keluar akan tambah menyusakan tapi apa yang harus dia lakukan,dewi pun teringat sesuatu dia pun menghubungi polisi setelah


menghubungi polisi dewi pun di kejutkan


dengan suara kaca mobil di depan kemudi yang sudah pecah dia pun membuka pintu depan dan memencet tombol depan otomatis pintu belakang terbuka,dewi bergetar sudah menangis sedari tadi karna ketakutan dewi pun di tarik paksa tapi tak lama kemudian suaminya pun menendang penjahat tersebut sedangkan tiga penjahat tersebut sudah tak sadarkan diri


"kk hati hati"teriak dewi cemas karna penjahat itu memakai senjata tajam.tidak lama kemudia polisi pun datang dan akhrinya penjahat yang satu nya kabur


"sayang kamu ngkpp kan ada yang luka"tanya alfin khawatir sambil memutar mutar tubuh istrinya untuk mengecek apa ada luka atau tidak


"aku ngkpp ko kk,ak..u..aku. hanya takut hikss"jawab dewi bergetar karna menangis dia pun menyentuh pipi suaminya yang berdarah"kk maafkan aku gara gara aku kk jadi gini hikss hikss"alfin pun memeluk dewi dengan sayang


"jangan menangis lagi,jangan takut ada aku disini.sekarang kita pulang yah"dewi pun mengangguk


"pak terimakasih sudah datang tepat waktu"alfin


"iya sama sama untung saja istri bapak segerah menelpon kami"ucap salah satu polisi tersebut


***********


didalam kamar dewi


"kk maaf kan aku"dewi membersikan luka alfin dengan hati hati


"ini udah kewajiban ku melindungi istriku,buat apa kamu minta maaf sayang"alfin membelai rambut dewi dengan sayang


"tapi tetap saja ini salahku,klo saja aku tidak pulang malam pasti tidak akan begini"


*"tumben bangat istri kecilku ini bicara selembut ini dengan ku biasanya dia ketus dan tidak peduli dengan ku,ah aku punya rencana untuk mu istri kecilku"*batin alfin


"ahhh sayang kenapa dada ku sakit sekali sepertinya tadi ini kena tendang"rintih alfin sambil bersandar di ranjang

__ADS_1


"hah yang mana sini aku liat"dewi pun membuka kancing baju suaminya dan memeriksa nya


"kk mana yang sakit,apa kah ini,atau ini"ucap dewi sambil menekan nekan dada bidang suaminya


"sayang elus elus saja jangan ditekan tekan gitu"pinta alfin


"maaf kan aku kk"dewi pun mengelus elus dada suaminya,alfin pindah posisi tidur di paha istrinya,dewi pun kaget dibuatnya tapi dia biarkan saja karna alfin lagi sakit itu pun karna salah nya


"kepala ku juga sakit"alfin pun meraih tangan istrinya yang satu untuk memijit kepalanya karna memang sedikit sakit,dewi pun memijit kepala alfin


"sayang kau ingin menggoda ku yah"dewi pun menggelengkan kepalanya


"tidak kk aku hanya ingin mengganti baju mu ini karna sudah kotor pasti kk tidak nyaman kan"alfin pun mengangguk


"yah sudah cepat buka baju dan celana ku"suruh alfin sambil tersenyum menggoda


dewi kaget di buatnya tapi seketika dia pun mengangguk kembali karna sadar dia yang menyebabkan suaminya sakit dan mengambil air dan lap untuk membersikan tubuh suaminya


"sayang"panggil alfin yang sudah telanjang hanya menyisahkan celana dalam nya saja sebenarnya dewi hanya ingin mengelap bagian di atas saja tapi karna paksaan dari suaminya dia pun menurut dengan pipinya yang sudah merah menahan malu


setelah itu dia mengambil piyama untuk suaminya


"bikin dedek yok"ajak alfin dengan muka memelas.dewi pun kaget di buatnya dia masih saja berdiri mematung karna ajakan alfin,memang ini tugasnya sih tapi dia kan masih sekolah walaupun tinggal beberapa bulan lagi sih tapi tetap saja akan mengganggu sekolahnya tapi tujuannya menikah dengan alfin kan memang harus membuat baby


"sayang kamu mau kan"tanya alfin yang sudah duduk dikasur menarik tangan istrinya duduk ke pangkuannya,dewi pun merasa ada yang keras


deg deg


"ak..."


tok tok tok


dewi pun membuka pintu kamarnya


"dewi apa mas alfin ada di dalam aku sangat khawatir karna tadi dia pergi terburu buru"tanya lulu


"iya kk,silakan masuk"dewi pun mengikuti lulu dari belakang

__ADS_1


"mas kenapa jadi seperti ini,apa yang terjadi"kaget lulu melihat wajah suaminya babak belur


"aku ngkpp ko,lagian udah di obatin juga"ucap alfin,lulu pun melirik ke arah alfin yang tidak memakai baju dan melirik dewi lagi


"apa aku mengganggu kalian"tanya lulu


"tidak sama sekali kk lulu,oh iya ini baju kk alfin"dewi pun memberika piyama tersebut ke alfin


"aku tidak bisa memakai bajuku sendiri tangan ku sakit"bohong alfin ucap alfin melirik dewi tapi dewi memalingkan wajah nya melihat kearah lain


*"dasar tidak peka tadi saja mengurus ku dengan baik"*batin alfin menatap tajam kearah dewi tapi dewi pura pura tidak melihat


"sini aku bantu memakaikan bajumu"lulu pun mengambil baju dan memakekan ke alfin


"biar aku pake sendiri yang ini"dia pun mengambil cd dan celana nya


"tapi kan tangan mu sakit memangnya bisa"tanya lulu


"tenang saja lu aku bisa ko kan cuma satu tangan ku sakit"seteleah selesai mmakai cd dan celananya alfin menarik selimut ingin segerah tidur tapi dia menatap dewi dan lulu bergantian


"lulu tidur lah aku akan tidur disini aku sudah sangat mengantuk"pinta alfin tapi lulu mrnggelengkan kepalanya,lulu menatap ke arah dewi


"wi aku ingin tidur disini,tidak papa kan"tanya lulu


"yah sudah aku akan tidur di kamar tamu"belum sempat dewi keluar


"eh maksudku kita tidur bertiga saja"ucap lulu,seketika dewi dan alfin membulat kan matanya


"HAH maaf maaf aku tidur di ruang tamu saja"dewi pun tersenyum paksa


"aku hanya khawatir dengan mas alfin tidak ada niat untuk mengusir mu keluar dari kamar ini jadi tidur lah di sini yah"dewi pun mengangguk dan melihat kearah alfin yang masih terkejut


dewi pun tidur disisi kiri alfin sedang kan lulu dikanan alfin,alfin yang di tengah tengah nampak gelisah


"bagaimana bisa tidur bertiga begini,yah ampun"


lulu pun menggeser tubuhnya lebih dekat dengan alfin sambil memeluknya,alfin yang di peluk hanya diam saja karna tidak mungkin membalas memeluknya gimana dengan dewi jadi dia tetap di posisinya tidur terlentang sedangkan dewi membelekangi alfin

__ADS_1


__ADS_2