
" Kamu harus makan yang banyak sayang,supaya kuat bergadang sampai pagi."ucap Arif di tengah suasana makan yang sedang hening.Arif sengaja menambahkan lagi nasi ke dalam piring Bila yang sedang mengunyah dengan begitu lahap nya.
" Sudah Mas,Aku sudah kenyang." jawab Bila namun mulut nya masih saja terus mengunyah tanpa celah,bahkan nasi yang baru saja Arif masukkan ke dalam piring nya sudah tinggal separuh.
Tenaga Bila sudah terkuras habis akibat di gempur oleh suami perkasa nya.Arif tidak bisa melakukan nya hanya sekali dengan Bila,dia selalu meminta tambahkan ronde jika sudah sampai pada akhir permainan.
" Makan saja sayang.Aku tahu Kamu pasti masih lemas karena tenaga kamu yang sudah habis total." jawab Arif memandang Bila dengan senyuman manis.
Bila mengangguk kecil dan kembali fokus dengan isi piring nya.dia tak lagi memperdulikan sang suami yang terus tersenyum menatap dirinya.
" Ini orang kenapa senyam-senyum terus sih." gumam Bila dalam hati nya.
" Ini minum nya sayang." ujar Arif menyodorkan segelas air putih untuk Bila.
" Terimakasih Mas." jawab Bila lalu meneguk minuman untuk melancarkan jalannya makanan yang terasa tercekat di tenggorokan nya.
" Masih mau nambah?" tanya Arif lagi.
" Nggak Mas,Aku udah ngga sanggup lagi." tolak Bila sambil mengangkat piring nya agar tidak terjebak ke dalam keusilan sang suami.
Bila mendadak grogi mendapatkan perhatian yang lebih dari sang suami nya yang terkenal dingin dan juga galak.jika mengingat bagaimana perlakuan lelaki ini dulu kepada dia sewaktu baru pertama kenal dan menikah,rasa nya sangat mustahil jika Arif yang di depan nya saat ini adalah Arif yang sama.
" Kenapa Mbak Naima masih menyia-nyiakan suami sebaik ini." batin Bila mengalihkan atensi nya ke arah lain.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan acara makan siang sekaligus untuk makan malam.Bila dan Arif pindah ke ruang santai yang terdapat sofa putih di depan televisi.
Bila duduk menyandar kan tubuh nya di atas bantal sofa yang berukuran kecil sedang kan Arif memilih duduk selonjoran di sofa satu nya lagi sambil memangku laptop di atas perut nya.
" Kenapa melihatku seperti itu Mas?" tanya Bila.
" Kamu sangat cantik sekali dan juga sangat menggemaskan.apa lagi kalau sedang menjerit memanggil nama Aku." canda Arif yang selalu sukses membuat kedua pipi Bila memerah bagaikan terkena tumpahan air panas.
"Mesum! Jangan di ingat -ingat terus Mas,kayak ngga ada topik lain aja yang bisa di bahas." sunggut Bila merasa kesal sang suami selalu mengingatkan dia dengan adegan ranjang mereka.
" Sini deh sayang,Aku kasih tahu sesuatu kepada Kamu."ucap Arif sambil menyimpan laptop nya dan melambaikan tangan kepada Bila.
" Apa?" tanya Bila penasaran.
"Sini lebih dekat lagi,Aku mau memberitahu Kamu sesuatu hal." pinta Arif dengan tampang yang sangat meyakinkan.
" Kamu ngapain tutup mata segala sih sayang ?" tanya Arif menggoda Bila yang sedang tercengang.
" Kamu kira Aku mau mencium Kamu ya? Masih kurang?"sambung nya dengan menaik turun kan kedua alis lebat nya.
Jika saja jantung Bila punya kaki mungkin sudah sejak tadi dia melompat keluar karena gugup mengikuti pertunjukan usil suami nya, sumpah! Ini sangat -sangat memalukan sekali bagi Bila yang terkenal anak kalem dan juga ngga neko-neko.
Bila pun memberengut kesal menahan rasa panas di wajah nya karena merasa malu.
__ADS_1
Arif ternyata memanfaat kan kelengahan Bila, tiba-tiba saja bibir nya sudah mencium bibir Bila lalu ******* nya sampai tak bersisa lagi.Bila membulat kan mata nya tidak percaya dengan keanehan sikap pria dingin yang sudah sah menjadi suami nya.
" Aku boleh minta lagi kan sayang?" tanya nya dengan tatapan berkabut gairah.
" Minta lagi?" beo Bila seperti orang yang sedang linglung.
Tanpa menunggu jawaban dari mulut Bila,Arif langsung melepas paksa baju yang menjadi penghalang bagi nya untuk beraksi.ketika Bila tersadar dari lamunannya kondisi tubuh nya sudah dalam keadaan naked.Bila semakin di buat menegang oleh permainan panas suami nya.semakin lama ciuman ini semakin memabukkan dan menuntut.Bila kembali menutup mata nya menikmati setiap sentuhan lembut yang dia rasakan.perlahan bibir Arif mulai menyusuri leher Bila dan meninggalkan kembali banyak tanda di kulit putih itu.
Kegiatan malam itu pun berlanjut sebagai mana mesti nya,suara erangan milik kedua insan ini memenuhi ruangan kamar.meskipun melakukan nya di atas sofa besar tetapi rasa nya tetap sama dan tidak kurang sedikit pun.
Bila yang benar-benar merasakan lelah dan remuk seluruh tubuh nya langsung terlelap indah di atas sofa yang menjadi saksi penyatuan mereka untuk yang ke sekian kali nya.Arif yang tidak tega melihat sang istri tidur dengan posisi kurang nyaman seperti ini langsung menggendong pelan-pelan tubuh Bila untuk pindah ke atas kasur empuk.tangan Arif terulur membelai sayang rambut Bila yang sudah acak-acakan.
" Terimakasih sayang." bisik Arif lalu memeluk pinggang Bila dan ikut menyusul nya masuk ke alam mimpi.
Di sisi lain tepat nya di dalam apartemen yang berantakan seperti tempat sampah.Naima baru saja menyepakati kerja sama nya dengan lelaki yang bernama Fandi,syarat dan ketentuan nya masih sama seperti dulu, Naima harus mau melayani kapan pun dia meminta untuk di puaskan.
" Kamu jangan khawatir,Aku akan memuaskan Kamu kapan pun itu,tapi tolong bantu Aki keluar dari masalah serius ini! Berdiam diri dalam apartemen kumuh ini membuat Aku bosan dan hampir gila di buat nya." ucap Naima sambil menghisap rokok nya yang berada di sela jari nya.
" Baiklah.. Sebagai tanda jadi nya,Aku menginginkanmu sekarang juga." Fandi langsung mengangkut Naima menuju ke sebuah sofa besar yang ada di antara mereka.tidak mungkin rasa nya mereka berbagi peluh di dalam suasana kamar Bila yang seperti kapal pecah.
" Oke." jawab Naima mengalungkan tangan nya di leher Fandi.
Kedua insan ini memulai permainan mereka tanpa pemanasan.Naima sangat menyukai permainan kasar sejenis ini, permainan panas ini lebih enak dari pada permainan yang di berikan oleh Arif kepada dia.Naima tidak berhenti memanggil nama Fandi yang sedang menghujam bagian bawah nya dengan kecepatan di atas rata-rata.
__ADS_1
Lagi-lagi semua yang mereka lakukan sudah masuk ke dalam komputer pengawas milik Pak Rizal dan juga Komo( tangan kanan Pak Rizal).
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😍