
Sore hari nya Bila membuka mata dan memperhatikan keadaan sekitar,di luar hujan nampak masih betah membasahi bumi pertiwi.saat Bila hendak menggeser kan kedua kaki nya untuk turun ke lantai bawah, wanita ini merasakan perih dan nyeri yang luar biasa di area ************.rasa nya sungguh tidak bisa di jelaskan lagi dengan kata-kata.Bila pun memilih menghentikan pergerakan nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
Bila menoleh ke arah samping dan melihat wajah sang suami terlelap dalam tenang.
Masih teringat jelas di ingatan Bila bagaimana Arif berhasil membuat dia menjadi seorang istri yang seutuhnya,bahkan dia terlihat agresif membalas permainan suami nya dan tidak berhenti meracau hebat memanggil nama suami yang berada di atas nya.
" Awww..." desis Bila saat mencoba menurunkan kembali kedua kaki nya.
Rasa sesak di bawah sana yang tidak bisa tertahan kan lagi oleh nya, membuat Bila terpaksa menggerakkan kedua kaki nya meski pun rasa perih itu masih sangat terasa.
" Duh! Bagaimana cara nya Aku turun dari sini ya? Ini ku masih sakit sekali kalau di bawa berjalan,dan Aku juga ngga pakai baju sama sekali." Bila berpikir mencari solusi dari keresahan yang sedang dia alami.mata nya melirik sekilas ke wajah sang suami yang sedang tertidur pulas.ingin rasa nya dia meminta bantuan namun rasa malu nya menghalangi semua nya.
Dengan keras kepala yang tinggi Bila menurun paksa kaki nya dengan gerakan cepat.
" Awww..Sakit.." tanpa sadar Bila merintih mengeluarkan semua yang dia rasakan saat ini.
" Ada apa sayang?" tanya Arif sambil mengerjap mata nya menatap Bila yang berusaha berdiri dari ranjang.
" Aku mau ke kamar mandi Mas, tetapi...."
" Oh ...Sini biar Aku bantuin." jawab Arif yang mengerti apa yang dimaksud oleh sang istri.
Arif langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka berdua lalu menggendong mesra Bila menuju kamar mandi tanpa memakai kain penutup apapun.di bawah sana si ular piton raksasa milik Arif kembali menegang kala kulit nya tidak sengaja bersentuhan dengan kulit mulus milik Bila.
" Piton! Jangan sekarang ya, istri ku sedang kesakitan.nanti malam kita lanjut kan lagi." ucap Arif dalam hati nya seolah sedang berkomunikasi dengan ular piton nya.
"Mas! Kenapa di lepas selimut nya?" Bila heran melihat suami nya yang begitu percaya diri melangkah meskipun ular piton dan seluruh tubuh nya dalam keadaan naked.
" Loh kan memang harus di lepas sayang,ngga mungkin kan kita ke kamar mandi membawa selimut,mau ngapain? Mau lanjut tidur di sini?" Arif mulai menggoda sang istri agar tidak merasakan canggung setelah melewati siang pertama yang indah untuk mereka berdua.Arif sangat berkesan sekali dengan siang pertama nya tadi, rasa nya dia sudah malas pergi bekerja dan pulang ke rumah.jika boleh memilih pria ini akan tinggal selama nya di dalam kamar hotel ini tanpa mau berjauhan sedikit pun dengan wanita yang mampu membuat dia gila dan lepas kontrol.
Tubuh Bila jauh lebih seksi dari Naima, semua yang ada pada diri Bila memang patut di acungi jempol.Bila begitu pandai menjaga dan merawat tubuh indah nya.
" Bukan begitu Mas! Malu di lihat orang loh,udah tua tapi masih saja suka ngga pakai baju." balas Bila kesal ketika menyadari keusilan sang suami mulai keluar lagi.
__ADS_1
" Ngga akan ada orang lain yang bisa melihat kita di dalam sini sayang! Kamu lupa kita lagi di mana? Hah?" Arif langsung menduduk kan Bila di dalam bathtub berukuran besar dan langsung mengisi dengan air hangat.
" Mas!" Bila berteriak ketika melihat Arif tidak berhenti menatap ke arah tubuh nya,satu tangan nya bahkan sudah hampir menyentuh gundukan kenyal yang tidak memakai kain penutup.
Lelaki itu pun tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya sambil menggaruk asal kepala yang tidak terasa bermasalah.
" Cuman mau pegang sedikit saja sayang,ngga lebih kok." ucap Arif sambil tersenyum dan membantu menuangkan aromaterapi ke dalam bathtub yang sudah terisi penuh oleh air.
" Mas, Aku bisa sendiri,Kamu nunggu di luar saja." ujar Bila merasa canggung harus berada di situasi seperti ini.
" Kamu malu?Semua nya sudah Aku lihat sayang,sudah hapal juga kok." goda Arif sambil nyegir,namun yang di bawah sana sudah menegang mencari sarang nya.
" Jangan di bahas lagi Mas,sudah sana keluar dulu." ucap Bila yang langsung menenggelamkan seluruh tubuh nya agar tertutup oleh busa-busa.
" Baiklah...Tapi nanti malam kita lanjut lagi ya sayang, Aku ngga kuat lagi menahan nya." pinta Arif sambil memelas.
" Mas.." Bila kesal melihat Arif yang masih saja membahas kejadian tadi.bagian bawah nya saja masih terasa sangat sakit sekali. tetapi dia malah meminta nambah sesuka hati nya.
" Iya sayang ku! Kamu berendam saja dulu di sini untuk meregangkan tulang persendian mu yang sedang sakit dan kaku."Arif mengecup puncak kepala Bila dan memindahkan handuk agar sang istri bisa menjangkau nya.Arif tidak sanggup lagi jika harus kembali melihat sang istri tanpa memakai sehelai benang pun,Arif tidak yakin bisa mengontrol diri nya yang sedang kecanduan berat permainan indah tadi.
" Iya sayang,ini baru aja mau keluar,jangan lama-lama mandi nya nanti kamu masuk angin."
" Hmmm."
Bila memejamkan kedua mata nya,membiarkan seluruh tubuh nya menikmati sentuhan hangat air yang menyentuh permukaan kulit nya.ingatan Bila kembali berputar di waktu siang tadi,suami nya bermain begitu gagah nya sampai-sampai membuat dia mengeluarkan suara erangan nikmat nya.
" Ternyata seperti ini rasa nya." batin Bila sambil tertawa renyah,rasa sakit dan nikmat itu bercampur menjadi satu,semua tulang persendian terasa mau lepas saat suami nya berhasil mengambil barang berharga nya sebagai wanita.
Bila memutuskan jalan sendiri keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya mampu menutupi setengah badan nya.rambut nya yang masih basah nampak menetes kan air di wajah dan juga di bahu mulus nya.
Arif langsung membuang wajah nya karena tidak mampu melihat pemandangan seperti ini.
Bila melewati begitu saja sang suami yang terlihat cuek sambil memainkan gadget.
__ADS_1
" Mas, Kamu sudah mandi?" tanya Bila kala mendapati ada sebuah handuk basah yang di letakkan begitu saja di dekat pintu menuju ruang ganti.
" Hm..Cepat pakai baju nya sayang.sebentar lagi petugas hotel akan mengantarkan makan siang yang sudah telat untuk kita." ucap Arif memperingati dan hanya memandang sekilas lalu kembali fokus menatap layar ponsel nya.Arif tidak akan sanggup menatap dalam waktu yang lama kepada sang istri,saat ini saja kepala nya sudah terasa berat karena menahan gelanyar aneh yang sudah mulai merasuki tubuh nya.
Bila tidak menjawab apapun lagi dan hanya mengedik kan bahu nya ketika merasa tingkah suami nya begitu aneh.
"Dia kenapa lagi sih? Kambuh tuh sikap dingin nya." Bila mengomel sendiri sambil mencari baju yang akan dia gunakan.
Setelah memakai baju nya,Bila keluar dari ruangan ini dan duduk di depan meja rias.
" Sini biar Aku bantu sayang." ucap Arif meraih sisir yang ada di tangan Bila ,lalu menyisir setiap helai rambut Bila yang sudah kusut.
Bila memilih membiarkan saja suami nya membantu mengambil alih apa yang sedang dia kerjakan.toh tubuh nya juga masih terasa remuk akibat ulah pria yang ada di hadapan nya saat ini.
" Mas! Kamu ngga merasa perih atau sakit gitu... Di bagian bawah?"tanya Bila dengan tampang polos nya.
Arif langsung tertawa ngakak melihat tingkah polos sang istri yang tidak terkira.
Hahahaha....
" Ish..Malah ketawa lagi." Bila langsung mencubit pinggang Arif yang sedang bergetar karena tawa nya.
" Kamu kok polos banget sih sayang." ucap Arif sambil berusaha menghentikan tawa nya.
" Aku kan ngga perawan lagi sayang. punya Kamu masih terasa sakit?" tanya Arif menghentikan tangan nya menatap seksama wajah sang istri.
" Hm.." Bila berdehem semakin salah tingkah mendapat perhatian dan tatapan serius dari sang suami.
" Nanti malam tidak akan terasa sakit kok sayang,kita harus sering-sering melakukan nya agar sakit nya hilang dan berganti menjadi suara merdu Kamu seperti tadi sayang." goda Arif dan kembali melanjutkan mengeringkan rambut Bila yang masih basah.
" Jangan mesum Mas,Kamu bukan perawan loh Mas tetapi perjaka,emang nya Kamu perempuan apa?"
" Iya itu maksudnya sayang,ngga usah diperjelas lagi sayang,karena ini pertama kali untuk Kamu maka nya terasa sangat sakit,tapi nanti akan hilang sendiri kok." jawab Arif menjelaskan,sebenar nya Arif merasa malu dan minder ketika Bila kembali mengingat kan dirinya yang sudah tidak ORI lagi sedangkan Bila masih tersegel rapi.ada sebuah penyesalan kenapa tidak dari dulu saja mereka bertemu dan Arif tidak sampai harus menikah dengan mantan istri terdahulu.
__ADS_1
jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍