Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Menangis haru


__ADS_3

Tanpa harus mengantre dan mendaftar seperti pasien lain nya.Mama Yolan langsung membawa masuk Bila ke sebuah ruangan pemeriksaan.yang mana di dalam nya sudah menunggu seorang wanita cantik yang juga memakai hijab sama seperti Bila.


" Mbak!" teriak Dokter wanita itu begitu melihat Mama Yolan masuk dengan membawa seorang wanita muda yang tentunya memiliki paras yang sangat cantik.


" Jangan teriak-teriak Husna! Kamu tidak lupa kan kalau ini rumah sakit?" tegur Mama Yolan yang sudah mengetahui bagaimana sifat dan keanehan wanita yang memakai jas putih nya itu.


" Aku terlalu gembira bisa bertemu dengan Mbak, bagaimana kabar Mas Rizal?" tanya nya mulai membuka obrolan.


" Kenapa nggak datang ke rumah aja sih? Padahal kita tinggal di kota yang sama, jarak rumah kita juga tidak terlalu jauh,apa yang membuat Kamu tidak mau lagi datang ke rumah kami?" sindiran Mama Yolan cukup membuat Dokter Husna merasa tertampar dan sangat malu sekali.padahal hubungan mereka sangat baik selama ini, tetapi akibat kesibukan nya yang terlalu padat membuat wanita ini lelah sendiri mengatasi waktu nya.


"Maaf kan Aku Mbak,Aku lagi sibuk sekali, jadwal kerja dan juga jadwal kuliah ku sangat pada sekali.Aku bahkan sampai nggak punya waktu lagi untuk bersantai atau sekedar menikmati hidup.Aku janji akan datang kerumah Mbak, jangan sekarang." jawab nya dengan tatapan mata berembun.


" Mbak pikir Kamu sudah lupa kalau punya Kakak sepupu, mentang-mentang sudah menjadi Dokter ahli kandungan? Terus kapan kuliah mu itu akan berakhir?"tanya Mama Yolan,sedang kan Bila dan Arif hanya menyimak saja apa yang sedang mereka bicarakan.


" Ya ampun Mbak, jahat banget sih tuduhan nya itu,Aku nggak pernah lupa punya kakak sebaik Mbak,kalau bukan karena campur tangan Mbak,Aku nggak akan mungkin bisa menggapai cita-cita ku ini, terimakasih ya Mbak, untuk semua kebaikan hati Mbak dan juga Mas Rizal.kuliah ku akan selesai 5 bulan lagi, doain ya Mbak, semoga saja Aku bisa menyelesaikan nya tepat waktu." ujar nya menjelaskan.


" Mbak akan selalu mendoakan Kamu,tapi jangan sampai lupa mencari pendamping hidup untuk mu,jangan hanya pekerjaan saja yang Kamu pikirkan, sedangkan untuk yang satu itu malah sengaja Kamu abaikan." tutur Mama Yolan memperingati sang adik.


" Iya..Iya..." jawab Dokter Husna,jika mereka sudah bertemu,kakak nya yang satu ini pasti akan selalu membahas tentang pendamping hidup dan pendamping hidup lagi.


" Hey ganteng! Apa kabar?" tanya dokter Husna kepada Arif,dia berusaha mengalihkan pembicaraan agar tidak lagi membahas diri nya yang belum juga menikah.


" Baik Tante." jawab Arif singkat.


" Kamu masih saja sedingin kulkas,Aku sampai heran melihat nya." ucap nya geleng-geleng kepala.


"Ini siapa?" tanya Dokter Husna yang sama sekali belum pernah bertemu dengan Bila.


" Ini menantu Mbak,sayang kenalin ini adik sepupu Mama." kali ini Mama Yolan yang angkat suara karena melihat Arif yang memilih diam tidak menanggapi lagi omongan sang Tante.

__ADS_1


" Wahh...Kamu cantik sekali sayang,kenalin nama Tante Husna." ujar nya mengulurkan tangan nya sebagai tanda perkenalan.


" Terimakasih Tante,Bila." jawab Bila pelan sambil tersenyum manis.


" Jago juga Kamu mencari pengganti nenek lampir itu, Tante pikir pelet nya si Nenek lampir itu sangat banyak Kamu makan, ternyata bisa kalah juga ya." seloroh nya yang langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Arif.


" Cepat periksa kan istri ku,jangan bahas masa lalu." tegur nya yang sudah tidak ingin lagi ada orang yang menyangkut pautkan kehidupan nya sekarang dengan mantan istri nya.


" Galak banget sih,santai ganteng."


" Gitu tuh sikap asli nya,Kamu harus hati-hati dan banyak bersabar menghadapi pria dingin dan judes seperti dia ya sayang." jawab dokter Husna langsung mengeluarkan semua alat medis yang mereka butuhkan untuk memeriksa kondisi Bila.


"Menantu Mbak cantik banget,mirip Barbie." bisik nya pelan di telinga Mama Yolan agar tidak kedengaran sama pria dingin yang berada di depan mereka.


" Banget! Mbak aja sampai jatuh hati sama dia, Kamu tahu tidak! Pria dingin itu sudah tidak sekaku itu lagi kalau bersama istri nya,bahkan dia terlalu bucin dan sangat posesif sekali." balas Mama Yolan dengan berbisik juga.


Kedua wanita ini tertawa puas atas sikap Arif yang mereka anggap tidak sesuai dengan tampang galak dan judes nya itu.


" Kenapa malah ketawa lagi sih? Kasihan pasien yang lain sudah lama menunggu karena ulah Mama dan Tante yang malah reunian disini." tegur Arif yang memang sudah tidak sabar lagi menanti hasil nya.


" Sabar ganteng,jangan marah-marah begitu,nanti istri mu ketakutan melihat tampang sangar mu itu." goda Husna mengedipkan sebelah mata nya kepada sang keponakan.


" Maaf Nyonya, silahkan berbaring di atas brankar terlebih dahulu." pinta suster dengan sopan.


" Baik sus." jawab Bila.


Bila mengikuti apa yang di ucapkan oleh suster tersebut,dengan di bantu oleh suami nya,Bila merebahkan tubuh nya di atas brankar pemeriksaan.


Selanjutnya sang suster langsung meminta izin untuk melakukan pengecekan tekanan darah dan kondisi kesehatan Bila lain nya.dan tidak lupa suster itu juga menanyakan kapan terakhir Bila kedatangan tamu bulanan nya,lalu suster itu mencatat nya di sebuah buku berwarna pink.sang suster lalu membantu Bila membuka baju di bagian perut nya sedangkan di bagian bawah nya di tutup menggunakan kain.

__ADS_1


" Kita mulai ya sayang." ucap Dokter Husna yang sudah muncul di hadapan nya bersama Mama mertua nya,entah kemana saja pergi nya mereka berdua sejak tadi.yang jelas pasti ada pembahasan penting yang mereka bahas.


Bila pun mengangguk sambil tersenyum.


Suster mulai mengolesi gel di atas perut Bila sehingga membuat Dokter Husna dengan mudah memainkan sebuah alat pendeteksi kandungan di atas sana.


Dokter sekaligus Tante dari Arif mulai menjelaskan secara rinci dan sangat detail sekali bagaimana kondisi janin yang ada di dalam rahim Bila saat ini.janin itu masih berbentuk sebuah kantong kecil karena usia kehamilan Bila saat ini memasuki minggu ketiga.Bila yang merasa deg-degan menanti penjelasan berikut nya hanya bisa menggenggam erat tangan suami nya.Mama Yolan dan Arif menangis terharu melihat layar monitor itu,apa yang mereka nanti kan selama ini akhirnya di kabulkan oleh sang maha pencipta.Bila yang tidak kuat mendengar nya juga ikutan menangis haru.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Dokter Husna lalu menulis kan resep Vitamin dan beberapa obat-obatan lain yang harus Bila minum dengan rutin selama masa kehamilan nya.


" Jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat ya sayang, Kamu tidak boleh terlalu capek.usia kandungan mu masih sangat rentan sekali.perbanyak minum air putih dan jangan lupa konsumsi buah-buahan dalam jumlah yang sesuai."ucap Dokter Husna mengingat kan.


" Tapi tadi siang Bila nggak mau kan Dek,dia lebih memilih memakan puding mangga.kata nya kalau mencium bau nasi langsung pengen muntah." tutur Mama Yolan mengadu kan apa yang di alami oleh menantunya.


" Tidak apa-apa Mbak,jangan terlalu di paksakan untuk memakan nasi,kalau mau ya Alhamdulillah, tetapi kalau nggak bisa ya bisa di ganti dengan yang lain nya.roti,susu atau buah-buahan yang segar." jawab Dokter Husna sambil tersenyum hangat.


" Dan satu lagi,ini khusus untuk Kamu ganteng,jangan terlalu sering di ajak bergadang istri mu ini,kalau sampai itu terjadi Kamu tahu sendiri bagaimana akibat nya ,boleh melakukan nya tetapi jangan terlalu lama dan jangan terlalu sering.kandungan Bila masih muda dan sangat rentan terjadi nya pendarahan atau keguguran." pinta nya kepada Arif.


" Baiklah." jawab Arif pasrah karena tidak mau di salahkan lagi oleh kedua wanita yang ada di hadapan nya.


" Kami langsung pamit pulang ya Dek,kasihan pasien mu yang sudah mengantre,lain kali datang lah kerumah agar kita bisa mengobrol lebih banyak lagi."


" Iya Mbak,nanti akan Aku usahakan." jawab Dokter lalu berdiri dari kursi nya mengantar kan kepergian sang kakak dan juga dua keponakan nya.


" Jangan lupa pesan yang Tante sampai kan tadi ya tampan." goda nya yang masih ingin melihat wajah jutek Arif.


" CK...Iya." jawab Arif judes.lalu menggandeng tangan Bila menuju ke mobil.


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2