
Mata kedua nya saling menatap,Arif begitu kagum melihat wajah istri nya yang terlihat begitu cantik dan mampu menenangkan jiwa nya.
Dengan susah payah Bila menelan saliva nya, sungguh berada di situasi seperti ini membuat Bila ingin lari keluar karena belum siap menjalankan tugas nya apalagi belum adanya pengakuan resmi dari suami nya.tubuh Bila sudah menegang hebat namun dia berusaha menguat kan diri nya untuk menerima apa yang akan di lakukan oleh suami nya.
Tanpa menunggu lama lagi Arif langsung menyambar tengkuk Bila, menyatukan bibir nya dengan bibir tipis milik Bila.
Arif memangut benda kenyal dan manis itu dengan sangat lembut dan sudah tentu memakai perasaan.Bila sampai terdiam mendapat kan serangan untuk yang kesekian kali nya.mata Bila sampai terpejam karena terbuai dengan nikmat nya sentuhan yang di berikan oleh Arif.
Tangan Arif tidak tinggal diam,satu tangan sengaja untuk menahan tengkuk Bila supaya ciuman mereka semakin dalam,satu nya lagi sedang meremas benda kenyal yang masih tertutup oleh kaca mata nya, ukuran benda kenyal itu sangat pas di genggaman tangan Arif. Bila di buat menggelinjang hebat ketika merasakan sebuah gejolak berbeda dalam diri nya. bahkan Arif dengan sengaja menarik kecil pelatuk coklat benda kenyal itu yang semakin membuat Bila mengerang keras.
Arif semakin rakus mencium dan menyesap bibir yang mengerang itu dengan semakin buas nya.bahkan kabut gairah di kedua mata Arif sudah berkilat menahan hasrat.Arif yang sudah tidak sanggup lagi menahan sesak di bawah sana langsung menidurkan tubuh Bila dengan sangat lembut,bahkan dia sengaja mengungkung Bila dengan kedua tangan Bila yang di angkat ke atas supaya dia bisa bebas bermain dan berselancar di semua area.
Pagutan mesra bibir Arif tidak pernah terlepas dari bibir manis Bila yang sangat memabukkan bagi nya.
Jantung kedua nya saling bersahutan-sahutan bak gitar yang sedang di petik begitu kuat nya.
Bila terus menikmati indah nya sengatan listrik yang membakar tubuh nya.dengan gelisah nya dia bergerak kesana kemari menahan sensasi nikmat yang belum pernah dia rasakan selama ini.
" Bibir Kamu sangat manis dan juga memabukkan sayang." ucap Arif di tengah ciuman hangat nya yang semakin dalam masuk mengabsen satu persatu isinya.
Tangan Arif langsung mengangkat baju yang menutupi tubuh Bila.mata Bila yang terpejam tadi langsung terbuka lebar ketika Arif ingin kembali membuka celana yang dia pakai.
" Boleh Aku meminta hak Aku malam ini sayang." bisik Arif dengan suara parau nya serta dengan tubuh yang sudah bergetar menahan hasrat.
" Maaf Mas.." jawab Bila terpotong.
Wajah Arif langsung terlihat kesal mendengar Bila meminta maaf, permainan sedang enak -enak nya langsung terhenti karena ucapan istri nya.
" Kenapa lagi sayang? Sampai kapan lagi kamu terus menolak nya? Aku sudah tidak sanggup lagi menahan ini?" ucap Arif sedikit terbawa emosi.dada nya sudah kembang kempis,tangan yang berada di dada Bila dia turun dengan terpaksa lalu di genggam begitu kuat nya menahan hasrat yang sudah terlanjur berkobar-kobar.
" Aku tidak bisa memberi kan hak Mas malam ini,karena Aku sedang kedatangan tamu bulanan." jawab Bila dengan pelan dan takut. Ketika melihat tatapan marah dan tajam dari suami nya.
__ADS_1
" Ck...."
" Kenapa Kamu ngga bilang dari tadi sayang
...Kalau Aku tau Kamu sedang tidak bisa, Aku tidak akan mau bermain sampai sejauh ini.terus gimana dong, kepala Aku rasa nya pusing sekali karena tidak bisa melepaskan hasrat yang tertunda ini." kesal Arif dengan muka yang sudah merah.
Namun dia tidak bisa menyalakan Bila sepenuhnya, kedatangan tamu bulanan sudah menjadi agenda rutin bagi setiap perempuan yang ada di muka bumi ini.
" Maaf Mas." ucap Bila dengan bibir yang bergetar menahan tangis.
" Iya sudah ngga papa,Aku ke kamar mandi dulu." sebelum ke kamar mandi Arif kembali menyesap habis bibir Bila yang sedang menahan tangis.dia bahkan dengan sengaja meremas kembali benda kenyal itu padahal dia sudah tau ular piton nya malam ini tidak akan bisa masuk ke dalam sarang nya.
******* enak keluar sudah dari kedua insan ini.Arif yang sudah tidak tahan lagi menahan sesak di bawah sana langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi tanpa menutup terlebih dahulu pintu nya.
Bila yang juga sedang terbuai dengan permainan suami nya menjadi kaget ketika Arif berlari meninggalkan nya begitu saja.
" Mas Arif kenapa?" gumam Bila dengan rasa bingung nya.
Guyuran air shower terdengar menetes di atas lantai. lalu di ikuti dengan suara ******* milik Arif juga ikut menggema di dalam sana.
Bila yang sedang berdiri mengintip di depan pintu di buat kaget melihat suami nya tidak berhenti menyebut nama nya di bawah guyuran air shower itu.
Tidak lama terdengar lah erangan panjang dari mulut Arif sebagai pertanda bahwa dia telah berhasil menuntaskan sesak di ular piton nya menggunakan tangan sendiri.
" Sabar ya piton, Kamu harus menunggu beberapa hari lagi." ucap Arif sambil membasuh seluruh tubuh nya.
Bila yang tidak ingin ketahuan mengintip langsung berlari pelan naik ke atas ranjang.
" Maaf kan Aku yang belum bisa menunaikan kewajibanku ." gumam Bila merasa bersalah, Bila yang sudah dewasa tentu sudah paham betul apa yang sedang di lakukan oleh suami nya di dalam sana.namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena memang lembah milik nya sedang tidak baik-baik saja.
" Mas..." ujar Bila ketika melihat Arif sudah keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada,rambut nya masih sangat basah oleh air.
__ADS_1
" Kamu belum tidur? " tanya Arif sambil berusaha mengeringkan rambut nya.
Bila menggeleng kan kepala nya lalu ikut berdiri menghampiri suami nya.
" Aku minta maaf Mas.Aku ngga bermaksud menolak Mas." ucap Bila sambil menggigit bibir menahan rasa takut nya.
" Aku ngga papa kok, Aku akan sabar menunggu hari itu datang.bibir nya jangan di gigit seperti itu sayang,Aku jadi tidak tahan melihat nya." ucap Arif sambil mengusap bibir Bila menggunakan tangan nya yang terasa sangat dingin.
" Terimakasih...Sini biar Aku bantuin keringkan rambut Kamu pakai hairdryer saja Mas,nanti Kamu bisa masuk angin malam-malam begini main di bawah kucuran air deras."
" Kamu ngintip Aku tadi ya?" tanya Arif kembali mengecup bibir manis istri nya,dia tidak sengaja melihat bayangan kepala istri nya dari balik dinding yang memakai marmer kaca.
Arif semakin merapatkan tubuh Bila kehadapan nya, meskipun dia sangat tau ular piton nya pasti akan langsung menyembul keluar.
" Ng- ngak kok." jawab Bila terbata-bata.
" Jangan bohong,Aku bisa ngeliat loh dari dalam sana.kalau Kamu lagi mengintip di depan pintu." goda Arif terus mencium wajah merah Bila menahan malu karena ketahuan berbohong dan mengintip suami nya di kamar mandi.
" Maaf..Habis nya Aku penasaran dengar suara air dan juga suara Kamu.ternyata seperti itu ya kalau cowok ngga mendapat kan pelampiasan nya." jujur Bila dengan begitu polos nya.
"Ya makanya kalau suami minta jangan di tolak,sakit nya itu lari ke kepala loh sayang,bahkan ngga akan bisa tidur sampai pagi datang." Arif berusaha menjelaskan kepada istri nya supaya tidak terjadi salah paham.
" Masih berapa lama tamu nya pulang sayang?" tanya Arif lembut,tidak ada lagi amarah dan kesal yang tertinggal dalam hati nya.
" Mmm paling lama 3 hari lagi." jawab Bila masih terus membantu mengeringkan rambut suami nya.
" Baiklah Aku akan bersabar menanti 3 hari itu.. Tetapi nanti Aku minta double ya karena harus bermain solo akibat ulah Kamu ." Ucap Arif sambil mengerlingkan mata nya ke arah Bila yang sudah selesai dengan tugas nya.
Bila mengangguk karena tidak tau lagi harus menjawab apa.
" Ya..Ini sudah mau subuh loh Mas,Kamu bahkan belum tidur sama sekali.lebih baik kita segera tidur kan lumayan masih ada waktu 2 jam lagi." ajak Bila menatap suami nya yang masih betah memeluk dan tersenyum kepada nya.
__ADS_1
" Kenapa Kamu begitu terlihat sangat sempurna Mas, tetapi Aku takut untuk jatuh cinta dan menaruh hati kepada mu, meskipun Kamu berusaha merayu dan membuktikan, tetapi Aku sangat butuh kata cinta dari mulut mu."
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..