
" Aww..Sakit Mas!" teriak Bila ketika merasakan ada benda tumpul yang menerobos ke bagian intim nya.padahal Arif baru memasukkan ujung nya saja, tetapi Bila sudah menjerit dan mengeras.
Arif menghentikan aksi nya dan kembali memainkan benda kenyal yang sudah menjadi candu hebat bagi nya.sedang kan di bawah sana si ular piton sengaja menggesek kan kepala nya ke bagian bawah Bila agar sarang nya terbiasa melihat ukuran milik Arif yang begitu waww sekali.
" Kita mulai lagi ya sayang." bisik Arif lembut sambil menggigit daun telinga Bila.
Sedang kan Bila memilih memejamkan mata nya menunggu serangan berikutnya.
" Sesak!" itu lah yang di rasakan Bila di bagian intim nya.
Bila hanya bisa menggigit bibir nya kuat saat hentakan demi hentakan di lakukan oleh Arif begitu lembut.
" Sebentar lagi rasa sakit mu akan berganti menjadi nikmat dan mantap sayang." goda Arif sambil menyeka air mata Bila yang sempat keluar.
Bila yang masih malu-malu kucing,hanya bisa mengangguk sembari menggigit kembali bibir bawah nya.
Arif bermain begitu apik nya,baru kali ini dia merasakan enak nya berbagi peluh dengan pasangan nya apalagi milik Bila terasa begitu sempit dan sangat menjepit ular piton nya.
Maklum saja , bersama mantan istri nya Arif mendapat kan bekas orang lain.
Tanpa sengaja Bila mencakar kuat punggung suami nya ketika merasakan kedutan di bawah sana di sertai dengan cairan hangat yang mengalir keluar.
" Terimakasih sudah menjadi kan Aku orang yang pernah untuk Kamu sayang." bisik Arif dengan menatap dalam wajah Bila yang sudah basah oleh keringat.
" I love you sayang." imbuh nya lagi dan langsung membungkam mulut Bila menggunakan bibir yang mengucapkan kata romantis.
Belum sempat Bila membalas ungkapan romantis itu,Arif kembali mengajak dia berbagi peluh untuk yang kedua kali nya siang ini.
Bila menggelinjang hebat saat merasakan tubuh nya di buat mabuk kepayang oleh permainan suami perkasa nya.siang pertama ini terus berlanjut hingga babak ke 3, kamar mewah hotel kicauan burung milik Arif menjadi saksi penyatuan cinta mereka berdua.tak ada lagi drama menangis seperti babak pertama,kali ini suara erangan Bila terdengar keras sambil meracau memanggil nama suami nya begitu pun dengan Arif yang terus meracau hebat dan tidak berhenti memanggil nama Bila.
__ADS_1
Kedua insan ini terkulai lemas setelah mencapai kata puas.Bila langsung memejamkan mata sambil memeluk pinggang suami nya.Arif pun membiarkan Bila beristirahat untuk merilekskan tubuh nya.
" Terimakasih sayang." ucap Arif pelan sambil membenarkan selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Air mata Arif tiba-tiba saja menetes kala merasa terharu bisa mendapatkan seorang pendamping hidup yang sangat sempurna sekali.rasa nya Arif tidak ingin menyudahi permainan ini jika tidak mengingat wajah lelah Bila yang meminta berhenti.
Cup.
Cup.
Cup.
Cup.
Arif terus menghadiahi kecupan hangat di wajah Bila yang sudah terlelap damai di pelukan nya.Arif yang juga sudah merasa lelah ikut memejamkan mata nya sambil membalas pelukan sang istri.
Di saat kedua pasangan halal ini tengah merasakan indah nya memadu kasih di tempat romantis,Ada Naima sang mantan istri yang sedang ketar- ketir mencari bala bantuan yang bisa menyelamatkan hidup nya.sudah puluhan teman kencan yang dia hubungi dan dia yakini bisa membantu nya malah angkat tangan dan menolak mentah-mentah apa yang dia janjikan.bukan karena tidak mau membantu, tetapi mereka takut untuk berurusan dengan Pak Ahmad Rizaldi yang memang terkenal killer dan juga mematikan.
" Awas Kamu tua bangka! Aku suka rela memberikan tubuh ku untuk Kamu nikmati, tetapi Kamu tolak dan malah mempermainkan Aku seperti ini.Aku tidak akan tinggal diam." ucap Naima lirih sambil meremas kaleng minuman dingin yang dia pegang.
Tenggorokan nya terasa sangat kering memikirkan bagaimana cara nya dia keluar dan hidup tenang seperti semula.
Tanpa Naima ketahui,seluruh istri pengusaha yang wajah nya ikut muncul di stasiun televisi sedang berkumpul dan berniat menyerang Naima.di tengah-tengah mereka semua ada anak buah Pak Rizal yang sengaja di utus untuk mengompori mereka semua agar bertindak lebih cepat.
Pak Rizal,Ibu Yolan dan juga tangan kanan Pak Rizal yang biasa di panggil Komo sedang menertawakan Naima.rekaman cctv rumah Naima terhubung langsung ke layar komputer yang ada di ruang kerja Pak Rizal.
Berkat kecerdasan otak anak buah nya,Pak Rizal bisa mengintai setiap pergerakan Naima karena secara diam-diam di dalam apartemen kecil itu sudah terpasang pula kamera pengintai yang berukuran sangat kecil tapi mampu mendeteksi segala ruangan yang tersedia.
" Mama sudah tidak sabar lagi melihat dia hancur sehancur-hancur nya." ucap Ibu Yolan sambil menatap sang suami yang sedang fokus mengetik di layar ponsel nya.
__ADS_1
" Setelah surat perceraian itu keluar,Arif harus segera menggelar pesta pernikahan nya bersama Bila,biar publik tau jika Arif mampu mendapatkan pendamping hidup yang sempurna bukan seperti wanita ****** itu!" sambung beliau sambil menerawang konsep pernikahan apa yang cocok untuk putra dan juga menantu kesayangan nya.
Setiap menit koleksi Video baru milik Naima selalu keluar dengan tempat dan gaya yang berbeda.pihak management nya pun sudah angkat tangan dan memilih mendepak paksa Naima dari perusahaan mereka.
" Bagaimana ini? Siapa lagi yang bisa Aku minta bantuan?" gumam Naima sambil berjalan mengetuk sisi meja yang berada di depan nya.
" Pak Suryo!" teriak Naima bersemangat kembali menemukan sebuah cahaya terang.
Namun semangat itu harus berganti menjadi amarah ketika mengetahui nomor nya telah di blokir oleh pria tua yang beberapa hari kemarin baru saja memakai jasa nya.
" Sial!Bajingan!" ucap Naima sambil melempar kunci mobil membentur dinding kamar.
Naima terus berteriak kesal di dalam kamar nya,asap rokok nampak memenuhi ruangan kecil ini.keadaan Naima benar-benar kacau saat ini.beberapa kaleng minuman sudah habis dia teguk paksa demi membasahi dahaga nya yang terasa gersang.
" Aku harus menghubungi Arif! Tidak mungkin secepat ini dia bisa melupakan Aku." ucap Naima lalu meraba letak ponsel nya.suasana kamar yang gelap di tambah lagi dengan kepulan asap rokok yang membumbung tinggi membuat Naima semakin kesulitan mencari letak ponsel nya.
" Sialan!" Teriak Naima lagi merasa frustasi.
Naima menatap nanar layar ponsel nya ketika sambungan telepon di tolak dan tidak bisa tersambung lagi ke nomer ponsel milik Arif.
" Ternyata Kamu juga sudah memblokir nomer ku? Aku tidak yakin Kamu bisa berubah secepat ini." batin Naima lalu kembali membakar ujung rokok nya untuk yang ke sekian kali nya.
Naima terus mengoceh sendiri menikmati suasana remang-remang tanpa ada cahaya lampu.dia sangat yakin ini semua tidak terlepas dari campur tangan kedua orang tua Arif.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mampir juga di novel terbaru saya.
"Rumah Tangga Ku Hancur di Tangan Ibu Mertua."
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰😍