Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Ahmad Ghafi Hidayat


__ADS_3

" Apa kalian berdua sudah menentukan nama untuk cucu tampan Papa ini?" tanya Pak Rizal terus menciumi wajah sang cucu yang terlihat begitu menggemaskan.


Sedang kan Seno tengah memberengut di atas sofa karena tidak mendapat kan izin untuk menggendong atau pun mengajak bermain keponakan kesayangan nya.


" Sudah Pa,kami sudah mempersiapkan nama nya dari jauh-jauh hari." jawab Arif tersenyum sambil mengelus kepala Bila.


" Benarkah? Nama seperti apa yang sudah kalian pilih?" kali ini Mama Yolan yang merasa penasaran,tangan nya terulur memindahkan cucu mungil itu ke dalam gendongan Besan nya.wanita paruh baya ini cukup sadar diri dan tidak ingin di anggap egois, sehingga dia dengan suka rela bergantian menimang cucu nya dengan Pak Rizal dan juga Bi Siti,tapi tidak untuk Seno.


" Ahmad Ghafi Hidayat." jawab Arif kembali tersenyum menatap wajah lelah sang istri.


" Panggilan nya Ghafi?" tebak Mama Yolan yakin.


" Hm." Arif berdehem lalu mengusap lembut wajah Bila.


Seno yang melihat kedua orang tua nya sedang lengah lalu mendekat ke arah Bi Siti dan mencuri beberapa kecupan di wajah sang keponakan.


" Nama yang bagus." celetuk Seno dengan wajah bahagia sudah berhasil melepaskan rasa penasaran yang menghinggapi dirinya.


" Ya tentu bagus lah,siapa dulu Papa nya! Tapi lain kali Kamu nggak usah cium anak ku kalau belum mandi seperti ini, nanti virus yang Kamu bawa malah menempel di tubuh nya." sindir Arif menatap tajam ke arah Seno yang sedang memalingkan wajah nya.


" Mas! Biarkan saja." tegur Bila yang tidak ingin mendengar ada nya keributan di tengah kebahagiaan keluarga mereka.


Seno sengaja meledek Arif dengan gerakan mulut mengoceh ketika mendapat kan pembelaan dari kakak ipar nya.


" Sebaiknya Kamu segera pulang ke rumah Seno! Apa Kamu akan ikut cuti juga hari ini?" ucap Rizal ketika menyadari bahwa waktu semakin cepat berputar,padahal masih teringat jelas di ingatan Pak Rizal Jam 3 dini hari tadi mereka merasakan suasana yang tegang sekaligus mencekam,kini sang Surya sudah hadir menyapa hari yang begitu gembira.


" CK...Nanti saja ke kantor nya Pa,Seno Masih mau di sini dulu." jawab Seno yang kelihatan masih enggan beranjak dari ruangan yang penuh senyuman bahagia.


" Benar kata Papa Sen! Kamu pulang saja dan tolong gantikan Aku meeting dengan client yang datang dari luar negeri." sahut Arif yang baru ingat dengan pesan yang di kirim kan Oleh Reno tadi malam.


" CK...." Seno berdecak kesal.


" Kenapa nggak di gantikan sama Assisten dan juga Sekretaris Mas saja? Bukan kah mereka jauh lebih pintar dari Aku?" tolak Seno yang sudah berkeringat dingin.masalah di perusahaan nya saja belum bisa dia selesai kan dengan baik,bagaimana bisa dia di minta menyelesaikan pekerjaan sang Kakak yang jauh lebih sulit dari apa yang dia bayangkan.

__ADS_1


" Reno sama Tono lagi sibuk,Pokok nya Kamu temui mereka satu jam lagi di Restoran melati.Aku nggak mau mendengar penolakan apapun." kekeuh Arif dengan mata elang nya.


" Baiklah,tapi jangan salah kan Aku jika semua nya hancur." Seno lalu membalikkan badannya segera menekan gagang pintu sebelum kembali di titipkan pekerjaan lain nya.


" Terimakasih,jangan lupa jemput dulu berkas nya di kantor pusat." seru Arif sebelum Seno beranjak jauh.


" Hm." Seno pergi meninggalkan ruangan ini dengan hati dongkol dan tanpa berpamitan kepada semua orang.


Setelah semua nya selesai di urus oleh Arif, akhir nya tiba lah waktu nya Bila di pindah kan ke ruang perawatan.Baby Ghafi nampak anteng di gendongan opa nya.


Di samping beliau ada Mama Yolan dan juga Bibi Siti yang membawa tas milik Bila.


Setelah sampai di dalam ruangan VVIP yang sudah di siap kan khusus untuk Bila.Arif dengan sigap membenarkan posisi duduk Bila yang sejak tadi sudah mengeluh merasa pusing karena kebanyakan tidur.


Sedang kan Pak Rizal sudah pamit ke kantor ketika mendapat kan telepon mendadak dari putra bungsunya yang melaporkan menemukan kesulitan dalam meneliti isi perjanjian kerja dari rekan bisnis nya.


Kedua Oma dan Nenek ini sedang menatap lekat wajah bayi mungil itu yang sedang terlelap damai setelah mendapatkan Asi eksklusif untuk yang pertama kali nya dari Mama nya.


" Aku juga merasa seperti itu Bi, karena Aku tidak menemukan kemiripan dengan Arif.hanya hidung,alis dan bola mata saja yang merupakan sumbangan Arif, selebihnya punya Bila." Mama Yolan juga menatap bangga kepada sang Cucu yang sebentar lagi akan menjadi pusat utama keluarga Ahmad.


" Ma! Titip Bila sebentar ya,Arif mau ke kamar mandi dulu." ucap Arif.


" Iya." Mama Yolan mengernyit kan dahi nya melihat sikap putra nya yang selalu over protektif dan juga posesif kepada Bila.padahal saat ini Bila sedang tertidur pulas setelah dia suapi makanan sehat.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Mama Yolan berlari menghampiri Bila yang tiba-tiba saja terbangun dari tidur nya di sertai dengan suara isakan tangis.


Bibi Siti memilih tetap berdiri di dekat keranjang baby Ghafi yang menggeliat kan badan nya dengan suara tangis yang begitu kencang.


" Ada apa Ma? Bi?" tanya Arif yang baru keluar dari kamar mandi menatap bergantian kepada Mama Yolan dan juga Bi Siti.wajah Arif langsung tegang ketika melihat istri nya terdiam dengan tetesan air mata yang masih membasahi pipi nya.


" Ghafi kenapa Bi?" tanya Arif lagi sebelum menghampiri Bila.


" Ini ....Ghafi tiba-tiba saja menangis berbarengan dengan Mama nya yang juga terbangun sambil terisak.seperti nya mereka berdua memiliki ikatan batin yang cukup kuat." Bibi Siti lalu menggendong bayi mungil itu sembari menggosok pelan punggung mungil nya.

__ADS_1


Arif tersenyum mengangguk kan Kepala nya.


" Jagoan Papa pintar sekali! Jangan rewel ya sayang." bisik Arif di samping telinga putra nya.


Setelah melihat keadaan putra nya yang sudah lebih tenang,Arif lalu beranjak menghampiri Bila yang sudah terduduk dengan tatapan mata sendu nya.


" Kamu kenapa menangis sayang? Apa ada yang sakit?" tanya Arif masih dengan suara lembut nya.dia benar-benar tidak pernah bisa bicara ketus atau pun marah-marah kepada Bila.


" A-ku nggak papa Mas, tiba-tiba saja Aku merindukan sosok kedua orang tua ku yang sudah lama pergi,dan saat Aku tidur tadi Aku melihat jelas mereka berpamitan sambil melambaikan tangan mereka kepada ku." jawab Bila terbata-bata.tatapan mata nya beralih kepada sang Bibi yang sudah mengambil alih tugas itu bertahun-tahun lama nya.


" Terimakasih Bibi sudah mau membesarkan Bila." imbuh nya dengan pandangan teduh.


" Sama-sama Nak,Kamu segala-galanya untuk Bibi,berkat kehadiran mu juga lah hidup Bibi menjadi berarti,jangan terus- terusan mengingat masa lalu,cukup doakan dan lakukan yang terbaik agar mereka tenang di alam sana,Bibi yakin mereka pasti sangat bangga memiliki putri secantik dan sebaik Kamu." Bibi Siti berucap dengan bersungguh-sungguh.mata nya kembali berkaca-kaca mengingat kebersamaan nya dengan sang adik dan juga adik ipar.


" Lihat lah Nton,Sel!Putri kalian sudah menjadi ibu dan melahirkan cucu yang begitu tampan sekali.Aku sudah menjalankan tugas ku seperti yang kalian titip kan dulu.semoga kalian tenang di alam sana." batin Bibi Siti menatap lekat kepada cucu nya yang sudah dia tidur kan di atas kasur kecil.


" Iya sayang,Mama yakin mereka saat ini pasti tersenyum melihat kebahagiaan mu saat ini.masih ada Mama,Papa dan Bibi Siti yang melindungi dan menyayangi Kamu,kita akan menjadi sebuah keluarga yang bahagia dan penuh kasih sayang.Mama berjanji akan selalu ada kapan pun Kamu membutuhkan Mama." Mama Yolan berhamburan memeluk tubuh rapuh Bila.


" Jangan menangis lagi sayang,malu kalau di lihat oleh Ghafi." Arif ikut mengelus punggung Bila.dia tidak ingin mood istri nya berantakan yang berakibat fatal untuk kesembuhan dan juga kelancaran asi nya.


" Benar Nak, saat ini Kamu harus fokus dengan kesehatan dan juga mental mu .jangan sampai kesedihan mu ini membuat jiwa dan pikiran mu sakit,ada Ghafi yang bisa merasakan bagaimana suasana batin mu saat ini. Kamu harus selalu merasa bahagia dan juga tenang." Bibi Siti juga ikut bergabung bersama mereka bertiga.


Bila mengangguk kan Kepala nya lalu tersenyum menatap bergantian wajah orang -orang yang sangat dia sayangi dan dia cintai dalam hidup nya.


" Maafkan Bila yang terlalu cengeng." ucap nya sambil nyengir.


Hahaha...


" Kamu lucu sekali sih Sayang." Mama Yolan,Arif dan Bibi Siti tertawa melihat tingkah Bila yang sedikit sensitif.


" Jangan ketawain Bila,tapi ... Terimakasih untuk semua nya." imbuh Bila tersenyum manis.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2