
Di tengah perjalanan menuju ke rumah mereka,kedua kakak beradik ini tidak sengaja bertemu dengan seorang nenek bersama dengan anak kecil yang berada di punggung renta nya.
Seno yang memiliki rasa empati yang sangat tinggi langsung menepikan mobil nya tanpa perduli lagi dengan keberadaan kakak nya yang berada di samping dia.tanpa meminta izin atau permisi terlebih dahulu.setelah mematikan mesin mobil nya Seno bergegas turun dari mobil dan tidak lupa membawa serta dompet yang berada di dashboard mobil nya.
Arif yang tahu kemana arah mata Seno tertuju hanya diam lalu ikut keluar menyusul Seno.
Ternyata rasa simpati dan saling mengasihi yang di miliki mereka berdua cukup tinggi sekali,ini semua berkat didikan keras dari kedua orang tua mereka yang selalu saja berbagi kepada sesama saudara yang saling membutuhkan.di saat semua orang tua sedang menikmati masa tua nya dengan bersantai dan bermain dengan anak cucu nya.tetapi Nenek yang di temui Seno kali ini malah sedang sibuk berjuang mengumpulkan barang bekas demi memenuhi kebutuhan hidup nya yang sangat banyak.
" Permisi Nek! " ucap Seno ketika sudah berdiri di belakang mereka.
Sang Nenek yang sedang bermandikan keringat serta dengan nafas yang ngos-ngosan lalu menoleh melihat ke arah belakang.
" Iya." jawab Nenek sedikit takut.
" Maaf kalau Saya mengganggu waktu Nenek,apa yang sedang Nenek lakukan di sini?" tanya Seno penuh keprihatinan.seorang bayi mungil nampak terbangun ketika mendengar suara Seno.bayi yang tidak berdosa itu terpaksa harus ikut berpanas-panasan ikut merasakan keras nya perjuangan sang Nenek demi bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk membeli sekilo beras dan satu kotak susu.
" Tidak masalah Nak,kami sedang mencari barang rongsokan untuk di jual kembali." jawab Nenek dengan tatapan mata sendu nya.kaki dan tangan Nenek terlihat bergetar menahan bobot tubuh dia dan juga cucu nya.
Arif yang sudah berada di belakang Seno berinisiatif memberikan sebotol air mineral yang sengaja dia bawa dari dalam mobil.
" Di minum dulu Nek." ucap Arif seraya menyerahkan botol plastik yang sudah dia buka tutup nya.
Seno yang baru menyadari jika sang Kakak ternyata ikut turun mengikuti nya ikut merasa terharu dan sangat senang ternyata kali ini Arif tidak memarahi nya.
Nenek itu langsung menerima air minum itu dan bergegas meminum nya sampai tersisa sedikit lagi.
Arif dan Seno yang melihat pemandangan pilu ini merasa sangat prihatin dan sedih sekali melihat kondisi sang Nenek.
" Terimakasih Nak." ucap sang Nenek merasa sangat lega sekali.wanita renta ini lalu menurunkan sang cucu dari punggung nya dengan perlahan, Seno yang melihat sang Nenek sedang kesusahan refleks ikut mengulurkan tangan nya hendak menolong.
Seno tersenyum menatap wajah bayi mungil yang juga sedang menatap kepada dia dengan senyum tulus nya.bibir bayi itu nampak sangat kering sekali.
"Hai!" seru Seno sambil melambai-lambaikan tangannya kepada bayi yang belum dia ketahui jenis kelamin nya.
Bayi itu langsung tersenyum bahagia menerima sapaan dari Seno.
" Di minum dulu Nak." ucap sang Nenek seraya memberikan sisa minuman nya tadi di mulut sang cucu.
" Maaf Nek,ini siapa?" tanya Seno dengan ragu-ragu. satu jari telunjuk Seno sedang di genggam erat oleh jari mungil sang bayi.
__ADS_1
" Ini cucu Saya Nak,ibu nya sudah meninggal 3 bulan yang lalu, sedang kan ayah nya sudah pergi keluar kota untuk mencari kerja dan sampai sekarang tidak pernah lagi ada kabar." jawab sang Nenek dengan linangan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.
Seno lalu mengusap lembut punggung rapuh sang Nenek yang sedang terduduk memangku cucu kecil nya.
" Berapa umur adek nya Nek?"tanya Seno dengan perasaan iba nya,begitu juga dengan Arif yang sudah ikut berkaca-kaca mendengar kisah hidup yang sangat pahit yang harus di jalani oleh wanita yang sudah tidak bertenaga lagi.pikiran nya mulai teringat dengan Bila dan juga anak nya yang masih berada di dalam kandungan Bila.Arif tidak lagi bisa membayangkan jika kejadian pahit ini terjadi kepada anak dan istri nya kelak.satu tetes air mata yang turun dari sudut mata nya dia usap dengan kasar menggunakan punggung tangan nya.
" Baru 7 bulan Nak." jawab Nenek sambil mengelap bibir cucu nya yang basah.pakaian yang mereka berdua kenakan terlihat sangat lusuh sekali di sertai dengan robekan yang terdapat di segala sisi.lagi-lagi pemandangan pilu ini membuat kedua kakak beradik ini menangis prihatin.
" Apa Nenek hanya hidup berdua dengan cucu nenek yang lucu ini?" tanya Seno.
" Tidak,kami sebenarnya tinggal bertiga dengan suami Saya, tetapi berhubung suami Saya sudah sepuh dan tidak lagi sanggup berjalan dengan jarak yang jauh,jadi dia hanya mencari barang rongsokan di sekitar rumah saja." jawab Nenek lalu kembali berdiri dan menggendong kembali cucu nya.
" Terimakasih atas air nya Nak, Nenek permisi dulu." imbuh nya kembali melilit kan kain gendongan panjang yang dia gunakan untuk menahan tubuh sang cucu.
" Tunggu dulu Nek." Seno menahan pergelangan tangan sang Nenek yang hendak berjalan sambil menyeret karung kotor yang berisi botol bekas dan juga kardus bekas.
" Ini ada sedikit uang untuk membantu Nenek dan juga cucu Nenek,semoga saja ini bisa memenuhi kebutuhan Nenek untuk beberapa bulan ke depan." ucap Seno menyerah kan satu gepok uang ratusan ribu ke tangan sang Nenek.
Bayi yang berada di gendongan Nenek sepuh ini tiba-tiba saja menangis sejadi-jadinya.Seno yang tidak tega melihat nya pun ikut menenangkan bayi kecil itu.
" Kenapa dia terus menangis Nek?" tanya Seno khawatir.
Arif yang baru saja datang dari arah mobil nya menyerahkan sebuah amplop coklat yang sangat tebal yang baru saja dia ambil dari dalam tas kerja nya.
" Gunakan uang ini untuk membeli susu nya Nek." ujar Arif tersenyum manis lalu menyerahkan uang itu untuk sang Nenek.
Wanita sepuh yang sedang gemetaran menahan rasa lapar nya semakin di buat gemetar dengan apa yang dia dapat kan sore hari ini.sejak pagi hari tadi belum ada nasi yang masuk ke dalam perut dia dan juga suami nya,uang hasil menjual barang bekas yang mereka dapatkan hanya cukup untuk membeli satu botol air mineral dan juga satu bungkus roti untuk cucu mereka.
" Tidak perlu Nak,tadi adek yang ini juga sudah memberikan Saya uang,ini terlalu banyak sekali." tolak sang Nenek yang belum pernah merasakan memegang uang sebanyak itu dalam waktu yang bersamaan.
" Tidak apa-apa Nek,ambil saja, hitung-hitung cukup untuk memenuhi kebutuhan Nenek dan juga keluarga untuk beberapa bulan ke depan, sambil menunggu kabar dari ayah bayi ini." jawab Arif memaksa sang Nenek agar mau menerima pemberian nya.
Seno pun mengangguk kan kepala nya berharap sang Nenek mau mengambil amplop yang di berikan oleh Arif.
" Terimakasih banyak Nak,Nenek tidak tau lagi harus membalas dengan apa kebaikan kalian berdua,semoga saja yang maha kuasa melihat kebaikan kalian ini dan membalas nya dengan rezeki yang semakin berlipat ganda dan juga hidup yang penuh kebahagiaan dan kedamaian." ucap sang Nenek dengan wajah sedih nya.linangan air mata bahagia nya kembali turun mendapatkan pertolongan dari pemuda yang sama sekali tidak di kenali nya.hati nya menjadi lebih tenang karena sebentar lagi dia sudah bisa membeli susu dan juga popok untuk cucu nya.
" Amin,uang nya di jaga baik-baik ya Nek,jangan sampai tercecer." seru Seno mengingat kan karena dia sangat tahu jumlah uang yang mereka berdua berikan memiliki nilai yang sangat tinggi sekali.
" Simpan di dalam kain ini saja Nek,nanti kalau mau di gunakan ambil satu-satu saja." sahut Arif memberi kan solusi.
__ADS_1
" Sekali lagi terimakasih banyak ya Nak.orang tua kalian berdua pasti sangat bangga sekali memiliki anak yang baik Budi seperti kalian berdua."
" Amin...Kami pamit dulu ya Nek.sebaik nya Nenek langsung pulang saja, kasihan cucu nya sudah sangat haus sekali,dan maafkan kami yang tidak bisa ikut mengantarkan nenek pulang." jawab Seno yang baru ingat jika saat ini mereka berdua sedang membawa pesanan makanan dari kakak ipar nya.
" Iya tidak apa-apa Nak, Saya permisi dulu ya." sang Nenek bersama dengan cucu nya lalu pergi meninggalkan Arif dan juga Seno dengan langkah kaki tertatih-tatih.
Arif yang tidak tega melihat pemandangan miris itu lalu berinisiatif memanggil sebuah taksi yang kebetulan sedang melintas di depan mereka.
" Nek! Naik taksi ini aja pulang nya." ucap Arif menghentikan langkah kaki wanita sepuh ini.
" Tidak usah Nak,Nenek jalan saja." jawab sang Nenek yang merasa segan sudah terlalu banyak menyusahkan mereka berdua.
" Tidak apa-apa Nek,biar Nenek cepat sampai di rumah nya dan bisa langsung membelikan susu untuk cucu Nenek." Arif lalu memberikan pengertian kepada sang Nenek agar mau ikut dengan taksi yang sedang menunggu.
Sang Nenek pun mengangguk mengerti mendengar ucapan arif.terlebih lagi saat mendengar tangisan sang Cucu yang tiada henti nya.
" Sekali lagi terimakasih banyak ya Nak." ucap sang Nenek dari hati yang paling dalam.
" Sama-sama Nek." jawab Seno sembari memberi kan satu lembar uang ratusan kepada sang sopir taksi.
" Tolong antarkan Nenek ini sampai di alamat nya ya Pak.pastikan juga beliau sampai dengan selamat." imbuh nya dengan raut wajah tegas.
" Baik Den,ini kembalian nya." Pak sopir lalu mengembalikan sisa uang yang di berikan oleh Seno.
" Untuk Bapak saja." tolak Seno menahan uang itu dengan tangan nya.
" Terimakasih banyak Den." jawab sang sopir lalu menjalankan mobil ketika melihat Seno memundurkan langkahnya.
Setelah melepas kepergian taksi yang membawa sang Nenek.Arif dan Seno bergegas menuju mobil mereka yang ada di sebrang jalan sana sebelum pesanan Bila terlanjur dingin dan tidak enak lagi untuk di makan.
" Yang cepat Sen,Bila pasti sudah menunggu Aku sejak tadi." pinta Arif dengan pikiran masih tertuju kepada sang Nenek dengan kehidupan nya.rasa perduli nya semakin bertambah besar kala mengingat bahwa sebentar lagi dia juga akan memiliki bayi mungil kecil.
Seno yang mengerti maksud dari ucapan sang Kakak semakin menambah kecepatan mobil nya dan tidak lupa tetap waspada.
" Ternyata manusia batu es ini bisa menangis juga karena melihat kehidupan orang lain." batin Seno dalam hati nya yang memang jarang bisa melihat pemandangan yang sangat langka ini.
" Aku pikir hanya Mbak Bila yang bisa membuat hati nya tersentuh, ternyata Aku salah besar." imbuh nya sambil tersenyum tipis melihat mata merah sang Kakak yang terlihat sangat jelas.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1