
Tanpa mengisi perut nya terlebih dahulu,Arif langsung berangkat ke kantor dengan di antar oleh Pak Man,sambil menikmati perjalanan yang cukup panjang dan menguras waktu nya.Arif memilih membaca email yang telah di kirimkan oleh Reno.pria ini terlalu perhitungan jika sudah menyangkut masalah pekerjaan.
Sesampai nya di dalam perusahaan nya,Arif langsung di sambut oleh petugas keamanan yang dia tugaskan untuk menahan Naura.
" Selamat pagi Tuan muda." sapa nya dengan hormat.
" Iya." jawab Arif singkat dan berjalan melewati mereka semua.
Salah satu di antara penjaga itu bergegas mengejar Arif untuk meminta pendapat nya tentang tahanan mereka yang berada di ruangan gelap itu.
" Maaf Tuan muda." ucap nya berharap Arif mau menghentikan langkah kaki nya.
" Ada apa?" tanya Arif sambil melirik jam tangan nya.
" Tahanan kita masih berada di ruangan bawah Tuan,apa yang harus kami lakukan?" tanya nya menunggu perintah berikut nya.
" Nanti saja, sekarang Aku ada meeting penting.nanti biar Aku yang mengurus nya." jawab Arif lalu kembali melanjutkan perjalanan nya.
" Baik Tuan muda." pria ini langsung berbalik badan karena dia tidak perlu khawatir lagi memikirkan wanita yang ada di bawah sana.
Arif bergegas menuju ruangan meeting yang di dalam nya sudah ada Reno yang duduk menunggu kedatangan nya.
" Selamat siang Tuan muda." sapa Reno lalu berdiri di dari kursi nya.
" Hm.." jawab Arif lalu duduk di kursi yang sudah di siap kan untuk nya.
Di depan mereka berdua sudah ada kolega bisnis Arif yang juga baru saja datang.
" Selamat siang Tuan Ibrahim." sapa Arif lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.
" Selamat siang juga Tuan Arif.apa kabar?" jawab nya lalu membalas uluran tangan Arif.
" Silahkan duduk Tuan Ibrahim semoga saja kerja sama yang kita lakukan ini sama-sama memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak." tutur Arif tegas.pria ini akan selalu bersikap tegas jika sudah bertemu dengan rekan bisnis nya.wajah tegas milik Arif mampu membuat lawan bisnis nya mundur secara perlahan.
__ADS_1
" Terimakasih Tuan Arif, Saya juga berharap begitu." jawab Tuan Ibrahim dan mulai fokus mengikuti meeting yang akan segera di langsung kan.
Meeting ini di jadwal kan akan berlangsung sampai 1 jam ke depan.selama itu pula Arif sama sekali tidak mau menerima telepon dan memilih menonaktifkan ponsel Android nya.
Mama Yolan yang tahu jika menantu nya sedang kelelahan dan semalaman kurang tidur. memilih membiarkan saja Bila tidur sampai puas.dia tidak ingin menantu nya jatuh sakit gara-gara kurang beristirahat.di dalam rumah ini belum ada yang mengetahui apa yang sudah terjadi kepada Arif.mungkin saja saat ini Pak Rizal sudah mengetahui nya setelah mendapatkan bocoran informasi dari anak buah nya.
Sementara itu,Bila baru bangun dari tidur nya saat jam sudah menunjukkan pukul 10.30 siang.wanita ini langsung duduk dan merentangkan kedua tangan nya.Bila langsung merasa sangat tertampar saat mata nya tidak sengaja menatap ke arah dinding.
" Yah telat lagi,kenapa Mas Arif nggak bangunin Aku ya? " gumam nya dalam hati.
" Badan Aku rasa nya sangat capek sekali! Bawaan nya lemas banget." imbuh Bila kembali membaringkan tubuhnya sambil memijit kepalanya yang terasa berdenyut tiada henti.
Arif yang sudah menyelesaikan acara meeting nya menyempatkan untuk menghubungi istri nya hanya untuk sekedar memastikan keadaan istrinya sekaligus mengingatkan supaya tidak lupa sarapan.
" Halo sayang." sapa Arif meskipun tidak melihat wajah istri nya karena kamera ponsel Bila sedang terbalik.
" Wa alaikum salam Mas." jawab Bila sambil menguap menahan kantuk nya.
" Kamu masih tidur juga?" tanya Arif sambil menahan tawa nya.
" Dasar tukang tidur! Jam segini masih tidur juga?" cibir Arif di iringi suara tawa kecil nya saat melihat mata Bila yang benar-benar lengket dan tidak bisa di buka lagi.
" Sembarangan aja ngatain Aku tukang tidur! Ini semua gara-gara Mas,yang selalu saja gangguin Aku " jawab Bila membuka sebentar mata nya lalu kembali memejamkan lagi kedua mata lengket itu.
Hahahaha..... Akhirnya tawa Arif semakin pecah melihat kekonyolan istri nya pagi ini,kali ini Bila tidak berselera untuk marah atau pun kesal,yang ada di benak nya saat ini adalah tidur dan tidur.
" Maaf sayang,abis nya Kamu itu sangat memabukkan.sekarang bangun ya...Terus jangan lupa sarapan." ujar Arif lembut.
Bila yang masih asyik dengan acara tidur nya sama sekali tidak tertarik lagi dengan kata mandi atau pun sarapan.
" Nanti saja makan nya,Aku capek banget loh Mas, tubuh Aku juga masih sakit-sakit semua.ini karena ulah Kamu yang nggak pernah mengenal kata puas." jawab Bila.
" Tapi ini sudah siang loh sayang,nanti perut Kamu perih.sebaik nya Kamu makan dulu nanti Kamu bisa tidur lagi setelah selesai makan." tutur Arif lagi.di samping dia ada Reno yang geli-geli sedap mendengar isi percakapan di antara Tuan muda dan juga Nona muda nya.bisa Reno tangkap maksud dari ucapan mereka berdua.bahwa tadi malam benar-benar sudah terjadi malam yang sangat panjang.
__ADS_1
" Bangun ya!" imbuh nya masih bersabar mengingat kan istri nya.
" Iya sebentar lagi Mas." jawab Bila masih belum mau meninggalkan posisi enak nya.
" No sayang! Sekarang! Aku telepon Mama ya buat bangunin Kamu." ancam Arif supaya Bila mau mendengar kan apa yang dia perintah kan.
" Jangan Mas! Aku belum pakai baju.malu!" tolak Bila langsung mendudukkan tubuh nya dengan selimut yang menutupi tubuh nya.
Tanpa Bila ketahui ada Reno yang sedang menguping dengan telinga merah nya.Arif yang sadar ada Reno di samping nya langsung menggeser ponsel nya agar Reno tidak bisa melihat tubuh seksi istri nya.
" Pintu kamar nya Aku kunci sayang,Mama nggak akan bisa masuk.sekarang Kamu bangun dan langsung mandi ya." titah Arif sebelum dia melanjutkan pekerjaan nya.
" Iya Mas." jawab Bila pasrah karena tidak ingin di datangi oleh Mama mertua nya.
" Ya sudah, Aku tutup ya.dada sayang." ucap Arif sambil melambaikan tangan nya ke arah Bila.
" Iya Mas. assalamualaikum." ujar Bila lagi lalu menutup sambungan telepon nya.
" Wa alaikum salam." jawab Arif tersenyum manis.
Sedang kan di tempat yang berbeda,saat ini Pak Rizal tengah menerima informasi tentang kejadian yang sudah di alami oleh putra nya.Pak Rizal begitu marah sekali ketika mendengar ada orang lain yang berniat mengusik rumah tangga putra nya.
" Dasar ******." umpat nya kesal.
Dia sudah tahu siapa pemilik wajah yang di tunjukkan oleh anak buah nya.sejak awal Pak Rizal sudah merasa tidak yakin dengan sekretaris putra nya, tetapi Arif dan Reno selalu bersikeras ingin tetap mempertahankan Naura dengan alasan dia sangat berpengalaman.
"Berpengalaman ini yang kalian maksud?" gumam nya merasa sangat kecewa.
" Pantesan saja, mereka sampai telat bangun pagi tadi,jadi gara-gara ini." imbuh nya saat mengingat kalau Arif dan Bila tidak ikut sarapan bersama dengan mereka tadi pagi.
" Cari tahu secara lengkap informasi tentang wanita itu, secepat nya kabari Saya langsung." perintah nya kepada anak buah nya.
" Siap Tuan,akan segera Saya laksanakan." jawab nya lalu pamit undur diri.
__ADS_1
." Tidak akan pernah Aku biarkan,wanita itu masuk ke dalam kehidupan putra dan juga menantu ku! Awas Kamu." batin nya dalam hati dengan dada yang bergemuruh hebat.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰😍