
"Mas! Kamu di sini?" tanya Bila yang sudah lelah mencari keberadaan suami nya. yang ternyata sedang berdiri di balkon kamar mereka.
" Jangan bilang kalau Kamu sudah rindu sama Aku, padahal baru saja berpisah 30 menit." seloroh Arif yang mampu mengundang gelak tawa manis dari sang istri.
" Kepedean! Sana mandi dulu Mas,nanti lagi mengkhayal nya." balas Bila tidak terima.
" Cium dulu sayang,Aku lemes banget gara-gara ngga jadi malam pertama malam tadi." Arif langsung memajukan bibirnya ke wajah Bila yang sedang menatap tajam kepada nya.
" Muachhh." bunyi dari kecupan bibir itu sangat jelas terdengar.
" Aku mandi dulu ya." Arif mengusap lembut kepala Bila yang sudah menggunakan hijab instan nya.
Jika berada di dalam rumah,Bila lebih senang menggunakan hijab instan ketimbang jilbab yang harus membutuhkan peniti dan lain sebagainya.
Tubuh Bila yang tinggi bak seorang model selalu cocok menggunakan pakaian apapun.
Ibu Yolan sangat pandai mempersiapkan semua kebutuhan menantu nya.
Sambil menunggu suami nya yang tengah mandi.Bila langsung menyiapkan pakaian kantor lengkap dengan segala atributnya.
" Kemana dia?" Arif celingukan mencari keberadaan istri nya setelah keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati wajah Bila di hadapan nya.
Sampai Arif selesai memakai kan baju beserta dasi nya, baru lah Bila terlihat masuk kedalam kamar.
" Kamu dari mana aja sayang? Suami lagi kesusahan memasang baju sama dasi, Kamu malah hilang ngga muncul-muncul lagi."ujar Arif cemberut.
Bila langsung menatap heran suami nya yang sedang duduk di ujung ranjang dengan sepatu dan kaos kaki yang berada di depan nya.
" Terus? Selama ini siapa yang sudah membantu Kamu memakai baju? Kenapa hari ini Kamu mendadak lupa cara memasang nya?" wajah Bila menunjukkan sebuah kebingungan dalam hati nya.
" Ya Aku sendiri dong sayang! Memang nya wanita mana lagi yang mau memakai kan Aku baju serta dasi."goda Arif sambil memainkan alis nya.
Entah kemana pergi nya sikap judes serta kata-kata pedas yang selama ini menjadi ciri khas nya.sejak malam tadi sikap Arif memang sudah berubah total kepada Bila.bahkan dia selalu memanggil Bila dengan sebutan sayang.
__ADS_1
" Sini! Biar Aku bantu Mas memakai kaos kaki." ucap Bila yang sudah bersiap berjongkok di
depan suami nya.
" Tidak perlu sayang,kalau yang ini biar aku sendiri yang memakai nya." tolak Arif dengan mengangkat bahu Bila untuk berdiri.dia tidak tega melihat istri nya sampai harus bersimpuh demi membantu sang suami.
" Nggak papa Mas, mumpung Aku lagi mau,nanti kalau Aku udah ngga mau lagi bisa bahaya loh." seloroh Bila dengan tangan yang sudah bekerja memakai kaos kaki di kaki kiri suami nya.
" Aku tidak pernah mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari Naima,jangan kan memakai kan kaos kaki beserta sepatu, untuk menyiapkan sarapan Aku saja dia tidak pernah mau.Aku benar-benar lelaki paling beruntung di muka bumi ini." gumam Arif.sebuah kecupan hangat kembali terasa di kening Bila.
Bila masih mengira bahwa semua perlakuan lembut dan romantis yang di berikan oleh Arif kepada nya hanyalah sebuah tipu daya Arif agar bisa dengan cepat melupakan mantan istri nya yang telah menyakiti hati nya.bukan karena dia mulai menyayangi nya.
" Kuat kan hati ku ya tuhan..Semoga saja Aku tetap waras dalam menghadapi cobaan ini." batin Bila berusaha membuat hati nya tetap pada pendiriannya.
Bila tetap melayani suami nya selayaknya istri pada umumnya.mengambilkan Arif nasi hingga mengantarkan Arif sampai ke depan pintu.tidak pernah sekalipun Bila lalai dalam tugas nya sebagai seorang istri.
Sebenarnya sikap lembut Arif akhir -akhir ini sudah mampu menggetarkan rasa di hati Bila,namun Bila masih saja bersikukuh ingin mendengar ungkapan cinta dari suami nya.seperti romantis nya drama Korea yang sering dia tonton selama ini.
Setelah suami nya pergi ke kantor,Bila kembali masuk ke dalam kamar nya mengambil ponsel yang tertinggal di atas ranjang nya.
" Bibi...Bila kangen Bibi." ucap Bila begitu bersemangat.
" Jangan teriak-teriak Nak,malu sama mertua Kamu." tegur Bi Siti ketika melihat kebiasaan sang putri tidak pernah berubah.
" Uppps.. Maaf Bi! Habis nya Bila terlalu bergembira bisa melihat wajah Bibi." jawab Bila membela diri.
Bibi langsung tertawa mendengar ucapan sang putri yang menurut nya tidak masuk akal,setiap hari mereka selalu rutin melakukan panggilan video seperti ini,tetapi Ternyata Bila masih saja mengatakan kata kangen dan sangat bahagia melihat wajah Bibi nya.
" Kamu seperti tidak pernah bertemu Bibi saja Nak, padahal setiap hari kita bertatap muka seperti ini."
" Bila belum puas Bi jika hanya melalui sambungan video seperti ini,Bila mau nya bertemu langsung agar bisa memeluk erat tubuh Bibi yang sangat subur itu."ledek Bila dengan tawa khas nya.
Bibi Siti langsung mengulum senyum mendengar candaan yang keluar dari mulut sang putri.
__ADS_1
Tawa bahagia selalu keluar dari mulut Bila ketika bertukar cerita dengan sang Bibi, meskipun tiap hari bertatap muka, tetapi cerita lucu dan menarik dari Bila tidak pernah ada habis nya.
" Bi! Bila sebenar nya ingin sekali kembali bekerja, tetapi Mas Arif tidak mengizinkan nya." ujar Bila yang ingin meminta pendapat pada sang Bibi.
" Memang nya apa alasan yang di berikan oleh suami mu Nak?"
" Kata Mas Arif..Aku hanya boleh di rumah saja dan tidak perlu bekerja keras lagi.uang bulanan yang ada di ATM ku tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan." dengan polos nya Bila menirukan kembali ucapan suami nya.
" Suami Kamu benar Nak, Kamu harus patuh dengan apa yang dia ucapkan, mungkin dia ingin ketika pulang bekerja ada istri yang menyambut kepulangan nya.Kamu tidak boleh berburuk sangka dulu kepada suami mu.semua larangan yang dia berikan pasti ada alasan jelas di balik itu semua." Bibi Siti terdengar menasehati putri nya.
" Baik Bi." jawab Bila patuh.
" Jaga keluarga mu dan kehormatan mu sebagai istri.jangan pernah lalai dalam menjalankan tugas dan kewajiban mu sebagai istri.ladang pahala mu ada pada suami mu sendiri." pesan terakhir yang di ucapkan oleh BI Siti sebelum menutup sambungan video nya.
Bila berdiri di depan kaca besar sambil menghela nafas dalam nya.
" Ternyata jadi orang kaya itu sangat membosankan sekali,ini ngga boleh,itu juga ngga boleh.terus apa yang bisa Aku lakukan supaya otakku ini tetap bisa berfungsi." keluh Bila berbicara sendiri dengan bayangan diri nya yang ada di depan kaca.
Sebelum berangkat ke kantor nya.Arif meminta sang sopir untuk berhenti sejenak di depan kediaman lama nya.rumah yang menjadi saksi bisu kehidupan rumah tangga nya bersama mantan istri.
" Apa dia itu sudah pergi dari sini?" tanya Arif dengan hanya membuka sedikit kaca mobil nya,tanpa mau turun ke luar.
"Belum Tuan muda,bahkan sejak dini hari tadi Nona Naima belum pulang juga." jawab Adnan yang merupakan tangan kanan nya di rumah ini.
" Pergi kemana dia?" selidik Arif sambil memicingkan mata nya.
" Saya kurang tau Tuan muda,Nona Naima pergi menggunakan pakaian ketat dan sangat seksi sekali.Nona Naima pergi menggunakan mobil nya sendiri." jawab Adnan lengkap.
" Bereskan semua pakaian nya yang ada di kamar atas,lalu lempar keluar pagar.jangan pernah biarkan dia masuk ke dalam sini lagi." titah Arif begitu kejam nya.
" Baik Tuan muda." jawab Adnan patuh.
Setelah mengecek kondisi rumah nya,Arif langsung meminta sang sopir untuk menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan pekarangan rumah masa lalu nya dengan penuh emosi.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..🥰😍🥰😍