Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Pengantar tidur


__ADS_3

Setelah selesai menikmati makan malam,Mama Yolan,Pak Rizal,Arif , Bila dan juga Seno menyempatkan diri untuk mengobrol sebentar.ada banyak hal yang mereka bahas di pembicaraan malam ini.termasuk permintaan Bila yang ingin melahirkan di dampingi oleh sang Bibi yang sudah merawat dia dari kecil.


Tidak hanya itu saja,rumah sakit tempat proses persalinan berlangsung pun ikut mereka bahas dan di akhiri dengan pembahasan tentang tingkah nyeleneh Seno yang suka menatap diam-diam kepada kakak ipar nya.ada banyak sekali kebiasaan buruk kakak beradik ini yang mereka bocor kan kepada Bila.Seno yang tidak suka menjadi topik utama hanya bisa mendengus kesal membuang pandangan nya ke arah lain.


Bila nampak begitu menikmati obrolan yang terjadi malam ini.dia tidak pernah menyangka bisa bertemu dan di terima dengan tangan terbuka oleh seluruh anggota keluarga suami nya.mereka bahkan tidak pernah mempermasalahkan status dan asal usul nya yang hanya merupakan anak yatim-piatu.


Setelah merasa cukup mengobrol nya.Arif kemudian mengajak Bila untuk beristirahat di dalam kamar.


" Kami istirahat duluan ya Ma , Pa." pamit Arif lalu membantu menegakkan tubuh istri nya.Seno yang ikut melihat Bila kesusahan berdiri berinisiatif hendak menolong namun karena mendapat kan tatapan mata tajam dari sang Kakak membuat aksi Seno berhenti begitu saja.


" Dasar posesif." umpat Seno dalam hati nya.


" Memang sebaiknya seperti itu! Kasihan Bila yang sudah pegal karena terlalu lama duduk." sahut Mama Yolan penuh pengertian.


"Susu hamil nya jangan lupa di minum ya sayang." imbuh Mama Yolan kembali memberikan perhatian lebih.


Arif langsung menepuk jidat nya ketika mendengar alarm dari mulut sang Mama.


" Tunggu di sini sebentar ya sayang,Aku bikin kan dulu susu nya." ucap Arif lalu mengecup kening Bila dan berlari menuju arah dapur.


Mama Yolan dan Pak Rizal tersenyum manis melihat kemesraan mereka berdua,beda hal nya dengan Seno yang masih tidak terima selalu di pelototi oleh sang Kakak.padahal selama ini dia selalu ikut andil memenuhi permintaan Bila yang selalu aneh.Bila menatap bergantian kepada anggota keluarga yang duduk di sofa.


" Kenapa harus cium kening di sini sih Mas? Malu kan !" gerutu Bila dalam hati nya.


Arif yang sudah kembali dari dapur dengan membawakan segelas susu berwarna coklat yang masih hangat lalu menghampiri Bila yang berdiri menatap ke arah nya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Arif ketika melihat Bila melamun.


" Tidak apa-apa Mas." jawab Bila asal,dia tidak mungkin melakukan protes di depan kedua mertua dan juga adik ipar nya.Bila sangat menjaga betul marwah suami nya.


" Ayo sayang!" ajak Arif lalu menarik tangan Bila dan menggenggam nya dengan sangat erat.


" Bila naik dulu ya Ma,Pa,Seno!" ucap Bila yang di balas anggukan serta senyum manis dari mereka bertiga.

__ADS_1


Sesampai nya di dalam kamar mereka,Bila langsung meneguk habis isi gelas yang di bawa oleh suami nya.lalu meletakkan kembali gelas itu di meja nakas dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi karena sejak berada di tangga tadi kandung kemih nya terasa penuh.


Setelah menuntaskan hajat nya Bila lalu mencuci sekilas muka bulat nya.


Bila merasa sangat terkejut karena saat membuka pintu kamar mandi,Arif sudah berdiri di hadapan nya dengan senyuman manis dan hanya menggunakan celana boxer saja tanpa memakai baju.entah kemana baju kaos polos yang sempat di pakai oleh suami nya tadi.


" Mas! Kamu membuat Aku kaget saja!" pekik Bila sambil memegang dada nya.


Arif lantas tertawa dan membawa dengan perlahan lalu membaringkan tubuh Bila di atas ranjang empuk nya.


" Aku kangen sama Kamu sayang! Sudah lama kita tidak melakukan nya." bisik Arif begitu manja nya.kedua pipi Bila menjadi bersemu merah.dia sangat mengerti betul jika suami nya itu sedang bergairah dan menginginkan dirinya malam ini.selama ini bukan Bila yang selalu menolak atau pun membatasi jam bermain mereka, tetapi itu semua datang dari Arif langsung yang tidak tega menyakiti calon buah hati mereka.


" Tapi pelan-pelan ya Mas." pinta Bila lembut.


" Pasti sayang." jawab Arif bersorak gembira dalam hati nya karena mendapat kan lampu hijau dari sang istri.


Perlahan Arif mulai memeluk lalu menunduk mengecup bibir ranum milik sang istri.kecupan singkat itu perlahan berubah menjadi kecupan penuh damba.sembari bertukar saliva dengan istri tercinta,satu tangan Arif sengaja menopang bobot tubuh nya agar tidak terlalu menekan bagian perut Bila yang sudah sangat besar dan satu tangan nya lagi dia gunakan untuk melepas perlahan baju tidur yang masih menempel di tubuh seksi milik istri nya.


" Aku sangat mencintaimu sayang." bisik Arif di telinga Bila,pria ini lalu sengaja mengecup telinga Bila dan berhasil membuat ibu hamil ini menggeliat karena menahan geli.


Tak ingin kalah dari sang istri.Arif juga sudah berhasil melepaskan kain penutup bukit kembar milik istri nya. gundukan kenyal yang semakin membesar itu membuat bola mata Arif berbinar.


Dia perlahan mulai menyentuh,memainkan dan berakhir dengan sebuah sesapan nikmat yang berhasil membuat kedua nya mengerang panjang.


Setelah puas bermain dengan dua gunung kembar milik istri nya.Arif kembali menyesap bibir yang buka tutup karena menahan gelanyar aneh yang begitu memabukkan jiwa nya.


Arif yang merasakan jika ular piton nya semakin mengeras dan tidak terkendali kan lagi bergegas mengatur posisi nyaman dan aman.


" Aku masuk ya sayang."ucap Arif dengan raut wajah penuh damba.


" Ingat ya Mas, pelan-pelan saja." pinta Bila ketika ular piton suami nya mulai mendekati sarang basah.


" Siap sayang,Papa izin masuk sebentar ya nak." ucap Arif sebelum memulai penyatuan ular piton nya dengan sarang yang begitu dia rindukan setiap hari.

__ADS_1


Setelah beberapa detik kemudian akhirnya ular piton Arif berhasil masuk dengan sempurna.dan dia pun mulai bergerak dengan sangat pelan sekali agar Bila dan juga anak mereka merasa nyaman dan tidak tersakiti oleh goyangan maut yang dia mainkan di atas sana.


Semakin lama gerakan yang Arif berikan semakin terasa panas dan sangat memabukkan sekali.Bila merasa kan kenikmatan di sekujur tubuh nya dan itu berhasil membuat wanita hamil ini menggila dengan gaya permainan baru yang di mainkan oleh suami nya.


Berulang kali Bila meracau hebat memanggil nama suami nya dan berulang kali pula ibu hamil ini mengerang nikmat sambil menutup kedua mata.


" Ngg Mas!" teriak Bila ketika sudah sampai pada puncak nya.


Arif yang merasakan jika ular piton nya akan mengeluarkan bisa panas nya lalu menarik keluar kepala ular piton itu dari sarang yang sudah sangat basah lalu menyemburkan cairan putih itu di atas perut besar Bila.


" Ughhh..." Arif mengeluarkan suara erangan panjang nya ketika puncak kenikmatan sudah berhasil di dapatkan.


" Kenapa di tumpahkan di atas ini sih Mas?" tanya Bila kebingungan.


" Maaf! Aku lupa sayang." jawab Arif sambil nyengir karena selama ini dia sudah terbiasa melakukan seperti itu mengingat kemarin itu usia kandungan istri nya masih muda dan rentan terjadi nya kontraksi.


" Ya sudah nggak papa, tapi ingat lain kali buang di dalam saja." ujar Bila mengingat kan karena sangat malas harus membersihkan cairan kental yang menempel begitu banyak di permukaan perut nya.


Kedua calon orang tua baru ini begitu menjaga ketat anak yang berada di dalam rahim Bila.segala sesuatu tentang larangan yang berakibat fatal terhadap kandungan Bila sudah mereka baca dengan begitu teliti dan merekam jelas di semua memori otak mereka berdua.


" Terimakasih untuk malam ini sayang."ucap Arif ketika memindahkan tubuh nya ke samping Bila.


" Sama-sama Mas." jawab Bila lalu mengusap perut nya dan berdiri secara perlahan untuk membersihkan tubuh nya yang kembali terasa lengket.


Melihat pintu yang kebetulan tidak di tutup dan tidak juga terkunci.Arif langsung menerobos masuk menghampiri Bila yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower yang bersuhu hangat.


" Mandi bareng ya sayang." bisik Arif dari arah belakang.


Bila yang sedang fokus menggosok seluruh badan nya mengangguk sebagai tanda setuju.


Mereka berdua lalu mandi bersama tanpa di tambah lagi dengan ronde berikutnya.


Arif yang mengerti jika istri nya tidak boleh terlalu kelelahan memilih memendam hasrat nya yang kembali naik karena tidak ingin menyakiti orang yang paling dia cintai.

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2