Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Dilema Reno


__ADS_3

Drt ...Drt...Drt...


Suara ponsel yang terus berbunyi membangun kan Arif yang baru saja terlelap.pria ini langsung mengambil ponsel di meja dekat ranjang dan mengangkat panggilan itu tanpa melihat id penelepon nya.


" Selamat pagi Tuan muda,apa hari ini Tuan tidak datang ke kantor?"tanya Reno yang sudah stand by sejak tadi di dalam kantor.


" Ini masih terlalu pagi,kenapa Kamu sudah menelpon ku.Aku tahu Kamu pekerja keras.tapi jangan ganggu tidur Aku juga dong."sungut Arif masih dengan mata terpejam, sedang kan di samping nya ada Bila yang juga masih tertidur pulas.


" Maaf Tuan muda,tapi ini sudah pukul 09.00, sebentar lagi meeting dengan client penting akan segera di mulai." jawab Reno sedikit kesal melihat Tuan muda nya yang selalu lupa waktu jika sudah bersama istri nya.seeenak mulut nya saja mengatakan ini masih pagi padahal matahari saja hampir meninggi dari tempat nya.


" Pasti habis bercocok tanam." gumam Reno dalam hati nya.


" Beneran?" tanya Arif tidak percaya,lalu dia segera membuka mata nya dan melirik jam tergantung di tembok depan benar-benar sudah menunjukkan pukul 9 pagi,dan 1jam lagi meeting itu akan di mulai.


" Baiklah,Aku akan segera berangkat." jawab Arif pasrah.meskipun mata nya masih sangat ingin di pejam kan, tetapi mengingat pagi ini ada meeting penting dan dia juga harus mengurus wanita yang sudah menjebak nya tadi malam, Arif terpaksa harus berangkat dengan rasa lelah yang masih menyergap tubuh nya.


" Baik Tuan muda, Saya tunggu." jawab Reno lalu menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku jas nya.


Reno akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan nya dan saat dia melewati meja Naura, Reno di buat heran karena sejak tadi tidak ada tanda-tanda kehidupan di meja itu, padahal tas dan segala macam benda milik Naura sudah tergeletak di atas meja.


" Kemana pergi nya ini anak? Kenapa belum muncul-muncul juga." gumam Reno merasa heran.karena tidak biasa nya Naura pergi dalam waktu yang lama tanpa berpamitan kepada dia.


Tanpa sepengetahuan Reno semua kekacauan yang terjadi di lantai ini sudah di beres kan oleh petugas kebersihan sejak pagi tadi.yang tersisa hanya lah keadaan rapi tanpa ada tanda-tanda telah terjadi huru-hara.


" Pak Reno." suara seseorang memanggil nama nya membuat Reno terpaksa memutarkan kepalanya.

__ADS_1


" Ada apa Pak?" tanya Reno saat melihat ada dua orang petugas keamanan datang menghampiri nya.


" Tahanan yang berada di bawah tanah di berikan makan atau tidak?" tanya mereka meminta penjelasan,karena mereka semua tidak berani bertindak tanpa ada perintah selanjutnya.


" Tahanan? Siapa yang di tahan di bawah tanah?" tanya Reno yang memang belum mengetahui tentang kejadian tadi malam.


" Itu...Nona yang menjadi sekretaris Tuan muda." jawab pria ini dan terpaksa belum pulang untuk berganti shift karena menunggu kedatangan Tuan muda nya.


" Sekretaris Tuan muda? Naura?" tanya Reno lagi.hati Reno berkata pasti ada yang tidak beres telah terjadi tadi malam.Tuan muda nya tidak mungkin sembarang menahan orang jika kesalahan nya masih bisa di ampuni.


" Apa yang sudah di lakukan oleh anak itu!" gumam Reno yang sebenarnya sudah tahu bagaimana tabiat centil wanita itu,tapi mengingat dia cukup handal dalam pekerjaan nya membuat Reno berpikir dua kali untuk menendang nya dari Ahmad Company.


" Iya itu Tuan."


"Sejak tadi malam Pak, tepat nya pukul 22.00 lebih sedikit.wanita itu sudah sengaja ingin menjebak Tuan muda dengan mencampurkan obat perangsang kedalam minuman yang dia buatkan untuk Tuan muda." jawab petugas itu menjelaskan.


" Kurang ajar! Wanita murahan!" hardik Reno tidak kalah emosi nya.entah sudah berapa ratus kali dia mengingat kan Naura agar tidak lagi berniat menganggu rumah Tuan muda nya.namun nyata nya wanita itu cukup keras juga menggapai tujuan nya.


" Aku sudah bosan memperingati Kamu! Sekarang rasakan akibat dari sifat konyol mu itu." gumam Reno dengan tatapan intimidasi nya.


" Tidak usah di berikan makan, biarkan saja dia tetap di dalam sana, sampai Tuan muda datang nanti." putus Reno yang ingin memberi sedikit pelajaran untuk Naura, sebenar nya dia ingin sekali melihat keadaan wanita itu sekaligus memarahi nya,namun karena pekerjaan nya sedang menumpuk membuat Reno mengurung kan niat nya.


" Baiklah Pak Reno,kami mengerti." pamit mereka lalu pergi turun ke lantai bawah.


Sekarang Reno baru paham kenapa Tuan muda nya bisa sampai telat datang ke kantor dan melupakan jadwal meeting nya.karena sejak dulu sang Tuan muda adalah orang yang disiplin dan tepat waktu jika ada jadwal meeting ataupun pertemuan penting dengan client nya.kali ini Reno tidak bisa berbuat banyak,dia tidak berani membatalkan jadwal penting ini karena mereka berasal dari perusahaan terbesar yang ada di negara mereka.

__ADS_1


Arif mengalihkan pandangan nya ke arah samping.istri nya nampak tidur dengan sangat pulas sekali.membuat Arif tidak berani untuk membangun kan nya.


Setelah berpakaian rapi Arif menghampiri istri nya yang masih bergelung di bawah selimut tebal yang ada bulu-bulu nya.


" Capek banget kayak nya." gumam nya lalu memposisikan tubuh nya setengah berjongkok agar bisa menjangkau wajah istri nya.


" Aku pamit berangkat kerja dulu ya sayang."ucap Arif pelan sambil mencium kening istri nya yang sama sekali tidak berniat membuka mata nya.


Melihat istri nya masih dalam keadaan polos, membuat Arif memutuskan untuk mengunci pintu kamarnya dari luar, toh Bila juga masih punya kunci cadangan yang ada di dalam laci meja.dia tidak tega membangun kan istri nya untuk sekedar menyuruh memakai kan pakaian.pasal nya Bila masih tertidur sampai sekarang akibat ulah nya tadi malam sampai pagi hari tidak berhenti meminta jatah kepada sang istri.ini semua karena obat laknat itu yang masih menguasai tubuh nya.


Arif lalu turun ke lantai bawah dengan setengah berlari,di ruang tengah itu sudah ada Mama Yolan yang duduk santai sambil membaca majalah fashion.


Mama Yolan menatap sekilas kepada putra nya,dia sangat tahu betul mengapa Arif bisa bangun terlambat pagi ini.


" Maka nya ! Ingat waktu,jangan Kamu gempur terus istri mu itu,nggak kasihan apa?" tutur nya dengan senyuman mengejek.


" Apaan sih Ma,kayak Mama nggak pernah aja deh." gerutu Arif yang sedang buru-buru malah mendapat kan siraman pagi dari sang Mama.


" Kenapa harus lari-lari seperti itu? Bukan kah Kamu pemilik perusahaan itu? Apalagi yang Kamu takuti?" tanya Mama Yolan merasa putra nya pagi ini seperti orang bodoh saja.


" Arif ada meeting Ma, titip Bila soalnya dia masih tidur." ucap nya lalu mencium punggung tangan Mama nya dan berlalu menuju mobil.


" Nggak anak,nggak bapak sama saja.sama-sama mesum." gumam Mama Yolan pelan lalu kembali melanjutkan membaca majalah yang ada di tangan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2