
" Mas! Aku mau makan ketoprak."Bila merengek sambil melukis abstrak di dada suami nya.Bila benar-benar tidak menyadari ekspresi suami nya yang kesal menahan gairah nya, apalagi ciuman yang memabukkan jiwa nya di hentikan secara paksa.
" Ketoprak?" Dalam hati nya Arif sangat kesal sekali, tetapi dia tidak berani memperlihatkan nya kepada sang Istri.
" Ngh..." Arif tiba-tiba saja mengerang nikmat ketika tangan Bila dengan sengaja mengelus ular piton nya yang sudah menegang menyembul dari balik celana pendek yang dia pakai.
" Nanti Aku akan kasih permainan yang tidak akan Mas lupakan,dan Mas boleh melakukan nya sampai kapan pun itu, tetapi Carikan dulu Aku ketoprak yang penjual nya kakek-kakek berkepala botak." ucap Bila yang kembali sengaja memainkan kepala ular piton yang sudah bergerak mencari sarang nya.
" Nghhh...Sayang!" Arif menggigit bibir bawah nya karena tidak kuat lagi mendapatkan sentuhan manja itu,jika bukan karena permintaan bayi mereka yang masih berada di dalam perut Bila,sudah sejak tadi Arif menyeret paksa tubuh seksi sang istri naik ke atas ranjang.
" Bisa kan Mas?" tanya Bila tanpa merasa bersalah sedikit setelah berhasil membangun kan gairah sang suami.tangan nya masih terus bermain-main di dada yang tidak tertutup oleh sehelai benang apapun.
" Mas." Bila yang kembali hendak memainkan kepala ular piton nya sengaja di tahan oleh Arif yang tidak ingin kepalanya semakin sakit menahan rasa sesak yang di ciptakan oleh tangan jahil sang istri.Arif dengan sengaja melilit kan kedua tangan Bila di pinggang nya agar wanita itu tidak lagi memancing hasrat kelelakian nya yang begitu tinggi.
" Baiklah,akan Aku belikan untuk kalian berdua ketoprak yang paling enak.Kamu mau berapa bungkus? Apa sekalian sama penjual nya?" tanya Arif dengan lembut agar wanita nya bisa tenang dan tidak lagi menganggu ketenangan ular piton nya.meski dia sudah menegang dan Bila sendiri bisa merasakan sentuhan benda yang berdiri tegak itu.
" Makasih sayang." ucap Bila kembali dengan berani nya memainkan bibir suami nya yang sedang menganga lebar,bahkan ibu hamil ini juga sangat lincah menerobos masuk ke dalam dan memainkan setiap inci yang berhasil membuat sang suami melenguh panjang.
" Sayang." ujar Arif lirih lalu memanfaatkan keadaan ini untuk menuntaskan rasa penasaran nya tadi yang sempat terputus.
Bila yang tahu bahwa suami nya sedang kepanasan dan sudah berhasrat tinggi memilih membiarkan saja suami nya melakukan sesuka hati nya.sebenarnya dia juga sangat ingin melakukan nya saat ini juga, tetapi bayangan ketoprak enak terus saja mengganggu pikiran nya.setelah merasa cukup puas,Arif lalu menyudahi permainan indah itu dan membantu mengelap dagu Bila yang basah oleh saliva yang menetes.Arif akhirnya bisa sedikit bernafas lega, laki-laki itu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu.
" Sebentar ya sayang." ucap nya dengan mengedipkan sebelah matanya.
" Iya Mas." jawab Bila pelan.
Di dalam kamar mandi Arif tidak berhenti tersenyum senang ketika mengingat bagaimana agresif nya sang istri di kehamilan nya saat ini.
" Kalau seperti ini terus,Aku akan membuat dia hamil setiap tahun nya." gumam Arif lalu mempercepat acara mandi nya agar Bila tidak kelamaan menunggu diri nya.
Malam hari nya Arif benar-benar mewujudkan keinginan sang istri walaupun dia harus berkeliling seluruh ibu kota demi mencari penjual ketoprak yang sesuai dengan keinginan hati istri nya.
Seno yang baru saja pulang dari kantor tertawa geli melihat raut wajah lelah sang kakak yang kembali di kerjain oleh permintaan aneh dari istri nya.
" Maka nya! Jangan mau enak nya saja,Mas juga harus ikut merasakan bagaimana capek nya perjuangan Mbak Bila selama ini!" seru Seno lalu melenggang bebas masuk ke dalam kamar nya.
Pak Rizal yang baru keluar dari kamar nya dengan wajah segar setelah berendam di kamar mandi datang menghampiri sang putra.
__ADS_1
" Kamu kenapa lagi?" tanya Pak Rizal menepuk pelan pundak Arif yang masih mengatur nafas nya.
" Nggak papa Pa,tadi habis belikan Bila ini." jawab Arif lalu memperlihatkan 5 kotak makanan yang belum bisa di tebak oleh Pak Rizal apa isinya.
" Memangnya Bila minta apa? Kenapa wajah Kamu masam seperti itu?" Pak Rizal yang melihat wajah Arif yang berbeda dari biasa nya sangat mengerti pasti permintaan menantu nya kali ini begitu menyulitkan putra nya.tetapi Pak Rizal tidak berencana untuk memarahi ataupun menegur menantu kesayangan nya karena dia tahu semua ini pasti keinginan cucu nya.
" Ketoprak,tapi Bila minta di cariin penjual yang sudah kakek-kakek dan memiliki kepala botak." jawab Arif kembali merasa kesal kala harus berdebat dengan pembeli lain karena tidak mau mengalah dengan dirinya.dia bahkan harus mengeluarkan banyak uang nya membayar semua belanjaan mereka agar jalan nya untuk mendapatkan ketoprak di permudahkan tanpa harus ikut mengantre lagi.
Hahahaha....
Pak Rizal tertawa puas menyadari betapa sulitnya perjuangan putra nya memenuhi masa ngidam sang istri.
" Itu belum seberapa! Semoga saja setelah ini Bila meminta lebih dari itu." tutur Pak Rizal lalu pergi mencari keberadaan sang istri yang pamit keluar sejak tadi, tetapi sudah jam segini masih belum sampai di rumah juga.
Arif yang sudah merasa tenang lalu melangkah naik ke lantai atas untuk memanggil Bila.dia sengaja membeli ketoprak dalam jumlah yang banyak agar Bila merasa senang.
" Sayang! Turun ya, ketoprak nya ada di meja makan." ajak Arif membelai lembut pipi Bila yang mengembang karena ketiduran menunggu kedatangan nya.
" Iya Mas."jawab Bila mengangguk senang tanpa mempermasalahkan keterlambatan sang suami.
" Bibi! Mama!" seru Bila yang hendak berdiri tetapi di tahan oleh Arif.
" Jangan berdiri sayang, nanti perut nya kejedot meja." tegur Arif saat menyadari istri nya tidak menggeser kan kebelakang kursi yang dia pakai.
" Maaf!" ucap Bila ketika menyadari kesalahannya.
Arif mengangguk lalu mengelus lembut kepala sang istri yang sudah berlinangan air mata mendapatkan kejutan terindah ini.
Bibi Siti langsung memeluk tubuh sang putri yang sudah lama tidak bertemu.
" Apa kabar Nak?" tanya Bi Siti terbata-bata.
" Ba- baik Bi.bukan kah kemarin Bibi janji datang nya 4 hari lagi? Bibi sengaja membohongi Bila?" tebak Bila menengadah kepala menatap wajah Bibi yang semakin berubah padahal mereka baru terpisah selama satu tahun.
Bibi Siti tersenyum menanggapi pertanyaan sang putri yang selalu bisa menebak apa pun yang ada di dalam benak nya,maka nya beberapa hari ini Bibi Siti memilih menolak panggilan masuk yang datang dari nomer Bila karena tidak ingin mengacaukan surprise yang sudah di rancang oleh besan kesayangan nya.
" Ini semua ide Mama sayang,Mama sengaja mempercepat kedatangan Bi Siti agar kita bisa berkumpul terlebih dahulu sebelum di repot kan dengan proses kelahiran baby mungil itu." sahut Mama Yolan yang angkat bicara.
__ADS_1
Bila yang benar-benar merasa bahagia selalu mendapat kan perlakuan manis dari keluarga suami nya kembali menangis haru di pelukan sang Bibi.
" Jadi! Yang kata nya Mama pamit sebentar itu, untuk menjemput Bi Siti?" tanya Pak Rizal yang mulai mengerti kemana menghilang nya sang istri satu harian ini.
" Iya Pa,Mama sengaja menutupi semua nya agar kalian semua kaget melihat Bi Siti sudah berada di tengah-tengah kita semua." jawab Mama Yolan tersenyum puas setelah berhasil memberi kan kejutan dan mewujudkan nya sedemikian rupa.
" Makasih ya Ma." ucap Bila menatap penuh cinta kepada Mama mertua nya.
" Sama-sama sayang." jawab Mama Yolan ikut mendekat dan memeluk Bila dan juga Bi Siti.
Seno yang baru selesai berganti pakaian menatap iri kepada kakak ipar nya yang selalu di limpahi kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua nya.
" Sebaiknya,Kamu makan dulu ketoprak nya Nak,kalau sudah dingin nanti tidak enak lagi." ucap Pak Rizal memperingati ketiga wanita yang masih berpelukan erat.
Mama Yolan dan Bi Siti terpaksa melepaskan tangan mereka setelah mendengar ucapan Pak Rizal.
" Kamu ngidam ketoprak ya sayang?" tanya Mama Yolan dan Bi Siti secara bersamaan.
Bila pun mengangguk lalu mengaduk-aduk kuah ketoprak itu dengan gerakan lambat.
" Ada apa lagi Sayang?" tanya Arif setelah melihat istri nya menguyah ketoprak dengan wajah datar.
" Aku sudah tidak bernafsu lagi memakan ketoprak ini Mas,rasa nya perut ku ini sangat kenyang sekali." jawab Bila menatap wajah sang suami nya.
" Kamu bahkan baru memakan sedikit isi ketoprak itu sayang? Kenapa bisa kenyang?" tanya Arif menahan rasa geram.di dalam hati nya ingin sekali mengumpat kasar tetapi ketika mengingat istri nya sedang hamil besar Arif lalu menarik nafas dalam-dalam agar bisa menenangkan diri nya.
" Tadi Aku habis minum susu Mas." jawab Bila dan tidak segan-segan mencium pipi Arif .
Mama Yolan,Pak Rizal,Bi Siti dan Seno tertawa puas melihat tingkah Bila yang sangat bisa mengaduk-aduk emosi suami nya.
" Jangan marah Mas! Bukan kah Mbak Bila sudah mengganti kan rasa lelah mu itu dengan kecupan hangat di pipi Mas." celetuk Seno di sela tawa riang nya.
" Istri mu sedang hamil Rif." sahut Pak Rizal menimpali.
Sedang kan Mama Yolan dan Bi Siti tersenyum menanggapi sikap aneh Bila yang layak nya wanita hamil pada umumnya.
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1