
Ibu Yolan langsung keluar dari ruang kerja sang suami saat mendengar suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumah nya.
" Sayang!" seru Ibu Yolan dan langsung mendapat kan tatapan mata tajam dari putra nya.
"Kurang ajar Kamu." ucap Ibu Yolan bersiap hendak menyerang Arif namun aksi nya itu gagal di tengah jalan lantaran melihat kondisi keadaan sang menantu yang masih berada di gendongan Arif.
" Sudah sampai ya Mas?" tanya Bila menggosok mata nya dan melihat ke sekeliling.
"Iya sayang." jawab Arif lembut sambil tersenyum.
"Cih..Dasar duda buntung,berani dia marah- marah kepada Aku sedang kan kepada istri nya langsung berubah semanis gula." Ibu Yolan berdecak kesal melihat tingkah laku sang putra yang tidak sopan kepada dia.
" Gara-gara Mama ini! Bila jadi bangun kan?" Ujar Arif memperingati sang Mama yang suka bikin kegaduhan.
" Lain kali jangan main teriak-teriak aja Ma, mengganggu tahu ngga!" kesal Arif yang tidak tega melihat tidur nyenyak sang istri menjadi terganggu karena mendengar suara nyaring milik Mama nya.
" Mama minta maaf! Mama pikir Bila cuman sedang bermanja di gendongan Kamu karena tidak kuat berjalan habis kena gempuran tadi malam." Ibu Yolan masih saja berusaha usil kepada menantunya.
" Eh ... Ternyata malah sedang tidur."
" Maaf kan Mama ya sayang." ujar Ibu Yolan mengusap kepala Bila yang masih bersandar di dada sang suami.
" Arif! Kaki Bila kenapa?" tanya Ibu Yolan penuh kekhawatiran saat tidak sengaja melihat kaki kiri Bila dalam keadaan terluka dan biru-biru.
Pak Rizal yang juga baru keluar dari ruang kerja nya bergegas menghampiri istri dan anak-anak nya.
" Bila kenapa Rif?" tanya pak Rizal cemas.
"Nanti Arif jelas kan Ma,Pa, sekarang Arif mau bawa Bila ke kamar dulu." ujar Arif lalu menaiki anak tangga menuju kamar mereka yang sudah 3 hari mereka tinggal kan.
Karena masih merasa penasaran sebab dari terluka nya kaki menantu kesayangan mereka,kedua pasangan paruh baya ini mengikuti dari belakang langkah kaki Arif.
Arif membuka pintu kamar mereka dan berjalan masuk ke dalam lalu membaringkan sang istri di atas ranjang empuk secara perlahan dan penuh kehati-hatian.
Ibu Yolan yang masuk bersama sang suami langsung membantu Arif menyalahkan pendingin ruangan agar menantu kesayangan nya tidak merasakan kepanasan.
__ADS_1
" Sayang,kaki Kamu kenapa?" tanya Ibu Yolan sambil mengurut kaki kanan Bila yang tidak kenapa-kenapa.
" Ma ! Jangan di ajak bicara dulu Bila nya,biarkan dia melanjutkan tidur nya yang sudah Mama ganggu tadi." Arif menyahuti ucapan sang Mama karena merasa kasihan melihat istri nya yang masih menguap sejak tadi.
Ibu Yolan dan Pak Rizal lalu berpindah menatap Arif yang sudah duduk di samping sang istri sambil memangku laptop.
" Kamu apakan menantu Mama,Arif?" tanya Ibu Yolan penuh selidik.Ibu Yolan tidak ikhlas melihat kaki mulus Bila harus terluka seperti ini.
Arif yang merasa bingung harus memulai dari mana cerita nya menatap sekilas kepada sang istri lalu menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal sama sekali.
" Kemarin sore Bila terjatuh dari tebing telaga biru Ma,kaki nya jatuh di tengah-tengah bebatuan besar dan terhimpit." jawab Arif menjelaskan semua nya agar tidak terjadi kesalahpahaman dari sang Mama yang terus mengintimidasi nya dengan tatapan mata membunuh.
" Ya tuhan sayang! Kenapa Kamu bisa sampai terjatuh? Ini pasti gara-gara Arif yang tidak becus menjaga Kamu ya?" tanya Ibu Yolan yang selalu menyudutkan Arif dan memilih memanjakan menantu.
" Bukan Ma!"kali ini Bila yang membuka suara karena tidak ingin melihat suami nya terkena omelan sang Mama dan juga Papa nya.
" Kemarin Bila lompat sendiri dari atas tebing dan ternyata gaya salto yang Bila mainkan malah membawa celaka Bila Ma, padahal Mas Arif sudah melarang Bila untuk tidak melompat lagi,tapi pada emang dasarnya Bila yang tidak mau mendengarkan larangan yang di berikan oleh Mas Arif." Bila menjelaskan semua yang terjadi kepada dia dari awal mula sampai pada akhir saat kaki kiri nya tersangkut di sela-sela bebatuan besar.
" Ya tetap saja dia yang salah." Ibu Yolan masih terus menyalahkan sang putra yang terlihat fokus memainkan laptop nya.
" Sudah Ma,Bila yang melepaskan genggaman tangan Mas Arif,jangan salahkan dan marahin Mas Arif terus,disini Bila yang salah sepenuhnya Ma." sahut Bila mencoba membela kembali suami nya yang menjadi tersangka.
Pak Rizal dan Arif hanya memperhatikan kedua wanita mereka yang sedang adu argumen.senyum di bibir kedua pria ini merekah tak terbendung saat melihat Mama Yolan yang biasa nya tidak mau kalah dari siapapun hari ini tertunduk patuh di tangan sang menantu kesayangan.
" Baiklah..Kali ini dia selamat." jawab Ibu Yolan menatap ganas ke arah Arif yang jelas-jelas sedang mengejek diri nya.
" Apa sudah kalian bawa ke dokter spesialis untuk mengetahui seberapa serius luka yang di alami Bila?"
" Belum Ma,cuman di bawa ke tukang urut saja,di kampung sana mana ada dokter spesialis."jawab Arif.
Ibu Yolan mengangguk membenarkan ucapan sang putra.kali ini beliau tidak seagresif tadi.semua yang di ucapkan oleh Arif selalu beliau dengar dan tidak lagi membantah nya.teguran keras yang di beri kan oleh Bila membuat Ibu Yolan sadar dan tidak berani mengulang nya lagi.
" Kalau Kamu sedang sibuk,nanti sore biar Mama saja yang menemani Bila ke rumah sakit nya." ujar Ibu Yolan menawarkan diri.
" Iya Ma." Arif menerima apa yang di ucapkan sang Mama, begitu juga dengan Bila yang patuh dengan ajakan sang Mertua, Bila juga ingin sekali kaki nya cepat sembuh dan bisa berjalan seperti biasa nya.
__ADS_1
Setelah merasa semua nya aman dan tidak ada lagi yang perlu di khawatir kan,Pak Rizal langsung pamit keluar dari kamar sang putra.
" Arif! Papa tunggu Kamu di ruang kerja Papa sekarang juga." ucap Pak Rizal sebelum meninggal kan kamar ini.
" Iya Pa." jawab Arif dan bergegas turun dari ranjang dan menyimpan kembali laptop kerja nya.
" Ma titip Bila dulu,Arif mau nyusul Papa." ujar Arif dan tidak lupa meninggalkan jejak sayang nya di kening dan seluruh wajah Bila.
" Sudah sana! Jangan mesum terus,kasihan istri mu masih sakit begini Kamu paksa melayani barang bekas Kamu itu." sindir Ibu Yolan begitu pedas nya dan langsung membuat Arif berdecak kesal.
" CK.."Arif berlalu begitu saja meninggalkan kedua wanita ini di dalam kamar mereka.
Di dalam ruang kerja yang berukuran besar itu,Pak Rizal sengaja membuka video yang menampilkan wajah Naima yang sedang di bawa oleh polisi,beliau sangat yakin jika putra nya masih belum mengetahui permasalahan ini lantaran sibuk mengurus istri nya yang sedang cidera kaki.
Tok..
Tok..
Tok..
" Masuk!" seru Pak Rizal mempersilahkan Arif untuk masuk ke dalam ruang kerja nya.
Ceklek.
" Ada apa Pa?" tanya Arif sambil duduk di depan kursi Papa nya.
" Lihat ini." ujar Pak Rizal kembali memutar ulang video Naima yang sudah tersimpan rapi di dalam laptop nya.
" Ini beneran Pa? Kapan?" tanya nya tidak percaya.
"Tadi pagi,surat cerai kalian juga sudah sampai di tangan wanita itu.di antara Kamu dan wanita itu sudah tidak ada lagi hubungan apapun.jangan Kamu ulangi lagi kesalahan yang sama,jaga hati Kamu untuk istri mu seorang,jika sampai Papa mendengar laporan tentang perlakuan buruk mu kepada Bila.maka jangan salah kan Papa yang akan mengambil sikap tegas kepada Kamu." tutur Pak Rizal mengingat kan agar sang putra tidak lagi jatuh kedalam lubang yang sama.
" Baik Pa." jawab Arif patuh.dia sangat yakin cinta nya tidak akan pernah bisa berpaling dari Nabila Az-Zahra.hati nya sudah di miliki penuh oleh Bila.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1