Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Gagal bercocok tanam


__ADS_3

Bila yang memang tidak memiliki sahabat terdekat di ibu kota ini memilih menghabiskan waktu nya hanya di rumah saja.tidak banyak yang dapat di lakukan oleh wanita ini karena semua serba di batasi oleh keluarga suami nya.


" Jangan sayang,nanti Kamu capek."


" Tidak perlu sayang, Kamu duduk saja.nanti kepeleset loh! Lantai dapur nya sangat licin."


" Kamu ini menantu di rumah ini sayang,bukan untuk di jadikan pembantu."


Dan masih banyak lagi alasan yang membuat Bila di larang menyentuh lantai dapur.posisi Bila di rumah ini benar-benar bak seorang putri kerajaan besar.


" Sayang! Kamu mau ikut Mama ke acara arisan nggak?" tanya Mama Yolan yang baru saja keluar dari kamar nya.dandanan Mama Yolan tidak perlu di ragukan lagi.semua serba branded dan original.


" Nggak deh Ma,Bila di rumah aja." tolak Bila dengan halus.


" Kenapa? Kamu lagi sakit?" tanya Mama Yolan lalu meletakkan punggung tangan nya di kepala Bila.


" Nggak kok Ma,cuman lagi capek aja.kayak nya Bila butuh waktu untuk istirahat sejenak." jawab Bila ngarang.wanita ini sudah malas ikut Mama mertua karena merasa terganggu dengan kehebohan geng arisan Mama mertua nya.selain itu kerjaan mereka hanya menghibahkan orang yang sedang tidak ikut hari itu.semua penampilan orang tidak luput dari nyinyiran kelompok sosialita itu.


" Oh...Ya sudah! Mama pergi dulu ya,Kamu tidur lagi aja kalau masih ngantuk." ucap Mama Yolan langsung mengecup pipi menantu kesayangan nya.


" Iya Ma, hati-hati ya,jangan lupa pulang!" seloroh Bila sengaja ingin membuat Mama mertua nya marah.


" Kalau Kamu ada di rumah ini,Mama pastikan akan selalu pulang demi melihat menantu kesayangan Mama." jawab Mama Yolan mengedipkan sebelah matanya lalu bergegas menuju mobil.


" Lah! Kok nggak tersinggung atau marah gitu?" ucap Bila lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Bi Marni yang baru saja datang dari belakang.


" Nona muda!" sapa Bi Marni sambil menepuk pelan bahu Bila.


" Astaga Bi Mar! Bila sampai kaget begini.kalau Bila pingsan bagaimana?" ucap Bila sambil mengelus dada nya yang sedang Jedag Jedug.


" Palingan Bibi kena omel dan di pecat langsung sama Nyonya besar.karena Nyonya besar sangat menyayangi Nona muda." beber Bi Marni menjelaskan.


" Ngaco deh Bibi ."sahut Bila tidak yakin.

__ADS_1


" Yah! Nona muda kan segalanya untuk Nyonya besar,bukti nya saja tadi ketika Nona muda ledekkin si Nyonya nggak marah kan,coba saja yang ngucapin itu Tuan atau Tuan muda,beeuhhh..Rumah ini sudah di pastikan langsung terjadi perang dunia kesumat,bukan lagi perang dunia yang ke berapa-berapa.soal nya sudah nggak kehitung lagi." jawab Bi Marni di iringi suara tawa nya.


" Iya deh Bi, padahal tadi niat nya Bila pengin lihat Mama marahin Bila,eh malah di balas dengan gombalan maut nya." tutur Bila merasa bangga bisa mendapatkan sosok mertua seperti yang dia miliki sekarang.


" Si Non teh aneh tau! Biasa nya menantu paling nggak suka di marahin sama mertua,ini malah cari gara-gara supaya di marahin! Nona muda sudah minum obat kan untuk hari ini?" goda Bi Marni dengan gelengan kepala nya.


" Bibi! Emang Aku sakit apaan harus minum obat segala?" keluh Bila tidak terima di ejek sama Bi Marni.


" Ya kali aja lupa minum obat,maka nya ngawur kayak tadi." Bi Marni langsung berlari ke dapur melihat Bila yang hendak mengeluarkan tanduk kerbau nya.


" Bibi! Awas ya... Bila balas nanti." seru Bila menatap sengit ke arah dapur.


Tiba di dalam perusahaan nya,Arif langsung di sambut oleh Reno Asisten kesayangan sekaligus teman berdebat nya.


" Selamat pagi Tuan muda." sapa Reno dengan sangat hormat.


" Hmm." gumam Arif sambil berjalan cepat menuju ke ruangan nya.


Tiba di dalam ruangan nya Arif langsung duduk di kursi kebesaran nya.dari arah pintu sana masuk lah Reno beserta Naura dengan membawa berkas di tangan mereka masing-masing.


Naura yang sengaja berpenampilan menarik merasa putus asa saat melihat Arif sama sekali tidak berselera melirik kepada dia.


" Jangan kepedean Nona! Bukan kah sudah Aku peringatkan untuk jangan lagi menaruh rasa kepada Tuan muda?" bisik Reno dengan sangat pelan sekali dan hanya bisa di dengar oleh Naura.


" Apaan sih Kamu! Kurang kerjaan banget." protes Naura tidak terima di ejek oleh Reno.


" Naura! Kenapa lama sekali?" Arif yang sudah memasang kuping nya hendak mendengar apa yang di bacakan oleh Naura di buat geram saat melihat Naura masih diam tanpa membuka suara.


" Eh..Iya Tuan muda." jawab Naura gelagapan, sedangkan Reno yang berada di samping nya tertawa puas melihat Naura yang mendapat kan bentakan kasar dari Tuan muda.


" Hm.." Naura sengaja berdehem untuk menetralkan detak jantung nya.


" Hari ini jadwal Tuan muda sangat padat sekali.ada 10 meeting penting yang harus Tuan hadiri,sedang kan meeting yang jadwal nya berbenturan akan di ganti kan oleh Asisten Reno." Naura sengaja memeletkan lidah ke arah Reno untuk meledek pria itu.

__ADS_1


" Tuan juga harus menyelesaikan berkas penting proyek di pulau K dan juga pulau p." sambung Naura yang ikut ngilu mendengar susunan jadwal yang dia bacakan sendiri.sudah di pastikan dia pun akan ikut terseret dalam kesibukan ini,bahkan bisa jadi harus lembur sampai malam.


"Akh..." Arif mendesah panjang sambil memegang kepala nya,hari ini dia tidak bisa untuk pulang cepat dengan banyak nya pekerjaan yang menunggu nya.


" Gagal deh bercocok tanam nya." batin Arif yang sudah ingin sekali mengulang kenikmatan tadi malam.


" Ya sudah Kamu boleh keluar." ujar Arif dingin.


" Baik Tuan muda." jawab Naura singkat.


Setelah berada di luar ruangan Tuan muda nya,Naura mencak-mencak menahan rasa kesal nya kepada Arif.


" Apa lagi sih kurang nya Aku? Kenapa dia sama sekali tidak tertarik?"


" Percuma punya wajah tampan tapi nggak paham mana cewek cantik dan juga seksi." umpat Naura lalu menjatuhkan bokong nya dengan kasar di atas kursi kerja nya.


Wajah rupawan Arif benar-benar membuat Naura tergila-gila kepada nya.


Sejak semalam suntuk wanita ini berdiam diri mencari cara untuk bisa merebut Arif dari wanita yang terlanjur dia cap sebagai bidadari.kebaikan hati Bila sama sekali tidak bisa menyentuh relung hati nya paling dalam.


" Awas saja! Tunggu tanggal main nya."ujar nya seraya tersenyum licik.


Sepeninggalan nya Naura dari ruangan nya,Arif mulai berbicara serius dengan Reno.mereka sedang membahas proyek baru yang akan membuat perusahaan mereka semakin merajai dunia bisnis.


" Satu lagi Ren! Jangan lupa kasih tahu Naura untuk jangan lagi memakai pakaian kurang bahan nya itu,ini tempat bekerja bukan ajang pamer belahan dada." ucap nya dengan wajah datar.


" Siap Tuan." jawab Reno yang sudah bersiap -siap hendak menyemprot habis Naura si wanita sableng.


" Naura..." teriak Reno begitu murka nya.


Naura yang kebetulan baru keluar dari pantry sampai lompat sangking takut nya.


" Mati Aku! Ada apa lagi?" batin nya mulai gelisah galau merana.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2