Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Menyelesaikan masalah


__ADS_3

Suasana meja makan keluarga Ahmad malam ini nampak sepi dari biasa nya,karena hanya ada Ibu Yolan dan Pak Rizal yang duduk di sana.


" Suami Kamu di mana sayang?" tanya Ibu Yolan dengan menyipit kan mata nya.


Pasalnya Bila hanya turun seorang diri tanpa ada sosok pria yang selalu menggandeng mesra tangan nya walaupun itu hanya sebuah tipu daya belaka.


" Mm..Mas Arif belum pulang Ma." jawab Bila dengan mengangkat sedikit wajah nya sambil tersenyum hangat menutupi gejolak batin nya.


Hati Bila kembali bergemuruh ketika menjawab pertanyaan dari mertua nya,namun Bila tidak ingin terlihat cengeng dan lemah di depan kedua mertua nya.


" Belum pulang? Apa dia ada mengabari Kamu tentang kemana pergi nya?" tanya Ibu Yolan penuh selidik.


Sedang kan pak Rizal yang berada di samping nya terlihat tenang dan santai.


Pak Rizal tentu sudah tau alasan kenapa putra nya belum pulang kerumah padahal jam kantor sudah berakhir sejak beberapa jam yang lalu.


" Mungkin dia sedang ada urusan Ma." jawab Pak Rizal tenang.


" Urusan apa sih Pa? Ini sudah malam, kenapa tidak di selesaikan besok saja." kekeuh Ibu Yolan tidak terima alasan apapun.


" Sudah ayo di makan nasi nya Nak,jangan terlalu di pikirkan." sahut Pak Rizal berusaha menenangkan hati menantu nya yang terlihat tidak baik-baik saja.


Pak Rizal bisa melihat jika Bila baru saja selesai menangis,mata sembab nya membuat Pak Rizal begitu yakin dengan apa yang dia lihat.


" Bersabar lah Nak, sebentar lagi tidak akan ada lagi satu orang pun yang bisa merebut kebahagiaan Kamu." gumam Pak Rizal terus mencuri pandang ke Bila yang sedang tidak bersemangat untuk makan.


" Sini biar Mama coba telpon anak itu." putus Ibu Yolan merasa tidak tenang.beliau tidak ingin putra nya kembali masuk ke dalam pusaran permainan licik menantu yang tidak dia anggap.


Hati Ibu Yolan bahkan mendadak gelisah tidak menentu.


Pak Rizal hanya bisa diam dan mengutuk diri nya karena lupa menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada sang istri, alhasil beliau terpaksa merelakan kedua mata nya untuk melihat tingkah gelisah dari sang istri yang tidak kunjung melahap makanan yang sudah di ambil.


" Makan Ma, jangan cuman di liatin terus nasi nya, tenang saja! Arif sebentar lagi juga pasti pulang ke sini." ujar Pak Rizal menyadarkan sang istri.


" Kenapa Nomor ponsel nya malah ngga bisa di hubungi sih Pa? Apa ada rahasia yang sedang Papa sembunyikan dari Mama?" tanya Ibu Yolan ketika melihat ada gelagat mencurigakan dari wajah suami nya.


" Ti- tidak Ma, memang apa lagi yang harus Papa sembunyikan.semua aset sudah atas nama Mama dan juga Arif." Pak Rizal berusaha mengalihkan tuduhan sang istri,tidak mungkin beliau berkata jujur sementara Bila masih berada di dekat mereka.


Mata Ibu Yolan terus menyorot tajam kepada sang suami, Ibu yolan sangat yakin ada sebuah berita yang belum sampai di telinga nya.

__ADS_1


"Makan dulu Ma!" tegur Pak Rizal lagi.


Bila yang juga sedang di landa perasaan yang campur aduk ,tidak sengaja menjatuhkan sendok nya akibat tidak terlalu fokus memegang sendok yang menjuntai di piring nya.


Prang..


Bunyi sendok jatuh menyadarkan kedua pasangan paruh baya yang sedang saling melirik sengit.


Di saat Bila sedang menunduk mengambil sendok.Ibu Yolan menoel gemas perut besar suami nya.


" Kemana Arif? Apa yang Papa sembunyikan dari Mama?" Ibu Yolan berbicara dengan suara tertahan,hanya gerakan mulut nya lah yang membuat lawan bicara nya memahami apa yang sedang beliau ucapkan.


" Sttt..Nanti Papa cerita kan di kamar." balas Pak Rizal tidak kalah kalem nya.


Ibu Yolan langsung mengangguk paham, sedang kan Pak Rizal mendesis kesal.


" Selalu saja dia berhasil menebak isi pikiran ku! Benar-benar tidak ada celah untuk berbuat curang." gumam Pak Rizal dengan senyuman tipis yang melingkar indah di wajah keriput nya.


" Sayang Kamu kenapa?" tanya Ibu Yolan ketika baru menyadari wajah menantu nya terlihat sembab dan tidak segar seperti biasa nya.


"Eh..Ng-nggak papa kok Ma, Bila cuman ngantuk aja." jawab Bila terbata-bata.tidak mungkin dia berkata jujur tentang apa yang sedang dia rasakan kepada Ibu mertua nya.dia juga tidak berani membuka isi pesan yang di kirim oleh suami nya tadi sore.lebih baik diam dan ikuti alur cerita yang akan membawanya menuju ke sebuah tujuan.


" Iya Ma." jawab Bila.


Ketiga insan itu tampak berlomba menghabiskan makanan yang ada di piring mereka masing-masing.sama sekali tidak ada obrolan yang terjadi,mereka bertiga terlalu fokus dengan pikiran masing-masing.


" Tidak perlu sayang,biar Bi Marni saja yang membereskan semua ini, Kamu langsung istirahat saja di kamar,maaf kan Mama yang sudah membuat Kamu kelelahan seperti ini." ujar Ibu Yolan ketika melihat menantu nya ingin memindahkan piring kotor ke arah dapur.


" Ngga papa Ma,piring nya juga sedikit kok." jawab Bila yang hendak berlalu meninggalkan ruang makan.namun kembali di tahan oleh Ibu Yolan.


" Jangan sayang,tubuh Kamu masih lelah,kalau terjadi kenapa-kenapa sama Kamu bagaimana? Mama pasti bakal kena omel sama suami galak kamu itu." ujar Ibu Yolan sambil tersenyum mengelus kepala Bila yang tertutup hijab instan berwarna coklat.


"Bi.." Ibu Yolan langsung memanggil para Asisten rumah tangga nya untuk segera membereskan meja makan yang sudah kotor dan berantakan.


" Iya Nyonya." jawab Bi Marni dari arah belakang.


" Tolong bersihkan meja makan nya ya Bi,kami mau ke atas dulu." Ibu Yolan langsung menggandeng tangan Bila untuk berpindah ke lantai atas.


Bila pun hanya bisa mengikuti tanpa bisa membantah,karena sejujur nya dia juga sudah sangat ingin mengurung diri nya di dalam kamar.

__ADS_1


"Mas Arif tidak akan mungkin marah jika mengetahui Aku melakukan ini Ma,karena sejati nya dia sedang asyik bersenang-senang menghabis kan malam panjang bersama istri tercinta nya." batin Bila sambil tertawa hambar.


Walaupun belum memiliki rasa seutuhnya kepada sang suami,tetapi jika mengetahui milik kita sedang asyik dengan wanita lain,hati siapa yang tidak akan sakit.entah itu rasa peduli atau rasa cinta yang sudah mulai tumbuh di hati nya, yang jelas Bila masih belum menyadari nya.


" Aku akan bertahan semampu yang Aku bisa, anggap saja ini ladang pahala bagi ku, meskipun harus tersakiti setiap waktu."ucap Bila lirih dengan bertopang dagu sementara tatapan nya mulai kosong.


" Karena sejati nya apa yang Aku miliki selama ini bukan lah milik aku seutuhnya, kemewahan serta Mas Arif,sejak awal adalah milik istri pertama nya, Aku hanya lah orang luar yang datang dan berusaha merusak keharmonisan rumah tangga mereka."


Karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa kantuk yang menyerang nya,Bila langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Apa yang sebenarnya sedang Papa tutupi dari Mama?" Ibu Yolan terus saja menagih kejujuran dari mulut suami nya.bahkan Pak Rizal yang sedang berada di kamar pun merasa tidak nyaman akibat gedoran pintu dari tangan istrinya.


" Sebentar Ma,Papa ganti baju tidur dulu." jawab Pak Rizal enteng.yang hanya di balas helaan nafas dari istri nya.


" Cepetan dong Pa." seru Ibu Yolan ketika melihat suami nya begitu lelet saat memasang celana juga baju tidur.


Pak Rizal langsung geleng -geleng kepala melihat jiwa kepo milik istri nya.


" Sebenar nya Arif sedang pulang kerumah yang dia tempati bersama wanita murahan itu."


" Apa? Kenapa Papa malah membiarkan anak kita kembali pulang ke rumah kotor itu! Tidak! Ini tidak boleh terjadi,kita harus segera menghubungi dia dan meminta dia untuk segera keluar dari rumah wanita sialan itu.Mama tidak akan rela melihat dia tidur kembali dengan wanita ****** itu." kecam Ibu Yolan begitu heboh nya.tanpa mau mendengar lagi sambungan cerita dari mulut suami nya.


" Tenang dulu Ma! Papa belum selesai bicara, Mama malah langsung ngomel-ngomel kayak orang yang lagi kesurupan begini." Pak Rizal menghela nafas gusar nya,baru saja ingin melanjutkan cerita, istri nya sudah terlebih dahulu salah paham kepada sang putra.


" Untuk apa lagi coba dia kembali ke rumah itu? Apa wanita sialan itu yang meminta dia untuk pulang ke sana?" tanya Ibu Yolan yang masih dalam keadaan emosi.


" Arif datang kesana bukan untuk tidur atau menghabiskan waktu bersama wanita itu, Melainkan untuk menyelesaikan masalah yang sudah dia ketahui beberapa jam yang lalu.Mama tenang saja, sebentar lagi Arif pasti akan kembali ke sini." ucap Pak Rizal yang memang sudah tau semua nya.


" Syukur lah, Mama pikir dia kembali termakan oleh rayuan maut wanita murahan itu.padahal Mama sudah bersiap- siap ingin mendobrak pintu rumah itu." tutur Ibu Yolan sambil tertawa cengengesan.


" Sudah ayo kita tidur,ini sudah waktunya untuk beristirahat." ajak Pak Rizal yang langsung naik terlebih dahulu ke atas ranjang.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


Oh ya! Siapa nih yang setuju jika hari ini author update langsung 2 bab sekaligus.tunjukkan tangan nya di kolom komentar ya!😁😁


__ADS_2