Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Naima kepergok


__ADS_3

" Tok..."


" Tok..."


Dengan hati yang tidak rela,Naura terpaksa mengetuk pintu ruangan Tuan muda nya,dia masih sangat sayang dengan pekerjaan nya saat ini,jangan sampai gara-gara sakit hati dia harus kehilangan karir yang sudah lama dia bangun sejak lulus kuliah dulu.


" Masuk!" seru Arif dari dalam.


" Permisi Tuan." ucap Naura gugup.


" Hm.." Arif yang sedang fokus hanya berdehem saja.


" Minuman nya Kamu simpan di meja dekat istri Saya saja." tutur Arif mengingat kan.


" Baik Tuan." Naura melangkah maju menuju meja yang di depan nya ada seorang wanita yang sedang membaca sebuah buku.


" Permisi Nona." ucap Naura dengan suara bergetar.


" Ah.. Iya silahkan." jawab Bila dengan ramah dan senyum khas yang menampilkan lesung pipi nya.


" Astaga! Cantik sekali Nona muda ini.Aku seperti melihat bidadari yang nyata." gumam Naura langsung terpana saat berada di jarak yang sangat dekat dengan Bila.


sifat angkuh yang tadi dia miliki sirna sudah saat melihat pemandangan menakjubkan yang ada di depan mata nya.saliva Naura bahkan terasa tercekat mengingat apa yang telah dia ucapkan tadi.


" Awas!" seru Bila mengingat kan saat melihat teh hangat sudah akan tumpah dari gelas yang di pegang oleh Naura.


" Aduh! Maaf Nona...Saya tidak sengaja."ujar Naura setelah sadar dari lamunan panjang nya.


" Tidak apa-apa,yang terpenting Kamu dan Aku sama-sama tidak terkena siraman air hangat itu." jawab Bila bijak.dengan hati yang tulus,Bila lalu mengambil tissue dan membantu membersihkan meja panjang yang sudah basah terkena air teh.


" Ada apa ini?" tanya Arif mendekat kepada kedua wanita ini.


" I-ini air-air teh nya tumpah Tuan." jawab Naura menunduk kan kepala nya takut kena omelan pedas Arif.

__ADS_1


" Kamu ini.. Bawa teh saja bisa tumpah,bisa kerja nggak sih Kamu ini?"bentak Arif tidak terima melihat kesalahan yang di lakukan oleh Naura.


Bila langsung terhenyak melihat kemarahan Arif hanya gara-gara masalah sepele.


" Apa begini sifat Kamu di kantor Mas,bahkan Wanita ini saja langsung takut setelah melihat Kamu datang." batin Bila menatap wajah sang suami yang langsung merah padam.


" Kamu nggak papa kan sayang?" tanya Arif lebay.mata nya sibuk menelisik tubuh Bila mencari sesuatu yang tidak akan dia dapat kan.


" Aku nggak papa Mas,teh nya kan tumpah di atas meja,lagian meja nya juga sudah di bersih kan.dia nggak sengaja." ujar Bila mendinginkan suasana yang mulai terasa panas.


Arif mengangguk sambil mengelus pucuk kepala Bila,lalu detik berikutnya menatap tajam kepada Naura yang masih berjongkok menunduk kan kepala nya.


" Sana ganti teh nya lagi,kalau bekerja jangan teledor terus." pesan Arif cukup menyakiti perasaan Naura,sudah jatuh tertimpa tangga di tambah lagi ditimpuk batu besar,sakit yang bertubi-tubi di dalam hati nya.


" Maaf Tuan Saya tidak sengaja, Saya izin keluar untuk mengganti teh nya dulu." ucap Naura pelan.


" Mas jangan seperti itu,kasihan dia,lagian nggak ada yang menjadi korban nya kan,jadi jangan terlalu di panjang kan masalah nya." papar Bila mengingat kan sang suami agar lebih menjaga emosi nya.


Naura yang masih berada di dekat pintu ruangan Arif merasa bersyukur telah di selamatkan oleh Bila, biasa nya Arif akan melakukan lebih dari ini jika ada karyawan yang melakukan kesalahan-kesalahan baik itu kecil maupun besar.saat Arif masih bersama Naima dulu, banyak karyawan yang harus rela kehilangan pekerjaan nya gara-gara aduan licik dari Naima,Arif yang sedang tunduk dan patuh kepada Naima akan menuruti semua permintaan yang keluar dari mulut Naima.


Saat ini Naima sedang kedatangan tamu penting nya,pria ini adalah teman dekat sekaligus teman kencan Naima.


" Kamu harus bantu Aku untuk membalas kan dendam ku kepada mereka Fan." ucap Naima dengan suara lirih nya.


" Huft... Fandi menghela nafas panjang nya.


" Kamu tau sendiri Nai, seperti apa mereka itu? Keluarga Ahmad orang yang paling berkuasa di negara ini, sulit bagi Aku untuk bergerak bebas." ujar Fandi yang sangat sadar siapa yang akan menjadi lawan main nya.


" Kamu bisa melakukan nya secara diam-diam dan jangan sampai meninggal jejak apapun.Aku benar-benar sakit hati kepada mereka,dengan hina nya mereka mencampakkan Aku dari keluarga mereka, sedikit pun Aku tidak mendapatkan harta dari perceraian kami." Naima berbicara dengan sangat berapi-api, meskipun wajah nya sedang terluka dan sangat jelek sekali, tetapi masih bisa terlihat ada gurat kemarahan yang terpendam di dalam diri nya.


" Wajah ku bahkan harus hancur seperti ini gara-gara terlalu lama mendekam dalam jeruji besi yang pengap ini." sambung nya lagi.


Fandi berulang kali menghela nafas panjang nya.permintaan yang keluar dari mulut Naima kali ini sangat sulit sekali untuk dia kabul kan.bukan karena tidak perduli atau cinta lagi kepada wanita masa lalu nya, tetapi Fandi masih sangat mengkhawatirkan masa depan nya jika dia nekat bertindak gegabah.

__ADS_1


" Mikir apa lagi si Fan? Aku janji akan menerima kembali pernyataan cinta Kamu dulu,Aku bahkan rela menjadi istri mu nanti,tapi kabul kan dulu permintaan Aku yang satu ini." pinta Naima tidak segan-segan lagi menggenggam tangan Fandi,dulu sebelum menjadi seorang model terkenal Naima dan Fandi pernah menjadi sepasang kekasih, Naima pergi begitu saja meninggalkan Fandi tanpa meninggalkan pesan dan kata perpisahan.mereka baru bertemu kembali satu tahun belakangan dan kembali menjalin hubungan sebagai teman kencan saja.


" Baiklah." jawab Fandi mengiyakan.rasa cinta nya yang masih terlalu besar kepada Naima membuat pria ini mengabaikan keselamatan diri nya sendiri.


" Terimakasih Honey.." Naima langsung mencium sekilas bibir Fandi, baru bersentuhan sedikit saja tubuh Naima sudah menggelinjang akibat terlalu lama menahan hasrat nya.


" Aku kangen Kamu Honey." bisik Naima dengan nada sensual di samping telinga Fandi.


" Aku juga sama Honey.." Fandi kembali meraup rakus benda basah milik Naima yang sudah lama dia rindukan.hanya Naima lah yang mampu membuat dia puas dan menegang sepanjang malam.


Seorang sipir yang baru datang dari arah depan langsung menghentikan tindakan mesum kedua manusia yang ada di depan dia.


" Jaga sopan santun kalian selama berada di sini,ini bukan lah tempat berbuat asusila." tegur nya dengan wajah sangar.


" Waktu berkunjung nya sudah habis, silahkan kembali besok lagi,tapi ingat..Jangan pernah mengulangi lagi perbuatan tidak senonoh itu." ujar nya terdengar memperingati kedua manusia yang tidak tahu malu ini.


Naima dan Fandi memilih diam tanpa berkata apapun lagi,padahal hasrat kedua nya sudah sama-sama membumbung tinggi minta untuk di tuntas kan.namun apa boleh buat,dunia mereka terpisah oleh keadaan.


" Janji Ya Fan,bantu Aku!" bisik Naima sangat pelan sekali di telinga Fandi.


" Iya .. Jangan khawatir,Aku akan mengurus keluarga Ahmad." jawab Fandi lalu melangkah pergi sebelum di usir oleh petugas yang sedang berjaga.


Naima langsung di bawa masuk menuju bilik sel nya,namun belum ada sepuluh langkah petugas itu meninggalkan Naima di dalam sana,para penghuni lama sel ini menatap tajam kepada diri nya.


" Dari mana aja sih Kamu? ******!"ujar seorang napi wanita yang sedang asyik bermain kartu bersama teman -teman nya.


Naima tidak berani lagi melawan mereka semua.tenaga nya akan kalah telak jika di paksakan membela diri.


" Cepat pijit punggung Aku,tubuh ku sudah sakit-sakitan menunggu Kamu sejak tadi." bentak sang ketua kepada Naima yang tidak berkutik.


" Ba-baik." jawab Naima takut.


" Awas saja kalian semua,kalau Aku sudah berhasil keluar dari sini,akan Aku balas satu persatu penyiksaan yang telah kalian berikan kepada Aku." batin Naima bergegas menghampiri sang ketua yang sedang menatap tajam kepada diri nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2