Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Perhatian Arif


__ADS_3

" Sayang, Kamu mau makan apa Nak?" tanya Mama Yolan yang sedang sibuk merawat sang menantu kesayangan.


" Bila mau makan buah aja Ma." jawab Bila merasa tidak berselera untuk memakan nasi dan juga bubur yang ada di dalam nampan besi.


Mama Yolan langsung menusuk kan buah-buahan yang ada di dalam mangkok itu menggunakan garpu.


" Aaa..." ucap Mama Yolan memberikan satu potong buah ke dalam mulut Bila.


" Terimakasih Ma." jawab Bila lalu membuka lebar-lebar mulut nya agar bisa menerima potongan buah itu.


Satu mangkok buah dengan berbagai macam warna dan bentuk sudah habis masuk ke dalam mulut Bila.


" Udah Ma, Bila kenyang." ucap Bila sambil menyandarkan kembali tubuh nya di sandaran ranjang.


" Iya sudah." Mama Yolan pun menyimpan mangkok bulat itu di atas nakas.lalu kembali duduk di samping sang menantu.


" Tadi Mama sudah bikin janji dengan Dokter spesialis untuk mengecek kondisi kaki Kamu.sekarang Kamu ganti baju dulu ya sayang, kita harus segera berangkat ke rumah sakit." tutur Mama Yolan menjelaskan.wanita patuh baya ini serasa memiliki anak perempuan saat Arif resmi mempersunting Nabila.


" Iya Ma,tapi...Bila nggak bisa jalan untuk mengambil baju nya." jawab Bila merasa tidak berguna dengan kondisi kaki nya yang masih sulit untuk di bawa jalan.


" Biar Mama yang bantu Kamu.jangan bersedih sebentar lagi kaki mu akan sembuh sayang." jawab Mama Yolan sambil tersenyum mengelus kepala Bila yang masih tertutup hijab.


" Terimakasih Ma." lagi dan lagi Bila hanya mengucapkan kata terimakasih saat mertua nya kembali mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang tidak terhingga kepada dia yang hanya sebagai menantu di rumah ini.


" Jangan berterima kasih terus sayang,Mama ini juga Mama Kamu,jadi sudah selayaknya Mama merawat Kamu saat sakit begini."


" Maafkan Bila yang selalu merepotkan Mama dan belum bisa memberikan apapun untuk Mama."


" Mama tidak pernah mengharapkan apapun itu dari Kamu sayang, tetapi hanya satu pinta Mama, segeralah beri Mama seorang cucu yang mungil." ujar Mama Yolan lalu mencolek dagu Bila yang sedang tertunduk menahan malu.


" Mama!" rengek Bila dengan suara khas nya.


" Untuk apa malu sih sayang, tujuan orang menikah kan memang untuk mendapatkan keturunan.jadi segera lah produksi yang banyak untuk Mama,agar rumah ini tidak sepi lagi seperti tidak berpenghuni." papar Mama Yolan panjang lebar tetapi tangan nya tetap sibuk membantu Bila berganti pakaian.


Dengan di antar oleh Sopir pribadi Mama Yolan,kedua wanita beda usia ini sampai di sebuah rumah sakit yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.

__ADS_1


" Bagaimana kondisi kaki anak Saya Dok?" tanya Mama Yolan dengan raut wajah serius.


" Kaki Nona Bila tidak memiliki luka yang serius,ini hanya memar karena terbentur benda keras.2 hari lagi kaki nya sudah bisa di gunakan untuk berjalan."


" Obat-obatan nya sudah saya resep kan,jangan di paksa dulu untuk berjalan terlalu jauh.pelan- pelan saja." ujar sang Dokter menjelas kan.


" Iya Dok,kami mengerti... Terimakasih kasih banyak untuk waktu nya." Mama Yolan langsung mendorong keluar kursi roda milik Bila dan membawanya menuju mobil mereka.


Drt...Drt...Drt ..


" Ya Assalamualaikum Mas." jawab Bila setelah melihat siapa yang menelpon nya.


" Wa alaikum salam sayang. bagaimana kondisi kaki Kamu? Apa kata dokter nya?" tanya Arif yang berusaha menyempatkan waktu untuk menanyakan kabar sang istri di tengah kesibukan yang melanda nya.


Reno sampai terkejut mendengar Arif yang masih sempat -sempat nya menghubungi sang istri padahal 5 menit lagi meeting akan segera di laksanakan.selama ini Arif tidak pernah bersikap demikian kepada Naima,jika sudah bekerja maka Tuan muda nya akan melupakan semua yang bersangkutan dengan hidup nya.


" Tuan muda mulai bucin dengan Nona Kiki." batin Reno menahan tawa yang ingin pecah terlebih lagi saat mendengar Arif memanggil Bila menggunakan kata sayang.


"Hoek..Rasa nya Aku ingin muntah saja melihat Tuan muda lagi puber kedua." imbuh nya masih dalam hati.


" Da da.. Sayang..Kamu istirahat di kamar saja." pungkas nya sebelum menutup sambungan telepon.


" Ya ampun Tuan muda..Sudah ramai begini masih saja dada sayang.nggak mikir apa kalau Aku iri mendengar nya." gumam Reno lebih memilih menatap berkas yang ada di depan meja nya.


Sedang kan di dalam rumah keluarga Ahmad,Bila di bantu oleh Bibi dan juga Mama Yolan berusaha naik ke kamar nya.Mama Yolan sengaja tidak meminta bantuan kepada pengawal atau pun pria lain yang ada di rumah mereka.


" Akhir nya sampai juga." keluh Bila sambil mengelap keringat yang menetes membasahi seluruh wajah nya.butuh perjuangan yang berat bagi Bila untuk bisa naik lagi menuju kamarnya melewati banyak anak tangga,tidak seperti saat pergi tadi yang masih bisa di bantu oleh Papa mertua nya yang kebetulan masih berada di rumah.


"Terimakasih ya Ma, Bi Mar,sudah bantu Bila naik ." ucap Bila kepada kedua wanita yang sedang berdiri di depan nya.


" Sama-sama Nona Bila." jawab Bi Marni lalu membantu Bila naik lagi ke atas ranjang nya.


" Kamu mau nonton televisi sayang?" tanya Mama Yolan yang tidak ingin Bila merasa bosan dan juga kesepian.


" Boleh Ma." jawab Bila .

__ADS_1


Mama Yolan pun menyalakan televisi nya lalu memberikan remote yang berwarna hitam kepada Bila.


" Kamu pilih saja yang Kamu suka,Mama mau ke kamar sebentar ya,nanti Mama balik lagi.mau mandi dulu." tutur Mama Yolan menjelaskan agar sang menantu tidak kebingungan mencari nya.


" Iya Ma." Bila mulai memilih-milih acara yang paling dia sukai.dengan di temani Bi Marni Bila tampak asyik menonton acara lomba memasak yang ada di sebuah stasiun televisi.


" Ya ampun itu enak sekali." ucap Bila sambil membayangkan mulut nya bisa mengunyah makanan seenak itu.


" Non Bila lucu sekali." seru Bi Marni yang selalu tertawa melihat tingkah polos dari Bila yang apa ada nya,menjadi seorang istri Ahmad Arif membuat rekening Bila membengkak dan sangat memungkinkan untuk dia bisa membeli makanan apapun yang dia mau.tapi nyata nya Bila masih saja seperti orang yang biasa dan bahkan tidak malu mengucapkan rasa suka nya .


" Emang nya kenapa Bi?" tanya Bila tidak mengerti maksud ucapan Bi Marni.


" Nona bisa membeli nya jika Nona mau,Bibi yakin Tuan muda tidak akan menolak apapun yang Nona minta, termasuk juga Nyonya besar yang begitu sangat menyayangi Non Bila."


" Non Bila sangat beruntung sekali bisa di terima di keluarga ini, istri pertama Tuan muda saja tidak pernah di beri izin untuk bisa masuk apalagi tinggal di rumah besar ini." entah kenapa mulut Bi Marni kelepasan mengatakan itu,rasa kagum nya kepada Bila membuat Bi Marni seperti terkena hipnotis saja.


" Apa sampai separah itu Bi? Tapi kenapa?" tanya Bila.


" Bibi tidak tahu alasan yang jelas Non,pokok nya kehadiran istri pertama Tuan muda tidak di harapkan di rumah ini." jawab Bi Marni singkat.


" Terus Mas Arif marah ngga melihat istri nya di perlakukan seperti itu?"


" Tuan muda marah tetapi tidak pernah mau melawan secara langsung, selama menikah dengan istri pertama nya,Tuan muda tidak pernah lagi mengunjungi rumah besar ini.bahkan sampai membuat Nyonya besar sakit sampai berbulan-bulan karena merindukan putra semata wayangnya.maka nya Tuan muda dan Nyonya besar sering berselisih paham dan suka saling meledek.berkat bantuan Nona Bila akhirnya Tuan muda kembali lagi seperti Tuan muda yang belum mengenal istri pertama nya."


" Bibi lihat Nyonya besar malah lebih sayang dan perhatian kepada Nona dari pada Tuan muda." sambung Bi Marni yang bisa melihat dan merasakan sendiri perbedaan sikap dari Nyonya besar nya.


" Akh yang benar Bi? Bila rasa kasih sayang Mama sama aja di antara kami.ngga ada yang berlebihan."


" Bibi sudah lama bekerja disini,dan Bibi sudah hapal betul bagaimana sikap dan cara Nyonya memperlakukan Nona Bila,berkat bantuan Nona Bila rumah ini kembali terasa hidup bahkan sangat ramai dari biasa nya.Nona Bila wanita yang paling beruntung bisa mendapatkan Tuan muda dan juga Ibu mertua seperti Nyonya besar."


" Bibi lihat hubungan Nona sama Tuan muda juga sudah semakin membaik bahkan sudah seperti pasangan suami istri pada umumnya.aslinya Tuan muda itu baik,penyayang, humoris dan satu lagi sangat usil." imbuh Bi Marni membuka semua rahasia yang dia ketahui kepada Bila yang baru masuk ke dalam keluarga Ahmad.


Sudah banyak cerita yang Bi Marni bagi kan kepada Bila sampai-sampai membuat Bila tertidur karena kelelahan mendengar nya.


" Ya ampun Non Bila." Bi Marni menggeleng kan kepala nya lalu membenarkan posisi tidur Bila sebelum keluar dari kamar ini.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰


__ADS_2